Tittle : My Boyfriend is a Vampire
Cast : Song Ji Gwa, Lee Hyukjae, Song Sungmin, Jung Hana, Cho Kyuhyun, Kim kibum, Lee Donghae, other cast.
Genre : Fantasy ( tentukan sendiri ne )
Author : Devi Rudi a.k.a Lee_274
Posted by @Hyukiwife_08
NB : FF ini murni hasil imajinasi, Jadi maklum ajah kalo ada tempat yg ngasal :D
kritik dan saran sangat di butuhkan.
Warning : Awas typo bertebaran..
HAPPY READING^^
.
.
.
.
.
at Jeju..
"Kau belum tidur?" Sungmin bertanya saat melihat Ji di ruang tamu.
"Ani oppa, aku belum bisa memejamkan mata ku." Jawab Ji.
"Wae?? Apa ada masalah?" Tanya Sungmin.
"Gwenchana oppa.." Ji hanya tersenyum.
"Baiklah."
"Oppa, bagaimana hubungan oppa dengan Shin Yeon eonni?" Tanya Ji.
"Baik-baik saja, Jung Soo hyung menyuruh oppa untuk secepatnya melakukan pertunangan.."
"..mengingat umur oppa yang semakin tua.. hahaha" Ji melanjutkan ucapan Sungmin dengan tawa yang keras.
"Hey.. tapi oppa masih tampan !!" Elak Sungmin.
"Hahaha, menurutku oppa tidak tampan. Weee"
"Awas kau Song Ji Gwa.." Sungmin beranjak untuk mengejar Ji yang sudah berlari terlebih dahulu.
~SKIP~
awal pekan, Inha University...
"Mana oleh-oleh untuk ku?" Tagih Hana.
"Ini, Sungmin oppa yang memilihkan nya." Seru Ji riang sambil menyodorkan bingkisan.
"Wahh, cantik. Gomawo ne.." Ucap Hana senang.
"Oh iya, apa kita sudah mempunyai kelompok?"
"Sudah, 4 namja tampan yang di kagumi oleh seluruh yeoja."
"Hahaha, ya sudah kalau begitu kita kerjakan di rumah ku ne.."
"Ne, aku akan memberi tau Kibum." Ujar Hana sambil mengeluarkan ponselnya.
"Aku ke kantin dulu ne Hana-ah."
"Ne, nanti aku susul kau.."
Ji meninggalkan Hana di halaman kampus, dan berjalan menuju kantin.
Sedang duduk dan memakan bulgogi nya, Tiba-tiba....
"Uhuk uhuk.. sial aku lupa membeli air !!" Umpat Ji.
"Ini." Hyuk menyodorkan sebotol air mineral kepada Ji.
"G gomawo.." Ucap Ji.
Hyuk duduk di depan Ji yang kembali memakan bulgoginya.
"Ji-ah.."
"Emm..?" Ji menoleh karna Hyuk memanggilnya.
Hyuk hanya menyodorkan tissue dan menyapu permukaan bibir mungil Ji yang terkena saus bulgogi.
Ji
terkesiap dengan sikap Hyuk, itu cukup membuat jantung nya berdetak tak
karuan. Namun Hyuk hanya diam tenang seakan tak terjadi apa-apa.
"Emm.. Hyuk-ssi.."
"Wae?" Hyuk mengangkat kepala nya.
"Gomawo.."
"Untuk apa?"
"Karna kau telah menyelamatkan ku waktu itu.. dan untuk yang barusan.. hehehe"
"Ohh.." Hyuk kembali menunduk dan memainkan ponselnya.
Ji melongo (?) mendengar jawaban Hyuk yang sungguh sangat singkat.
"H hanya itu yang kau ucapkan??" Tanya Ji tak percaya.
"Lalu aku harus bilang apa?" Hyuk balik bertanya namun tetap memainkan ponselnya.
'Aishh, namja ini dingin sekali..' Rutuk Ji dalam hati.
"Mana teman-teman mu yang lain?" Tanya Ji.
"Tidak tau."
"Ohh.." Jawab Ji yang kembali memakan sisa bulgogi nya.
Hyuk mengangkat kepalanya dan memandang Ji, tapi kemudian ia memainkan ponselnya lagi.
********************
at Home Song family..
"Jadi apa yang akan kita bahas tentang tanaman langka ini?" Hana memulai diskusi kelompok mereka.
"Maple." Usul Kyuhyun.
"Dasar bodoh.." Umpat Kibum pelan.
"Maple
bukan tanaman langka Kyu.." Ujar Hana menepuk jidatnya sendiri, Donghae
menganga mendengar usul Kyuhyun, Kibum hanya geleng-geleng kepala, Hyuk
sibuk memainkan bolpoin nya, sedangkan Ji sedang ada di dapur
menyiapkan minuman.
"Aku tak mau ada bencana gara-gara usulmu itu Kyuhyun-ssi." Ucap Ji yang datang dari dapur, Kyu hanya cengengesan.
"Kaktus." Ujar Hyuk.
"Usulmu tak lebih baik dari ku hyung.." Ejek Kyuhyun.
"Kaktus
tanaman langka yang jarang ada di korea, dia bisa hidup di iklim panas
tanpa hujan seperti di gurun. Karna di dalam kaktus tersimpan banyak air
yang membuatnya bertahan hidup." Jelas Kibum.
"Usul yang bagus Hyukjae-ssi." Timpal Ji.
"Aku setuju." Ujar Donghae.
"Aku juga, tapi dimana kita akan mendapatkan tanaman itu?" Tanya Hana.
"Suruh si magnae pabo itu mencari nya." Jawab Hyuk melirik Kyuhyun yang melongo mendengar usul Hyuk di setujui.
"Yak.. kau hyung.." Keluar asap dari kepala Kyuhyun (?)
"Seperti
nya aku bisa meminta bantuan eonni Shin, dia mengoleksi berbagai macam
tanaman. Mungkin dia mengoleksi kaktus juga." Ji menyela sebelum Kyuhyun
bertambah parah.
"Ne Ji-ah, kau tanyakan saja.." Ucap Hana.
Ji
pergi ke taman belakang karna Sungmin dan Park Shin Yeon (yeojachingu
Sungmin) sedang ada disana membahas masalah pertunangan mereka.
Sedangkan Hana dan Kibum cs berada di ruang tamu.
"Minumlah.." Ujar Hana.
"Mianhae Hana-ah, kami sudah ber...."
"Kyu, ponselmu berbunyi." Donghae memotong omongan Kyuhyun sebelum ia berbicara lebih jauh lagi.
"Gwenchana, aku tau kalian tidak minum ini." Hana tersenyum.
Sontak
Kibum, Hyukjae, Donghae, dan Kyuhyun kaget dengan perkataan Hana. Apa
Hana tau yang sebenarnya? Ini gawat, akan jadi masalah besar jika Hana
tau yang semuanya..
"Aku sudah berbicara dengan eonni Shin, dia
bilang dia punya tanaman kaktus, dan dia mau memberikan satu untuk kita.
Masalah selesai, aku akan buat laporan tentang tanaman kaktus ini.."
Tutur Ji panjang lebar, sepertinya Ji tidak mendengar pembicaraan Hana
dan Kibum. Tapi ia melihat suasana di ruang tamu ini menegang. Itu sebab
nya Ji bertanya
"Gwenchana?"
"Ne Ji-ah, gwenchana." Jawab Hana.
Hana memberi isyarat kepada Kibum untuk bicara lain waktu, Kibum hanya mengangguk pelan.
"Ji-ah, kami pamit pulang dulu ne." Pamit Kibum.
"Eh? Wae buru-buru sekali eoh?? Makanan dan minuman nya belum di habiskan." Tanya Ji heran.
"Kyuhyun harus mencuci kepalanya." Ujar Hyuk.
Hana, Ji dan Donghae hanya bisa menahan tawa mendengar jawaban Hyuk. Kyuhyun mendelik kesal ke arah Hyuk.
"Hyung.. berheti mengejek ku !!" Omel Kyuhyun.
"Ji-ah,
sebelum rumah mu hancur karna perang dunia antara 2 namja ini, Kami
pamit pulang." Donghae membungkukkan badan nya dan menyeret Kyuhyun
keluar.
"Salam untuk oppa mu, mianhae merepotkan." Ucap Kibum di ikuti Hyuk yang berjalan keluar.
"Ne, hati-hati di jalan." Jawab Ji.
"Hana-ah kau menginap disini ne?" Lanjut Ji.
"Ne." Jawab Hana tersenyum
-
-
-
-
-
-
Ji, Hana, Sungmin dan yeojachingu nya sedang berkumpul di ruang tamu.
"Jadi kapan akan di laksanakan nya oppa?" Tanya Ji.
"Minggu depan, dan lusa setelah itu oppa akan ke Jeju bersama eonni. Karna oppa baru membeli Resort disana." Jelas Sungmin.
"Berapa lama oppa disana?"
"Satu minggu."
"Mwo??" Ji tersentak.
"Wae?"
"Itu lama oppa, tak bisa di percepat?"
"Itu juga sudah cepat, kau takut di rumah tanpa ada oppa hmm?" Goda Sungmin.
Hana dan Shin yeon hanya terkekeh.
"Aniyo, aku hanya takut eonni shin di apa-apa kan oleh oppa."
"Mwo?? Aishh kau Song Ji Gwa.."
"Hahaha" Ji, Hana dan Shin Yeon tertawa lebar melihat Sungmin telah di skakmat.
************************
"Hyung.. apa maksud ucapan Hana tadi?" Tanya Donghae.
"Entahlah.."
Mereka
sama-sama sibuk dengan apa yang mereka lakukan sekarang ini. Donghae
sibuk mengganggu Hyukjae yang tidak di gubris sama sekali oleh Hyuk yang
sedang membaca buku, Kyuhyun memainkan PSP nya sambil berteriak-teriak
tak jelas, Kibum duduk di jendela sambil memandang ke luar.
Tiba-tiba Kibum teringat sesuatu..
"Hyuk.." Panggil Kibum tiba-tiba.
"Aku sudah tau, bicaralah padanya." Sela Hyuk.
"Tau tentang apa?" Tanya Donghae.
"Bukan urusan mu." Jawab Kibum.
"Pergilah sana Hae, sekali lagi kau mengganggu ku akan ku bunuh kau." Lanjut Hyuk.
"Bunuh saja hyung.." Kyuhyun berucap dengan mata yang masih fokus ke arah layar PSP.
"Aisshh
kenapa kalian semua mem-bully ku?? Dan aku tak takut pada ancaman mu
Hyuk." Repet Donghae yang masih duduk di samping Hyuk.
BUUGGHHHH!!
"AHH... Kenapa kau memukul ku ha?!" Donghae emosi karna Hyuk memukul nya sampai ia terpental 3 meter dari samping Hyukjae.
"Kau sendiri yang bilang tak takut pada ancaman ku." Jawab Hyuk yang masih membaca buku nya.
"Tega sekali kau Lee Hyukjae.."
"Sudahlah Hae-ssi." Ujar Kibum.
"Aku tak terima hyung.. ini kekerasan nama nya !!" Donghae berteriak, tapi Hyukjae tak perduli. Ia malah bertanya pada Kibum.
"Apa Kim Young Woon masih hidup?"
"Dia sudah mati, tapi aku tak tau dengan kembarannya." Jawab Kibum.
"Yang aku tau dia tinggal di luar Korea." Sela Kyuhyun.
"Itu arti nya dia takkan kembali ke Korea?"
"Molla."
"Kalian membicarakan apa sih?" Donghae bangkit berdiri dari tempat jatuh nya.
Kibum, Hyukjae dan Kyuhyun tak menggubris pertanyaan Donghae, mereka kembali dengan kesibukan mereka.
"Yak !! Kenapa kalian mengabaikan ku eoh?!" Teriak Donghae marah.
"BERHENTILAH BERSIKAP KEKANAK-KANAKAN LEE DONGHAE!!" Bentak Hyukjae, Ia menutup buku nya dan pergi.
Kibum
dan Kyuhyun termenung mendengar Hyukjae membentak Donghae untuk kali
pertama, selama mereka tinggal bersama tak pernah sekali pun Hyukjae
membentak Donghae. Sikap Hyuk memang sangat dingin tapi Kibum tau betul
Hyuk sangat menyayangi Donghae.
Donghae sendiri tak kalah terkejut dengan sikap Hyuk barusan. 'Ada apa dengan nya?' Batin Donghae.
"Aku yakin dia hanya emosi, biarkan saja dulu." Ujar Kibum seraya menepuk-nepuk bahu Donghae.
"Hyung, lalu siapa yang akan membereskan meja ini?" Tanya Kyuhyun.
"Kau.." Jawab Kibum dan menarik Donghae keluar.
"Aishh, kenapa harus aku.." Ratap Kyuhyun.
~SKIP~ ~SKIP~ ~SKIP~
"Aku tau kalian sebenarnya.." Ungkap Hana.
Kibum, Hyukjae, Donghae dan Kyuhyun hanya menatap Hana dengan ekspresi aneh.
Saat ini mereka sedang di belakang gedung sehabis berkebun di taman depan Inha.
"Dari mana kau tau kami?"
"Aku
teringat seseorang yang menolong ku 2 tahun lalu.." Hana tersenyum lalu
menyibakkan rambut panjang nya yang tergerai indah ke samping. Awalnya
memang tak terlihat apa-apa, tapi setelah Hana menunjuk bekas seperti
gigitan di lehernya. Mereka tersentak.
"2 tahun yang lalu,, aku
hampir menjadi seperti kalian. Tapi aku di selamatkan oleh seorang
Vampir, dia menghisap racun yang hampir menyebar di tubuh ku dan membawa
ku ke rumah sakit. Tapi setelah itu aku tak pernah melihat nya lagi.."
Jelas Hana.
"Jadi kau tau kami dari awal?"
"Tidak, aku tidak akan
tau jika Kyuhyun-ssi tidak menarik tangan ku dan hampir mengatakan kalau
kalian sudah berburu." Ujar Hana lagi.
"Apa Ji-ah tau tentang ini?" Tanya Hyukjae.
"Aniyo, dia tidak tau."
"Hmm, lalu apa mau mu?"
"Hehehe,
kalian tenang saja. Aku hanya ingin menjelaskan dan tau kebenaran nya.
Aku tak ingin meminta apa pun dari kalian. Tetaplah bersekolah." Hana
tersenyum.
"Hyung.." Panggil Donghae
"Jujur saja Kibum-ssi." Ujar Hyuk.
"Dia sudah tau kebenarannya hyung.." Tambah Kyuhyun.
Hana awalnya tak mengerti dengan ucapan mereka. Kibum juga diam terpaku tak menjawab.
1 menit.
2 menit,
3 menit..
"Aku baru mengerti sekarang.." Ujar Hana Tiba-tiba, yang membuat 4 namja itu menoleh pada nya.
To Be Continue..
Jumat, 26 Juli 2013
[After Edited ]My Boyfriend is a Vampire Chapter 3
Tittle : My Boyfriend is a Vampire
Cast : Song Ji Gwa, Lee Hyukjae, Song Sungmin, Jung Hana, Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, other cast
Author : Devi Rudi a.k.a Lee_274
Genre : fantasy ( tentukan sendiri )
Posted by @Hyukiwife_08
NB : mohon maaf kalo masih banyak typo bertebaran, nama nya jga pemula :D hhe
kritik dan saran sangat di butuhkan.
HAPPY READING
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"K kau..?? A apa yang kau lakukan d di sini??" Teriak Ji ketakutan.
Sosok itu hanya diam menatap Ji. Ji mencoba mencari saklar lampu.. TAP!! Seiring dengan bunyi saklar, lampu pun menyala.
Ji menoleh ke arah tempat sosok itu berdiri, tapi tak ada siapa pun di ruangan itu selain diri nya.
"Apa tadi aku bermimpi? Kepala ku sakit sekali.."
BBRRAAKKKK!!!!
"Ji, kau tak.." Sungmin membuka pintu dengan kasar, melihat apakah Ji baik-baik saja.
"Astaga Ji !!" Sungmin melihat Ji pingsan di dekat rak buku, Ia menggendong Ji ke tempat tidur dan memanggil ahjussi Kim.
"AHJUSSI KIM.. CEPAT TELFON DOKTER KELUARGA KITA !!" Teriak Sungmin.
.
.
.
"Ia hanya kelelahan, dan juga syok. Saya harap untuk beberapa hari ini ia istirahat yang cukup."
"Ne uisanim, ghamsanida.." Sungmin mengantarkan dokter Choi sampai ke depan pintu.
Sungmin kembali ke kamar Ji, dan duduk di pinggir tempat tidurnya.
"Sebenarnya ada apa ini.. kau kenapa Ji.." Sungmin membelai lembut rambut Ji yg belum tersadar, atau mungkin ia tertidur kembali.
"Eomma.... Appa...." Ji bergumam memanggil orang tua nya.
"Ji-ah.." Sungmin mencoba membangunkan Ji.
"Eomma... hiks hiks.. sakit eomma..." Rintih Ji.
"Chagi.. oppa mohon bangunlah.." Ujar Sungmin, Ia sedih melihat adiknya merintih memanggil eomma nya. Karena memang pada saat orang tua mereka meninggal, Ji baru berumur 10 tahun.
"Hiks hiks,, eomma.. sakit.." Tangis Ji.
"Chagi.." Kali ini, panggilan Sungmin berhasil membuat sosok malaikat kecilnya perlahan membuka matanya.
"Oppa disini chagi.." Sungmin tersenyum sambil mengusap air mata Ji.
"Oppa..." Ji memeluk Sungmin, Sungmin hanya mengusap rambut Ji. 'Badannya hangat' Batin Sungmin.
"Apa ada yang sakit sayang..?" Tanya Sungmin pelan.
"Oppa.. aku rindu eomma dan appa.." Tangis Ji pecah dalam pelukan Sungmin.
"Jika kau sudah lebih baik, kita akan menjenguk mereka.." Sungmin mencoba menenangkan Ji.
"Hiks.. oppa janji??"
"Janji.." Sungmin menyunggingkan senyum manis nya.
"Sekarang istirahatlah, oppa akan menemanimu disini.." Sungmin menarik selimut dan menarik Ji ke dalam pelukannya.
Perlahan, Ji kembali tenang dalam tidurnya. Sebuah pelukan, hanya itu yang ia butuhkan saat ini.. dan Sungmin memberikan itu pada nya.
Sungmin mencium puncak kepala Ji dan memeluknya.
'Eomma.. appa.. kenapa kalian meninggalkan ku?? Aku tak bisa menjaganya sendirian, aku butuh kalian.." Sungmin menjerit dalam hati.
Tess... Satu butiran bening itu lolos dari matanya.
Sungmin dengan cepat menghapus air matanya, Ia tak ingin Ji tau kalau ia lebih rapuh.
"Oppa menyayangimu chagi.." Sungmin mengecup kening Ji dan menidurkannya di bantal.
Ia sendiri memiringkan badannya, memandangi Ji yang sudah tertidur lelap akibat kelelahan.
***************
--------07.30 KST-------
Sinar matahari mencoba masuk melalui celah-celah jendela kamar. Ji yang terbangun akibat sinar matahari yang menimpa wajahnya.
Ji melihat ke sekeliling kamarnya, tak ada Sungmin.
"Oppa.." Ji mencoba memanggil Sungmin, namun suaranya terlalu lemah sehingga hanya dia sendiri yang mendengarnya.
Ji bangkit dari tempat tidur, dengan sedikit terhuyung ia berjalan keluar kamarnya.
Di ruang makan, Ji melihat Sungmin memakai kaus lengan panjang dan celana training sedang membantu Ahjumma Kim menata sarapan.
"Oppa tak ke kantor?" Tanya Ji heran.
Sungmin menoleh kearah suara dan sedetik kemudian ia tersenyum melihat siapa yang bertanya kepadanya.
"Wuahh.. malaikat oppa sudah bangun? Kajja sarapan.. Ahjumma Kim sudah memasakkan bubur untuk mu." Ajak Sungmin.
"Oppa belum menjawab pertanyaanku.."
"Untuk 2 hari ini semua pekerjaan sudah oppa serahkan pada sekretaris Han, karena oppa ingin bersama yeoja menyebalkan di depan oppa ini." Jelas Sungmin sambil memberikan satu suapan ke bibir mungil Ji.
Ji hanya tersenyum mendapat perlakuan manja dari Sungmin.
"Oppa sudah melihat jadwal kuliahmu, hanya 1 mata pelajaran untuk besok kan? Oppa sudah menelfon pihak dosen untuk mengizinkanmu."
"Uhuk uhuk.. mwo??"
