Minggu, 30 Desember 2012

Fan Fiction Escape from the Undead Land [ Part 2 ]

Tittle                : Escape from the Undead Land [ Part 2]
Author             : Jung Yeonmin

Posted by Lee Hyemi

Cast                 : Lee Hyukjae, Kim Youngwoon, Lee Donghae, Jo Youngmin
Genre              : Horror, Thriller, Friendship, Family, Fantasy
Rating              : PG-13 (yang ini aku rating PG-13 soalnya rada sadis *mungkin* hehe ^^)
A.N                  : Annyeong, maaf aku main bekel sama onewnya kelamaan #plak xD. aku kembali dengan part 2 nya~ harap dimaklumi kalau fanficnya jelek dan sama sekali ga ada thriller atau horrornya soalnya aku masih newbie hehe, oh iya kalo udah baca please banget yaa like atau comment. Aku butuh banget comment dari kalian semua untuk review buat tulisanku berikutnyaa >< dan jangan lupa visit wordpress aku:
http://www.thedreamerstory.wordpress.com
kalau kalian ngerasa pernah ngebaca fanfic ini ditempat yang lain dengan author yang beda tolong hubungin aku yaa di twitter (@viqivi) atau invite aku di bbm (pin: 25E96E0B)
Kamsahamnida *bow*
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