"Wae?" Sungmin bertanya sambil menyodorkan segelas air.
"Tapi besok mata pelajaran songsaenim Kang, Oppa.."
"Lalu?"
"Yak!! Itu pelajaran kesukaan ku.."
"Aishh, kau tidak mau berlibur bersama oppa mu yang tampan ini eoh?"
"Tingkat level kepedean mu itu seberapa tinggi ha? Eh.. tadi oppa bilang berlibur??" Ji mengerutkan keningnya.
"Ne, lusa kan akhir pekan.. oppa sudah membeli tiket dan menyewa villa di jeju untuk 3 hari kedepan, otthe?" Senyum khas mengembang di wajah Sungmin.
"Jinjja??"
"Ne.."
"Pasti asyikk.." Sungmin hanya tersenyum melihat tingkah aegy Ji.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
"Hyuk.." Panggil Donghae hati-hati.
Tak ada jawaban, Hyuk masih menatap lurus kedepan di balkon lantai 2.
"Hyuk.. mau berburu?"
"Tidak." Jawab Hyuk singkat
"Jalan-jalan?"
"Tidak."
"Ajari aku menyetir mobil?"
"Tidak."
"Arrgghhh,, apa tidak ada kata lain ha?" Tanya Donghae frustasi.
Hyuk menoleh, "Seperti apa?" Tanyanya.
"Emm, kajja kita keluar."
"Tidak." Hyuk kembali menatap ke depan.
"Huffttt.. kau menyebalkan sekali."
"Jika aku menyebalkan, kenapa kau masih disini?"
"Yak!! Lee Hyukjae....."
"Wae? Kau mengganggu ku Hae." Ucap Hyuk meninggalkan Donghae.
"Aku tau kau menyukainya kan?" Terka Donghae, yang membuat langkah Hyuk terhenti dan menoleh ke arahnya.
"Jun ShinNa.." Lanjutnya evil.
"Berhenti menyebut namanya Tuan Lee Donghae." Ujar Hyuk dingin.
"Emm, maksudku Song Ji Gwa.."
"Lalu apa maumu? Kau menyukainya?"
"Tidak, aku tidak menyukainya.. aku hanya mencintai Hyura seorang.." Ucap Donghae bangga.
"Mencintai orang yang sudah mati eoh." Cibir Hyuk.
"Yakk!! Hyukjae.. berhentilah mengabaikan ku.." Wajah Donghae berubah 180 derajat dan memelas ke arah Hyuk.
"Hanya kau yang ku punya, tapi kau selalu mengabaikan ku.. hiks hiks.." Donghae memulai aktingnya.
"Apa sebagai manusia terkutuk kau masih bisa mengeluarkan air mata ha?" Hyuk memutar bola matanya malas.
"Apa sebagai Vampir aku tidak boleh menangis?"
"Tidak"
"Ishh, sudahlah.. terserah kau saja Hyuk." Donghae mengakhiri aktingnya dan pergi ke ruang bawah.
****************
at Inha University
"Annyeong anak-anak.." Sapa Songsaenim Kang.
"Annyeong Songsaenim.."
"Mianhae hari ini aku tidak bisa mengajar, karna hari ini ada rapat dengan dewan direksi. Jadi hari ini aku hanya memberikan tugas kepada kalian. Presentasikan 1 buah tanaman langka dan setelah itu kita akan tanam di taman depan Universitas. Ingat, ini tugas kelompok terdir dari 5-6 per 1 kelompok. Arraseo?" Jelas Songsaenim Kang.
"Ne Songsaenim.."
"Baik kalau begitu aku permisi dulu. Annyeong.."
"Anyyeong.."
Hana jelas bingung dengan keadaan ini. Bagaimana tidak? Ji tidak datang, dan tidak ada telfon atau pesan singkat darinya.
Kibum cs pun tak kalah panik dengan tugas yang di berikan Songsaenim Kang. Jelas perintah yang di ucapkan, 1 kelompok 5-6 orang. Yang itu berarti mereka harus menambah satu atau dua orang lagi dalam kelompok mereka.
"Hyung, otthoke??" Bisik Kyu panik.
"Diamlah." Balas Kibum.
"Kenapa tidak ajak yeoja itu saja?" Dengan dagunya Hyuk menunjuk Hana yang berjalan keluar.
"Kenapa harus dia?" Donghae bertanya.
"Karna hanya dia yang kita kenal." Jawab Kibum.
"Akan ku coba." Timpal Kibum.
.
.
.
.
"Yeobseo?"
"Yak!! Song Ji Gwa.. kau dimana eoh? Aku menghubungimu dari tadi !!" Dengus Hana.
"Hehehemianhae Hana-ah.. aku lupa memberi taumu.. aku di Jeju bersama Sungmin oppa."
"Mwo?? Jeju?? Kapan kau berangkat?" Seru Hana kaget.
"Tadi pagi.."
"Yak,, kau tak mengajakku eoh.. hiks hiks.." Hana pura-pura menangis.
"Hey.. jangan menangis.. aku hanya 3 hari disini. Oiya, bagaimana pelajaran Songsaenim Kang hari ini?" Tanya Ji.
"Itu sebabnya aku menghubungimu.. Songsaenim Kang memberikan tugas kelompok.. dan aku bingung."
"Apa yang membuatmu bingung Hana-ah?"
"Karna satu kelompok terdiri dari 5-6 orang." Terang Hana.
"Hmm.. wae tidak kau ajak anak-anak baru itu saja? Aku yakin mereka tak punya teman." Usul Ji.
"Benar juga.. tapi, kau yakin satu kelompok dengan mereka?" Hana terlihat ragu.
"Memang kenapa? kau urus saja Hana-ah aku terima beres kekeke,, sudah dulu ne Sungmin oppa memanggil ku. Kabari aku secepatnya ne? Ppai.." TUTT
"Hey Ji-ah.. yeobseo? Yeobseo? Aishh dia menyebalkan sekali.." Rutuk Hana kesal.
"Ehemm.."
Hana menoleh ke asal suara, terlihat 4 namja manis berdiri di depannya dengan kharisma mereka masing-masing.
"Ne, ada apa?" Tanya Hana.
"Emm, aku.. eh, maksudnya kami ingin bertanya padamu Hana-ah.. tentang tugas Songsaenim Kang.." Terang Kyuhyun.
"Kau ingin aku bergabung dengan kelompok mu?" Tebak Hana.
"Ne." Jawab Hyuk singkat.
"Aku dan Ji-ah memang sudah memikirkannya. Tapi permasalahannya adalah, Ji-ah sedang di Jeju dan dia baru pulang minggu sore." Kesal Hana.
"Masih ada waktu 2 minggu untuk mengerjakannya, kenapa harus panik?" Ujar Hyuk santai.
"Itu benar." Timpal Donghae.
"Diamlah kau." Bentak Kibum.
"Aishh, kau hyung.. Hyuk bantu aku.." Donghae menoleh ke arah Hyuk.
"Aku tidak mau." Hyuk malah berbalik dan pergi ke arah parkiran, Hana hanya terkekeh melihat tingkah Donghae.
"Jadi bagaimana Hana-ah?" Tanya Kibum tanpa memperdulikan Donghae.
"Yaa baiklah.. aku akan memberitahukan ini pada Ji. Oh iya, bolehkah aku meminta nomor ponsel salah satu dari kalian?" Tanya Hana.
"Kau saja hyung.." Goda Kyuhyun.
Kibum menoleh sinis ke arah Kyu, tapi kemudian Ia mengeluarkan ponselnya.
"Ini, kau catat sendiri." Kibum memberikan ponselnya pada Hana. Dan lagi-lagi tangan Hana bersentuhan dengan Vampir itu, tetapi Hana terlihat rileks dan santai. Mungkin dia tidak menyadarinya, atau malah pura-pura tidak tau. Kibum hanya menatap Hana dengan tatapan aneh.
"Ini sudah, gomawo." Hana menyodorkan ponsel Kibum dengan seulas senyum manis.
"Ne." Jawab Kibum.
"Yasudah, kami duluan ne Nona Jung." Pamit Donghae. Sedangkan Kyuhyun masih menggoda Kibum.
"Nama nya akan berubah menjadi Nona Kim." Goda Kyuhyun lagi.
PLETAKK
"Aduhh.. appo hyung.." Ringis Kyu karna Kibum memukul kepalanya.
"Tutup mulutmu." Ujar Kibum meninggalkan mereka dan menyusul Hyuk.
"Hahaha," Hana tertawa melihat Kyuhyun kesakitan sambil memegangi kepalanya.
"Yak!! Hana-ah jangan tertawa." Omel Kyu.
"Haha, mianhae Kyu.. kalau begitu aku pulang dulu ne. Annyeong.." Ujar Hana yang masih tertawa.
"Ne annyeong.." Donghae yang menjawab.
"Hyung bantu aku.." Perintah Kyuhyun.
"Aku tidak mau." Donghae menirukan ucapan Hyuk dan meninggalkan Kyuhyun sendirian.
"Yakk hyungg..."
To Be Continue..
Cast : Song Ji Gwa, Lee Hyukjae, Song Sungmin, Jung Hana, Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, other cast
Author : Devi Rudi a.k.a Lee_274
Genre : fantasy ( tentukan sendiri )
Posted by @Hyukiwife_08
NB : mohon maaf kalo masih banyak typo bertebaran, nama nya jga pemula :D hhe
kritik dan saran sangat di butuhkan.
HAPPY READING
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"K kau..?? A apa yang kau lakukan d di sini??" Teriak Ji ketakutan.
Sosok itu hanya diam menatap Ji. Ji mencoba mencari saklar lampu.. TAP!! Seiring dengan bunyi saklar, lampu pun menyala.
Ji menoleh ke arah tempat sosok itu berdiri, tapi tak ada siapa pun di ruangan itu selain diri nya.
"Apa tadi aku bermimpi? Kepala ku sakit sekali.."
BBRRAAKKKK!!!!
"Ji, kau tak.." Sungmin membuka pintu dengan kasar, melihat apakah Ji baik-baik saja.
"Astaga Ji !!" Sungmin melihat Ji pingsan di dekat rak buku, Ia menggendong Ji ke tempat tidur dan memanggil ahjussi Kim.
"AHJUSSI KIM.. CEPAT TELFON DOKTER KELUARGA KITA !!" Teriak Sungmin.
.
.
.
"Ia hanya kelelahan, dan juga syok. Saya harap untuk beberapa hari ini ia istirahat yang cukup."
"Ne uisanim, ghamsanida.." Sungmin mengantarkan dokter Choi sampai ke depan pintu.
Sungmin kembali ke kamar Ji, dan duduk di pinggir tempat tidurnya.
"Sebenarnya ada apa ini.. kau kenapa Ji.." Sungmin membelai lembut rambut Ji yg belum tersadar, atau mungkin ia tertidur kembali.
"Eomma.... Appa...." Ji bergumam memanggil orang tua nya.
"Ji-ah.." Sungmin mencoba membangunkan Ji.
"Eomma... hiks hiks.. sakit eomma..." Rintih Ji.
"Chagi.. oppa mohon bangunlah.." Ujar Sungmin, Ia sedih melihat adiknya merintih memanggil eomma nya. Karena memang pada saat orang tua mereka meninggal, Ji baru berumur 10 tahun.
"Hiks hiks,, eomma.. sakit.." Tangis Ji.
"Chagi.." Kali ini, panggilan Sungmin berhasil membuat sosok malaikat kecilnya perlahan membuka matanya.
"Oppa disini chagi.." Sungmin tersenyum sambil mengusap air mata Ji.
"Oppa..." Ji memeluk Sungmin, Sungmin hanya mengusap rambut Ji. 'Badannya hangat' Batin Sungmin.
"Apa ada yang sakit sayang..?" Tanya Sungmin pelan.
"Oppa.. aku rindu eomma dan appa.." Tangis Ji pecah dalam pelukan Sungmin.
"Jika kau sudah lebih baik, kita akan menjenguk mereka.." Sungmin mencoba menenangkan Ji.
"Hiks.. oppa janji??"
"Janji.." Sungmin menyunggingkan senyum manis nya.
"Sekarang istirahatlah, oppa akan menemanimu disini.." Sungmin menarik selimut dan menarik Ji ke dalam pelukannya.
Perlahan, Ji kembali tenang dalam tidurnya. Sebuah pelukan, hanya itu yang ia butuhkan saat ini.. dan Sungmin memberikan itu pada nya.
Sungmin mencium puncak kepala Ji dan memeluknya.
'Eomma.. appa.. kenapa kalian meninggalkan ku?? Aku tak bisa menjaganya sendirian, aku butuh kalian.." Sungmin menjerit dalam hati.
Tess... Satu butiran bening itu lolos dari matanya.
Sungmin dengan cepat menghapus air matanya, Ia tak ingin Ji tau kalau ia lebih rapuh.
"Oppa menyayangimu chagi.." Sungmin mengecup kening Ji dan menidurkannya di bantal.
Ia sendiri memiringkan badannya, memandangi Ji yang sudah tertidur lelap akibat kelelahan.
***************
--------07.30 KST-------
Sinar matahari mencoba masuk melalui celah-celah jendela kamar. Ji yang terbangun akibat sinar matahari yang menimpa wajahnya.
Ji melihat ke sekeliling kamarnya, tak ada Sungmin.
"Oppa.." Ji mencoba memanggil Sungmin, namun suaranya terlalu lemah sehingga hanya dia sendiri yang mendengarnya.
Ji bangkit dari tempat tidur, dengan sedikit terhuyung ia berjalan keluar kamarnya.
Di ruang makan, Ji melihat Sungmin memakai kaus lengan panjang dan celana training sedang membantu Ahjumma Kim menata sarapan.
"Oppa tak ke kantor?" Tanya Ji heran.
Sungmin menoleh kearah suara dan sedetik kemudian ia tersenyum melihat siapa yang bertanya kepadanya.
"Wuahh.. malaikat oppa sudah bangun? Kajja sarapan.. Ahjumma Kim sudah memasakkan bubur untuk mu." Ajak Sungmin.
"Oppa belum menjawab pertanyaanku.."
"Untuk 2 hari ini semua pekerjaan sudah oppa serahkan pada sekretaris Han, karena oppa ingin bersama yeoja menyebalkan di depan oppa ini." Jelas Sungmin sambil memberikan satu suapan ke bibir mungil Ji.
Ji hanya tersenyum mendapat perlakuan manja dari Sungmin.
"Oppa sudah melihat jadwal kuliahmu, hanya 1 mata pelajaran untuk besok kan? Oppa sudah menelfon pihak dosen untuk mengizinkanmu."
"Uhuk uhuk.. mwo??"
"Wae?" Sungmin bertanya sambil menyodorkan segelas air.
"Tapi besok mata pelajaran songsaenim Kang, Oppa.."
"Lalu?"
"Yak!! Itu pelajaran kesukaan ku.."
"Aishh, kau tidak mau berlibur bersama oppa mu yang tampan ini eoh?"
"Tingkat level kepedean mu itu seberapa tinggi ha? Eh.. tadi oppa bilang berlibur??" Ji mengerutkan keningnya.
"Ne, lusa kan akhir pekan.. oppa sudah membeli tiket dan menyewa villa di jeju untuk 3 hari kedepan, otthe?" Senyum khas mengembang di wajah Sungmin.
"Jinjja??"
"Ne.."
"Pasti asyikk.." Sungmin hanya tersenyum melihat tingkah aegy Ji.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
"Hyuk.." Panggil Donghae hati-hati.
Tak ada jawaban, Hyuk masih menatap lurus kedepan di balkon lantai 2.
"Hyuk.. mau berburu?"
"Tidak." Jawab Hyuk singkat
"Jalan-jalan?"
"Tidak."
"Ajari aku menyetir mobil?"
"Tidak."
"Arrgghhh,, apa tidak ada kata lain ha?" Tanya Donghae frustasi.
Hyuk menoleh, "Seperti apa?" Tanyanya.
"Emm, kajja kita keluar."
"Tidak." Hyuk kembali menatap ke depan.
"Huffttt.. kau menyebalkan sekali."
"Jika aku menyebalkan, kenapa kau masih disini?"
"Yak!! Lee Hyukjae....."
"Wae? Kau mengganggu ku Hae." Ucap Hyuk meninggalkan Donghae.
"Aku tau kau menyukainya kan?" Terka Donghae, yang membuat langkah Hyuk terhenti dan menoleh ke arahnya.
"Jun ShinNa.." Lanjutnya evil.
"Berhenti menyebut namanya Tuan Lee Donghae." Ujar Hyuk dingin.
"Emm, maksudku Song Ji Gwa.."
"Lalu apa maumu? Kau menyukainya?"
"Tidak, aku tidak menyukainya.. aku hanya mencintai Hyura seorang.." Ucap Donghae bangga.
"Mencintai orang yang sudah mati eoh." Cibir Hyuk.
"Yakk!! Hyukjae.. berhentilah mengabaikan ku.." Wajah Donghae berubah 180 derajat dan memelas ke arah Hyuk.
"Hanya kau yang ku punya, tapi kau selalu mengabaikan ku.. hiks hiks.." Donghae memulai aktingnya.
"Apa sebagai manusia terkutuk kau masih bisa mengeluarkan air mata ha?" Hyuk memutar bola matanya malas.
"Apa sebagai Vampir aku tidak boleh menangis?"
"Tidak"
"Ishh, sudahlah.. terserah kau saja Hyuk." Donghae mengakhiri aktingnya dan pergi ke ruang bawah.
****************
at Inha University
"Annyeong anak-anak.." Sapa Songsaenim Kang.
"Annyeong Songsaenim.."
"Mianhae hari ini aku tidak bisa mengajar, karna hari ini ada rapat dengan dewan direksi. Jadi hari ini aku hanya memberikan tugas kepada kalian. Presentasikan 1 buah tanaman langka dan setelah itu kita akan tanam di taman depan Universitas. Ingat, ini tugas kelompok terdir dari 5-6 per 1 kelompok. Arraseo?" Jelas Songsaenim Kang.
"Ne Songsaenim.."
"Baik kalau begitu aku permisi dulu. Annyeong.."
"Anyyeong.."
Hana jelas bingung dengan keadaan ini. Bagaimana tidak? Ji tidak datang, dan tidak ada telfon atau pesan singkat darinya.
Kibum cs pun tak kalah panik dengan tugas yang di berikan Songsaenim Kang. Jelas perintah yang di ucapkan, 1 kelompok 5-6 orang. Yang itu berarti mereka harus menambah satu atau dua orang lagi dalam kelompok mereka.
"Hyung, otthoke??" Bisik Kyu panik.
"Diamlah." Balas Kibum.
"Kenapa tidak ajak yeoja itu saja?" Dengan dagunya Hyuk menunjuk Hana yang berjalan keluar.
"Kenapa harus dia?" Donghae bertanya.
"Karna hanya dia yang kita kenal." Jawab Kibum.
"Akan ku coba." Timpal Kibum.
.
.
.
.
"Yeobseo?"
"Yak!! Song Ji Gwa.. kau dimana eoh? Aku menghubungimu dari tadi !!" Dengus Hana.
"Hehehemianhae Hana-ah.. aku lupa memberi taumu.. aku di Jeju bersama Sungmin oppa."
"Mwo?? Jeju?? Kapan kau berangkat?" Seru Hana kaget.
"Tadi pagi.."
"Yak,, kau tak mengajakku eoh.. hiks hiks.." Hana pura-pura menangis.
"Hey.. jangan menangis.. aku hanya 3 hari disini. Oiya, bagaimana pelajaran Songsaenim Kang hari ini?" Tanya Ji.
"Itu sebabnya aku menghubungimu.. Songsaenim Kang memberikan tugas kelompok.. dan aku bingung."
"Apa yang membuatmu bingung Hana-ah?"
"Karna satu kelompok terdiri dari 5-6 orang." Terang Hana.
"Hmm.. wae tidak kau ajak anak-anak baru itu saja? Aku yakin mereka tak punya teman." Usul Ji.
"Benar juga.. tapi, kau yakin satu kelompok dengan mereka?" Hana terlihat ragu.
"Memang kenapa? kau urus saja Hana-ah aku terima beres kekeke,, sudah dulu ne Sungmin oppa memanggil ku. Kabari aku secepatnya ne? Ppai.." TUTT
"Hey Ji-ah.. yeobseo? Yeobseo? Aishh dia menyebalkan sekali.." Rutuk Hana kesal.
"Ehemm.."
Hana menoleh ke asal suara, terlihat 4 namja manis berdiri di depannya dengan kharisma mereka masing-masing.
"Ne, ada apa?" Tanya Hana.