EunHyuk POV
“Axphrote?? Kota mayat hidup?? Maksutmu zombie?? Ayolah jangan bercanda! Para penduduk desa ini sedang membuat kejutan untukku??
“Tidak, mereka mayat hidup namun bukan zombie.. Mereka semua disebut Aphr, Mereka adalah jiwa yang tidak dapat kembali ke alam sana, mereka terjebak penuh dengan dendam dengan penderitaan yang mereka alami selama hidup, namun tak jarang ada jiwa yang tersasar kesini namun sayang.. Begitu jiwa yang tersasar itu datang maka ia tidak dapat keluar.. Mereka seperti terikat.. Para Aphr itu memaksa jiwa yang tersasar itu untuk menjadi bagian dari mereka..”
“Ha.. Ha ha ha ha kau tak pintar melawak lee donghae!”
“Tidak.. Aku serius.. Tadinya kufikir kau sama dengan ku..”
“Apa?? Manusia kan?? Kita memang sesama manusia! Pabo!”
“Tidak tidak, kalau aku manusia… Sudah sejak lama aku menjadi tumbal pemimpin mereka” katanya sambil menggelengkan kepalanya cepat. Aku tercengang mendengar perkataannya.
“Lihat ini..” Lanjutnya dan iapun menggulung baju kemeja putih panjangnya hingga aku dapat melihat sebuah tanda yang terdapat di lengannya.
“Kau… Apa itu? Aku.. Tidak mengerti..”
“Ini adalah tanda yang mereka berikan untukku dan memaksaku untuk menjadi bagian dari mereka..”
“Itu hanya tato”
“Ya.. Memang karena tidak sepenuhnya aku berubah menjadi Aphr, aku hanya akan berubah menjadi Aphr seutuhnya jika mereka memberikan kekuatan yang cukup untuk raja mereka.. Tapi.. Aku akan berubah menjadi Aphr dikala bulan menghilang di balik awan.. Inilah kenyataannya aku tidak berbohong”
Aku menatap lekat donghae, dan berusaha mencerna semua ini.. Aku menarik nafasku panjang dan memejamkan mataku.
“Oke.. Tapi.. Kau memiliki fisik yang sempurna tidak seperti para Aphr itu..”
Donghae menatapku dan tersenyum pahit.
“Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini.. Tapi ini hanyalah satu-satunya cara untuk membuatmu percaya”
Iapun membuka kancing baju kemeja putihnya. Aku dapat melihat jelas di wajahnya, ia terlihat ragu melakukannya. Kini semua kancing kemeja putihnya telah terlepas, dengan perlahan iapun membuka bajunya. Aku terbelak melihat pemandangan dibalik kemeja putihnya. Bukanlah sebuah perut dan dada yang dilapisi daging, aku mendapati kulit daging yang terbakar sehingga menyebabkan lubang-lubang besar dimana-mana. Aku dapat melihat jelas tulang rusuknya yang telah berwarna kehitaman, salah satu rusuknya patah namun tidak sepenuhnya patah. Rusuk tersebut bergelayutan menggantung sehingga setiap kali ia bergerak rusuk yang menggantung itu akan mengenai jantungnya yang sudah tidak lagi berdetak.
Menyebabkan jantung itu tercabik-cabik sehingga terlihat banyak sobekan-sobekan namun tidak ada darah yang keluar. Aku juga dapat melihat ususnya yang menyembul keluar menyebabkannya untuk memegang dengan tangannya agar usus tersebut tidak berceceran. Paru-parunyapun menciut, menjadi kecil dan kering bagai daun yang telah kering.
Tidak henti-hentinya mataku membelak melihat pemandangan itu. Tidak.. Aku tidak mengerti, apa sebenarnya ini semua?? Aku pasti bermimpi! Ya, aku pasti sedang bermimpi buruk dan besok.. Aku pasti akan terbangun di kamarku, di rumahku, bersama orang tuaku. Perlahan aku merasakan gelap disekitarku, gelap, sunyi, senyap.
……~……
“Bodoh, masa hanya terjatuh saja kau menangis.. Kaukan 3 menit lebih tua dariku! Harusnya kau lebih dewasa dariku..”
“Aku menangis bukan karena kesakitan”
“Lalu?”
“Dulu.. Sewaktu appa dan eomma masih bersama kita.. Ia selalu meniup lukaku dengan lembut dan membacakan mantra-mantra untuk menyembuhkan lukaku.. Tapi sekarang tidak lagi..”
“Sini biar aku yang melakukannya!”
“Tidak! Pasti akan berbeda.. Aku rindu appa dan eomma”
“Kau pikir aku tidak merindukan mereka..”
“Hey… Apa ada tempat kita untuk pelarian?”
“Maksutmu?”
“Ya.. Pelarian dari hidup ini..”
“Kau ingin menyusul appa dan eomma?? Jangan bodoh!”
“Hehe.. Dunia ini membenci kita.. Tapi aku tidak ingin mati.. Aku ingin ke suatu tempat dimana kita dapat menghukum orang-orang yang telah jahat kepada kita.. Orang-orang yang telah menyakiti appa dan eomma…”
“Tidak ada tempat seperti itu..”
“Ada!”
“Kau gila”
“Tidak.. Aku serius ayo ikut aku..”
“Kemana?”
“Ke surga yang sesungguhnya..”
…..~……
Donghae POV
            Dia membuka matanya perlahan, dibawah siraman matahari yang samar. Ia terlihat sangat shock, harusnya aku tahu aku tidak boleh menunjukan itu tapi.. ini adalah satu-satunya jalan untuk membuatnya percaya. Ia menyentuh kepalanya dan menarik nafas berkali-kali, wajahnya terlihat sangat tegang dan jiwanya masih tidak bisa menerima semua itu. Tapi dia mencoba untuk mempercayainya. Ia menekukan kedua kakinya dan melingkarkan tangannya di dengkulnya. Ia juga memijit-mijit jidatnya. Tidak banyak yang bisa kulakukan, aku hanya bisa menatap kasihan kepadanya.
“maafkan aku.. “ kataku dengan suara tercekat.
“baiklah.. jadi ini bukan mimpi.. jelaskan kepadaku semuanya dengan jelas!”
“kau yakin sudah siap?”
“ya..” jawabnya singkat
“baiklah.. tadi aku sudah menjelaskan apa itu aphr, dan jiwa yang tersesat untuk bergabung menjadi bagian dari mereka… kau tahu orang yang kau sebut `bibi hyeon`? dia sebenarnya bukan bibi hyeon-mu, dia hanya meminjam jasadnya pasti sebenarnya bibi hyeonmu sudah meninggal..”
“apa??? Jadi.. maksutmu di balik tubuh bibi hyeon itu adalah aphr??”
“benar, para aphr itu sangat setia kepada raja mereka.. pasti itu suruhan raja Hactrex..”
“berarti.. sejak awal mereka semua sudah merencanakan ini??? Apa jangan-jangan mereka sengaja membunuh bibi hyeon untuk melancarkan ini semua?? Kenapa harus aku?? Apa tujuan mereka???”
“well, aku juga tidak mengerti… bagaimana mereka memilih tumbal, mungkin kau mempunyai `sesuatu` yang membuatmu menjadi tumbal.. para aphr itu akan mencari mangsa untuk menjadi tumbal untuk raja mereka.. raja Hactrex, ia adalah raja yang membutuhkan `makanan` berupa jiwa manusia yang masih hidup dan memiliki sesuatu itu, ia memakan jiwa manusia itu untuk kelangsungan keabadian semua aphr dan juga membuat makhluk sepertiku menjadi aphr seutuhnya, namun untunglah manusia yang mempunyai sesuatu itu sangat sedikit dan sulit mencarinya, sedangkan para aphr itu.. akan meminum darah segar manusia layaknya dracula dikala mereka lapar”
“kenapa mereka menginginkan keabadian??? Bukankah lebih baik jika mereka langsung pergi ke alam sana?”
“mereka hidup abadi demi memusnahkan manusia-manusia yang telah mengganggu hidup mereka selama di dunia beserta keturunannya, setiap hari aphr selalu bertambah karena makin banyak jiwa yang menyimpan dendam pada akhir hayat mereka.. makanya, bentuk fisik para aphr ini tidaklah sempurna..”
“oke.. itu artinya aku tidak aman disini??? Bagaimana aku bisa keluar dari sini?”
“iya itu benar, untunglah aku berhasil mencium keberadaanmu dan membawamu kemari, disini aman kita sudah jauh dari tempat `bibi hyeon-mu itu` lagipula.. kalau kau berhasil diserahkan kepada raja Hactrex.. aku akan menjadi aphr untuk seutuhnya.. aku tidak mau itu terjadi..”
“raja Hactrex? Siapa sebenarnya dia?? “
“raja Hactrex adalah raja yang membuat tempat ini, kudengar.. ia adalah manusia setengah iblis, ia meminta bantuan kepada para iblis untuk menjadi bagian dari mereka.. Memberhentikan detak jantungnya, itu akan terus berlangsung selama ia memakan jiwa manusia hidup”
“berarti.. dia masih hidup?”
“dia tidak mati, namun juga tidak hidup.. dia sama seperti youngmin.. si kembar yang kau temui waktu itu…”
“aku tidak mengerti bagaimana bisa tidak mati namun juga tidak hidup! Dan youngmin itu.. bukannya dia adalah aphr????”