"Emm, aku.. eh, maksudnya kami ingin bertanya padamu Hana-ah.. tentang tugas Songsaenim Kang.." Terang Kyuhyun.
"Kau ingin aku bergabung dengan kelompok mu?" Tebak Hana.
"Ne." Jawab Hyuk singkat.
"Aku dan Ji-ah memang sudah memikirkannya. Tapi permasalahannya adalah, Ji-ah sedang di Jeju dan dia baru pulang minggu sore." Kesal Hana.
"Masih ada waktu 2 minggu untuk mengerjakannya, kenapa harus panik?" Ujar Hyuk santai.
"Itu benar." Timpal Donghae.
"Diamlah kau." Bentak Kibum.
"Aishh, kau hyung.. Hyuk bantu aku.." Donghae menoleh ke arah Hyuk.
"Aku tidak mau." Hyuk malah berbalik dan pergi ke arah parkiran, Hana hanya terkekeh melihat tingkah Donghae.
"Jadi bagaimana Hana-ah?" Tanya Kibum tanpa memperdulikan Donghae.
"Yaa baiklah.. aku akan memberitahukan ini pada Ji. Oh iya, bolehkah aku meminta nomor ponsel salah satu dari kalian?" Tanya Hana.
"Kau saja hyung.." Goda Kyuhyun.
Kibum menoleh sinis ke arah Kyu, tapi kemudian Ia mengeluarkan ponselnya.
"Ini, kau catat sendiri." Kibum memberikan ponselnya pada Hana. Dan lagi-lagi tangan Hana bersentuhan dengan Vampir itu, tetapi Hana terlihat rileks dan santai. Mungkin dia tidak menyadarinya, atau malah pura-pura tidak tau. Kibum hanya menatap Hana dengan tatapan aneh.
"Ini sudah, gomawo." Hana menyodorkan ponsel Kibum dengan seulas senyum manis.
"Ne." Jawab Kibum.
"Yasudah, kami duluan ne Nona Jung." Pamit Donghae. Sedangkan Kyuhyun masih menggoda Kibum.
"Nama nya akan berubah menjadi Nona Kim." Goda Kyuhyun lagi.
PLETAKK
"Aduhh.. appo hyung.." Ringis Kyu karna Kibum memukul kepalanya.
"Tutup mulutmu." Ujar Kibum meninggalkan mereka dan menyusul Hyuk.
"Hahaha," Hana tertawa melihat Kyuhyun kesakitan sambil memegangi kepalanya.
"Yak!! Hana-ah jangan tertawa." Omel Kyu.
"Haha, mianhae Kyu.. kalau begitu aku pulang dulu ne. Annyeong.." Ujar Hana yang masih tertawa.
"Ne annyeong.." Donghae yang menjawab.
"Hyung bantu aku.." Perintah Kyuhyun.
"Aku tidak mau." Donghae menirukan ucapan Hyuk dan meninggalkan Kyuhyun sendirian.
"Yakk hyungg..."
To Be Continue..
My Boyfiend Is Vampire Chapter 2
Tittle : My Boyfriend is Vampire
Cast : Song Ji Gwa, Lee Hyukjae, Song Sungmin, Jung Hana, Cho Kyuhyun, Kim Ki Bum, Lee Donghae, other cast.
Genre : Fantasy ( bacanya sambil di bayangin ajah
Posted by @Hyukiwife_08
NB : kritik dan saran sangat di butuhkan, maaf kalo EYD kurang bagus dsb, ini ff kedua aku ..
Author : Devi Rudi a.k.a Lee_274
Check This Out
HAPPY READING ^^
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Song Ji Gwa.." gumamnya tersenyum evil.
30 menit kemudian
"Oppa pulaangg.."
"Oppa sudah pulang??" Ji menyapa wajah lelah oppa nya.
"Ne, kau belum makan yah?"
"Aku sudah bilang kan, aku menunggu oppa." Sahut Ji
"Ne ne, ya sudah kajja kita makan. Oppa juga sudah lapar.. :)"
"Kajja"
Ji berjalan menuju meja makan sambil bergandengan dengan Sungmin, menikmati setiap canda tawa mereka yang jarang mereka lakukan.
Sementara itu, seseorang masih mengawasi Ji sampai ia dan Sungmin lenyap dari pandangan. Orang itu tersenyum dan berbalik pergi..
-
-
-
-
-
-
-
-
-
"Wahh, game ini seru sekali.." Dengan tampang bodoh bercampur kagum, Kyuhyun membolak-balik sebuah PSP yang baru ia beli saat mereka melewati toko mainan di dekat kampus..
"Dasar pabo.." Gumam Kibum
"Hey aku dengar hyung!!"
"Hyung, kau lihat Hyuk pergi kemana?" Donghae bertanya karena ia tak melihat saudaranya itu dirumah baru mereka.
Ya, mereka memang pindah ke rumah di kawasan Seoul agar lebih mudah dan tidak di curigai.
"Aku disini.." Ujar Hyuk yang entah sejak kapan sudah duduk di sofa, membuat Donghae dan Kibum terlonjak kaget dan menoleh kearah nya.
"Yak!! darimana kau? habis berburu? wae tidak mengajakku hah??!" Bentak Donghae
"Ani, aku disini dari tadi.. kau saja yang tidak melihat ku." Hyuk menjawab dengan tenang.
"Benarkah itu..?" Selidik Donghae
"Baiklah kalau kau tak percaya." Hyuk beranjak pergi, tapi Dongahe menahannya.
"N-ne, aku percaya.."
"Hey kalian berisik sekali, diamlah !!" Ucap Kyu yang masih memfokuskan mata nya ke arah layar PSP.
"Bukankah kau sendiri yang berisik Kyu?"
"Aku tidak berisik hyung, aku hanya melampiaskan kesenanganku.."
"Sama saja.." Gumam Kibum.
*keesokan hari nya*
Ji dan Hana melihat mobil 4 namja itu masuk ke parkiran kampus. Tapi saat mereka membuka pintu mobil, hanya Kibum, Donghae dan Kyuhyun yang terlihat.
"Annyeong Ji-ah, annyeong Hana-ah.. :)" Donghae menyapa Ji dan Hana yang sedang duduk di depan kelas yang menghadap ke parkiran.
"Annyeong.. :)" Jawab mereka berdua tersenyum.
"Wae kalian hanya bertiga? Mana teman kalian yang satu lagi?" Tanya Ji.
"Ohh Hyukjae? Dia membawa mobil sendiri,, itu dia datang.."
Sebuah mobil sport berwana silver masuk ke parkiran Inha University. Hyukjae keluar dari mobil itu, dia hanya menoleh ke arah Ji dan yang lainnya lalu berjalan ke kelas.
"Dia sombong sekali ya.." Hana bergumam.
"Dia sebenarnya baik, tapi dia memang seperti itu.." Jawab Kibum.
"Kajja kita ke kelas juga." Ajak Donghae.
"Ayo Hana-ah.." Kyuhyun menarik tangan Hana yang langsung di tepis oleh Hana.
"Apa-apaan kau? kenapa tangan mu dingin sekali?" Hana bertanya heran.
"Hahh.. emm.. ani, a aku.. aku..."
Melihat Kyuhyun panik, Donghae menyela "Mungkin dia habis menyelam didalam air es"
Hana hanya bingung mendengar perkataan Donghae.
"Kau yakin tidak apa-apa Kyu?"
"Gwenchana Hana-ah,, udara pagi ini memang dingin." Jawab Kyu setenang mungkin.
"Emm, ne baiklah.. kajja kita ke kelas." Hana mengajak Ji dan teman-teman baru nya masuk.
Donghae mendelik kesal melihat Kyuhyun yang begitu ceroboh, aura membunuh pun terlihat di wajah tampan Kibum. Kyuhyun hanya tersenyum ngeri..
Mereka masuk ke kelas dan duduk di tempat duduk mereka masing-masing, tempat duduk Ji dan tempat duduk Hyukjae memang bersebelahan, tapi mereka tak pernah bertegur sapa.
Drrrttt drrrttt
Ada satu pesan masuk ke ponsel Ji.
From : Sungmin oppa.
"Oppa akan menjemputmu hari ini.."
"ne oppa.." Ji membalas pesan oppa nya.
"Namjachingu mu?"
"Hahh?? a apa?? ohh, bukan.. d dia oppa kui\,," Ji menjawab dengan gugup sebab ia kaget karena Hyuk bertanya dengan sangat tiba-tiba.
Hyuk hanya tersenyum.
*************************
"Ji-ah, kajja pulang." Ajak Hana
"Ani Hana-ah, Sungmin oppa menjemput ku hari ini, mianhae.."
"Ouh,, gwenchana. yasudah aku duluan ne."
"Hati hati di jalan."
"Ne :)" Hana tersenyum melambai ke arah JI, Ji balas tersenyum dan melambai.
30 menit Ji sudah menunggu sang oppa, tapi belum ada tanda-tanda Sungmin akan menjemputnya.
"Aishhh, jangan sampai dia ingkar janji lagi, akan ku bunuh dia."
Ji mulai memperhatikan keadaan sekitar, jauh di sebrang parkiran, ia melihat Hyukjae cs masih berdiri di samping mobil mereka seperti membicarakan sesuatu. Donghae melihat Ji yang sedang memperhatikan mereka, ia berbisik di telinga Hyukjae yang sedetik kemudian menoleh kearah Ji.
Ji segera berbalik, 'ternyata mereka belum pulang..' Batinnya,
Ji terlalu kesal menunggu oppa nya yang tak kunjung datang. Ia memutuskan untuk pulang sendiri, tapi saat melangkah untuk meninggalkan tempat nya berdiri, sebuah mobil melaju kencang serta ugal-ugalan, sontak Ji terkejut sebab mobil itu mengarah pada nya.
"AAAAAAAAAAAAAAAA........"
*Ji Gwa pov*
"AAAAAAAAAAAAAAAA........"
CIIITTTTTT....!!!!!!!!
Mobil berhenti tepat 1 cm di depanku, tapi aku telah di tarik oleh seorang namja sehingga aku jatuh dalam pelukan nya.
"Jangan melamun di tengah jalan nona." Hanya itu yang di ucapkan nya.
"N ne .. Gomawo sudah menolongku Hyukjae-ssi.."
Dia melepaskan pelukannya dan tanpa ba bi bu dia langsung menuju mobilnya. Kibum, Donghae dan Kyuhyun pun yang sedari tadi melihatku juga masuk ke mobil mereka dan pergi.
'Mereka aneh sekali..'
"Apa-apaan kau?? kenapa tangan mu dingin sekali?"
"Hey tunggu dulu.. Sikapnya memang dingin, tapi kenapa tubuhnya juga dingin?? dan dalam waktu 3 detik dia sudah menarik ku dalam pelukan nya. Bagaimana dia bisa secepat itu?? Padahal jarak antara aku dan dia lumayan jauh.. Atau jangan jangan di..."
"Hey hey, gwenchana??" Seorang namja membuyarkan lamunan ku, aku menoleh ke arah nya dan wajah nya terlihat panik.
"Ahh, a apa?? oh, ne ne gwenchana.."
"Kau yakin?? Perlu ku antar ke rumah sakit??" Dia bertanya lagi.
"Ani ani.. Sungguh aku baik baik saja.." Aku berusaha meyakinkan namja ini.
"Jinjja?? mianhae aku terlalu teledor menyetir mobil ku,, tadi ponsel ku terjatuh dan aku berusaha untuk mengambil nya. Mianhae jeongmal mianhae.." Ujar namja itu.
"Gwenchana :) tidak perlu merasa bersalah seperti itu.. Aklu tidak apa apa."
"Baiklah,, oh ne, naneun Park Jung Soo imnida, nuguya??"
"Neun Song Ji Gwa imnida."
"Ya sudah mari kuantar, kau mau kemana??"
"Ahh, tidak usah.. Aku sedang menunggu seseorang.."
"Ouh,, Tapi kau yakin tidak apa apa?"
"Ne, gwenchana .."
"Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu. Sekali lagi aku minta maaf, sampai jumpa.." Ia membungkuk dan meninggalkan ku.
"Ne, sampai jumpa.." Aku balas membungkuk dan menatap kepergian Jung Soo.
"Ini aneh.. Suhu tubuh manusia mana bisa sedingin itu, Hana juga mengatakan tangan Kyuhyun dingin. Siapa mereka sebenarnya?? misterius sekali.. Ahh, kepala ku jadi pusing memikirkannya.."
*Author pov*
Sedang melamun memikirkan kejadian hari ini, sebuah mobil tepat berhenti di depannya.
"Yakk!! Song Ji Gwa.. Mianhae oppa telat menjemputmu. Oppa harus bertemu client tadi, mianhae sayang.."
"Oppa..." Lirih ji.
"Wae chagi? kenapa muka mu pucat sekali eoh?? kau sakit? kau belum makan?? kajja kita makan.." Sungmin nyerocos mengkhawatirkan keadaan adiknya. Namun, Ji hanya diam menatap ke depan dengan pandangan kosong.
"Yak!! Ji-ah oppa sedang bicara pada mu." Ujar Sungmin.
"Oppa aku lelah, kajja kita pulang.."
"Gwenchana?"
"Ne.."
"Hmm, baiklah kalau kau mau begitu, kajja kita pulang. Oppa akan menelfon ahjumma Kim untuk memasakkan bubur.."
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
"BAGAIMANA KAU BISA SECEROBOH ITU CHO KYUHYUN !!" bentak Kibum.
"Mi..Mianhae hyung.."
"Bodoh!!"
"Sudahlah hyung.." Donghae mencoba meredam amarah ketua nya.
"Kau ingat Hae apa yang ku bicarakan? Jika ada masalah dengan manusia, apa lagi sampai melanggar sumpah kita. Aku tak segan segan menyuruh kalian kembali ke gua, kau harus nya juga ingat itu Kyu!!"
"Kenapa jadi aku yang di salahkan hyung? Hyukjae juga tadi menolong Ji-ah bukan?" Tunjuk Donghae tak terima.
Kibum menoleh ke arah Hyuk yang sedang membaca buku, sungguh ia malas berbicara dengan namja bisu ini.
"Bicaralah, jika ada yang ingin kau katakan." Ujar Hyuk yang masih fokus dengan buku yang di baca nya.
"Kenapa kau menolong yeoja itu?" Tanya Kibum to the point.
Hyuk menutup buku nya dan menoleh ke arah Kibum.
"Apa salah?" Hyuk balik bertanya.
"Aku yakin yeoja itu curiga dengan mu Hyuk."
"Lalu?"
"Lalu?? Hanya itu yang kau ucapkan hah??" Kibum mulai emosi.
"Bersikaplah tenang Kibum-ssi. Jika memang yeoja itu curiga dan mengetahui siapa kita sebenar nya, kiat tinggal kembali ke gua. Lalu apa yang harus kita takuti hmm?" Jawab Hyuk santai.
"Kau..." Tunjuk Kibum.
"Sudahlah.." Hyuk beranjak dari tempat duduknya dan pergi.
"Yak!! Saudara ku kau mau kemana?!" Bahkan teriakan Donghae pun tak di gubrisnya.
Kibum hanya menatap punggung namja itu yang menghilang di balik pintu, sedangkan Kyu hanya diam tak bisa berbuat apa apa ..
*at home Song family*
"Makanlah sayang,, kau belu makan apa pun sejak tadi.." Ujar sungmin lembut.
Sungmin khawatir dengan keadaan adiknya, wajah pucat dan pandangan kosong. Tak seperti Song Ji Gwa yang ia kenal, yang cerewet dan menyebalkan.
"Ji-ah.." Panggil Sungmin.
Tak ada jawaban. Sungmin hanya menghela nafas..
"Baiklah jika kau tak mau makan, oppa tak akan memaksa. Tapi jika kau lapar panggil oppa ne? Sekarang tidurlah.." Sungmin menyelimuti Ji dan menyanyikan sebuah lagu agar adik nya terlelap. Raut wajah lelah terpancar di wajah Ji.
Tak lama kemudian hanya deru nafas teratur saat Sungmin menyelesaikan lagu nya. Ia melihat sosok malaikat kecilnya tertidur dengan wajah tenang.
Sungmin hanya tersenyum, ia mengecup kening Ji dan mematikan lampu kamar.
"Oppa sayang pada mu, oppa belum siap kehilangan mu.." gumam Sungmin.
Ia menutup pintu kamar dan menuju ka kamar nya sendiri.
Ji masih tertidur lelap, dan seseorang sedang memperhatikan ji yang tertidur. Sosok yang mengawasi gerak gerik nya kemarin malam. Saat ini kembali mengawasi nya.
Tiba tiba..
"Eomma.. Appa.. Hiks hiks.." Ji menangis dalam tidurnya, tapi sosok itu hanya melihat dengan ekspresi yang sulit di artikan.
"hiks hiks,, Eomma.. Appa.." Ji masih sesenggukan dengan mata terpejam.
"ANDWAE EOMMA !!" Ji berteriak dan terbangun dari tidur nya. Mencoba beradaptasi dengan ruangan yang gelap, namun mata nya menangkap se sosok yang harus nya tak ada di dalam kamar nya.
"K kau?? A apa yang kau lakukan disini?!!" Tanya Ji ketakutan.
TBC ^^
Cast : Song Ji Gwa, Lee Hyukjae, Song Sungmin, Jung Hana, Cho Kyuhyun, Kim Ki Bum, Lee Donghae, other cast.
Genre : Fantasy ( bacanya sambil di bayangin ajah
Posted by @Hyukiwife_08
NB : kritik dan saran sangat di butuhkan, maaf kalo EYD kurang bagus dsb, ini ff kedua aku ..
Author : Devi Rudi a.k.a Lee_274
Check This Out
HAPPY READING ^^
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Song Ji Gwa.." gumamnya tersenyum evil.
30 menit kemudian
"Oppa pulaangg.."
"Oppa sudah pulang??" Ji menyapa wajah lelah oppa nya.
"Ne, kau belum makan yah?"
"Aku sudah bilang kan, aku menunggu oppa." Sahut Ji
"Ne ne, ya sudah kajja kita makan. Oppa juga sudah lapar.. :)"
"Kajja"
Ji berjalan menuju meja makan sambil bergandengan dengan Sungmin, menikmati setiap canda tawa mereka yang jarang mereka lakukan.
Sementara itu, seseorang masih mengawasi Ji sampai ia dan Sungmin lenyap dari pandangan. Orang itu tersenyum dan berbalik pergi..
-
-
-
-
-
-
-
-
-
"Wahh, game ini seru sekali.." Dengan tampang bodoh bercampur kagum, Kyuhyun membolak-balik sebuah PSP yang baru ia beli saat mereka melewati toko mainan di dekat kampus..
"Dasar pabo.." Gumam Kibum
"Hey aku dengar hyung!!"
"Hyung, kau lihat Hyuk pergi kemana?" Donghae bertanya karena ia tak melihat saudaranya itu dirumah baru mereka.
Ya, mereka memang pindah ke rumah di kawasan Seoul agar lebih mudah dan tidak di curigai.
"Aku disini.." Ujar Hyuk yang entah sejak kapan sudah duduk di sofa, membuat Donghae dan Kibum terlonjak kaget dan menoleh kearah nya.
"Yak!! darimana kau? habis berburu? wae tidak mengajakku hah??!" Bentak Donghae
"Ani, aku disini dari tadi.. kau saja yang tidak melihat ku." Hyuk menjawab dengan tenang.
"Benarkah itu..?" Selidik Donghae
"Baiklah kalau kau tak percaya." Hyuk beranjak pergi, tapi Dongahe menahannya.
"N-ne, aku percaya.."
"Hey kalian berisik sekali, diamlah !!" Ucap Kyu yang masih memfokuskan mata nya ke arah layar PSP.
"Bukankah kau sendiri yang berisik Kyu?"
"Aku tidak berisik hyung, aku hanya melampiaskan kesenanganku.."
"Sama saja.." Gumam Kibum.
*keesokan hari nya*
Ji dan Hana melihat mobil 4 namja itu masuk ke parkiran kampus. Tapi saat mereka membuka pintu mobil, hanya Kibum, Donghae dan Kyuhyun yang terlihat.
"Annyeong Ji-ah, annyeong Hana-ah.. :)" Donghae menyapa Ji dan Hana yang sedang duduk di depan kelas yang menghadap ke parkiran.
"Annyeong.. :)" Jawab mereka berdua tersenyum.
"Wae kalian hanya bertiga? Mana teman kalian yang satu lagi?" Tanya Ji.
"Ohh Hyukjae? Dia membawa mobil sendiri,, itu dia datang.."
Sebuah mobil sport berwana silver masuk ke parkiran Inha University. Hyukjae keluar dari mobil itu, dia hanya menoleh ke arah Ji dan yang lainnya lalu berjalan ke kelas.
"Dia sombong sekali ya.." Hana bergumam.
"Dia sebenarnya baik, tapi dia memang seperti itu.." Jawab Kibum.
"Kajja kita ke kelas juga." Ajak Donghae.
"Ayo Hana-ah.." Kyuhyun menarik tangan Hana yang langsung di tepis oleh Hana.
"Apa-apaan kau? kenapa tangan mu dingin sekali?" Hana bertanya heran.
"Hahh.. emm.. ani, a aku.. aku..."
Melihat Kyuhyun panik, Donghae menyela "Mungkin dia habis menyelam didalam air es"
Hana hanya bingung mendengar perkataan Donghae.
"Kau yakin tidak apa-apa Kyu?"
"Gwenchana Hana-ah,, udara pagi ini memang dingin." Jawab Kyu setenang mungkin.
"Emm, ne baiklah.. kajja kita ke kelas." Hana mengajak Ji dan teman-teman baru nya masuk.
Donghae mendelik kesal melihat Kyuhyun yang begitu ceroboh, aura membunuh pun terlihat di wajah tampan Kibum. Kyuhyun hanya tersenyum ngeri..
Mereka masuk ke kelas dan duduk di tempat duduk mereka masing-masing, tempat duduk Ji dan tempat duduk Hyukjae memang bersebelahan, tapi mereka tak pernah bertegur sapa.
Drrrttt drrrttt
Ada satu pesan masuk ke ponsel Ji.
From : Sungmin oppa.
"Oppa akan menjemputmu hari ini.."
"ne oppa.." Ji membalas pesan oppa nya.
"Namjachingu mu?"
"Hahh?? a apa?? ohh, bukan.. d dia oppa kui\,," Ji menjawab dengan gugup sebab ia kaget karena Hyuk bertanya dengan sangat tiba-tiba.
Hyuk hanya tersenyum.
*************************
"Ji-ah, kajja pulang." Ajak Hana
"Ani Hana-ah, Sungmin oppa menjemput ku hari ini, mianhae.."
"Ouh,, gwenchana. yasudah aku duluan ne."
"Hati hati di jalan."
"Ne :)" Hana tersenyum melambai ke arah JI, Ji balas tersenyum dan melambai.
30 menit Ji sudah menunggu sang oppa, tapi belum ada tanda-tanda Sungmin akan menjemputnya.
"Aishhh, jangan sampai dia ingkar janji lagi, akan ku bunuh dia."
Ji mulai memperhatikan keadaan sekitar, jauh di sebrang parkiran, ia melihat Hyukjae cs masih berdiri di samping mobil mereka seperti membicarakan sesuatu. Donghae melihat Ji yang sedang memperhatikan mereka, ia berbisik di telinga Hyukjae yang sedetik kemudian menoleh kearah Ji.
Ji segera berbalik, 'ternyata mereka belum pulang..' Batinnya,
Ji terlalu kesal menunggu oppa nya yang tak kunjung datang. Ia memutuskan untuk pulang sendiri, tapi saat melangkah untuk meninggalkan tempat nya berdiri, sebuah mobil melaju kencang serta ugal-ugalan, sontak Ji terkejut sebab mobil itu mengarah pada nya.
"AAAAAAAAAAAAAAAA........"
*Ji Gwa pov*
"AAAAAAAAAAAAAAAA........"
CIIITTTTTT....!!!!!!!!
Mobil berhenti tepat 1 cm di depanku, tapi aku telah di tarik oleh seorang namja sehingga aku jatuh dalam pelukan nya.
"Jangan melamun di tengah jalan nona." Hanya itu yang di ucapkan nya.
"N ne .. Gomawo sudah menolongku Hyukjae-ssi.."
Dia melepaskan pelukannya dan tanpa ba bi bu dia langsung menuju mobilnya. Kibum, Donghae dan Kyuhyun pun yang sedari tadi melihatku juga masuk ke mobil mereka dan pergi.
'Mereka aneh sekali..'
"Apa-apaan kau?? kenapa tangan mu dingin sekali?"
"Hey tunggu dulu.. Sikapnya memang dingin, tapi kenapa tubuhnya juga dingin?? dan dalam waktu 3 detik dia sudah menarik ku dalam pelukan nya. Bagaimana dia bisa secepat itu?? Padahal jarak antara aku dan dia lumayan jauh.. Atau jangan jangan di..."
"Hey hey, gwenchana??" Seorang namja membuyarkan lamunan ku, aku menoleh ke arah nya dan wajah nya terlihat panik.
"Ahh, a apa?? oh, ne ne gwenchana.."
"Kau yakin?? Perlu ku antar ke rumah sakit??" Dia bertanya lagi.
"Ani ani.. Sungguh aku baik baik saja.." Aku berusaha meyakinkan namja ini.
"Jinjja?? mianhae aku terlalu teledor menyetir mobil ku,, tadi ponsel ku terjatuh dan aku berusaha untuk mengambil nya. Mianhae jeongmal mianhae.." Ujar namja itu.
"Gwenchana :) tidak perlu merasa bersalah seperti itu.. Aklu tidak apa apa."
"Baiklah,, oh ne, naneun Park Jung Soo imnida, nuguya??"
"Neun Song Ji Gwa imnida."
"Ya sudah mari kuantar, kau mau kemana??"
"Ahh, tidak usah.. Aku sedang menunggu seseorang.."
"Ouh,, Tapi kau yakin tidak apa apa?"
"Ne, gwenchana .."
"Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu. Sekali lagi aku minta maaf, sampai jumpa.." Ia membungkuk dan meninggalkan ku.
"Ne, sampai jumpa.." Aku balas membungkuk dan menatap kepergian Jung Soo.
"Ini aneh.. Suhu tubuh manusia mana bisa sedingin itu, Hana juga mengatakan tangan Kyuhyun dingin. Siapa mereka sebenarnya?? misterius sekali.. Ahh, kepala ku jadi pusing memikirkannya.."
*Author pov*
Sedang melamun memikirkan kejadian hari ini, sebuah mobil tepat berhenti di depannya.
"Yakk!! Song Ji Gwa.. Mianhae oppa telat menjemputmu. Oppa harus bertemu client tadi, mianhae sayang.."
"Oppa..." Lirih ji.
"Wae chagi? kenapa muka mu pucat sekali eoh?? kau sakit? kau belum makan?? kajja kita makan.." Sungmin nyerocos mengkhawatirkan keadaan adiknya. Namun, Ji hanya diam menatap ke depan dengan pandangan kosong.
"Yak!! Ji-ah oppa sedang bicara pada mu." Ujar Sungmin.
"Oppa aku lelah, kajja kita pulang.."
"Gwenchana?"
"Ne.."
"Hmm, baiklah kalau kau mau begitu, kajja kita pulang. Oppa akan menelfon ahjumma Kim untuk memasakkan bubur.."
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
"BAGAIMANA KAU BISA SECEROBOH ITU CHO KYUHYUN !!" bentak Kibum.
"Mi..Mianhae hyung.."
"Bodoh!!"
"Sudahlah hyung.." Donghae mencoba meredam amarah ketua nya.
"Kau ingat Hae apa yang ku bicarakan? Jika ada masalah dengan manusia, apa lagi sampai melanggar sumpah kita. Aku tak segan segan menyuruh kalian kembali ke gua, kau harus nya juga ingat itu Kyu!!"
"Kenapa jadi aku yang di salahkan hyung? Hyukjae juga tadi menolong Ji-ah bukan?" Tunjuk Donghae tak terima.
Kibum menoleh ke arah Hyuk yang sedang membaca buku, sungguh ia malas berbicara dengan namja bisu ini.
"Bicaralah, jika ada yang ingin kau katakan." Ujar Hyuk yang masih fokus dengan buku yang di baca nya.
"Kenapa kau menolong yeoja itu?" Tanya Kibum to the point.
Hyuk menutup buku nya dan menoleh ke arah Kibum.
"Apa salah?" Hyuk balik bertanya.
"Aku yakin yeoja itu curiga dengan mu Hyuk."
"Lalu?"
"Lalu?? Hanya itu yang kau ucapkan hah??" Kibum mulai emosi.
"Bersikaplah tenang Kibum-ssi. Jika memang yeoja itu curiga dan mengetahui siapa kita sebenar nya, kiat tinggal kembali ke gua. Lalu apa yang harus kita takuti hmm?" Jawab Hyuk santai.
"Kau..." Tunjuk Kibum.
"Sudahlah.." Hyuk beranjak dari tempat duduknya dan pergi.
"Yak!! Saudara ku kau mau kemana?!" Bahkan teriakan Donghae pun tak di gubrisnya.
Kibum hanya menatap punggung namja itu yang menghilang di balik pintu, sedangkan Kyu hanya diam tak bisa berbuat apa apa ..
*at home Song family*
"Makanlah sayang,, kau belu makan apa pun sejak tadi.." Ujar sungmin lembut.
Sungmin khawatir dengan keadaan adiknya, wajah pucat dan pandangan kosong. Tak seperti Song Ji Gwa yang ia kenal, yang cerewet dan menyebalkan.
"Ji-ah.." Panggil Sungmin.
Tak ada jawaban. Sungmin hanya menghela nafas..
"Baiklah jika kau tak mau makan, oppa tak akan memaksa. Tapi jika kau lapar panggil oppa ne? Sekarang tidurlah.." Sungmin menyelimuti Ji dan menyanyikan sebuah lagu agar adik nya terlelap. Raut wajah lelah terpancar di wajah Ji.
Tak lama kemudian hanya deru nafas teratur saat Sungmin menyelesaikan lagu nya. Ia melihat sosok malaikat kecilnya tertidur dengan wajah tenang.
Sungmin hanya tersenyum, ia mengecup kening Ji dan mematikan lampu kamar.
"Oppa sayang pada mu, oppa belum siap kehilangan mu.." gumam Sungmin.
Ia menutup pintu kamar dan menuju ka kamar nya sendiri.
Ji masih tertidur lelap, dan seseorang sedang memperhatikan ji yang tertidur. Sosok yang mengawasi gerak gerik nya kemarin malam. Saat ini kembali mengawasi nya.
Tiba tiba..
"Eomma.. Appa.. Hiks hiks.." Ji menangis dalam tidurnya, tapi sosok itu hanya melihat dengan ekspresi yang sulit di artikan.
"hiks hiks,, Eomma.. Appa.." Ji masih sesenggukan dengan mata terpejam.
"ANDWAE EOMMA !!" Ji berteriak dan terbangun dari tidur nya. Mencoba beradaptasi dengan ruangan yang gelap, namun mata nya menangkap se sosok yang harus nya tak ada di dalam kamar nya.
"K kau?? A apa yang kau lakukan disini?!!" Tanya Ji ketakutan.
TBC ^^
My Boyfiend Is Vampire Chapter 1
Tittle : My Boyfiend Is Vampire
Cast : Song Ji Gwa, Lee Hyukjae, Song Sungmin, Jung Hana, Cho Kyuhyun, Kim Ki Bum, Lee Donghae, other cast
Genre : Fantasy ( tentukan sendiri ne :) )
Author : Devi Amalia a.k.a Han Je Gun
Posted By @Hyukiwife_08
NB : disini sungmin ganti marga nd ki bum jdi hyung yg tertua .. :)
kritik dan saran yg membangun sangat di butuhkan .
cinta tak pernah memandang siapa & bagaimana bentuk nya, tpi cinta membutuhkan kepercayaan untuk menunjukkan nya .
check this out,
HAPPY READING ^^
.
.
.
.
Pagi itu, Seoul di terpa udara cerah nan dingin, membuat orang yg merasakan nya takkan mau beranjak bangun dari tempat tidur mereka.
Tapi berbeda dengan yeoja berumur 18 thn bernama Song ji Gwa, adik tunggal dari Song Sungmin. Direktur utama sekaligus pewaris & pemilik Perusahaan Tambang Batu Bara (?) di Korea Selatan, setelah orang tua mereka meninggal .
Saat ini memang hari libur, itu sebabnya Song Ji Gwa yg akrab dipanggil Ji memutuskan untuk berkebun di halaman rumahnya. Di rumah nya yg luas nan indah itu hanya ada ahjumma dan ahjussi Kim yg merawat serta mengurus mereka dari kecil.
Author pov
"OPPAAA !! CEPAT BANTU AKUU !!" Ji berteriak memecahkan kedamaian di pagi yg dingin itu.
"NEE,, SEBENTAR LAGI OPPA KESANAA !!" jawab Sungmin tak kalah nyaring dengan teriakan adik nya.
"apa kau tak bisa sabar sedikit hah? oppa kan sedang membereskan berkas2 penting oppa !!" ucap sungmin setelah sampai di halaman dan membantu dongsaeng satu2nya.
"hehehe, mianhae oppa. salah sendiri kenapa oppa membiarkan dongsaeng mu ini kepanasan"
"huhh" Sungmin mendengus kesal sambil merutuk dalam hati 'dasar yeoja menyebalkan'-
-
-
-
-
-
-
-
"aku bosan disini terus"
"aku juga"
"kita punya segala yg kita inginkan, wae harus tinggal di gua ini hyung?"
"bisakah kalian diam? kalian sudah berkali2 mengeluhkan itu!!" seorang namja yg notabe nya ketua kelompok atau yg tertua diantara 4 namja bermuka pucat sedang membentak 2 namja diantara nya.
"hyung, aku punya usul.." namja bermuka seperti ikan mencoba mencairkan suasana hati hyung nya yg sedang memanas akibat ulah mereka.
"apa usul mu hah?"
"emm, begini hyung. bukankah kita sudah bersumpah untuk tidak memburu manusia?"
"lalu?"
"yaa, untuk itu aku ingin menyarankan bagaimana jika kita mendaftarkan diri ke universitas atau semacam nya. sekedar hanya untuk mengusir rasa jenuh kita, anggap lah ini hanya lelucon hyung.."
"kau yakin dengan usulmu hae-ssi? kita ini Vampir, tak baik terlalu lama hidup di lingkungan manusia. itu bisa memicu nafsu membunuh kita hae-ssi"
"tapi hyung, kita belum mencoba nya. mana bisa kita tau? ayolah hyung, aku setuju dengan usul donghae hyung." namja bertampang evil menyela pembicaraan 2 hyung nya ini, berharap si ketua keras kepala menyutujui usul donghae.
"Hyuk, aku butuh pendapat mu." si ketua memanggil namja tampan yg sedari tadi hanya duduk memandang 3 orang aneh di depannya yg sedang bertengkar.
"Turuti saja" ujarnya singkat
Ki Bum, sang ketua keras kepala hanya bisa menghela nafas. selalu seperti ini, sang namja yg di panggil 'Hyuk' hanya berbicara sekenanya. tak banyak bicara, berbanding terbalik dengan saudara nya si wajah ikan, Donghae.
Sejenak, Ki Bum berfikir. Ia tak ingin usul Donghae menjadi masalah bagi mereka semua.
"bagaimana hyung?" tanya namja berwajah evil tak sabar.
"tutup mulut mu dengan pohon besar disana itu Kyu."
Kyu, begitulah ia di panggil hanya bisa melirik sinis ke arah donghae. menyadari kalau ia adl magnae diantara mereka, maka Kyu hanya bisa diam.
"sudahlah, jangan bertengkar. baik aku sudah memutuskan nya dan aku akan mengurus semuannya. Tapi ingat, jika kita melanggar sumpah, akan ku pastikan kita kembali ke gua ini. arraseo?"
"ne hyung."
"Hyuk, temani aku ke kota"
"hmm, baiklah."
"aku tak boleh ikut hyung??" tanya Kyu
"ani.."
Kyu mendengus kesal mendengar jawaban hyung nya. Bosan di dalam gua membuat nya ingin menghancurkan semua yg ada di hadapannya.
~SKIP~
at home 'Song' family 07.00 KST
"oppa, aku berangkat ne?"
"mau berangkat bersama oppa?"
"ani oppa, aku di antar ahjussi kim saja."
"baiklah, oh ne, oppa pulang larut malam, jadi jangan tunggu oppa ne"
"hmm, arraseo."
at Inha University
Di Universitas inilah, Song Ji Gwa menuntut ilmu. belajar dan bermain seperti anak TK.
"Song Ji Gwa!!" suara nyaring seorang yeoja berhasil membuat sang emou nya nama yg di panggil berhenti dan menoleh.
"hana-ah, wae?" tanya Ji setelah Hana mendekat pada nya.
"ah, ani. kau baru datang?"
"ne"
"kau sudah dengar? kata nya kita akan kedatangan murid2 baru."
"murid2??"
"ne, karena yg ku dengar ada 4 murid baru"
"mwo??"
"aishh, sudahlah kajja kita ke kelas." Hana segera menarik tangan Ji dan meyeret nya ke kelas.
**************
"selamat pagi anak2." sapa Songsaenim Kang.
"pagi songsaenim.."
"aku membawa kabar baik untuk kalian hari ini, kita akan mempunyai 4 teman baru.. mari masuk dan perkenalkan diri kalian." Songsaenim Kang tersenyum melihat 4 namja memasuki kelas nya, bisik2 langsung terdengar dari kalangan yeoja2 yg mengagumi 4 namja tampan itu.
"tampan sekali.."
"iya tampan."
"apa dia sudah punya yeojachingu ne?"
aku suka namja yg itu.."
"manis nya .."
"sudah sudah mohon tenang. Baik, silahkan perkenalkan nama kalian." Songsaenim Kang mengetuk papan tulis agar kelas hening.
"emm, annyeong. naneun Kim Ki Bum imnida."
"Lee Hyukjae imnida"
"annyeong haseo, naneun Lee donghae imnida :)"
"annyeong, neun Cho Kyuhyun imnida"
"Bagapta" Ki Bum, Hyukjae, Donghae dan Kyuhyun membungkuk sebagai salam perkenalan.
"kalian boleh duduk, silahkan" kata Songsaenim Kang tersenyum.
"ne, ghamsanida Songsaenim" Ki Bum balik tersenyum.
Ki Bm duduk berdampingan dengan Kyuhyun. Sebenarnya Kyu tak Terima dengan posisi duduk seperti ini,Ia lebih senang berdampingan dengan Hyukjae yg tak banyak bicara. Tapi Donghae tak mau jauh dari Hyukjae, dan lagi2 permasalahn sebagai magnae ia hanya bisa mengangguk pasrah.
"Hyuk, lihat yeoja itu." Hae berbisik sambil menunjuk salah satu yeoja di kelas itu.
"wae?"
"mirip dengan ShinNa."
Hyuk hanya melirik ke arah dongahe. melihat itu, Donghae tersenyum simpul.
"baik, aku takkan membicarakannya." lanjut nya.
*FlashBack*
tahun 1923.
ShinNa pov
aku berjalan menyusuri setapak yg membawa kaki ku ke sebuah padang rumput yg indah. Disanalah aku akan bertemu namjachingu ku, Lee Hyukjae. Senang sekali, hampir 1 bulan kami tidak bertemu. karena kami sudah berjanji akan berusaha keras untuk lulus sekolah bersama2.
Sampai di sebrang jalan aku bertemu dengan nya, namjachingu ku. Aku bersemangat sekali sampai aku tak melihat sebuah mobil melaju kencang . dann...
BRAKKK !!!
"SHINNAAAA.....!!!!"
Author pov
"SHINNAAAA.....!!!!" Hyukjae berteriak melihat yeoja yg Ia cintai terbujur kaku & bersimbah darah di tengah jalan.
"ShinNa... chagia... ku mohon bangunlah, ayo bangun jeball... chagia,," Hyuk mengguncang2 tubuh yeoja itu, tak perduli baju nya yg berubah warna akibat memeluknya.
"op..oppa..." suara yeoja itu terdengar lirih.
"chagi.. ku mohon jangan tinggalkan aku.."
"a..aku akan tetap bersa..mamu oppa.. jaga d..dirimu baik2 ne.." yeoja itu tersenyum tipis, menutup matanya kembali dan ... menghembuskan nafas terakhir nya ..
"andwae chagi, jebal bangun jangan tinggalkan aku,, saranghaeyo chagia.. bangunlah.."
"SHINNAAAA....!!!!"
*FlashBack End*
"ShinNa.." gumam Hyuk
"apa kau bilang Hyuk??" Donghae bertanya.
"emm? ani.."
*********************
kelas sudah selesai, tapi 4 namja tampan ini masih diam memaku di kelas ini.
Tampak 2 orang yeoja yg sedang membereskan buku2 mereka beranjak keluar kelas.
"kalian tidak keluar?" tanya salah satu yeoja itu ramah.