“ini sulit untuk dijelaskan kepadamu, begini intinya.. kau baru bisa keluar dari sini dengan dua cara. Kau akan mati dengan layak dan pergi ke alam sana dengan tenang, atau kau yang membunuh raja Hactrex. Tapi aku yakin membunuh raja Hactrex kemungkinannya 0,01%.. terlalu berbahaya, jangankan mendatanginya, memasuki wilayahnya saja kau sudah tercium oleh para pengawalnya, kau akan langsung diserahkan kepada raja Hactrex dan ia akan memakan jiwamu.. dan aku akan menjadi aphr seutuhnya..”
“lalu.. tidak ada cara lain??”
“ya.. satu-satunya cara hanyalah.. mengirimu ke alam sana.. tenang saja ini tidak akan sakit aku akan melakukannya dengan cepat”
akupun beranjak dan mulai mengeluarkan taring beserta cakar dari kedua tanganku. Ia hanya terdiam dan tak bergeming sesentipun. Ia terdiam, dan menatapku ia tidak terlihat ketakutan tidak seperti manusia yang sebelumnya.
“aku tidak ingin mati, aku akan melawan raja Hactrex itu!” katanya tiba-tiba ia terlihat tidak gentar sedikitpun telah mengatakan itu.
“maafkan aku, ini yang terbaik untukmu ini terla—– “
“aku tidak mau mati! Aku ingin kembali! Aku akan mengalahkan raja Hactrex! Aku akan membunuh raja Hactrex, dan para aphr ini akan ke alam sana dengan tenang, mereka tidak akan mengganggu manusia lagi dan tidak perlu membunuh manusia lagi, dan kau.. kau tidak perlu menjadi aphr! Aku berjanji semuanya akan baik-baik saja jika kau mau berjuang bersamaku! Apa kau tidak pernah memikirkan itu??”
“itu terlalu beresiko, kita terlalu sedikit..”
“lalu.. kau akan terus membunuh manusia-manusia yang akan menjadi tumbal untuk membuatmu tidak menjadi aphr seutuhnya???? Sampai kapan kau akan seperti itu??? Untuk apa kau melakukan itu! Itu percuma! Kau akan selalu abadi, hidup dalam pelarian”
Aku terdiam mendengar ucapannya. Aku benci mengakuinya tapi ia benar, tidak ada gunanya aku membunuh para manusia itu.. toh mereka tidak akan pernah berhenti mencari manusia-manusia lainnya yang memiliki sesuatu itu dan aku tidak tahu sampai kapan mereka akan berhenti. Dan.. aku juga tidak akan pernah bisa ke alam sana dengan tenang.
“kita hanya berdua, dari ribuan aphr yang ada disini..” kataku
“kita bertiga! Youngmin.. ia manusia kan? Aku merasakan nafasnya dan darah yang mengalir di tubuhnya..”
“tapi ia dijaga oleh para aphr itu..”
“kenapa ia tidak dijadikan tumbal?”
“dia adalah manusia special, dia adalah jiwa kedua dari raja Hactrex… bisa dibilang setengah jiwa raja Hactrex merasukinya, youngmin yang dingin adalah raja Hactrex sedangkan youngmin yang menangis adalah youngmin yang asli.. kita tidak mungkin meminta bantuannya..”
“kenapa raja Hactrex merasuki youngmin?”
“mungkin untuk memantau secara langsung mangsa yang telah didapat oleh para aphr tanpa menimbulkan kecurigaan.. tapi..”
“tapi apa?”
“yaah.. mungkin youngmin bisa menjadi youngmin jika kita mengeluarkannya dari rumah itu”
Akupun memasukan kembali taringku dan juga cakar dari kedua tanganku. Ia tersenyum.
“baiklah, kuanggap itu persetujuan darimu”
Youngmin POV
“gawat.. manusia itu menghilang!! Kita menghilangkannya lagi, pasti kerjaan arwah itu lagi!”
“cepat cari manusia itu, sebelum arwah itu membunuhnya lagi!’
“tuan Hactrex akan marah besar!”
“tidak sebaiknya kita mencari manusia yang baru saja!”
“sangat sulit, aku yakin manusia itu masih hidup.. aku masih bisa merasakannya!’
“pergi lagi..” kataku pada diriku sendiri.
Aku menatap ke arah  jendela kecil yang berada di kamarku. Seperti hari-hari pada biasanya, cahaya matahari yang samar, berkabut, dan banyak aphr mengerikan berlalu lalang. Mereka bilang.. manusia itu masih hidup? Mungkin tidak lama lagi ia akan sama seperti manusia lainnya, ia akan mati. Itu mungkin jalan terbaik untuknya tapi.. kalau seperti itu terus sampai kapan aku akan hidup begini? Aku lebih memilih mati sekalian daripada hidup tersiksa seperti ini.  Akupun memijat-mijat keningku, dan memejamkan mataku.
Krssk krssk
Aku membuka mataku secara tiba-tiba, suara apa itu tadi? Seperti ada seseorang. Suara itupun terdengar lagi kini lebih jelas. Akupun menatap kesekelilingku. Mungkinkah ada aphr yang mendekati kamarku? Suara itu semakin terdengar jelas ketika aku mendekati jendela. Akupun mengambil pedang yang terletak didekatku, pedang yang selalu melindungiku untuk menghancurkan aphr itu dikala mereka mencoba membunuhku.
“sia—-“
“youngmin-ssi, jangan takut aku bukan aphr..”
Aku mengerutkan dahiku dan mendekati jendela dengan perlahan
“sst, jangan keras-keras nanti kita ketahuan..”
“nugu-ya?”
“aku lee donghae, arwah yang tersasar yang sedang menjadi buronan.. aku akan mengeluarkanmu dari sini”
“jinjja?” Kini aku sudah tepat berada di depan jendela namun aku masih tidak berani melihat sosoknya.
“iya, aku punya rencana begini …”
Iapun menjelaskan panjang lebar rencananya, aku mendengarkan dengan seksama. Semua yang dikatakannya memiliki resiko tinggi, aku tidak yakin rencana ini akan berhasil. Ia berkali-kali mengatakan bahwa ini akan berhasil dan dia tidak akan menghianatiku. Entahlah sangat sulit untuk percaya pada siapapun disini, tidak ada satu orangpun yang aku percaya lagi semenjak kejadian-kejadian buruk menimpaku. Setelah ia selesai mengatakan rencananya, aku memikirkannya hingga berkali-kali dan ia terus menunggu jawabanku.
“kenapa kau tiba-tiba ingin aku keluar? Bukannya selama ini kau egois, kau selalu memikirkan keselamatanmu!”
“ini permintaan anak manusia itu, aku juga ingin terbebas selamanya dari sini..”
“kau ingin aku membantumu melakukan perlawanan?”
“kita akan keluar bersama-sama dari tempat aneh ini aku berjanji”
“bagaimana aku bisa percaya kepadamu?”
“kau tadi dengar pembicaraan para aphr itu kan? Manusia itu belum mati.. ialah yang mencetuskan semua ide gila itu”
“kenapa kau menurutinya?”
“karena aku—“
Kalimatnya terputus karena tiba-tiba saja seseorang mendekati kamarku. Akupun membalikan badanku, oh tidak aphr lagi. Kali ini adalah aphr yang berjalan dengan sebelah kaki yang patah dan menggantung. Di tangan kanannya, aphr tersebut dengan nikmatnya mengisap darah segar dari lengan manusia. Ia menghisap dan menjilati dengan nikmat tulang yang menyembul dari lengan manusia tersebut. Aku hanya bisa menelan ludah, aku benci melihat pemandangan ini.
“Ada apa?” Tanyaku.
Ia melepaskan mulutnya dari hisapan ke lengan manusia itu, iapun menjilati darah yang berceceran di sekitar bibirnya. Barulah ia mulai berbicara.
“Kau mau?” Katanya menyodorkan lengan manusia yang terdapat darah yang menetes-netes kepadaku.
“Tidak, cepat katakan ada apa?”
“Anak manusia itu hilang lagi”
“Aku tahu”
“Oh”
“Hanya itu?”
“Hemm, kau butuh bantuan?”
Aku terdiam sejenak, aku teringat oleh rencana yang diberikan arwah itu. Akupun terdiam, aphr itu kembali mengisap lengan manusia itu.
“Tidak ada? Baiklah aku pergi”
“T-t-tunggu!! Ada! Aku ingin meminta bantuan!”
Iapun mengangkat salah satu alisnya menandakan ia menyetujui permintaanku.
“Ehem begini.. Boleh aku meminta pedang lagi? Karena.. Belakangan ini banyak aphr yang sangat kuat mendatangi kamarku.. Satu pedang saja tidak cukup..”
“Hemm baiklah..”
“Dua! Aku butuh dua buah!”
Aphr itu menatapku sejenak. Oh tidak dia curiga apa yang harus aku lakukan??
“Oke” katanya singkat dan aphr itu beranjak menutup pintu kamarku.
“Tunggu!!!”
“Apa lagi?”
“Boleh aku ikut? Aku ingin memilih sendiri pedang itu..”
“Kau yakin? Ini kali pertamanya kau keluar dengan sadar dari kamar.. Kau akan bertemu aphr..”
“Aku sudah terbiasa melihatnya dibalik jendela”
“Baiklah ayo, kalau ada aphr yang ingin menghisapmu langsung tebas saja dengan pedangmu”
“Oh.. Oke..”