"ani, kami masih ingin disini :)" ujar donghae tersenyum.
"ouh,, oh iya, naneun Jung Hana imnida." kata yeoja itu membungkuk memperkenalkan diri.
"aku Song Ji Gwa, kalian bisa panggil aku Ji." ujar yeoja yg satunya lagi.
"kalian pindahan dari mana?"
"kami dari luar Seoul." Ki Bum menyela cepat.
"ouh, kami ingin pergi ke toko buku, apa kalian mau ikut?"
"mianhae, kami tidak bisa.." kali ini Kyuhyun yg menjawab
"gwenchana, kalau begitu kami pergi dulu ne, annyeong.."
Ki Bum, Donghae dan Kyuhyun hanya menjawab dengan senyuman. Namun, Hyukjae sedari tadi hanya memperhatikan Song Ji Gwa.
"gwenchana saudaraku?"
"ne.."
at 22.00 KST, home Song Family
"huhh, kenapa oppa lama sekali pulang nya. aku bosan," Ji bolak balik di dalam rumah nya menunggu sungmin pulang.
"lebioh baik ku telfon saja." Ji segera mengambil ponselnya dan menekan beberapa angka.
"yeobseo?"
"OPPA, KAPAN OPPA PULANG? WAE LAMA SEKALI !!" bagai Sungmin ada di depan nya Ji berteriak di ponselnya dan itu cukup membuat Sungmin menjauhkan ponsel dari telinga nya untuk beberapa detik.
"oppa kan sudah bilang pada mu, oppa pulang malam. kau lupa?"
"ani, aku tidak lupa. tapi aku bosan oppa.. aku ingin makan bersama oppa.." sahut Ji manja
"kau belum makan?"
"belum"
"arraseo, oppa akan segera pulang. tunggu oppa ne."
"ne oppa,"
TUTT..
'dia kadang menyebalkan, tapi kadang aku kasihan pada nya..' Sungmin tersenyum sambil merapikan berkas2nya.
Sementara itu, Ji menunggu kedatangan oppa nya, Ia duduk di sofa lalu menyalakan televisi.
Tanpa Ia sadari, seseorang sedari tadi tengah mengawasi gerak gerik nya..
"Song Ji Gwa.." gumam nya tersenyum evil.
To Be Continue..
Cast : Song Ji Gwa, Lee Hyukjae, Song Sungmin, Jung Hana, Cho Kyuhyun, Kim Ki Bum, Lee Donghae, other cast
Genre : Fantasy ( tentukan sendiri ne :) )
Author : Devi Amalia a.k.a Han Je Gun
Posted By @Hyukiwife_08
NB : disini sungmin ganti marga nd ki bum jdi hyung yg tertua .. :)
kritik dan saran yg membangun sangat di butuhkan .
cinta tak pernah memandang siapa & bagaimana bentuk nya, tpi cinta membutuhkan kepercayaan untuk menunjukkan nya .
check this out,
HAPPY READING ^^
.
.
.
.
Pagi itu, Seoul di terpa udara cerah nan dingin, membuat orang yg merasakan nya takkan mau beranjak bangun dari tempat tidur mereka.
Tapi berbeda dengan yeoja berumur 18 thn bernama Song ji Gwa, adik tunggal dari Song Sungmin. Direktur utama sekaligus pewaris & pemilik Perusahaan Tambang Batu Bara (?) di Korea Selatan, setelah orang tua mereka meninggal .
Saat ini memang hari libur, itu sebabnya Song Ji Gwa yg akrab dipanggil Ji memutuskan untuk berkebun di halaman rumahnya. Di rumah nya yg luas nan indah itu hanya ada ahjumma dan ahjussi Kim yg merawat serta mengurus mereka dari kecil.
Author pov
"OPPAAA !! CEPAT BANTU AKUU !!" Ji berteriak memecahkan kedamaian di pagi yg dingin itu.
"NEE,, SEBENTAR LAGI OPPA KESANAA !!" jawab Sungmin tak kalah nyaring dengan teriakan adik nya.
"apa kau tak bisa sabar sedikit hah? oppa kan sedang membereskan berkas2 penting oppa !!" ucap sungmin setelah sampai di halaman dan membantu dongsaeng satu2nya.
"hehehe, mianhae oppa. salah sendiri kenapa oppa membiarkan dongsaeng mu ini kepanasan"
"huhh" Sungmin mendengus kesal sambil merutuk dalam hati 'dasar yeoja menyebalkan'-
-
-
-
-
-
-
-
"aku bosan disini terus"
"aku juga"
"kita punya segala yg kita inginkan, wae harus tinggal di gua ini hyung?"
"bisakah kalian diam? kalian sudah berkali2 mengeluhkan itu!!" seorang namja yg notabe nya ketua kelompok atau yg tertua diantara 4 namja bermuka pucat sedang membentak 2 namja diantara nya.
"hyung, aku punya usul.." namja bermuka seperti ikan mencoba mencairkan suasana hati hyung nya yg sedang memanas akibat ulah mereka.
"apa usul mu hah?"
"emm, begini hyung. bukankah kita sudah bersumpah untuk tidak memburu manusia?"
"lalu?"
"yaa, untuk itu aku ingin menyarankan bagaimana jika kita mendaftarkan diri ke universitas atau semacam nya. sekedar hanya untuk mengusir rasa jenuh kita, anggap lah ini hanya lelucon hyung.."
"kau yakin dengan usulmu hae-ssi? kita ini Vampir, tak baik terlalu lama hidup di lingkungan manusia. itu bisa memicu nafsu membunuh kita hae-ssi"
"tapi hyung, kita belum mencoba nya. mana bisa kita tau? ayolah hyung, aku setuju dengan usul donghae hyung." namja bertampang evil menyela pembicaraan 2 hyung nya ini, berharap si ketua keras kepala menyutujui usul donghae.
"Hyuk, aku butuh pendapat mu." si ketua memanggil namja tampan yg sedari tadi hanya duduk memandang 3 orang aneh di depannya yg sedang bertengkar.
"Turuti saja" ujarnya singkat
Ki Bum, sang ketua keras kepala hanya bisa menghela nafas. selalu seperti ini, sang namja yg di panggil 'Hyuk' hanya berbicara sekenanya. tak banyak bicara, berbanding terbalik dengan saudara nya si wajah ikan, Donghae.
Sejenak, Ki Bum berfikir. Ia tak ingin usul Donghae menjadi masalah bagi mereka semua.
"bagaimana hyung?" tanya namja berwajah evil tak sabar.
"tutup mulut mu dengan pohon besar disana itu Kyu."
Kyu, begitulah ia di panggil hanya bisa melirik sinis ke arah donghae. menyadari kalau ia adl magnae diantara mereka, maka Kyu hanya bisa diam.
"sudahlah, jangan bertengkar. baik aku sudah memutuskan nya dan aku akan mengurus semuannya. Tapi ingat, jika kita melanggar sumpah, akan ku pastikan kita kembali ke gua ini. arraseo?"
"ne hyung."
"Hyuk, temani aku ke kota"
"hmm, baiklah."
"aku tak boleh ikut hyung??" tanya Kyu
"ani.."
Kyu mendengus kesal mendengar jawaban hyung nya. Bosan di dalam gua membuat nya ingin menghancurkan semua yg ada di hadapannya.
~SKIP~
at home 'Song' family 07.00 KST
"oppa, aku berangkat ne?"
"mau berangkat bersama oppa?"
"ani oppa, aku di antar ahjussi kim saja."
"baiklah, oh ne, oppa pulang larut malam, jadi jangan tunggu oppa ne"
"hmm, arraseo."
at Inha University
Di Universitas inilah, Song Ji Gwa menuntut ilmu. belajar dan bermain seperti anak TK.
"Song Ji Gwa!!" suara nyaring seorang yeoja berhasil membuat sang emou nya nama yg di panggil berhenti dan menoleh.
"hana-ah, wae?" tanya Ji setelah Hana mendekat pada nya.
"ah, ani. kau baru datang?"
"ne"
"kau sudah dengar? kata nya kita akan kedatangan murid2 baru."
"murid2??"
"ne, karena yg ku dengar ada 4 murid baru"
"mwo??"
"aishh, sudahlah kajja kita ke kelas." Hana segera menarik tangan Ji dan meyeret nya ke kelas.
**************
"selamat pagi anak2." sapa Songsaenim Kang.
"pagi songsaenim.."
"aku membawa kabar baik untuk kalian hari ini, kita akan mempunyai 4 teman baru.. mari masuk dan perkenalkan diri kalian." Songsaenim Kang tersenyum melihat 4 namja memasuki kelas nya, bisik2 langsung terdengar dari kalangan yeoja2 yg mengagumi 4 namja tampan itu.
"tampan sekali.."
"iya tampan."
"apa dia sudah punya yeojachingu ne?"
aku suka namja yg itu.."
"manis nya .."
"sudah sudah mohon tenang. Baik, silahkan perkenalkan nama kalian." Songsaenim Kang mengetuk papan tulis agar kelas hening.
"emm, annyeong. naneun Kim Ki Bum imnida."
"Lee Hyukjae imnida"
"annyeong haseo, naneun Lee donghae imnida :)"
"annyeong, neun Cho Kyuhyun imnida"
"Bagapta" Ki Bum, Hyukjae, Donghae dan Kyuhyun membungkuk sebagai salam perkenalan.
"kalian boleh duduk, silahkan" kata Songsaenim Kang tersenyum.
"ne, ghamsanida Songsaenim" Ki Bum balik tersenyum.
Ki Bm duduk berdampingan dengan Kyuhyun. Sebenarnya Kyu tak Terima dengan posisi duduk seperti ini,Ia lebih senang berdampingan dengan Hyukjae yg tak banyak bicara. Tapi Donghae tak mau jauh dari Hyukjae, dan lagi2 permasalahn sebagai magnae ia hanya bisa mengangguk pasrah.
"Hyuk, lihat yeoja itu." Hae berbisik sambil menunjuk salah satu yeoja di kelas itu.
"wae?"
"mirip dengan ShinNa."
Hyuk hanya melirik ke arah dongahe. melihat itu, Donghae tersenyum simpul.
"baik, aku takkan membicarakannya." lanjut nya.
*FlashBack*
tahun 1923.
ShinNa pov
aku berjalan menyusuri setapak yg membawa kaki ku ke sebuah padang rumput yg indah. Disanalah aku akan bertemu namjachingu ku, Lee Hyukjae. Senang sekali, hampir 1 bulan kami tidak bertemu. karena kami sudah berjanji akan berusaha keras untuk lulus sekolah bersama2.
Sampai di sebrang jalan aku bertemu dengan nya, namjachingu ku. Aku bersemangat sekali sampai aku tak melihat sebuah mobil melaju kencang . dann...
BRAKKK !!!
"SHINNAAAA.....!!!!"
Author pov
"SHINNAAAA.....!!!!" Hyukjae berteriak melihat yeoja yg Ia cintai terbujur kaku & bersimbah darah di tengah jalan.
"ShinNa... chagia... ku mohon bangunlah, ayo bangun jeball... chagia,," Hyuk mengguncang2 tubuh yeoja itu, tak perduli baju nya yg berubah warna akibat memeluknya.
"op..oppa..." suara yeoja itu terdengar lirih.
"chagi.. ku mohon jangan tinggalkan aku.."
"a..aku akan tetap bersa..mamu oppa.. jaga d..dirimu baik2 ne.." yeoja itu tersenyum tipis, menutup matanya kembali dan ... menghembuskan nafas terakhir nya ..
"andwae chagi, jebal bangun jangan tinggalkan aku,, saranghaeyo chagia.. bangunlah.."
"SHINNAAAA....!!!!"
*FlashBack End*
"ShinNa.." gumam Hyuk
"apa kau bilang Hyuk??" Donghae bertanya.
"emm? ani.."
*********************
kelas sudah selesai, tapi 4 namja tampan ini masih diam memaku di kelas ini.
Tampak 2 orang yeoja yg sedang membereskan buku2 mereka beranjak keluar kelas.
"kalian tidak keluar?" tanya salah satu yeoja itu ramah.
"ani, kami masih ingin disini :)" ujar donghae tersenyum.
"ouh,, oh iya, naneun Jung Hana imnida." kata yeoja itu membungkuk memperkenalkan diri.
"aku Song Ji Gwa, kalian bisa panggil aku Ji." ujar yeoja yg satunya lagi.
"kalian pindahan dari mana?"
"kami dari luar Seoul." Ki Bum menyela cepat.
"ouh, kami ingin pergi ke toko buku, apa kalian mau ikut?"
"mianhae, kami tidak bisa.." kali ini Kyuhyun yg menjawab
"gwenchana, kalau begitu kami pergi dulu ne, annyeong.."
Ki Bum, Donghae dan Kyuhyun hanya menjawab dengan senyuman. Namun, Hyukjae sedari tadi hanya memperhatikan Song Ji Gwa.
"gwenchana saudaraku?"
"ne.."
at 22.00 KST, home Song Family
"huhh, kenapa oppa lama sekali pulang nya. aku bosan," Ji bolak balik di dalam rumah nya menunggu sungmin pulang.
"lebioh baik ku telfon saja." Ji segera mengambil ponselnya dan menekan beberapa angka.
"yeobseo?"
"OPPA, KAPAN OPPA PULANG? WAE LAMA SEKALI !!" bagai Sungmin ada di depan nya Ji berteriak di ponselnya dan itu cukup membuat Sungmin menjauhkan ponsel dari telinga nya untuk beberapa detik.
"oppa kan sudah bilang pada mu, oppa pulang malam. kau lupa?"
"ani, aku tidak lupa. tapi aku bosan oppa.. aku ingin makan bersama oppa.." sahut Ji manja
"kau belum makan?"
"belum"
"arraseo, oppa akan segera pulang. tunggu oppa ne."
"ne oppa,"
TUTT..
'dia kadang menyebalkan, tapi kadang aku kasihan pada nya..' Sungmin tersenyum sambil merapikan berkas2nya.
Sementara itu, Ji menunggu kedatangan oppa nya, Ia duduk di sofa lalu menyalakan televisi.
Tanpa Ia sadari, seseorang sedari tadi tengah mengawasi gerak gerik nya..
"Song Ji Gwa.." gumam nya tersenyum evil.
To Be Continue..
Jumat, 19 Juli 2013
Eunhyuk gagal dalam pertarungan Sit Up dengan seorang Nenek tua
Tahun 2009 Saat album Sorry sorry, Super junior di undang untuk menghadiri salah satu acara yang cukup terkenal di Korea yaitu Stak King. Saat acara tersebut muncul seorang nenek nenek membawa karung yang cukup berat lalu sang MC mencoba membantu untuk membawakan karung tersebut dan Leeteuk pun juga ingin membantunya. Lalu Kang Ho Dong sebagai MC disana bertanya pada sang nenek " Aku dengar kau cukup mahir dalam hal latihan ?" ungkapnya
" Benar, aku cukup baik dalam hal latihan" jawab sang nenek. Lalu MC pun bertanya lagi
" Berapa sit up yang kau bisa lakukan ?". " Tak tau, mungkin sekitar seratus" jawab sang nenek dengan santai
Dengan banyak melakukan pembicaraan akhirnya salah satu orang yang berada disana bertanya " Apakah kau mau bertarung dengan Super Junior ?"
Jelas nenek itu berani menantang SJ. Super Junior memutuskan untuk yang maju bertarung adalah Eunhyuk. Ketika permainan di mulai Nenek itu melakukan sit up begitu cepat.
Ketika Eunhyuk masuk ke sit up 20 an, ia berhenti dan tetap tertidur disana, Namun sang nenek terus melakukan sit up hingga 100.
Ketika itu sudah selesai sang nenek pun langsung memeluk Eunhyuk dan berbicara " Aigo, kau seperti anak perempuanku" mendengar hal itu sontak seluruh isi studio tertawa
" Nenek, dia laki laki" kata MC hodong
" Laki laki ?" jawab sang nenek kaget
" Ah, dia mengira jika Eunhyuk perempuan karena ia cukup jelek dalam hal sit up " kata salah satu dari mereka
Karena kekalahan itu Eunhyuk harus memeluk sang nenek dan mendoakan supaya nenek harus hidup dengan baik baik.
" Benar, aku cukup baik dalam hal latihan" jawab sang nenek. Lalu MC pun bertanya lagi
" Berapa sit up yang kau bisa lakukan ?". " Tak tau, mungkin sekitar seratus" jawab sang nenek dengan santai
Dengan banyak melakukan pembicaraan akhirnya salah satu orang yang berada disana bertanya " Apakah kau mau bertarung dengan Super Junior ?"
Jelas nenek itu berani menantang SJ. Super Junior memutuskan untuk yang maju bertarung adalah Eunhyuk. Ketika permainan di mulai Nenek itu melakukan sit up begitu cepat.
Ketika Eunhyuk masuk ke sit up 20 an, ia berhenti dan tetap tertidur disana, Namun sang nenek terus melakukan sit up hingga 100.
Ketika itu sudah selesai sang nenek pun langsung memeluk Eunhyuk dan berbicara " Aigo, kau seperti anak perempuanku" mendengar hal itu sontak seluruh isi studio tertawa
" Nenek, dia laki laki" kata MC hodong
" Laki laki ?" jawab sang nenek kaget
" Ah, dia mengira jika Eunhyuk perempuan karena ia cukup jelek dalam hal sit up " kata salah satu dari mereka
Karena kekalahan itu Eunhyuk harus memeluk sang nenek dan mendoakan supaya nenek harus hidup dengan baik baik.
Rabu, 10 Juli 2013
FF [After Edited] Between Love and Problem
Tittle : Between Love and Problem
Cast :
~ Lee Hyuk Jae or Eunhyuk
~ Park Eun Jae or Eunjae
Genre : Up to you Readers !! ^^
Facebook : www.facebook.com/aprilia.allrisesilver
Twtitter : @Hyukiwife_08
Warning : Mian Typo bertebaran, Pemain dan kesamaan jalan cerita memang saya cari dari buku buku / novel lain
Pagi yang cerah tampak seorang cewek yang berjalan tergesa gesa sambil membawa buku sekolahnya. Sebut saja ia Park Eun Jae. Ia adalah murid SMA yang sangat membenci pelajaran Fisika dan kimia. “ Aissshh, kalau tidak karena Appa memaksa ku untuk belajar pelajaran ini, tak akan kubawa nih buku.” gerutu Eunjae yang masih di tengah perjalanan pulangnya
“ Annyeong, aku pulang. Sepi amat. Dimana oppaku ?” Kata Eunjae membuka pintu rumahnya.
“ Anneyong,,.. Wassoo ? Oppamu sedang keluar dengan temannya. “ kata pembatu rumahnya
“ Arraseo. “ sambil mengucapkan kata tsb Eunjae berlari menaiki tangga rumahnya untuk ke kamarnya.
EUNJAE POV
Aaaahh.....kenapa atom sekecil itu harus dihitung. Toh manusia juga nggak bisa melihatnya dengan mata, kalau tidak pakai bantuan alat lab. Pelajaran ini sangat mencekik ku. Larutan elektrolit lah apalah. Ini lagi fisikanya Gaya Usaha Hukum Newton. Aissshh kenapa di dunia ini harus ada pelajaran menyusahkan ini. Andaikan ini menjadi Biologi pasti mudah banget..!! Apalagi matematikanya.. !!!. “
EUNJAE POV END
Di Malam harinya........
Saat makan malam, Semua anggota keluarga Eunjae berkumpul. Menikmati makanan yang telah di sediakan dimeja.
“ Eunjae-ah,.. Nilaimu dalam Kima sangat buruk. Kau harus mengikuti bimbingan” kata ayah Eunjae
“ Mwo ? Ani Ani Aniya.. Kenapa harus memaksaku. Aku tidak akan pergi untuk itu. Ayolah Appa.. Jeball” pinta Eunjae
“ Tapi kalau kau tidak mempelajarinya sedak dini nanti lulusan bagaiamana ? Appa tak ingin kau menyesal di waktu kemudian. Besok aku akan bicara dengan guru Kima mu”
setelah mengucapkan itu Appa Eunjae langsung beranjak dari tempat makannya. Ia pergi ke kamarnya.
“ Aisssshh bertemu guru galak itu lagi. Udah kalau ngomong ada titik komanya. Disekolah gak di dengerin apalagi di pelajaran tambahan. Assshhh...” Gerutu Eunjae
“ Sudahlah ikuti perkataan Appa. Itu akan menguntungkanmu di lain hari.” Kata oppa Eunjae yang dikenal dengan nama Park Hyun Jae.