Jujur aku takut

         Aku mencoba bersikabpsebiasa mungkin agar tidak terlihat mencurigan. Berbagai macam aphr yang menyeramkan dapat kujumpai di sepanjang lorong menuju penyimpanan benda-benda keramat. Syukurlah, mereka telah terbekali oleh darah segar manusia sehingga tidak ada aphr yang lapar dan akan menghisap darahku. Akhirnya kami sampai disebuang lorong sempit dan sepi. Disepanjang lorong tersebut terdapat obor api yang menyala dengan redup. Kini kami berdiri tepat di depan sebuah pintu besi yang sangat kokoh dan besar tidak ada satu celah-pun disana. Setelah aphr tersebut berbicara sebuah kalimat yang sangat aneh, pintu tersebutpun terbuka. Kami melangkahkan kaki kedalam tempat itu.
Cahaya dari obor api terlihat remang-remang. Dindingnya terbuat dari batu yang lembab. Terdapat benda-benda aneh yang disusun dengan berantakan di rak-rak di dalam ruangan tersebut. Aku tertarik dengan beberapa benda yang terdapat disana.
“Apa ini?” Tanyaku menunjuk sebuah panah yang tumpul ujungnya.
“Ooh itu juga memiliki fungsi yang sama dengan milikmu, hanya saja panah ini mempunyai kelebihan bisa menghabisi lima sampai enam aphr sekaligus”
“Ohh.. Kalau ini?” Kataku sambil menunjuk sebuah kotak.
“jangan sentuh itu!” bentaknya tiba-tiba, aku terbelak mendengar larangannya.
“dan jangan Tanya aku kenapa, sudah kemari cepat pilih pedangmu yang baru lagi..” lanjutnya lagi.
“b-b-bisa kau keluar sebentar? Aku tidak bisa konsentrasi memilih jika kau masih terus disini..”
Dia seperti memikirkan kata-kataku
“tapi.. kau harus berjanji tidak akan menyentuh sesentipun barang lainnya kecuali pedang-pedang itu!”
“baiklah aku mengerti..”
“jangan lama-lama!” tukasnya sembari membalikan badan dan berjalan terhuyung-huyung kearah pintu keluar.
Iapun membuka pintu besi yang terlihat berat itu dan menutupnya rapat-rapat. Kini aku sendirian didalam ruangan itu dengan berbagai macam barang-barang aneh didalamnya. Akupun melemparkan pandanganku kesekliling arah, benar-benar tidak ada celah sedikitpun! Kalau begini bagaimana aku bisa keluar dari sini? Akupun berfikir keras.
“hey sudah selesai belum?” aphr itu memecahkan lamunanku.
“belum! Aku masih bingung memilihnya..”
Akupun segera memilih pedang yang kiranya mungkin akan berguna. Akupun melihat sebuah pedang yang unik, terbuat dari tembaga yang terdapat tulisan-tulisan aneh di tembaganya, namun gagangnya hanya berwarna polos. Akupun mengambil pedang tersebut dan memasukannya ke dalam sebuah kantung yang sudah aku persiapkan tadi. Kemudian aku teringat akan panah yang kutanyakan tadi, akupun juga mengambil panah tersebut dan memasukannya kedalam kantung. Sekarang aku sudah mendapatkan dua senjata itu, dan sekarang bagaimana caranya agar aku bisa kabur? Tiba-tiba kilatan cahaya melintas di benakku, aku tahu apa yang harus aku lakukan.
BRAAAAKKK PRAAANNNGG TUIING
Aphr itu segera memasuki ruangan. Alangkah terkejutnya ia melihat keadaan di dalam ruangan ini berubah menjadi kapal pecah. Semua jenis barang berjatuhan, barang yang pecah belah terpecah dan cairan-cairan aneh berserakan. Sangkin terkejutnya ia, kakinya yang patah namun tidak sempurna menjadi menggantung kini telah sepenuhnya patah menyebabkan ia terjatuh ke lantai karena tidak dapat menjaga keseimbangan. Iapun mengerang dan meneriakan namaku, akupun menarik nafas panjang dan mengambil ancang-ancang, seketika itu juga aku melesat berlari dan menginjak tubuhnya yang rentan hingga benar-benar remuk. Akupun berlari dan berlari, para aphr itu menatapku heran. Dari kejauhan aphr yang tadi kuinjak berteriak seperti meminta bantuan temannya. Kini para aphr itu mengejarku. Ada juga yang mencoba mencegatku namun aku berhasil menebasnya dengan pedangku.
Akupun mengingat kembali kata-kata arwah tadi, “dari arah kamar belok ke kiri dan terus berlari sampai ujung sampai kau menemui sebuah pintu masuklah disana terdapat jendela yang besar aku menunggumu disana untuk menjemputmu” begitulah katakatanya. Sulit bagiku untuk keluar melompati jendela, yaa aku memang tidak tahu berapa tinggi dan ukuran jendela itu tapi aku tidak yakin bisa melewatinya dengan mudah. Kalau arwah itu tidak ada disana untuk membantuku aku tidak akan bisa keluar dari sini.. aku pasti akan tertangkap, ini sangat beresiko.
Aku terus berlari dan berlari menerobos dan menebas para aphr yang berusaha mencegatku. Kini rasa takutku pada para aphr yang mengerikan itu telah sirna. Yang kutahu sekarang aku ingin terbebas dari tempat mengerikan ini. Aku sangat ketakutan dan membuatku nyaris gila melakukan hal senekat ini. Akupun melihat sebuah pintu pada ujung lorong ini. Akupun berlari sekuat tenaga mencapai pintu tersebut. Aku tidak menyangka ternyata salah satu dari aphr itu bisa berlari lebih cepat daripada yang kuduga. Tangannya sudah berhasil mencengkram bahuku, padahal tinggal satu senti lagi aku dapat mencapai gagang pintu. Namun aku tidak mau menyerah akupun memaksakan diri untuk menggapai gagang pintu tersebut.
Cakar-cakar yang telah rusak pada tangan aphr yang menyentuh bahuku itu kini mulai menancap kedalam bahuku. Namun tepat saat itu juga aku berhasil membuka kenop pintu akupun segera masuk dan membanting pintu. Hingga dengan sukses aku membuat telapak tangan aphr itu terpisah dari tubuhnya dan menempel pada bahuku. Akupun bergidik dan segera menyingkirkannya. Secercah cahaya remang-remang memenuhi ruang kecil itu. Akupun mendapati sebuah jendela yang cukup besar dan cukup tinggi. Akupun mendekatinya dengan perlahan. Dengan takut-takut akupun mulai mengintip di balik jendela tersebut, aku hanya mendapati semak-semak belukar. Tidak lebih dari itu. Kemana arwah itu? Jangan bilang dia… membohongiku?? Tidak, aku bisa tamat. Kenapa aku bisa bodoh sekali mempercayainya. Akupun menyenderkan tubuhku ke dinding dan menundukan kepalaku, lalu sekarang apa?
“kau mau kemana youngmin-ah?”
Tidak.. sekarang dia datang
Akupun terdiam, sekujur tubuhku merinding aku tidak menjawab pertanyaannya.
“kau mencoba kabur?”
Aku masih terdiam dan tidak menjawab pertanyaannya, mulutku benar-benar terkunci rapat. Tiba-tiba dengan sendirinya kakiku melangkah menjauhi jendela dan menuju pintu. Tidak, aku tidak ingin kembali. Sekuat tenaga aku berusaha untuk tidak melangkahkan kakiku. Akupun mencengkram kusen jendela, namun kakiku terus memaksa untuk berjalan. Dia mengendalikan tubuhku lagi. Kumohon aku tidak ingin kembali aku ingin terbebas dari tempat aneh ini.
“kumohon jangan..” kataku setengah menangis
“kau mencoba mengkhianati ku?” kini ia berbicara dengan tubuhku membuat diriku seperti gila berbicara pada diri sendiri.
Akupun menguatkan cengkramanku pada kusen jendela namun sayang, kusen jendela itu telah lapuk sehingga cengkramanku terlepas. Akupun mencakar dinding-dinding batu berharap aku bisa bertahan namun sayang, aku hanya dapat meninggalkan goresan-goresan dari kukuku pada dinding batu itu. Kakiku masih melangkah dengan sendirinya menuju pintu, aku masih berusaha untuk menolak langkah demi langkah yang dilakukan kakiku tanpa keinginanku. Terus melangkah hingga aku menginjak tangan aphr yang tadi mencengkram bahuku hingga hancur dan berserakan. Kini aku semakin dengan dengan pintu. Sekarang tidak hanya kakiku yang dikendalikannya tetapi tangankupun mulai menggapai kenop pintu dengan sendirinya. Aku dapat mendengar dari luar suar para aphr yang sepertinya telah berkumpul di balik pintu. Tidak aku tidak ingin kembali, kumohon jangan.
“TOLOOOOOOOOONNNNNNNGG” kini suara yang sedari tadi tertahan ditenggorokanku akhirnya bisa aku keluarkan.
Tiba-tiba seseorang melompat dari jendela yang besar itu. Akupun menengokan kepalaku ke arah jendela tersebut dan kakiku berhenti melangkah. Aku mendapati seorang namja yang terlihat seperti manusia, tidak seperti aphr lainnya yang memiliki bentuk fisik yang menjijikan sekaligus mengerikan. Namja itu terlihat berantakan, iapun mencoba mengatur nafasnya.
“maafkan aku, aku telat datang tadi para aphr itu mencegahku..”
“ah.. to—“ kata-kataku terputus karena ia kembali mengambil alih seluruh tubuhku.
“akhirnya kau datang, arwah yang selama ini menyulitkanku..” katanya dengan tubuhku dan mengeluarkan pedang dari dalam kantung yang sedaritadi kupegang di tanganku.
“tidak.. jangan!! LARI!! CEPAT LARI!” kataku sekuat tenaga
“tidak, aku sudah berjanji padamu, kita akan keluar bersama-sama dari tempat ini” kata arwah itu sambil menggeleng cepat.
Tubuhku dengan sendirinya mengarahkan pedang itu kearahnya. Arwah itupun hanya terdiam ia terlihat sedang berfikir keras. Kakiku mulai melangkah mendekatinya, tidak aku tidak ingin melakukan ini. Dengan cepat tanganku mengambil ancang untuk menebasnya.
“kumohon lari..” kataku namun ia tidak bergeming.
Kini tanganku bergerak dengan sendirinya menebasnya dengan rancau tapi ia berhasil kabur. Kakikupun melangkah menuju dirinya dan tanganku bergerak untuk menebasnya dengan pedangku, dan lagi-lagi ia berhasil menghindarinya. Tangan dan kakiku bergerak dengan sendirinya di luar kemauanku. Aku nyaris kehilangan kesadaranku.
JLEEEPP
            Hal yang tidak aku inginkan. Pedang itu kini menancap di dadanya. Ia terdiam dan memejamkan matanya. Pedang itu nyaris menembus tubuhnya, tidak mengeluarkan darah setetespun dari dalam tubuhnya. Kini kedua tangannya memegang pedangku. Aku terkejut melihatnya, ternyaa ia masih mempunyai sisa tenaga. Iapun mundur secara perlahan sambil terus memegang pedangku ia melangkah mundur menuju jendela. Perlahan pedang itu mulai keluar dari dadanya, namun tanganku berusaha membenamkan pedangnya kembali. Sekuat tenaga aku mencegah tanganku untuk melakukan itu, iapun menahan pedang itu terbenam kembali kedalam dadanya. Kini pedang tersebut berhasil terlepas dan iapun sudah berada tepat di depan jendela tersebut.
Iapun menarik nafas panjang dan mengambil ancang-ancang. Saat itu juga tanganku bergerak kembali dan nyaris mengenai dadanya kembali untunglah ia sempat meloncat dan membuat pedangku menancap pada kusen jendela. Ia melompat dan berdiri tepat diatas pedang. Iapun menarik tanganku sehingga tanganku terlepas dari pedang dan menggendongku di balik punggungnya, akupun dibawanya keluar meloncat melalui jendela. Perlahan aku mulai bisa menggerakan tubuhku kembali. Iapun berlari sambil menggendongku, berlari dan menjauhi rumah itu. Sudah bertahun-tahun aku menunggu waktu ini. Waktu dimana aku bisa keluar dari neraka itu, namun tetap saja.. aku masih belum bebas sepenuhnya. Dari kejauhan aku masih bisa melihat rumah itu yang terlihat rancau. Hingga rumah itupun menghilang dibalik kabut.
“maafkan aku…”
Kataku pada diriku sendiri dan perlahan aku memejamkan mataku.
~To Be Continued~
.
.
.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
[ Teaser Part 3 ]
Berilah aku kekuatan, untuk menghabisi seluruh umat manusia. Merekalah setan yang sesungguhnya, jadikan aku bagian dari kalian. Biarkan aku memusnahkan mereka, biarkan aku menyiksa mereka. Dan biarkan aku menumbuhkan rasa dendam ini.
Mereka semua harus MATI
Gimana? Aneh kan? Jelek kan?? Tolong di comment yaa tentang tulisan akuu, please bangett oke? Tunggu part 3-nya yaa ^^ Kamsahamnidaa *bow* :D

Fan Fiction Escape from the Undead Land [ Part I]

Tittle                : Escape from the Died-Man Land [ Part I]
Author             : Jung Yeonmin

Posted by Lee Hyemi

Cast                 : Lee Hyukjae, Kim Youngwoon, Lee Donghae, Jo Youngmin
Genre              : Horror, Thriller, Friendship, Family, Fantasy
A.N                  : annyeong, aku kembali dengan fanficku yang untuk pertamakalinya aku bikin fanfic bergenre horror dan thriller ke ke ke ke ke, yaah harap maklumi kalau kalian merasa sama sekali tidak mendapat horror dan thrillernya soalnya ini pertama kalinya aku bikin fanfic bukan comedy xD. oke deh, happy reading yaa ^^
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
tolong.. tolong aku..
seseorang tolong aku
panas, seseorang keluarkan aku dari sini aku mohon
appa eomma.. kalian kenapa??
aku belum ingin mati
tolong seseorang tolong aku!

Author POV
Langit biru telah terganti menjadi gelap, sang surya kembali ke peraduannya, burung gagak menyerukan nyanyiannya. sinar buatan mulai memancarkan cahayanya yang redup. sepi menyelimuti setiap mili sebuah desa yang bagaikan kota para zombie. penghuni desa tersebut berkelakuan aneh, tidak ada satupun dari mereka yang seperti hidup. mereka semua mempunyai tatapan kosong, kulit pucat, dan bibir yang pucat. bahkan, ketika orang asing menjejakan kaki mereka ke desa itu, tidak ada satupun yang tersenyum bahkan menyapa mereka.
terlihat seorang namja berusia sekitar 17 tahun, dengan berbagai macam goresan di pipinya menandakan ia tidak takut menghadapi bahaya. rahangnya yang tegas, dan matanya yang menandakan ia sama sekali tidak takut memasuki wilayah itu. terlihat jelas diwajahnya ia justru heran melihat kelakuan para penduduk desa sekaligus hawa dingin yang menembus jaket serta baju berlapis lima itu.
“hey, appa eomma kalian yakin bibi Hyeon tinggal di tempat seperti ini?”
“diamlah hyukjae! tidak usah banyak protes! appa sudah habis pikir dengan kelakuan mu ini hanyalah satu-satunya jalan yang mungkin akan merubahmu..”
“haah appa masa hanya karena aku membolos sekolah untuk berkelahi kau langsung marah padaku?”
“Apa katamu hanya??? tapi kau sudah sering melakukannya! kau tak mengerti hyukjae! kau telah mencoreng nama keluarga kita!”
“kenapa? appa malu punya anak sepertiku? kenapa appa tidak sekalian membuangku saja! tidak usah menitipkan pada keluarga atau..”
“Sudah cukup! hentikan! hentikan perkataan mu hyukjae!”
“eomma aku…”
“Youngwoon sudah lama kita tidak berjumpa..”
kata seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba saja muncul diantara kegelapan memotong pembicaraan mereka. wanita paruh baya itu tidak berbeda jauh dengan penduduk desa lainnya, kulit dan bibirnya pucat, rambutnya telah berwarna keputihan, kerutan-kerutan terlihat jelas diwajahnya, namun di bibir pucatnya ia menyunggingkan senyum yang dipaksakan.
“masuklah.. diluar sangat dingin lagipula.. Ia tidak akan senang jika kalian ribut-ribut disini..”
“Hyeon noona, kami kemari hanya untuk mengantarkan anak kami, kami sedang terburu-buru..”
“jadi ini bibi hyeon? ia terlihat berbeda dari yang di foto”
“foto itu diambil saat aku masih berusia 30 tahunan jelas itu sudah lama sekali” kata bibi hyeon sambil setengah terkekeh.
“kenapa hyukjae? kau takut?” goda eommanya.
“tidak! aku tidak pernah takut pada apapun! lagipula.. kalian memang ingin aku pergi jauh dari hadapan kalian kan?” katanya sengit.
“kauuu…”  kata appanya geram, iapun nyaris melayangkan tamparan di wajah anak semata wayangnya itu namun hal itu berhasil digagalkan eommanya.
“sudahlah, sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini kita hanya akan mengganggu penduduk desa yang lain jika terus membuat keributan..” kata eommanya.
“ya.. baiklah hyeon noona.. aku menitipkan anak ini padamu, kau boleh menghukumnya jika kau ingin..”
“iya, tenang saja Youngwoon-ah..”
Appa dan eomma namja yang bernama hyukjae itupun membalikan badannya. merekapun memasuki mobil mereka dan menghidupkan mesinnya. setelah melambaikan tangan, mobil itupun dipacu untuk berjalan beberapa menit kemudian mobil itupun menghilang dalam kegelapan.
Youngwoon POV
aku melaju mobilku dengan kecepatan standar, aku berharap begitu namun entah mengapa mobil ini dengan sendirinya melaju lebih cepat daripada yang aku inginkan. namun aku tidak menghiraukannya lagipula, aku memang ingin cepat keluar dari tempat itu. entahlah, aku juga tidak mengerti mengapa bisa-bisanya heyon noona memilih untuk tinggal di kota mengerikan itu, namun kuharap ini dapat berguna untuk hyukjae.
“yeobbo..”
“iya? ada apa?”
“kapan kita akan menjemput hyukjae.. aku kasihan padanya apa ia akan ketakutan disana?”
“tenanglah.. mungkin.. seusai liburan kita akan menjemputnya.. kurasa tidak! dia sama sekali tidak takut..”
“tapi.. tetap saja perasaanku tidak enak.. dialah satu-satunya anak yang kita miliki..”
“tenanglah, dia aman bersama hyeon noona..”
Kriiing Kriing Kringg
handphoneku berdering, memotong obrolan kami berdua. akupun menggapainya dan segera menjawab orang yang berada di sebrang telphone sana.
“annyeong, siapa ini?”
“Youngwoon hyung gawat! ini aku! ini Sungmin!”
“ah sungmin, ada apa? ada sesuatu hal yang gawat?”
“iya! Hyeon noona!!”
aku terbelak mendengar kata itu keluar dari mulut adik kandungku. mataku membulat, jantungku berdetak hebat, akupun menghentikan mobilku.
“ada apa dengannya? aku baru saja bertemu dengannya beberapa menit yang lalu..”
“APA? itu MUSTAHIL! tidak mungkin kau pasti bermimpi bertemu hyeon noona!”
“a..apa maksutmu???”
“apa tidak ada yang memberitahukanmu? heyon noona.. heyon noona.. dia meninggal akibat kecelakaan seminggu yang lalu..”
“APA???? kau pasti bercanda! aku baru saja menemuinya! itu tidak mungkin!”
“yeobbo ada apa??”
“aku tidak berbohong! hyeon noona sudah meninggal sejak seminggu yang lalu, aku terus berusaha menghubungimu namun selalu gagal.. aku mengunjungi rumahmu dua hari yang lalu namun rumah mu sepi tidak ada satu orangpun disana..”
“ayolah sungmin.. jangan bercanda! aku baru berangkat pagi ini, kemarin kemarin aku masih ada dirumah..”
“tapi hyung.. aku berani bersumpah! hyeon noona sudah meninggal seminggu yang lalu..”
akupun menulan ludah, keringat dingin mengucur dari seluruh tubuhku. nada sungmin sama sekali tidak menunjukan bahwa ia berbohong. tangan dan kakikupun langsung reflek bergerak, akupun dengan cepat memutar balikan mobilku dan melajunya dengan kecepatan tinggi. aku tidak memperdulikan suara istriku yang bertanya sambil setengah menangis melihat kelakuanku, suara dari telphone yang belum sempat kumatikanpun memanggil namaku berkali-kali. namun aku tidak memperdulikan semua itu, yang aku tahu hanya satu, memastikan semuanya. namun nihil, lajuan mobilku terhenti, terhenti oleh sebuah jalan buntu. sebuah jurang yang sangat tajam, membentang luas terdapat sungai deras dan juga hutan di dasarnya.
“apa ini??? kita tidak melewati jalan ini tadi! mana jalan menuju tempat tadi!! kemana???” tanyaku mulai frustasi dan menjambak-jambak rambutku, kini penyesalan itu mulai menyelimuti perasaanku.
“yeobbo katakan.. apa yang dikatakan sungmin itu benar??? katakan!! katakan! aku ingin bertemu dengan hyukjae sekarang!!!!” kata istriku,
pipinya telah basah oleh air mata yang tidak henti-hentinya keluar dari matanya. iapun mengguncang tubuhku, aku hanya bisa menarik nafas panjang. akupun menatap lekat jalan buntu itu, akupun mulai membuka mulut.
“HYUKJAE KEMBALILAH TOLONG KEMBALIKAN HYUKJAE KAMI!!!” kataku berteriak sekuat tenaga.
Namun tidak ada jawaban
“ANIYAA HYUKJAEE HYUKJAEE KEMBALI!!”
kini istriku mulai lepas kendali, ia menangis sejadi-jadinya dan terus menerikan nama anak semata wayang kami. Namun tetap tidak ada jawaban. Hanya nyanyian burung gagak yang terdengar, rembulan muncul dibalik awan hitam, seakan langit mengejek kami. Tidak ada satupun yang ramah kepada kami, bahkan tanah yang seakan menolak kehadiran kami. Akupun menutup mataku dan menarik nafas panjang hanya satu yang dapat kukatakan dari hati yang paling dalam
Tuhan.. tolong lindungi hyukjae kami