Malam telah tiba Eunjae masih berdiri di balkon rumahnya sambil membaca pelajaran matematika. Ya benar, ia memang menyukai matematika tapi tidak untuk Kima {Kimia + Fisika
Malam telah beranjak pagi, Terlihat Eunjae masih tidur dalam selimut hangatnya.
“ Eunjae.. Palli ironna..” sebuah teriakan lembut terdengar sayub di telinga Eunjae
“ Ahhh jam berapa ini ? Hahh jam 6.. aish aku bisa telambat sekolah. Mana pelajaran guru galak lagi.” Eunjae bangun lalu melihat jam pandanya. Terbentang jarum jam menunjukkan pukul 6 pagi. Eunjae langsung berdiri dan bersiap siap ke sekolah.
Duk duk duk... Suara langkah kaki Eunjae menuruni anak tangga.
“ Eomma,. Aku sudah terlambat.. aku harus berangkat sekarang” sambil berkata ke eommanya Eunjae pergi meninggalkan rumah.
Dijalan...........................
Terlihat Eunjae sangat tergesa gesa menuju kelasnya. Hari ini pelajaran Kimia di kelas pertama. Eunjae masuk ke kelasnya mengendap endap dari pintu belakang. Ia langsung duduk di bangku paling belakang. Namun walaupun sang guru menulis menghadap papan ia tau kalau Eunjae terlambat masuk kelas.
“ EUNJAE- Kau terlambat sekolah ya.. sini bapak kasih hukuman” bentak guru kimia itu.
“ Em ah em ah.. Ania.. aku tidak terlambat” jawab Eunjae gugup
“ Bapak tadi liat kamu masuk dari pintu belakang, sudah sekarang kamu di luar tulis * aku tidak akan terlambat lagi * SATU BUKU” Kata Guru itu galak
“ Hah ? satu buku pak !!” jawab Eunjae kaget
“ Ya.. satu buku. Sudah cepat sana keluar. Selesaikan itu dan kumpulkan nanti waktu istirahat di perpustakaan. Bapak tunggu di sana” kata Guru tadi
Tak ada yang bisa membuat merubah guru kimia itu. Dengan gaya tahanan Eunjae keluar dari kelas. Di luar ia mulai menulis. Satu jam—dua jam – tiga jam -- \KRINNGGGGGGG
Suara istirahat berbunyi, hanya tinggal beberapa kertas lagi Eunjae menyelesaikan hukumannya itu. Buku ukuran sedang dengan tebal 38 lembar itu penuh dengan tulisan yang sama. Ketika menyelesaikan kata terakhirnya Eunjae bersiap untuk menuju perpustakaan. Dalam perjalannya ia menabrak seorang laki laki keren, putih, namun dia terlihat murung dan bermuka suram.
“ aahh jeosonghamnida” kata Eunjae pada lelaki itu.
“ Anio, gwencannayo” jawab laki-laki itu
Laki-laki tadi langsung pergi meninggalkan Eunjae yang masih berdiri tegap te,pak ia bertabrakan tadi. “ siapa dia? Dia tampan dan sepertinya anak yang pintar. Aaahh kenapa aku tidak tanya namannya tadi ? kelas apa dia ?” batin Eunjae bertanya-tanya
Di Perpustakaan Eunjae menyerahkan tugas hasil hukumannya itu. “ Bagus bagus. Kau mulai taat yah Eunjae !!! Oh ya kalau kau mau bapak bisa memberimu bimbingan tambahan. Tadi Appamu meneleponku !!” kata Guru itu
“ andwe.. Aku tidak mau bimbingan tambahan” jawab Eunjae sambil meninggalkan gurunya itu.
“ Apa apaan.. kenapa Appa menelepon dia? Jelas jelas aku benci padanya. Huuhhh dasar Dua orang yang menyebalkan.” Gerutu Eunjae
Bel pulang telah berbunyi. Eunjae membereskan bukunya, memasukkannya kedalam tas pink kesukaannya. Di halte bis Eunjae melihat Handphone nya. “ Pukul 1. Harusnya bis sudah datang sekarang.. Aisssh sendirian di halte” Batin Eunjae sambil melirik arlojinya di hp.
Pukul 2 siang bis juga tak kunjung datang. Eunjae memustuskan untuk berjalan kaki. Tak ada satupun orang yang bisa menjemputnya kali ini. Tepat pukul 3 sore Eunjae sampai rumah. Dengan wajah memerah menahan lelah ia membuka sedikit pintu gerbang rumahnya.
“ Haah haah hah sampai juga” kata Eunjae , nafasnya memburu satu persatu.
“ Oh Eunjae-ah kenapa kamu ? “ kata pembantunya di rumah
“ Aku berjalan kaki sepanjang jalan. Aku mau tidur dulu” Eunjae menjawab sambil ia menaiki tangga.
Di dalam kamar ia langsung melempar tasnya. Merebahkan badannya di ranjang tidur. 10 mwwnit kemudian ia berpikir “ Siapa laki-laki tadi. Kulihat dia keluar membawa mobil. Haaah? Apakah ia naik mobil kesekolah ?”
Di malam yang dingin Eunjae masih terlelap. “ Eunjae-ah. Turun !!Appa mau bicara” terdengar suara Appa Eunjae. Sontak Eunjae langsung berdiri dan langsung turun.,
“ Appa tadi bicara dengan gurumu” Kata Appa Eunjae
“ Ara. “ jawab Eunjae singkat
“ Katanya kau susah sekali untuk bangun. Lalu dia memberitahukanku agar kau mau untuk mengikuti bimbingan belajar tambahan.” Kata Appanya
“ Ania, Andwee...!! lebih aku pergi dari pada aku menjalaninya. Pagi ketemu siangnya juga eeh sorenya ketemu lagi.” Jawab Eunjae
“ Lalu kau mau belajar di salah satu murid disekolahmu yang menjadi juara 1 di Olyimpiade Kima?” Tanya Appa Eunjae
“ Dia cewek atau cowok ? Akan ku pikrikan jika itu “ jawab Eunjae
“ Cowok. Eitss tapi kamu jangan bercanda saja saat belajar” kata Appanya
“ Araseo. “ kata Eunjae “ Keunde namanya siapa Appa ?” tanya Eunjae
“ Kalo gak salah Lee Hyuk Jae dia Kelas XI IPA “ jawab Ayahnya
“ Mwo ? Lee Hyuk Jae ? Kenapa namanya hampir sama. Cuman beda Marga” kata Eunjae lagi kaget kalo namanya hampir sama
“ Molla. Appa juga tak mau urus itu. Yang terpenting kau mau belajar”
Eunjae pergi dari hadapan ayahnya. Ia pergi ke kamarnya. “ hem.. kalau dia tampan pasti aku menyukainya. Ahh Lee Hyuk Jae... bagaimana otakmu bisa seperti itu.” Batin Eunjae
Keesokan harinya. Di sore hari Eunjae sudah mulai mengemas bukunya utuk pergi ke rumah Hyukjae. Dia sudah menggenggam sebuah kertas kecil yang berisikan alamat Hyukjae. Ia naik taksi agar bisa diantar samapi depan rumah Hyukjae.
Taksi pun berhennti di depan rumah besar mewan nan indah. “ Haaah ini rumah Hyukjae. Ajussi ini benar rumahnya “ tanya Eunjae
“ Ne. Benar. “ jawab Supir taksi itu Sambil melajukan taksinya.
Sambil mendekat ke gerbang rumah yang berwarna hitam itu, Eunjae berkata “ Anneyonghaseyo. Aku Eunjae. Hendak Belajar dengan Hyukjae. “
Klek.. kunci rumah itu terbuka. Seseorang yang tampaknya pelayan menghampiri Eunjae.,
“ Ia di taman belakang. Silakan lewat sana” sambil menunjukkan sebuah jalan menuju Hyukjae berada sang bibi itu berbicara
“ Oh araseo. Gamsahamnida” Eunjae melakukan bow
Eunjae melangkah. Ketika ia melangkah yang ke sepuluh ia melihat seorang namja membelakanginya sambil membaca buku yang samar samar Eunjae perhatikan itu buku Kimia.
“ mwo ? di sore seperti ini masih sempat membaca hal itu.” Barin Eunjae
“ Annyeong haseyo. Aku Eunjae “ kata Eunjae agak takut
Laki laki itu langsung membalikkan badan. “ Annyeong. Aku Lee Hyuk Jae” kata laki laki itu
Eunjae kaget laki laki itu yang menabraknya di Jalan perpustakaan. “ kau kan yang menabrakku kemarin” kata Eunjae gugup
“ Ne,.. Annyeong Eunjae-ah.” Jawab hyukjae“ Ah haruskah kita mulai ? panggil saja aku Eunhyuk atau Hyuk Saja ” tanya Hyukjae
“ Ne..Kajja” jawab Eunjae
Bla bla bla berbagai teori Hyukjae beri ke Eunhyuk namun Eunjae hanya membalas
Oh.
Ciyee....
Yes...
Arasseo...
Giile .....
Hem....
What....
“Kenapa kau tidak mengetahui hal sekecil itu ?” tanya Hyuk
“ Aku membenci pelajaran ini, setiap kali di terangkan di kelas aku memakai hedset” jawab Eunjae dengan wajah innocent
“Haaah ya sudahlah. Ini sudah malam. Nanti kau pulang bagaimana ? mau ku antar” kata Hyuk
“ Arraseo. Tapi dimana eommamu. Dari tadi aku tak melihatnya hanya pembantu saja yang keluar” tanya Eunjae
“ Eobseyo” jawab singkat Hyuk “ sudah ayo ku antar pulang, tunggu di halaman depan”
“ Arraseoyo”
Eunjae menuju halaman depan. Hyuk yang sedang mengeluarkan mobil hitam kerennya dari tempat parkir tertutup di rumahnya. “ wow.. masih SMA udah bisa nyetir mobil” batin Eunjae
Tanpa basa basi Eunjae masuk ke mobil Hyuk. Hyuk sangat melaju kencang di gerimisnya malam kota.
“ saat pertama kali aku melihatmu, kau tampak murung sekali. Ada masalah ya ?” tanya Eunjae dalam mobil
Hyuk tidak menjawabnya. Memang saat itu Hyuk sedang marah dengan Ibunya. “ sebelah mana rumahmu ? “ tanya Hyuk
“ Oh itu.” Jawab Eunjae sambil menunjuk sebuah rumah bergerbang di depan mereka
Tepat di depan gerbang rumah Eunjae mobil Hyuk berhenti. Eunhae langsung turun dan mengucapkan terima kasih pada Hyuk. Di dalam rumah ia langsung menuju kamarnya. Malas berbicara dengan orang lain.
“ Kalau dia jadi guruku yah bisa donk aku sama Kima. Mana gurunya tampan, keren, sabar lagi. Oh Hyukjae !!!” batin Eunjae
Sreet
Kukuruyuuuuuuuuuuuuuuuuuuk...
Sinar pagi sudah menembus jendela kamar Eunjae. Hari ini sekolah Eunjae libur. Eunjae mengambil handphone mencari nama #GuruHyukGanteng#
Eunjae : Sekarang kan libur, bagaimana kalau belajar ?
GuruHyukGanteng : Hari ini ? Pukul ?
Eunjae : Ne, hari ini. Sebisanya Pak guru donk
GuruHyukGanteng : Hahaha.. Ok deh pukul 10 pagi aja
Eunjae : Oke sip. Aku ntar kesana. Hari ini fisika yah
GuruHyukGanteng : Oke
Percakapan dalam sms tadi membuat hati Eunjae senang. “ Appa antar aku hari ini pukul 10 pagi. Aku mau belajar ke rumah Hyukjae”teriak Eunjae dari balkan rumahnya
“ Arseo. Appa akan mengantarmu” jawab ayah Eunjae
Tampak Eunjae sedang bersiap siap untuk ke rumah Hyuk. Pukul sudah menunjukkan 9 lebih 40 menit. Eunjae tampak tergesa gesa, ia berlari ke halaman depan. Mobil ayahnya sudah siap di depan gerbang. Eunjae pun masuk ke dalam mobil yang berwarna Silver itu.
Sesampainya di rumah Eunhyuk, Eunjae langsung di sambut oleh pembantunya., “ Silakan mbak masuk. Eunhyuk di halaman belakang” sapa Pembantunya
“ Oh ne, gamsahamnida. Aku akan kesana !!” jawab Eunjae ramah
Eunjae menuju halaman belakang, ia melihat Eunhyuk sedang membaca komik tebal. “ Dia tidak belajar” Batin Eunjae
“ Oh sudah datang ya. Sini,” kata Eunhyuk ke Eunjae
“ Arraseo” jawab Eunjae yang langsung menghampiri Eunhyuk
Pembantu Eunhyuk datang dengan membawa 2 gelas es jeruk yang tampak segar dimata Eunjae. “ Ini munimnya, Oh ya Eommanya Eunhyuk sedang di rumah, Eunjae mau bertemu?” kata Pembantunya sambil menyerahkan dua gelas es jeruk
“ Tak PERLU” Jawab singkat Eunhyuk
“ Waee? Sejak aku kesini aku belum pernah melihat eommamu. Aku ingin cipika cipiki dengannya” kata Eunjae
“ Ani, lebih baik kau belajar disini saja” jawab Eunhyuk
“ Em suruh saja Eommanya kesini” kata Eunjae ke pembantu Eunhyuk
Pembantu itu langsung memanggil Eomma Eunhyuk. Namun Eunhyuk pergi meninggalkan Eunjae yang masih menyeruput es jeruk yang disediakan tadi. Eunhyuk masuk ke rumahnya dan kembali ke kamarnya. Eomma Hyuk akhirnya datang, “ jangan khawatir, Eunhyuk hanya sedikit labil kali ini” kata eomma Hyuk
“ Ani waeyo ? “ tanya Eunjae
“ Ada sesuatu yang aku sembunyikan darinya. Namun dia tetap saja ingin mengetahuinya. aku sangat menyayanginya, Bahkan jika aku salah paham, aku tidak akan memberitahukannya. Karena dengan melakukan hal itu, Eunhyuk tidak akan merasakan sakit” jelas Eomma Eunhyuk
“ Walaupun begitu dia tidak bisa melakukan seenaknya ke ibunya” jawab Eunjae
Setelah menjelaskan hal itu ke Eunjae, Eomma Hyuk pun pergi. Eunjae masih diam, ia berpikir bagaimana sakit Keduanya. “ Masalahnya terlalu berat” Batin Eunjae
Tanpa berpamitan Eunjae pulang, meninggalkan Eunhyuk yang masih dalam kamarnya. Eunjae melangkah ke gerbang depan untuk naik taksi. Terlihat Eunhyuk memandanginya dari jendela kamrnya. “ Maafkan aku Eunjae. Kali ini aku sangat membencinya” Batin Eunhyuk
Di sekolah, Eunjae masih mencari cari buku tulis fisikanya. “ Apakah tertinggal di rumah Eunhyuk ?Aisssh Babo Eunjae” Batin Eunjae bertanya tanya.
Eunjae berlari menuju kelas Eunhyuk. Ia mencari cari Eunhyuk. Memberanikan diri Eunjae pun bertanya ke salah satu teman Eunhyuk, “ Chogiyo, Apakah Eunhyuk belum datang ?” kata Eunjae ke teman Eunhyuk
“ Ani, dia ijin hari ini. Aku dengar sih dia sakit. Padahal hari ini kelas kami ada ulangan Fisika” jawab teman Eunhyuk
“ Mwo ? sakit ? Ah arasseo” kata Eunjae sambil meninggalkan kelas itu. “ Dia sakit!! Sakit apa ? padahal kan kemarin masih baik baik saja. Coba aku sms dulu” Batin Eunjae langsung mengambil HP nya di saku depannya.
Eunjae : Kau dimana ? {tidak di balas}
Eunjae : Apakah kau tidak sekolah {tidak di balas}
Eunjae : Apa kau sakit ? {tidak di balas}
“ Aisssh kenapa dia tak membalasnya. Apa aku kerumahnya saja ???” Gerutu Eunjae
Pulang sekolah Eunjae langsung pergi ke rumah Eunhyuk, ia juga harus mengecek apakah buku fisikanya tertinggal di rumah Eunhyuk. Pembantu Eunhyuk yang sepertinya sudah paham tujuan kedatangan Eunjae kesana menyapa dengan ramah. “ Mau ngambil buku kan ?? Oh ya tadi Eunhyuk tak sekolah. Ia sakit”
“ Ne, Arayeo. Dia sakit apa ?” tanya Eunjae
“ Maagnya kambuh karena sejak kemarin kamu kesini ia belum makan. Apakah kau mau membantu saya ? dia tak mau makan jika aku yang memberikannya.” Jawab pembantu itu
“ Araseo. Aku akan membantunya.” Kata Eunjae
Eunjae bersama pembantu tadi berjalan menuju dapur lalu menghampiri kamar Eunhyuk, “ Wowo kamarnya dari luar indah juga. Rapi lagi “ Batin Eunjae
“ Eunhyuk-ah, Kajja makan. Aku Eunjae!!” kata Eunjae di luar pintu
“ Ani, ani, pulang saja sana !!” jawab Eunhyuk
“ Aku sudah membawa kunci kamarmu ! kalau kau tak mau membukanya akan ku buka sendiri” kata Eunjae lagi
“ Buka saja.” Jawab Eunhyuk
Eunjae membuka pintu. Tampak Eunhyuk sedang duduk santai di depan meja belajarnya, satu tangannya memegang perut dan satunya lagu memegang kepala.
“ Lihat !! Perutmu sakit bukan ? Makanya makan lalu minum obat. Kalau begitu terus mana bisa sembuh. Sini aku bantu” kata Eunjae sambil membantu Eunhyuk makan
“ Kubilang pergi, pergi saja !!” jawab singkat Eunhyuk
“ Aku akan pergi kalau kau sudah makan” kata Eunjae lagi
Dengan sedikit paksaan dari Eunjae, akhirnya Eunhyuk mau makan. Yaaah walaupun hanya 5 sendok namun Eunjae sudah puas. Ia langsung mengambil obat yang ada di meja. Segera obat itu di berikan ke Eunhyuk. Hati Eunhyuk luluh dengan ketekunan Eunjae. “ Anak ini sangat perhatian juga. Kupikir ia brutal” batin Eunhyuk
“ Sebaiknya kau sekarang tidur. Aku mau pulang dulu” kata Eunjae ke Eunhyuk
Srett ~~~~~~
Paginya di Eunhyukbersiap siap untuk ke sekolah. Perutnya sudah tidak bermasalah lagi namun wajahnya masih pucat. “ Aku harus mengembalikan buku ini ke Eunjae. Ia pasti mencarinya” Batiin eunhyuk sambil menggenggam buku fisika milik Eunjae
“ Yak. Eunjae-ah ini bukumu bukan ?” teriak Eunhyuk mengagetkan kelas yang disebut sebagai kelas neraka itu
“ Oh Gure. Aku lupa mengambilnya kemarin. Neo Gwencanna ??” balas Eunjae
“ Oh, nan gwencanna. “ Kata Eunhyuk sambil meninggalkan kelas itu
Di dalam kelas Eunjae ditanya oleh teman sebangkunya.
“ Ya bukankah dia yang juara Olyimpiade itu ?” tanya temannya
“ O, Wae ?” jawab Eunhyuk
“ Bagaimana dia bisa mengenalmu ?” tanya temannya lagi
“ dia kan guru belajarku. Ya sudah aku mau ke kamar mandi dulu” jawab Eunjae langsung keluar kelas
Di kamar mandi Eunjae melihat Eunhyuk yang sedang berdiri di wastafel sambil memegang mulutnya. “ Ya neo gwencanna ? “ tanya Eunjae menghampiri Eunhyuk
“ Pergi dari sini !! “ Jawab Eunhyuk sambil mendorong pergi Eunjae
“ Ani, Angga. “ kata Eunjae
“ Ya sudah aku akan mencari kamar mandi lain.” Jawab Eunhyuk
“ Kenapa dia ? sepertinya dia sakit lagi. Mukanya pucat sekali” Batin Eunjae sambil memandangi Eunhyuk yang berjalan membelakanginya
Sampai di kelas Eunjae masih saja berpikir tentang Eunhyuk. Hingga pelajaran terakhir ia masih berpikir. Bel pulang berbunyi, Eunjae langsung bergegas ke taman tepat dimana biasanya Eunhyuk lewat mengambil mobilnya. “ Mobilnya tak ada, Apa dia di antar ?” Batin Eunjae
Benar Eunhyuk memang di antar supir rumahnya hari ini. Badannya yang tidak begitu sehat mengharuskan ia untuk diantar. Eunjae menunggu ayahnya di deoan gerbang sekolah. Pukul setengah 2 tepat Ayahnya datang. Ia langsung masuk ke mobilnya.