HyukJae POV
Bibi hyeon melangkahkan kakinya sambil membantuku membawa barang-barangku. Aku menatap kesekeliling ruangan rumahnya. Tidak se-menyeram-kan yang aku duga. Rumahnya terlihat seperti rumah pada umumnya tidak besar, namun tidak kecil hanya saja sedikit tua. Namun hanya sepi yang kudapat menyelimuti rumah sederhana itu, tidak ada satupun yang menandakan adanya kehidupan manusia lain selain aku dan bibi hyeon. Akhirnya akupun memutuskan untuk bertanya.
“bibi hyeon.. apa kau tinggal sendiri?”
“tidak.. aku tinggal bersama suamiku dan kedua anakku..”
“oh ya? Maksutmu mereka yang ada di foto ini?” kataku sambil menunjuk kesebuah foto yang berukuran cukup besar di ruang keluarga.
Terdapat bibi hyeon, seorang pria dan dua orang anak yang sepertinya mereka berdua kembar. Mereka berempat menampakkan ekspresi yang sama. Terdiam, dan menatap kosong kedepan. Namun, aku dapat melihat jelas di kedua mata anak tersebut. Mereka terlihat.. ketakutan.
“itu aku.. ada masalah?” kata seorang namja yang sukses membuat sekujur tubuhku bergidik ngeri mendengar suaranya yang sedikit tercekat.
Akupun membalikan badanku dan mendapati seorang namja yang kulitnya tidak sepucat penduduk desa pada umumnya, namun entah mengapa namja ini mengeluarkan aura yang berbeda. Rambutnya yang hitam terurai indah, bibirnyapun tidak terlalu pucat. Aku berani bertaruh namja ini seumuran denganku hanya saja ia tidak terlihat ramah.
“aku youngmin..” katanya sembari menyodorkan tangannya ke arahku. Tangannya sangat kaku, dan terlihat sangat dingin seperti es batu. Sejujurnya aku enggan menjabat tangannya, namun kurasa aku harus melakukannya mungkin saja ia akan sedikit ramah padaku.
“oh hai youngmin, aku Hyukjae.. Lee Hyukjae! Kau bisa memanggilku hyukjae atau eunhyuk” kataku sembari menyambut tangannya dan benar saja, tangannya bahkan lebih dingin daripada es batu!
“oh oke eunhyuk..” katanya singkat tanpa ekspresi.
Namun ia tidak melepaskan tanganku dari jabatannya, aku mulai heran dengan sikapnya akupun mencoba menarik tanganku, namun nihil aku tidak dapat menggerakannya. Ini aneh! Air muka anak itu sama sekali tidak berubah datar, kosong, bagai tak hidup, seperti patung. Beberapa saat kemudian air muka anak itu mulai berubah, ia mulai menitihkan air mata.
“hiks.. toloong.. hiks.. tolongg..”
Aku terbelak mendengar kata itu terucap dari bibirnya yang tidak terlalu pucat, ia menangis atau bisa kubilang air matanya mengalir, tapi ekspresinya tidak berubah, tatapannya tetap kosong. Entahlah, aku heran melihat kelakuannya tapi entah mengapa.. ia terlihat berbeda dengan beberapa menit yang lalu, ia terlihat menyedihkan. Akupun hanya bisa terdiam dan menatap dirinya yang masih saja mengalirkan air mata. Tiba-tiba bibi hyeon menarik tangan youngmin dengan paksa sehingga tanganku terbebas dari jabatannya. Bibi hyeonpun mengantarkan youngmin kedalam kamarnya dan menutup pintunya. Bisa kudengar dengan jelas, youngmin berteriak histeris tanpa terkendali.
“maaf dia.. dia menjadi gila semenjak kembarannya, kwangmin meninggal beberapa tahun yang lalu..” kata bibi hyeon sambil menundukan kepalanya.
“ani.. tidak apa, aku bisa mengerti perasaannya.. pasti sangat sedih kehilangan orang yang disayangi..”
Bibi hyeon hanya tersenyum tipis. Iapun mengangkat kembali barang-barangku dan melangkahkan kakinya lagi. Kini kami mulai menaiki anak tangga yang terbuat dari kayu, yang menyebabkan setiap langkah menyebabkan anak tangga itu berderit. Kamipun sampai di lantai dua. Hanya terdapat satu pintu. Bibi hyeonpun perlahan memutar gagang pintunya.
“ini.. kamarmu maaf kamarmu tidak terlalu bagus tapi tenang saja aku sudah membersihkannya..”
“ah iya! Kamsahamnida bibi hyeon, bagiku ini sudah cukup kok!” kataku mencoba menyunggingkan senyum.
“kalau ada apa-apa kau bisa menghubungiku di bawah, kamarku terletak tepat di samping kamar youngmin arra?”
“ne, Ahjumma..”
Bibi heyonpun meninggalkanku sendiri. Akupun menatap seisi ruangan itu. Hanya terdapat sebuah lemari, sebuah tempat tidur yang tidak terlalu besar, dan sebuah jendela yang kecil. Selebihnya kosong, lantainya terbuat dari kayu yang sama dengan anak tangga tadi, setiap aku menapakinya maka lantai itu akan berderit. Akupun meletakan barang-barangku dan tertarik dengan jendela kecil itu. Akupun berjalan dan berusaha mengintip dibalik jendela kecil itu. Akupun mendapati dibalik kabut dan langit malam aku dapat melihat jelas. Sebuah tempat yang dipagari, sangat gersang dan tidak terawatt. Terdapat berbagai macam permainan anak-anak yang sudah karatan dan usang, sarang laba-labapun turut menghiasinya.
“tempat apa ini?” tanyaku pada diri sendiri.
“ohh itu, itu dulunya tempat yang sangat menyenangkan! Biasanya anak-anak kecil bermain disana tapi beberapa tahun terakhir sudah tidak ada anak-anak lagi jadi tempat itu kini nyaris terlupakan”
Aku terbelak mendengar suara seseorang yang tiba-tiba saja berada disampingku. Aku melihat seorang namja yang sepertinya berusia sama denganku. Dia terlihat sama dengan penduduk desa lainnya, kulit dan bibir pucat, namun ia terlihat ramah. Entah mengapa aku merasa nyaman didekatnya namun tetap saja..
“SIAPA KAU???”
“aku? Aku donghae! Lee donghae, panggil saja aku donghae!” katanya dengan senyum yang sangat ramah.
“sejak kapan kau disitu?”
“sejak tadi! Kau tidak menyadarinya ya? Hahaha sangkin terbiusnya dengan pemandangan itu kau sampai tidak sadar kalau aku memasuki kamarmu!”
“kenapa kau memasuki kamarku?”
“aku penasaran mendengar suara orang yang datang, ternyata kau memang menjadi penghuni baru kamar ini!”
“me..mendengar??”
“iya! Kamarku terletak tepat di samping kamarmu”
“apa??” akupun langsung berlari menuju pintu kamarku dan segera membukanya. Ternyata ia benar, terdapat satu pintu lagi tepat di samping kamarku. Akupun menatapnya kembali.
“lihat?”
“oke… tapi tadi aku hanya melihat kamarku tidak melihat pintu kamarmu!”
“haha mungkin matamu sedang bermasalah, aku senang akhirnya aku dapat teman baru”
“kau tinggal disini?”
“ya.. aku menumpang tinggal dikeluarga ini..”
“kenapa?”
“aku tinggal sebatang kara, appa dan eommaku sudah meninggal” katanya sambil menyunggingkan senyum pahit.
“oh.. maafkan aku..”
“gwenchana, jadi.. karena apa kau kesini?”
“hemm.. yaa orang tuaku mengirimku kesini” jawabku, akupun menatapnya ia terlihat heran dengan jawaban yang ku berikan.
“maksutnya?”
“ya.. karena kelakuanku selama di sekolah tidak baik, mereka mengirimku kesini mereka bilang siapa tahu aku bisa merubah kelakuanku hhhh ada-ada saja, bilang saja mereka menyesal mempunyai anak sepertiku..”
“menyesal? Tidak ada satu orangpun orang tua yang menyesal telah membesarkan anaknya.. mereka melakukan itu pasti karena menyayangimu.. jadi.. apa yang orang tuamu lakukan kepadamu? Mendorongmu sampai dasar jurang?”
“aku tidak mengerti ucapanmu..” kataku mulai mengerutkan dahiku, hey kemana arah pembicaraan ini? Jangan bilang orang itu sama gilanya dengan si kembar tadi. Sesaat ia terdiam dan menatapku dengan heran kemudian ia kembali berbicara.
“ah tidak bukan apa-apa hahaha aku hanya bergurau” iapun tertawa
Akupun hanya tertawa, mengikuti dirinya. Yaah kurasa orang ini tidak berbeda jauh dengan si youngmin itu. Mungkin ia juga memiliki gangguan jiwa, batinku. Ternyata donghae, sangatlah ramah. Ia mengajakku mengobrol hingga berjam-jam ia juga cukup asik untuk diajak bicara ternyata ia jauh dari bayanganku. Hingga akhirnya akupun merasa lelah dan sepertinya iapun juga begitu. Iapun memutuskan untuk meninggalkanku dan kembali kemar tidurnya. Setelah mengucapkan salam kepadanya kamipun saling menutup pintu kamar kami berdua. Akupun membaringkan tubuhku ke kasur dan perlahan akupun memejamkan mataku.
Aku melihat seorang bocah kecil, diajak pergi ke sebuah taman yang sangat indah bersama kedua orang tuanya. Mereka terlihat bahagia, seorang ayah, seorang ibu dan satu orang anak. Mereka saling bercengkrama, tawa dan bahagia menghiasi mereka hingga orangtua tersebut mengajak anaknya ke suatu tempat. Tempat yang sangat usang, dan tua. Anak itu terlihat ketakutan dan enggan memasukinya, namun orangtuanya hanya tersenyum tipis kepada anak mereka. Aku dapat melihat jelas, diwajah kedua orang tua itu mereka terlihat sedih, pahit, kekhawatiran menghantui mereka. Orangtuanya berjongkok sehingga tinggi mereka kini setara dengan anaknya. Mereka menatap lekat anak semata wayangnya. Sang ibu tak kuasa menahan air mata sehingga bulir-bulir air bening itu kini membasahi pipinya.
“donghae-ya… mau tidak kau menunggu sebentar kami di dalam gudang ini? Kami akan segera menjemputmu kembali”
“aniya appa, aku mau ikut kalian” kata anak itu setengah menangis.
“tenanglah donghae-ya, appa berjanji akan menjemputmu.. appa berjanji kita akan bertemu… sekarang masuklah kedalam.. diluar dingin”
“tapi appa..”
Eommanya hanya bisa menangis dan menangis aku heran melihat pemandangan ini tapi tunggu! Tadi appanya bilang siapa? Donghae? Bukankah dia adalah namja yang tidur di samping kamarku? Apa itu donghae kecil?  Ribuan pertanyaan memenuhi benakku. Dan pada akhirnya donghae kecilpun menuruti perintah appa eommanya ia memasuki gudang tua itu. Donghae kecilpun mengintip dibalik jendela, melihat kedua orangtuanya yang semakin lama semakin menjauh hingga akhirnya hilang dalam kabut.
Namun, hal yang tidak disangka. Ternyata kedua orangtuanya kembali lebih cepat! Tapi hey, kenapa mereka tidak menuju pintu depan gudang itu? Kini mereka malah memutar jalan dan menuju belakang gudang. Akupun mengikuti mereka. Alangkah terkejutnya aku begitu melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Terdapat berdrigen drigen minyak tanah yang sedang mereka taburi kesekeliling gudang tersebut. Isak tangis tidak hentinya terdengar dari suara eommanya. Apa yang akan mereka lakukan? Tidak jangan bilang kalau..
Tiba-tiba api berkobar dengan cepat melahap setiap senti gudang tersebut. Kedua orangtua tersebut hanya bisa menatap pemandangan itu dari kejauhan sambil berlinang air mata. Tunggu, apa yang mereka lakukan?? Bagaimana dengan donghae kecil disana?? Mengapa mereka membiarkan dirinya di dalam gudang yang telah terlahap si jago merah itu?
tolong.. tolong aku..
seseorang tolong aku
panas, seseorang keluarkan aku dari sini aku mohon
appa eomma.. kalian kenapa??
aku belum ingin mati
tolong seseorang tolong aku!
Jeritan donghae kecil dapat terdengar jelas dari dalam gudang sana. Ia berteriak dibalik jendela kecil itu dengan tatapan memelas sambil menatap kedua orangtuanya. Akupun mencoba melangkahkan kakiku namun berat, kakiku terasa sangat berat untuk digerakan. Dan kedua orangtua itu sama sekali tidak bergerak sesentipun! Yang mereka lakukan hanyalah menangis, dan menangis. Orangtua macam apa mereka? Tega-teganya mencoba membunuh seorang bocah kecil yang tidak bersalah! Akupun menerobos gudang tersebut kudapati donghae kecil yang masih menangis. Akupun mencoba menggapainya tapi saat aku mencoba menyentuhnya, namun sayang tiba-tiba saja atap gedung yang telah penuh dengan api itu runtuh.
“hey hyukie! Bangun!”
Aku membuka mataku, sekujur tubuhku penuh dengan keringat dingin. Aku mendapati seorang namja yang tersenyum lembut kepadaku. Ternyata itu donghae. Dia masih hidup. Ternyata yang kualami barusan hanyalah bunga tidur. Tapi.. itu terlalu nyata, ah tidak.. mana mungkin ka nada manusia yang telah mati dan hidup kembali? Akupun terduduk di tempat tidurku. Donghae masih menyunggingkan senyumannya yang lembut. Iapun menyodorkan segelas air putih kepadaku.
“ini, minumlah..”
“ah iya, terimakasih..”
“kau sudah melihatnya?”
“apa?” kataku dan saat itu juga aku tersedak sehingga membuat seluruh isi air yang terdapat di mulutku tumpah. Iapun mengambil tisu dan menyerahkannya kepadaku.
“ya.. tentu saja bagaimana aku bisa berada disini..” lanjutnya lagi.
“apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti”
“jadi kau tidak tahu?”
“maksutmu..”
“ayo ikut aku..”
“kemana?”
“ke kamarku” katanya singkat dan segera menarik tanganku
Akupun hanya mengikutinya, iapun membuka kenop pintu kamarku tapi dan iapun menyempatkan diri untuk melihat keadaan sekitar seolah ia sangat waspada. Setelah dirasanya cukup aman, iapun menarik tanganku dengan terburu-buru dan memasuki kamarnya. Gelap, sangat gelap kudapati di dalam kamarnya berbeda dengan kamarku yang walaupun hanya sebatas jendela kecil dan langit berkabut, aku masih dapat merasakan cahaya sang surya. Tiba-tiba sebuah sorot cahaya menyilaukan mataku. Samar-samar aku melihat sebuah jendela yang sangat besar. Donghaepun mengajakku mendekatinya. Kudapati sebuah pemandangan yang sangat mengerikan. Ya, aku melihat para penduduk desa yang berkulit putih, dan bibir pucat, rambut yang hitam kusam dan sangat rusak. Mereka berjalan terhuyung-huyung karena.. anggota tubuh mereka bagai remuk dan tidak lengkap. Ada yang berjalan hanya dengan satu kaki, dan sebelah tangan yang patah.
Ada juga yang berjalan dengan mata yang bolong sebelah, dan memegang bola mata di tangan yang jari-jarinya telah patah. Ada juga anak-anak kecil yang berlari-larinan dengan susah payah dan saling kejar-kejaran namun.. sebelah wajahnya tidak lagi dilapisi daging melainkan hanyalah tengkoraknya saja. Ada juga seorang penduduk yang memakai baju polisi compang camping, dengan celana yang panjang sebelah, tragisnya dibagian celana yang pendek aku dapat melihat tulang kakinya tanpa dibalut oleh secuil dagingpun. Aku juga dapat melihat sebuah kepala yang dibawa dengan santai oleh sebuah tubuh yang berjalan tanpa kepala.
Mereka terlihat seperti mayat hidup, sangat kaku, beku dan menyeramkan. Ekspresi mereka semua datar tidak ada yang memiliki ekspresi yang lebih dari itu. Aku tidak percaya melihat semua penampakan ini. Mataku membulat, tubuhku bergetar hebat, untuk pertamakalinya dalam hidupku aku merasa takut. Keringat dingin tidak henti-hentinya mengucur dari tubuhku. Tempat apa ini sebenarnya??
“apa.. APA APAAN INI???” tanyaku terbelak tidak percaya melihat pemandangan mengerikan itu.
“ya, itu para penduduk desa… selamat datang di Axphrote land.. kota para mayat hidup..”
~To Be Continued~
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
[ Teaser part 2 ]
kau mau kemana?
hey jawab aku kenapa kau diam saja?
kenapa tubuhmu dingin? hey jawab! jawab aku!
kwangmin, buka matamu! kenapa.. kenapa aku tidak bisa merasakan detak jantungmu??
jangan bercanda! kau tidak mau meninggalkanku sendiri disini kan?
kwangmin jawab aku tidak.. KWANGMIINNN!!!
apakah yang terjadi sama hyukjae disana? akankah ia dapat kembali kepada orang tuanya? dan apakah yang akan terjadi di part II? ada special cast jo twins looh ^^ silahkan tunggu part duanya, author mau main bekel dulu sama onew~^^