****
Malam hari Eunjae berada di kamarnya. Tiba tiba Handphonenya berdering. Ada Sms dari Eunhyuk
GuruHyukGanteng : ikut aku yuk !!
Eunjae : Kemana ?
GuruHyukGanteng : Keluar aja, ke taman kota. Sumpek di rumah nih
Eunjae : Sekarang ? Jemput aku yah
GuruHyukGanteng : Nggak tahun depan. Ya sekarang lah. Oke
Eunjae bersiap siap. Hari ini memakai celana jins, ham Coklat tua dan sepatu kets yang kinclong. Mobil Eunhyuk melaju pesat di malam yang dingin. Sampai di depan rumah Eunjae Eunhyuk turun dan menyapa keluarga Eunjae.
Eunjae turun dari kamarnya. Kali ini ia tampak sederhana namun cantik. Eunhyuk langsung berpamitan ke ayah Eunjae. Mereka pergi dengan sedan hitam kinclong itu.
Di taman, mereka membeli ice cream dan menikmatinya di bawah pohon beringin yang di sulap seperti bentuk jamur.
“ kenapa kamu ? malam malam kok keluar. Biasanya gak begitu. “ kata Eunjae membuka pembicaraan
Sambil menikmati es krim nya Eunhyuk menjawab “ Bosen aja di rumah. Soal soal Kima di buku udah abis ku kerjain. “
“ Kerjain aja punyaku. Hahahha” tawa renyah Eunjae menyambut
Ketika menikmati ice cream, Eunhyuk melihat ibunya bersama seorang lelaki. Tampangnya seperti Ajussi. Tatapan Eunhyuk langsung berubah, ia langsung pergi menghampiri ibunya “ Eomma, Nuguya? Nugurago ?” Bentak Eunhyuk ke ibunya
Eunjae yang mendengar hal itu, langsung menyeret Eunhyuk agar emosinya tak menjadi jadi. “ Kajja pergi dari sini saja. Kajja kajja. Annyeong haseyo “ Kata Eunjae sambil menyeret Eunhyuk agar mennjauh dari ibunya.
Di lain sisi, Eunhyuk yang masih marah mencoba untuk menahannya. “ Neo gwencanna ? Jebal turunkan emosimu “ kata Eunjae ke Eunhyuk
“ Aniya, nan gwencanna. Ayo kita pulang” kata Eunhyuk
Di dalam mobil Eunhyuk bercerita tentangnya dengan Eommanya. Eunjae yang sudah mengetahui itu berpura pura simpati agar Eunhyuk tidak marah lagi. “ Eunjae-ah, kau tau !! setelah kau datang ke kehidupanku aku sedikit berubah. Aku tak murung lagi. “ kata Eunhyuk
Deg. Eunjae kaget dengan ucapan tadi. “ Apa kau menyukaiku ?” Batin Eunjae
“ Eunjae-ah. Sejak kau datang dan memberi perhatian yang tulus aku merasa jika aku nyaman bersamamu. Maukah kau bersamaku ?” tanya Eunhyuk
“ Em ah ehm O, “ jawab Eunjae gugup
Tak terasa percakapan itu harus berakhir. Mereka sudah berada di depan rumah Eunjae.
“ Anneyong Eunjae-ah “ kata Eunhyuk
“ Annyeong..” jawab Eunjae
Eunhyuk meninggalkan rumah Eunjae. Di dalam kamar Eunjae terus berpikir “ Dia menyukaiku ? dia ingin bersamaku ? Aissh kenapa aku jawab Iya. !!Aissh babo Eunjae. Kenapa aku tidak berpikir dulu !!”
DI SISI LAIN ~~~~~
Eunhyuk sampai di rumahnya. Memakirkan mobil hitam nya. Ia senyum senyum sambil berlari ke dalam rumahnya. Eunhyuk melihat ibunya sudah sampai rumahnya lebih dulu.
“ Eunhyuk-ah, mianhe jeongmal mianhe” kata Eommanya di depan tv
“Eunhyuk tak menjawabnya ia langsung pergi ke kamarnya. Namun ibunya berusaha memegang tangannya. Alhasil Eunhyuk berhenti melangkah.
“ Jebalyo, Maafkan eomma. “ kata Eommanya sambil sedikit meneteskan air mata
“ Air matamu tak akan membuat hatiku sembuh. Biarkan aku pergi” jawab Eunhyuk
“Aku tidak akan meleppaskan ini, sebelum kau memaafkan aku” kata Eommanya lagi
“ Lalu jika aku memaafkanmu, apa kau tetap berjalan dengan laki laki murah seperti itu ? Dimana harga dirimu eomma !! Kau telah membuatku kecewa” jawab Eunhyuk
“ Eomma seperti ini karena ayahmu. Keadaan mengharuskanku untuk seperti ini “ kata Eommanya lagi
“ Mwo ? kau menyalahkan keadaan ? Kehidupan adalah 10 % yang terjadi pada dirimu, 90 % sisanya adalah bagaimana kau menghadapinya. Aku sudah cukup muak dengan semua ini. Lebih baik aku pergi dari rumah ini” jawab Eunhyuk yang meninggalkan ibunya
“ Hyukjae-ah HYUKJAE-AH” Kata Eomma Hyuk
Hyuk mengeluarkan mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan cepat. Dengan menahan emosi dia melajukan mobil hitam itu. Udara malam ini sedikit dingin. Gerimis mulai berdatangan. !!
Eunhyuk berhenti disebuah taman kota. Ia melihat anak kecil yang sedang bersenang senang dengan Eommanya. Ia sedih kenapa keluarganya seperti ini.
Tak kuat melihat keadaan itu ia melajukan mobilnya lagi. Ketika sampai di pertigaan kota ia tak menoleh ke kanan kirinya. Ia langsung menyebrang seenaknya dan alhasil
BRAKGKGK
Mobil Hyuk membalik. Mobil itu di hantam Truk Barang yang sedang melaju sedang. Hyuk yang tak sadarkan diri berusaha di evakuasi oleh petugas Ambulance. Kepala, Tangan hingga kakinya berlumuran darah. Sebuah kecelakaan yang parah menimpa Hyuk hingga Ia diharuskan melakukan Operasi di tiga tempat sekaligus.
“ Mwo ? KECELAKAAN ? Araseeo” Suara teriakan yang cukup keras terdengar di rumah Hyuk
Eomma Hyuk sudah di beritahu tentang hal ini. Ia langsung menuju ke Rumah sakit. Disana Hyuk masih ditangani oleh dokter Gawat Darurat. “ Oddilyeo ?” kata eomma Hyuk ke receptionist RS
“ dia sedang menjalani operasi” jawab sopan dan ramah “ silakan tunggu disitu
Satu jam kemudian~~~
Seorang dokter keluar dari ruang operasi .
“ Eotokkhe ? bagaimana keadaannya ?” tanya Eomma Hyuk ke dokter itu
“ dia baik baik saja. Operasi berjalan lancar. Hanya tinggal memindahkan ke kamar saja” jawab dokter itu
Tak beberapa lama kemudian Eunhyuk dengan bantuan nafas di wajahnya itu di bawa ke sebuah kamar yang tak jauh dari jalan utama. Eommanya langsung duduk di sebelahnya dan berkata “ apa kau tertekan ? hingga kau harus mengalami kecelakaan ini ? “
Hyuk memulai membuka matanya ia melihat di sekelilingnya. Kepalanya masih terasa pusing, ia melihat bahwa eommanya berada di sofa panjang itu sedang tertidur pulas.
“ Ahh... Eunjae. Dimana dia ?” lirih Eunhyuk
“ Kau sudah bangun ? apa kau ingin Eunjae disini ?” tanya Eomma hyuk’
Tak lama kemudian Eunjae datang ke rumah sakit. Ia kaget melihat keadaan Eunhyuk yang terbarin lemah di ranjang tidurnya. “ Eunhyuk-ah neo gwencanna ? Eottokhe?” kata Eunjae
“ O, nan gwencanna” jawab Eunhyuk
“ Hyuk-ah eomma minta maaf, kali ini eomma akan berubah. “ kata eomma Hyuk
“ Arraseo. Jika kali ini kau mau berubah aku akan memaafkanmu.” Jawab eunhyuk
Berhari hari Eunhyuk masih di Rumah sakit dengan tulus Eunjae merawat Eunhyuk. 2 Minggu kemudian Eunhyuk sudah boleh pulang ke rumahnya. Diantar oleh Eunjae, kali ini Eunhyuk sangatlah senang.
Sebulan kemudian, hubungan Eunhyuk dengan Eunjae semakin hangat, mereka selalu bersama. Masalah Eunhyuk dengan eommanya sudah terlesaikan.
THE END
Mianhe jelek, dan mau membacanya !! ^^

Cast :
~ Lee Hyuk Jae or Eunhyuk
~ Park Eun Jae or Eunjae
Genre : Up to you Readers !! ^^
Facebook : www.facebook.com/aprilia.allrisesilver
Twtitter : @Hyukiwife_08
Warning : Mian Typo bertebaran, Pemain dan kesamaan jalan cerita memang saya cari dari buku buku / novel lain
Pagi yang cerah tampak seorang cewek yang berjalan tergesa gesa sambil membawa buku sekolahnya. Sebut saja ia Park Eun Jae. Ia adalah murid SMA yang sangat membenci pelajaran Fisika dan kimia. “ Aissshh, kalau tidak karena Appa memaksa ku untuk belajar pelajaran ini, tak akan kubawa nih buku.” gerutu Eunjae yang masih di tengah perjalanan pulangnya
“ Annyeong, aku pulang. Sepi amat. Dimana oppaku ?” Kata Eunjae membuka pintu rumahnya.
“ Anneyong,,.. Wassoo ? Oppamu sedang keluar dengan temannya. “ kata pembatu rumahnya
“ Arraseo. “ sambil mengucapkan kata tsb Eunjae berlari menaiki tangga rumahnya untuk ke kamarnya.
EUNJAE POV
Aaaahh.....kenapa atom sekecil itu harus dihitung. Toh manusia juga nggak bisa melihatnya dengan mata, kalau tidak pakai bantuan alat lab. Pelajaran ini sangat mencekik ku. Larutan elektrolit lah apalah. Ini lagi fisikanya Gaya Usaha Hukum Newton. Aissshh kenapa di dunia ini harus ada pelajaran menyusahkan ini. Andaikan ini menjadi Biologi pasti mudah banget..!! Apalagi matematikanya.. !!!. “
EUNJAE POV END
Di Malam harinya........
Saat makan malam, Semua anggota keluarga Eunjae berkumpul. Menikmati makanan yang telah di sediakan dimeja.
“ Eunjae-ah,.. Nilaimu dalam Kima sangat buruk. Kau harus mengikuti bimbingan” kata ayah Eunjae
“ Mwo ? Ani Ani Aniya.. Kenapa harus memaksaku. Aku tidak akan pergi untuk itu. Ayolah Appa.. Jeball” pinta Eunjae
“ Tapi kalau kau tidak mempelajarinya sedak dini nanti lulusan bagaiamana ? Appa tak ingin kau menyesal di waktu kemudian. Besok aku akan bicara dengan guru Kima mu”
setelah mengucapkan itu Appa Eunjae langsung beranjak dari tempat makannya. Ia pergi ke kamarnya.
“ Aisssshh bertemu guru galak itu lagi. Udah kalau ngomong ada titik komanya. Disekolah gak di dengerin apalagi di pelajaran tambahan. Assshhh...” Gerutu Eunjae
“ Sudahlah ikuti perkataan Appa. Itu akan menguntungkanmu di lain hari.” Kata oppa Eunjae yang dikenal dengan nama Park Hyun Jae.
Malam telah tiba Eunjae masih berdiri di balkon rumahnya sambil membaca pelajaran matematika. Ya benar, ia memang menyukai matematika tapi tidak untuk Kima {Kimia + Fisika
Malam telah beranjak pagi, Terlihat Eunjae masih tidur dalam selimut hangatnya.
“ Eunjae.. Palli ironna..” sebuah teriakan lembut terdengar sayub di telinga Eunjae
“ Ahhh jam berapa ini ? Hahh jam 6.. aish aku bisa telambat sekolah. Mana pelajaran guru galak lagi.” Eunjae bangun lalu melihat jam pandanya. Terbentang jarum jam menunjukkan pukul 6 pagi. Eunjae langsung berdiri dan bersiap siap ke sekolah.
Duk duk duk... Suara langkah kaki Eunjae menuruni anak tangga.
“ Eomma,. Aku sudah terlambat.. aku harus berangkat sekarang” sambil berkata ke eommanya Eunjae pergi meninggalkan rumah.
Dijalan...........................
Terlihat Eunjae sangat tergesa gesa menuju kelasnya. Hari ini pelajaran Kimia di kelas pertama. Eunjae masuk ke kelasnya mengendap endap dari pintu belakang. Ia langsung duduk di bangku paling belakang. Namun walaupun sang guru menulis menghadap papan ia tau kalau Eunjae terlambat masuk kelas.
“ EUNJAE- Kau terlambat sekolah ya.. sini bapak kasih hukuman” bentak guru kimia itu.
“ Em ah em ah.. Ania.. aku tidak terlambat” jawab Eunjae gugup
“ Bapak tadi liat kamu masuk dari pintu belakang, sudah sekarang kamu di luar tulis * aku tidak akan terlambat lagi * SATU BUKU” Kata Guru itu galak
“ Hah ? satu buku pak !!” jawab Eunjae kaget
“ Ya.. satu buku. Sudah cepat sana keluar. Selesaikan itu dan kumpulkan nanti waktu istirahat di perpustakaan. Bapak tunggu di sana” kata Guru tadi
Tak ada yang bisa membuat merubah guru kimia itu. Dengan gaya tahanan Eunjae keluar dari kelas. Di luar ia mulai menulis. Satu jam—dua jam – tiga jam -- \KRINNGGGGGGG
Suara istirahat berbunyi, hanya tinggal beberapa kertas lagi Eunjae menyelesaikan hukumannya itu. Buku ukuran sedang dengan tebal 38 lembar itu penuh dengan tulisan yang sama. Ketika menyelesaikan kata terakhirnya Eunjae bersiap untuk menuju perpustakaan. Dalam perjalannya ia menabrak seorang laki laki keren, putih, namun dia terlihat murung dan bermuka suram.
“ aahh jeosonghamnida” kata Eunjae pada lelaki itu.
“ Anio, gwencannayo” jawab laki-laki itu
Laki-laki tadi langsung pergi meninggalkan Eunjae yang masih berdiri tegap te,pak ia bertabrakan tadi. “ siapa dia? Dia tampan dan sepertinya anak yang pintar. Aaahh kenapa aku tidak tanya namannya tadi ? kelas apa dia ?” batin Eunjae bertanya-tanya
Di Perpustakaan Eunjae menyerahkan tugas hasil hukumannya itu. “ Bagus bagus. Kau mulai taat yah Eunjae !!! Oh ya kalau kau mau bapak bisa memberimu bimbingan tambahan. Tadi Appamu meneleponku !!” kata Guru itu
“ andwe.. Aku tidak mau bimbingan tambahan” jawab Eunjae sambil meninggalkan gurunya itu.
“ Apa apaan.. kenapa Appa menelepon dia? Jelas jelas aku benci padanya. Huuhhh dasar Dua orang yang menyebalkan.” Gerutu Eunjae
Bel pulang telah berbunyi. Eunjae membereskan bukunya, memasukkannya kedalam tas pink kesukaannya. Di halte bis Eunjae melihat Handphone nya. “ Pukul 1. Harusnya bis sudah datang sekarang.. Aisssh sendirian di halte” Batin Eunjae sambil melirik arlojinya di hp.
Pukul 2 siang bis juga tak kunjung datang. Eunjae memustuskan untuk berjalan kaki. Tak ada satupun orang yang bisa menjemputnya kali ini. Tepat pukul 3 sore Eunjae sampai rumah. Dengan wajah memerah menahan lelah ia membuka sedikit pintu gerbang rumahnya.
“ Haah haah hah sampai juga” kata Eunjae , nafasnya memburu satu persatu.
“ Oh Eunjae-ah kenapa kamu ? “ kata pembantunya di rumah
“ Aku berjalan kaki sepanjang jalan. Aku mau tidur dulu” Eunjae menjawab sambil ia menaiki tangga.
Di dalam kamar ia langsung melempar tasnya. Merebahkan badannya di ranjang tidur. 10 mwwnit kemudian ia berpikir “ Siapa laki-laki tadi. Kulihat dia keluar membawa mobil. Haaah? Apakah ia naik mobil kesekolah ?”
Di malam yang dingin Eunjae masih terlelap. “ Eunjae-ah. Turun !!Appa mau bicara” terdengar suara Appa Eunjae. Sontak Eunjae langsung berdiri dan langsung turun.,
“ Appa tadi bicara dengan gurumu” Kata Appa Eunjae
“ Ara. “ jawab Eunjae singkat
“ Katanya kau susah sekali untuk bangun. Lalu dia memberitahukanku agar kau mau untuk mengikuti bimbingan belajar tambahan.” Kata Appanya
“ Ania, Andwee...!! lebih aku pergi dari pada aku menjalaninya. Pagi ketemu siangnya juga eeh sorenya ketemu lagi.” Jawab Eunjae
“ Lalu kau mau belajar di salah satu murid disekolahmu yang menjadi juara 1 di Olyimpiade Kima?” Tanya Appa Eunjae
“ Dia cewek atau cowok ? Akan ku pikrikan jika itu “ jawab Eunjae
“ Cowok. Eitss tapi kamu jangan bercanda saja saat belajar” kata Appanya
“ Araseo. “ kata Eunjae “ Keunde namanya siapa Appa ?” tanya Eunjae
“ Kalo gak salah Lee Hyuk Jae dia Kelas XI IPA “ jawab Ayahnya
“ Mwo ? Lee Hyuk Jae ? Kenapa namanya hampir sama. Cuman beda Marga” kata Eunjae lagi kaget kalo namanya hampir sama
“ Molla. Appa juga tak mau urus itu. Yang terpenting kau mau belajar”
Eunjae pergi dari hadapan ayahnya. Ia pergi ke kamarnya. “ hem.. kalau dia tampan pasti aku menyukainya. Ahh Lee Hyuk Jae... bagaimana otakmu bisa seperti itu.” Batin Eunjae
Keesokan harinya. Di sore hari Eunjae sudah mulai mengemas bukunya utuk pergi ke rumah Hyukjae. Dia sudah menggenggam sebuah kertas kecil yang berisikan alamat Hyukjae. Ia naik taksi agar bisa diantar samapi depan rumah Hyukjae.
Taksi pun berhennti di depan rumah besar mewan nan indah. “ Haaah ini rumah Hyukjae. Ajussi ini benar rumahnya “ tanya Eunjae
“ Ne. Benar. “ jawab Supir taksi itu Sambil melajukan taksinya.
Sambil mendekat ke gerbang rumah yang berwarna hitam itu, Eunjae berkata “ Anneyonghaseyo. Aku Eunjae. Hendak Belajar dengan Hyukjae. “
Klek.. kunci rumah itu terbuka. Seseorang yang tampaknya pelayan menghampiri Eunjae.,
“ Ia di taman belakang. Silakan lewat sana” sambil menunjukkan sebuah jalan menuju Hyukjae berada sang bibi itu berbicara
“ Oh araseo. Gamsahamnida” Eunjae melakukan bow
Eunjae melangkah. Ketika ia melangkah yang ke sepuluh ia melihat seorang namja membelakanginya sambil membaca buku yang samar samar Eunjae perhatikan itu buku Kimia.
“ mwo ? di sore seperti ini masih sempat membaca hal itu.” Barin Eunjae
“ Annyeong haseyo. Aku Eunjae “ kata Eunjae agak takut
Laki laki itu langsung membalikkan badan. “ Annyeong. Aku Lee Hyuk Jae” kata laki laki itu
Eunjae kaget laki laki itu yang menabraknya di Jalan perpustakaan. “ kau kan yang menabrakku kemarin” kata Eunjae gugup
“ Ne,.. Annyeong Eunjae-ah.” Jawab hyukjae“ Ah haruskah kita mulai ? panggil saja aku Eunhyuk atau Hyuk Saja ” tanya Hyukjae
“ Ne..Kajja” jawab Eunjae
Bla bla bla berbagai teori Hyukjae beri ke Eunhyuk namun Eunjae hanya membalas
Oh.
Ciyee....
Yes...
Arasseo...
Giile .....
Hem....
What....