Jumat, 28 Desember 2012

FanFiction My Yeobo is A VAMPIRE // Season 2 // Chapter 5

Lets Read this FF ^^
Happy Reading...... semoga suka ya ^.^
Jangan lupa RCL ya :) [ Read Coment Like ]

Waring : Banyak typo bertebaran !!




Title : My Yeobbo is A VAMPIRE

Author: Lee Haeka / Diska Park
Posted by Lee Hyemi

Cast Vampire :
Lee Dong Hae  : Vampire name 'Alexander Leethe Count Chocula'
Lee Hyuk Jae : Vampire Name 'Leerant Luke Count Chocula'
Cho Kyu Hyun : Vampire Name 'Lachain Shan Count Chocula'

Cast Couple Vampire :
Park Ni Chan
Jung Ha Rin
Kim Yun Ah

Other Cast :
Kang Rae Mi
Choi Siwon
Henry Lau
Kim Hee Chul ( Appa's Vampire/ King of Vampire  )
Park Jung Soo ( Nichan's Appa )
Park Rin Byul ( Nichan's Umma )
Lee Sung Min ( Nichan's Oppa)
Zhoumi
Other SJ members

Genre : Fantasy, Horror, Romance, Comedy,Action,Angst

****
Author POV

Keesokan harinya,


Harin membuka matanya, lalu dia bangun dari tempat tidurnya. Dia memegang kepalanya lalu dia berkata “Apakah itu mimpi??”. Eunhyuk membuka pintu kamar Harin, dia memakai kemeja hitam dan celana hitam, dia berkata pada Harin “Harin ..Orang tuamu akan di makamkan, kau mau lihat untuk yang terakhir kalinya?”. Harin langsung berteriak “Jadi .. Itu bukan mimpi??”. Eunhyuk manganggukkan kepalanya pelan. Harin langsung turun dari tempat tidurnya dan berlari keluar untuk melihat orang tuanya untuk yang terakhir kalinya. Terlihat teman-teman dan kerabat-kerabat Harin telah datang kerumahnya. Harin duduk diantara peti mati orang tuanya, dia berkata sambil mengeluarkan airmatanya “Appa!! Eomma!! Jangan tinggalkan aku!!”. Pendeta berkata “Kita harus segera menguburnya!”. Peti mati itu pun di angkat oleh orang-orang dan di masukan kedalam mobil lalu mereka segera berangkat ke pemakaman. Harin mengusap airmatanya lalu dia berdiri dan langsung berlari ke kamarnya. Eunhyuk mengikutinya dari belakang.

Harin berjalan kesudut kamarnya lalu dia duduk sambil memeluk kedua kakinya. Eunhyuk hanya memperhatikannya di depan pintu kamarnya. “Kenapa ini semua terjadi padaku?? Kenapa??” Teriak Harin. Harin mengeluarkan airmatanya lalu dia langsung menundukkan kepalanya. Eunhyuk langsung menghampirinya dengan langkah kaki yang pelan, lalu dia duduk di samping Harin. Eunhyuk berkata padanya “Kenapa kau tidak ikut kepemakaman??”. Harin mengangkat kepalanya lalu dia berkata “ Aku … Aku tidak kuat melihat orangtuaku di kubur!! Aku sekarang sendirian… Tidak punya siapa-siapa lagi! Kenapa ini semua terjadi padaku?? Apa salahku?? Ini tidak adil!”. Harin masih mengeluarkan airmatanya. Eunhyuk membelai kepala Harin lalu dia berkata “Kau masih punya aku! Aku pasti akan selalu ada di sampingmu!”. Eunhyuk langsung memeluk Harin. Harin pun menangis di pelukan Eunhyuk. Harin berkata pada Eunhyuk “Apa aku harus mati juga?”. Eunhyuk kaget, dia langsung berteriak “Apa?? Jangan bodoh!! Kau masih punya aku, di sini, di sampingmu!!”. Harin langsung membalas pelukan Eunhyuk , lalu dia berkata “Jangan tinggalkan aku Hyukie!!”. Eunhyuk pun menjawabnya “Aku tidak akan meninggalkanmu”. Harin berkata lagi “Jangan tinggalkan aku, Aku hanya memilikimu sekarang…”. Eunhyuk menganggukkan kepalanya lalu dia berkata “Aku janji, aku tidak akan meninggalkanmu”. Harin semakin memeluk Eunhyuk dengan eratnya.