“Kenapa kau tidak mengetahui hal sekecil itu ?” tanya Hyuk
“ Aku membenci pelajaran ini, setiap kali di terangkan di kelas aku memakai hedset” jawab Eunjae dengan wajah innocent
“Haaah ya sudahlah. Ini sudah malam. Nanti kau pulang bagaimana ? mau ku antar” kata Hyuk
“ Arraseo. Tapi dimana eommamu. Dari tadi aku tak melihatnya hanya pembantu saja yang keluar” tanya Eunjae
“ Eobseyo” jawab singkat Hyuk “ sudah ayo ku antar pulang, tunggu di halaman depan”
“ Arraseoyo”
Eunjae menuju halaman depan. Hyuk yang sedang mengeluarkan mobil hitam kerennya dari tempat parkir tertutup di rumahnya. “ wow.. masih SMA udah bisa nyetir mobil” batin Eunjae
Tanpa basa basi Eunjae masuk ke mobil Hyuk. Hyuk sangat melaju kencang di gerimisnya malam kota.
“ saat pertama kali aku melihatmu, kau tampak murung sekali. Ada masalah ya ?” tanya Eunjae dalam mobil
Hyuk tidak menjawabnya. Memang saat itu Hyuk sedang marah dengan Ibunya. “ sebelah mana rumahmu ? “ tanya Hyuk
“ Oh itu.” Jawab Eunjae sambil menunjuk sebuah rumah bergerbang di depan mereka
Tepat di depan gerbang rumah Eunjae mobil Hyuk berhenti. Eunhae langsung turun dan mengucapkan terima kasih pada Hyuk. Di dalam rumah ia langsung menuju kamarnya. Malas berbicara dengan orang lain.
“ Kalau dia jadi guruku yah bisa donk aku sama Kima. Mana gurunya tampan, keren, sabar lagi. Oh Hyukjae !!!” batin Eunjae
Sreet
Kukuruyuuuuuuuuuuuuuuuuuuk...
Sinar pagi sudah menembus jendela kamar Eunjae. Hari ini sekolah Eunjae libur. Eunjae mengambil handphone mencari nama #GuruHyukGanteng#
Eunjae : Sekarang kan libur, bagaimana kalau belajar ?
GuruHyukGanteng : Hari ini ? Pukul ?
Eunjae : Ne, hari ini. Sebisanya Pak guru donk
GuruHyukGanteng : Hahaha.. Ok deh pukul 10 pagi aja
Eunjae : Oke sip. Aku ntar kesana. Hari ini fisika yah
GuruHyukGanteng : Oke
Percakapan dalam sms tadi membuat hati Eunjae senang. “ Appa antar aku hari ini pukul 10 pagi. Aku mau belajar ke rumah Hyukjae”teriak Eunjae dari balkan rumahnya
“ Arseo. Appa akan mengantarmu” jawab ayah Eunjae
Tampak Eunjae sedang bersiap siap untuk ke rumah Hyuk. Pukul sudah menunjukkan 9 lebih 40 menit. Eunjae tampak tergesa gesa, ia berlari ke halaman depan. Mobil ayahnya sudah siap di depan gerbang. Eunjae pun masuk ke dalam mobil yang berwarna Silver itu.
Sesampainya di rumah Eunhyuk, Eunjae langsung di sambut oleh pembantunya., “ Silakan mbak masuk. Eunhyuk di halaman belakang” sapa Pembantunya
“ Oh ne, gamsahamnida. Aku akan kesana !!” jawab Eunjae ramah
Eunjae menuju halaman belakang, ia melihat Eunhyuk sedang membaca komik tebal. “ Dia tidak belajar” Batin Eunjae
“ Oh sudah datang ya. Sini,” kata Eunhyuk ke Eunjae
“ Arraseo” jawab Eunjae yang langsung menghampiri Eunhyuk
Pembantu Eunhyuk datang dengan membawa 2 gelas es jeruk yang tampak segar dimata Eunjae. “ Ini munimnya, Oh ya Eommanya Eunhyuk sedang di rumah, Eunjae mau bertemu?” kata Pembantunya sambil menyerahkan dua gelas es jeruk
“ Tak PERLU” Jawab singkat Eunhyuk
“ Waee? Sejak aku kesini aku belum pernah melihat eommamu. Aku ingin cipika cipiki dengannya” kata Eunjae
“ Ani, lebih baik kau belajar disini saja” jawab Eunhyuk
“ Em suruh saja Eommanya kesini” kata Eunjae ke pembantu Eunhyuk
Pembantu itu langsung memanggil Eomma Eunhyuk. Namun Eunhyuk pergi meninggalkan Eunjae yang masih menyeruput es jeruk yang disediakan tadi. Eunhyuk masuk ke rumahnya dan kembali ke kamarnya. Eomma Hyuk akhirnya datang, “ jangan khawatir, Eunhyuk hanya sedikit labil kali ini” kata eomma Hyuk
“ Ani waeyo ? “ tanya Eunjae
“ Ada sesuatu yang aku sembunyikan darinya. Namun dia tetap saja ingin mengetahuinya. aku sangat menyayanginya, Bahkan jika aku salah paham, aku tidak akan memberitahukannya. Karena dengan melakukan hal itu, Eunhyuk tidak akan merasakan sakit” jelas Eomma Eunhyuk
“ Walaupun begitu dia tidak bisa melakukan seenaknya ke ibunya” jawab Eunjae
Setelah menjelaskan hal itu ke Eunjae, Eomma Hyuk pun pergi. Eunjae masih diam, ia berpikir bagaimana sakit Keduanya. “ Masalahnya terlalu berat” Batin Eunjae
Tanpa berpamitan Eunjae pulang, meninggalkan Eunhyuk yang masih dalam kamarnya. Eunjae melangkah ke gerbang depan untuk naik taksi. Terlihat Eunhyuk memandanginya dari jendela kamrnya. “ Maafkan aku Eunjae. Kali ini aku sangat membencinya” Batin Eunhyuk
Di sekolah, Eunjae masih mencari cari buku tulis fisikanya. “ Apakah tertinggal di rumah Eunhyuk ?Aisssh Babo Eunjae” Batin Eunjae bertanya tanya.
Eunjae berlari menuju kelas Eunhyuk. Ia mencari cari Eunhyuk. Memberanikan diri Eunjae pun bertanya ke salah satu teman Eunhyuk, “ Chogiyo, Apakah Eunhyuk belum datang ?” kata Eunjae ke teman Eunhyuk
“ Ani, dia ijin hari ini. Aku dengar sih dia sakit. Padahal hari ini kelas kami ada ulangan Fisika” jawab teman Eunhyuk
“ Mwo ? sakit ? Ah arasseo” kata Eunjae sambil meninggalkan kelas itu. “ Dia sakit!! Sakit apa ? padahal kan kemarin masih baik baik saja. Coba aku sms dulu” Batin Eunjae langsung mengambil HP nya di saku depannya.
Eunjae : Kau dimana ? {tidak di balas}
Eunjae : Apakah kau tidak sekolah {tidak di balas}
Eunjae : Apa kau sakit ? {tidak di balas}
“ Aisssh kenapa dia tak membalasnya. Apa aku kerumahnya saja ???” Gerutu Eunjae
Pulang sekolah Eunjae langsung pergi ke rumah Eunhyuk, ia juga harus mengecek apakah buku fisikanya tertinggal di rumah Eunhyuk. Pembantu Eunhyuk yang sepertinya sudah paham tujuan kedatangan Eunjae kesana menyapa dengan ramah. “ Mau ngambil buku kan ?? Oh ya tadi Eunhyuk tak sekolah. Ia sakit”
“ Ne, Arayeo. Dia sakit apa ?” tanya Eunjae
“ Maagnya kambuh karena sejak kemarin kamu kesini ia belum makan. Apakah kau mau membantu saya ? dia tak mau makan jika aku yang memberikannya.” Jawab pembantu itu
“ Araseo. Aku akan membantunya.” Kata Eunjae
Eunjae bersama pembantu tadi berjalan menuju dapur lalu menghampiri kamar Eunhyuk, “ Wowo kamarnya dari luar indah juga. Rapi lagi “ Batin Eunjae
“ Eunhyuk-ah, Kajja makan. Aku Eunjae!!” kata Eunjae di luar pintu
“ Ani, ani, pulang saja sana !!” jawab Eunhyuk
“ Aku sudah membawa kunci kamarmu ! kalau kau tak mau membukanya akan ku buka sendiri” kata Eunjae lagi
“ Buka saja.” Jawab Eunhyuk
Eunjae membuka pintu. Tampak Eunhyuk sedang duduk santai di depan meja belajarnya, satu tangannya memegang perut dan satunya lagu memegang kepala.
“ Lihat !! Perutmu sakit bukan ? Makanya makan lalu minum obat. Kalau begitu terus mana bisa sembuh. Sini aku bantu” kata Eunjae sambil membantu Eunhyuk makan
“ Kubilang pergi, pergi saja !!” jawab singkat Eunhyuk
“ Aku akan pergi kalau kau sudah makan” kata Eunjae lagi
Dengan sedikit paksaan dari Eunjae, akhirnya Eunhyuk mau makan. Yaaah walaupun hanya 5 sendok namun Eunjae sudah puas. Ia langsung mengambil obat yang ada di meja. Segera obat itu di berikan ke Eunhyuk. Hati Eunhyuk luluh dengan ketekunan Eunjae. “ Anak ini sangat perhatian juga. Kupikir ia brutal” batin Eunhyuk
“ Sebaiknya kau sekarang tidur. Aku mau pulang dulu” kata Eunjae ke Eunhyuk
Srett ~~~~~~
Paginya di Eunhyukbersiap siap untuk ke sekolah. Perutnya sudah tidak bermasalah lagi namun wajahnya masih pucat. “ Aku harus mengembalikan buku ini ke Eunjae. Ia pasti mencarinya” Batiin eunhyuk sambil menggenggam buku fisika milik Eunjae
“ Yak. Eunjae-ah ini bukumu bukan ?” teriak Eunhyuk mengagetkan kelas yang disebut sebagai kelas neraka itu
“ Oh Gure. Aku lupa mengambilnya kemarin. Neo Gwencanna ??” balas Eunjae
“ Oh, nan gwencanna. “ Kata Eunhyuk sambil meninggalkan kelas itu
Di dalam kelas Eunjae ditanya oleh teman sebangkunya.
“ Ya bukankah dia yang juara Olyimpiade itu ?” tanya temannya
“ O, Wae ?” jawab Eunhyuk
“ Bagaimana dia bisa mengenalmu ?” tanya temannya lagi
“ dia kan guru belajarku. Ya sudah aku mau ke kamar mandi dulu” jawab Eunjae langsung keluar kelas
Di kamar mandi Eunjae melihat Eunhyuk yang sedang berdiri di wastafel sambil memegang mulutnya. “ Ya neo gwencanna ? “ tanya Eunjae menghampiri Eunhyuk
“ Pergi dari sini !! “ Jawab Eunhyuk sambil mendorong pergi Eunjae
“ Ani, Angga. “ kata Eunjae
“ Ya sudah aku akan mencari kamar mandi lain.” Jawab Eunhyuk
“ Kenapa dia ? sepertinya dia sakit lagi. Mukanya pucat sekali” Batin Eunjae sambil memandangi Eunhyuk yang berjalan membelakanginya
Sampai di kelas Eunjae masih saja berpikir tentang Eunhyuk. Hingga pelajaran terakhir ia masih berpikir. Bel pulang berbunyi, Eunjae langsung bergegas ke taman tepat dimana biasanya Eunhyuk lewat mengambil mobilnya. “ Mobilnya tak ada, Apa dia di antar ?” Batin Eunjae
Benar Eunhyuk memang di antar supir rumahnya hari ini. Badannya yang tidak begitu sehat mengharuskan ia untuk diantar. Eunjae menunggu ayahnya di deoan gerbang sekolah. Pukul setengah 2 tepat Ayahnya datang. Ia langsung masuk ke mobilnya.
****
Malam hari Eunjae berada di kamarnya. Tiba tiba Handphonenya berdering. Ada Sms dari Eunhyuk
GuruHyukGanteng : ikut aku yuk !!
Eunjae : Kemana ?
GuruHyukGanteng : Keluar aja, ke taman kota. Sumpek di rumah nih
Eunjae : Sekarang ? Jemput aku yah
GuruHyukGanteng : Nggak tahun depan. Ya sekarang lah. Oke
Eunjae bersiap siap. Hari ini memakai celana jins, ham Coklat tua dan sepatu kets yang kinclong. Mobil Eunhyuk melaju pesat di malam yang dingin. Sampai di depan rumah Eunjae Eunhyuk turun dan menyapa keluarga Eunjae.
Eunjae turun dari kamarnya. Kali ini ia tampak sederhana namun cantik. Eunhyuk langsung berpamitan ke ayah Eunjae. Mereka pergi dengan sedan hitam kinclong itu.
Di taman, mereka membeli ice cream dan menikmatinya di bawah pohon beringin yang di sulap seperti bentuk jamur.
“ kenapa kamu ? malam malam kok keluar. Biasanya gak begitu. “ kata Eunjae membuka pembicaraan
Sambil menikmati es krim nya Eunhyuk menjawab “ Bosen aja di rumah. Soal soal Kima di buku udah abis ku kerjain. “
“ Kerjain aja punyaku. Hahahha” tawa renyah Eunjae menyambut
Ketika menikmati ice cream, Eunhyuk melihat ibunya bersama seorang lelaki. Tampangnya seperti Ajussi. Tatapan Eunhyuk langsung berubah, ia langsung pergi menghampiri ibunya “ Eomma, Nuguya? Nugurago ?” Bentak Eunhyuk ke ibunya
Eunjae yang mendengar hal itu, langsung menyeret Eunhyuk agar emosinya tak menjadi jadi. “ Kajja pergi dari sini saja. Kajja kajja. Annyeong haseyo “ Kata Eunjae sambil menyeret Eunhyuk agar mennjauh dari ibunya.
Di lain sisi, Eunhyuk yang masih marah mencoba untuk menahannya. “ Neo gwencanna ? Jebal turunkan emosimu “ kata Eunjae ke Eunhyuk
“ Aniya, nan gwencanna. Ayo kita pulang” kata Eunhyuk
Di dalam mobil Eunhyuk bercerita tentangnya dengan Eommanya. Eunjae yang sudah mengetahui itu berpura pura simpati agar Eunhyuk tidak marah lagi. “ Eunjae-ah, kau tau !! setelah kau datang ke kehidupanku aku sedikit berubah. Aku tak murung lagi. “ kata Eunhyuk
Deg. Eunjae kaget dengan ucapan tadi. “ Apa kau menyukaiku ?” Batin Eunjae
“ Eunjae-ah. Sejak kau datang dan memberi perhatian yang tulus aku merasa jika aku nyaman bersamamu. Maukah kau bersamaku ?” tanya Eunhyuk
“ Em ah ehm O, “ jawab Eunjae gugup
Tak terasa percakapan itu harus berakhir. Mereka sudah berada di depan rumah Eunjae.
“ Anneyong Eunjae-ah “ kata Eunhyuk
“ Annyeong..” jawab Eunjae
Eunhyuk meninggalkan rumah Eunjae. Di dalam kamar Eunjae terus berpikir “ Dia menyukaiku ? dia ingin bersamaku ? Aissh kenapa aku jawab Iya. !!Aissh babo Eunjae. Kenapa aku tidak berpikir dulu !!”
DI SISI LAIN ~~~~~
Eunhyuk sampai di rumahnya. Memakirkan mobil hitam nya. Ia senyum senyum sambil berlari ke dalam rumahnya. Eunhyuk melihat ibunya sudah sampai rumahnya lebih dulu.
“ Eunhyuk-ah, mianhe jeongmal mianhe” kata Eommanya di depan tv
“Eunhyuk tak menjawabnya ia langsung pergi ke kamarnya. Namun ibunya berusaha memegang tangannya. Alhasil Eunhyuk berhenti melangkah.
“ Jebalyo, Maafkan eomma. “ kata Eommanya sambil sedikit meneteskan air mata
“ Air matamu tak akan membuat hatiku sembuh. Biarkan aku pergi” jawab Eunhyuk
“Aku tidak akan meleppaskan ini, sebelum kau memaafkan aku” kata Eommanya lagi
“ Lalu jika aku memaafkanmu, apa kau tetap berjalan dengan laki laki murah seperti itu ? Dimana harga dirimu eomma !! Kau telah membuatku kecewa” jawab Eunhyuk
“ Eomma seperti ini karena ayahmu. Keadaan mengharuskanku untuk seperti ini “ kata Eommanya lagi
“ Mwo ? kau menyalahkan keadaan ? Kehidupan adalah 10 % yang terjadi pada dirimu, 90 % sisanya adalah bagaimana kau menghadapinya. Aku sudah cukup muak dengan semua ini. Lebih baik aku pergi dari rumah ini” jawab Eunhyuk yang meninggalkan ibunya
“ Hyukjae-ah HYUKJAE-AH” Kata Eomma Hyuk
Hyuk mengeluarkan mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan cepat. Dengan menahan emosi dia melajukan mobil hitam itu. Udara malam ini sedikit dingin. Gerimis mulai berdatangan. !!
Eunhyuk berhenti disebuah taman kota. Ia melihat anak kecil yang sedang bersenang senang dengan Eommanya. Ia sedih kenapa keluarganya seperti ini.
Tak kuat melihat keadaan itu ia melajukan mobilnya lagi. Ketika sampai di pertigaan kota ia tak menoleh ke kanan kirinya. Ia langsung menyebrang seenaknya dan alhasil
BRAKGKGK
Mobil Hyuk membalik. Mobil itu di hantam Truk Barang yang sedang melaju sedang. Hyuk yang tak sadarkan diri berusaha di evakuasi oleh petugas Ambulance. Kepala, Tangan hingga kakinya berlumuran darah. Sebuah kecelakaan yang parah menimpa Hyuk hingga Ia diharuskan melakukan Operasi di tiga tempat sekaligus.
“ Mwo ? KECELAKAAN ? Araseeo” Suara teriakan yang cukup keras terdengar di rumah Hyuk
Eomma Hyuk sudah di beritahu tentang hal ini. Ia langsung menuju ke Rumah sakit. Disana Hyuk masih ditangani oleh dokter Gawat Darurat. “ Oddilyeo ?” kata eomma Hyuk ke receptionist RS
“ dia sedang menjalani operasi” jawab sopan dan ramah “ silakan tunggu disitu
Satu jam kemudian~~~
Seorang dokter keluar dari ruang operasi .
“ Eotokkhe ? bagaimana keadaannya ?” tanya Eomma Hyuk ke dokter itu
“ dia baik baik saja. Operasi berjalan lancar. Hanya tinggal memindahkan ke kamar saja” jawab dokter itu
Tak beberapa lama kemudian Eunhyuk dengan bantuan nafas di wajahnya itu di bawa ke sebuah kamar yang tak jauh dari jalan utama. Eommanya langsung duduk di sebelahnya dan berkata “ apa kau tertekan ? hingga kau harus mengalami kecelakaan ini ? “
Hyuk memulai membuka matanya ia melihat di sekelilingnya. Kepalanya masih terasa pusing, ia melihat bahwa eommanya berada di sofa panjang itu sedang tertidur pulas.
“ Ahh... Eunjae. Dimana dia ?” lirih Eunhyuk
“ Kau sudah bangun ? apa kau ingin Eunjae disini ?” tanya Eomma hyuk’
Tak lama kemudian Eunjae datang ke rumah sakit. Ia kaget melihat keadaan Eunhyuk yang terbarin lemah di ranjang tidurnya. “ Eunhyuk-ah neo gwencanna ? Eottokhe?” kata Eunjae
“ O, nan gwencanna” jawab Eunhyuk
“ Hyuk-ah eomma minta maaf, kali ini eomma akan berubah. “ kata eomma Hyuk
“ Arraseo. Jika kali ini kau mau berubah aku akan memaafkanmu.” Jawab eunhyuk
Berhari hari Eunhyuk masih di Rumah sakit dengan tulus Eunjae merawat Eunhyuk. 2 Minggu kemudian Eunhyuk sudah boleh pulang ke rumahnya. Diantar oleh Eunjae, kali ini Eunhyuk sangatlah senang.
Sebulan kemudian, hubungan Eunhyuk dengan Eunjae semakin hangat, mereka selalu bersama. Masalah Eunhyuk dengan eommanya sudah terlesaikan.
THE END
Mianhe jelek, dan mau membacanya !! ^^

Minggu, 23 Juni 2013
Langganan:
Postingan (Atom)