*****


Pemakaman, 12.00 KST

            Semuanya datang untuk melihat proses pemakaman orang tua Harin. Mereka semua merasa ikut berduka atas meninggalnya suami-istri tersebut. Ketika Donghae melihat ke kanan, dia melihat Henry yang sedang melihat proses pemakaman itu juga. Donghae memperhatikan Henry dengan tatapan tajam, Donghae penasaran pada Henry, “Kenapa dia ada di sana? Bukankah dia tidak kenal dengan Harin?” Pikir Donghae. Henry menyadari kalau Donghae sedang memperhatikannya, Henry langsung menoleh kearah Donghae dengan matanya yang berwarna merah itu. Henry menggelengkan kepalanya lalu dia tersenyum evil, dia pun pergi dari tempat itu. Firasat Donghae mengatakan kalau Henrylah penyebab kematian orang tua Harin, dia langsung mengikutinya dari belakang. Henry berjalan sambil menoleh kebelakang, dan tak di sengaja dia menabrak Yunah yang baru saja datang membawa sebuket bunga. Yunah langsung kaget karena tabrakan itu. Henry menoleh ke Yunah lalu dia menghentikan langkah kakinya, dia berkata “Maaf”. Yunah menggelengkan kepalanya lalu dia menjawabnya “Tidak apa-apa”. Mereka pun melanjutkan perjalanannya lagi. ‘Sssstttt’ Kulit mereka berdua saling bersentuhan. Yunah langsung menghentikan langkah kakinya, dia terdiam sejenak. “Dingin….” Ucap Yunah pelan. Yunah langsung menoleh kebelakang dan ternyata Henry sudah tidak ada. “Apa mungkin dia vampire?” Ucap Yunah pelan. Yunah langsung melihat langit yang bergitu gelap diselimuti awan hitam. Tak lama Donghae datang, lalu dia langsung menghampiri Yunah,

 “Yunah, Apa kau melihat seseorang? Dia adalah laki-laki” Ucap Donghae. Yunah langsung menganggukkan kepalanya.

“Tadi kami sempat bertabrakan tapi ketika aku menoleh kebelakang dia sudah tidak ada, aku juga sempat bersentuhan dengannya, tangannya dingin.. Apa dia vampire?” Jawab Yunah.

“Ya! Dia memang vampire! Firasatku mengatakan bahwa dia penyebab kematian orang tua Harin” Jawab Donghae datar.

“Mwo?? Tapi jika dia vampire, kenapa dia bisa keluar sekarang? Apa mungkin karena tidak ada matahari sekarang?” Tanya Yunah yang penasaran.

“Dia juga menggunakan krystal ajaib itu, dia Henry!” Jawab Donghae.

“Hah?? Jadi dia Henry?? Anak Zhoumi-ssi??” Teriak Yunah kaget. Donghae langsung menganggukkan kepalanya. “Aishh!! Kenapa tadi aku tidak menangkapnya???” Lanjutnya dengan sangat kesal sambil membuang bunga yang ada di tangannya. Donghae heran dengan kelakuan Yunah.

“Memangnya kamu bisa menangkapnya?” Tanya Donghae.

“Eoh? Tidak!” Jawab Yunah dengan wajah polosnya.

“Aishh .. Kau ini!!” Ucap Donghae yang langsung memegang dahinya.


Proses pemakanan telah selesai. Heechul, Nichan, Kyuhyun, Raemi dan Siwon pun meninggalkan makam itu. Leher Siwon masih terbaluti oleh perban putih. Mereka melihat Donghae dan Yunah yang sedang berdiri di tengah jalan. Mereka pun langsung menghampiri mereka berdua.

“Apa yang kalian lakukan di sini??” Tanya Kyuhyun cemburu. Kyuhyun melirik Donghae dan Yunah dengan tatapan tajamnya.

“Tadi aku melihat Henry diproses pemakaman, lalu aku mengejarnya sampai kemari” Ucap Donghae.

“Aku sempat bertabrakan dengan Henry” Ucap Yunah.

“Yunah, kau tau darimana kalau itu Henry??” Tanya Siwon penasaran.

“Donghae oppa yang mengatakannya padaku. Henry vampire kan?? Aku sudah hafal dengan cirri-ciri vampire. Saat aku bertabrakan dengannya, tangan kami saling bersentuhan, kulitnya sangat dingin, matanya juga mereh dan ketika aku menoleh kebelakang dia sudah tidak ada. Ketika dia sudah pergi, Donghae oppa baru datang”. Ucap Yunah. Donghae menganggukkan kepalanya .

“Itu benar.. Aku melihatnya tapi dia tidak melihatku mungkin karena aku bersembunyi di balik tubuh Heechul Appa dan memakai kacamata ini. Dia juga pasti tidak tau kalau aku sekarang  bersama kalian dan aku bisa keluar di siang hari” Ucap Raemi datar.

“Tapi kenapa dia ada disini? Dia kan tidak kenal dengan Harin eonnie. Apa mungkin dia penyebab kematian orang tua Harin eonnie??” Ucap Nichan.

“Ah!! Perkataanmu sama dengan apa yang ku pikirkan, Nichan!!” Teriak Donghae yang mengangkat jari telunjuknya.

“Jadi, Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kita harus membunuh vampire itu?? Kasian Harin Eonnie” Ucap Kyuhyun.

“Tidak! Kita belum punya bukti” Ucap Heechul datar.

“Jika itu benar dan jika kita tidak membunuhnya sekarang, pasti semuanya akan menjadi berantakan!! Aku yakin itu.” Teriak Kyuhyun menahan amarahnya. Semua langsung terdiam setelah mendengarkan perkatakan Kyuhyun, hanya Heechul yang tersenyum.

“Kita lihat! Apa yang akan dia perbuat selanjutnya!”  Ucap Heechul. Heechul menepuk pundak Kyuhyun.

“Liat saja nanti!” Teriak Kyuhyun. Mereka pun langsung pergi dari pemakaman itu.

*****

Kastil di China, 00.00 waktu China

            Tepat pukul jam dua belas malam waktu China, Henry terlihat sedang berjalan di dalam kastilnya sambil membawa sebuah gelas yang berbentuk seperti piala. Isi dari gelas itu adalah darah. Henry meminum darah itu dengan senyuman jahatnya. Lalu dia duduk di samping Zhoumi. Zhoumi berkata pada Henry “Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang krystal itu?? Apa benar bersama Heechul??”. Henry hanya menganggukkan kepalanya sambil meminum darah yang ada di gelas itu.  Zhoumi berkata lagi “Apa kau punya rencana untuk mengambilnya??”. Henry hanya menggelengkan kepalanya. Zhoumi langsung berteriak “Dasar bodoh!!! Kenapa kau tidak merencakan sesuatu??”.  Henry tersenyum lalu dia berkata “Aku punya rencana lain! Lagipula, bagaimana aku bisa mengambilnya?? Sepertinya sebagian krystal itu telah berada didalam tubuh mereka”. Zhoumi langsung berteriak “Rencana apa itu?”. Henry berkata lagi “Rencana untuk membuat mereka sengsara satu per satu dengan cara menyiksa pacar-pacar mereka dan keluarganya. Seperti apa yang kulakukan pada kedua orangtua Harin”. Zhoumi langsung bertanya “Siapa itu Harin??”. Henry pun menjawabnya “Harin adalah pacar Luke. Kemarin aku mengikuti Luke dan Harin yang pulang bersama, lalu aku mengikuti Luke sampai kerumahnya dan kudengar dia akan melamar Harin, maka dari itu aku membuat orang tua Harin kecelakaan, jadi dia tidak bisa melamarnya. Dan selanjutnya, aku akan memaksa keluar krystal itu dari tubuh Xander, lalu setelah itu Shan.”. Zhoumi berkata lagi “Dari sebuah buku yang kubaca, jika kau mau mengeluarkan krystal ajaib itu dari tubuh seorang vampire, kau harus menendang dan menekan titik krystal itu, semakin dia rapuh maka krystal itu akan semakin keluar dari tubuh vampire itu”. Henry tersenyum picik karena dia merencanakan hal buruk pada Donghae setelah mendengar perkataan Zhoumi, dia pun meminum darahnya lagi.

*****

7 hari kemudian…

            Malam itu tepat pukul setengah sepuluh  malam, Donghae terlihat sedang bersiap-siap untuk pergi ke hutan, dia ingin menjenguk makam Eommanya di sana. “Mau kemana??” Tanya Kyuhyun yang melihat Donghae telah berpakaian dengan rapi. “Aku akan kembali ke hutan, Aku ingin menjenguk makam eomma, aku sangat merindukannya, Aku akan menginap di kastil selama sehari” Jawab Donghae yang mengambil tas nya di atas meja. “Sendirian??” Tanya Kyuhyun. Donghae langsung menganggukkan kepalanya. “Aku ingin sendirian saja!” Jawab Donghae menepuk pundak Kyuhyun. Donghae langsung keluar dari rumahnya itu. Didepan rumah, Donghae memejamkan matanya sejenak, lalu dia membuka matanya lagi, bola matanya kini berubah menjadi merah lagi. Dia pun langsung berlari dengan sangat cepat, dan terbang diantara gedung-gedung bertingkat itu.

Beberapa jam kemudian, sampailah dia di sebuah hutan. Donghae menatap hutan itu lalu dia tersenyum sambil berkata “Sudah lama tidak pulang! Aku sangat merindukan hutan ini!!”. Donghae pun memasuki hutan tersebut. Donghae mendengar suara-suara yang telah lama tak dengarnya, dia tersenyum lalu dia berputar untuk melihat sekelilingnya. Donghae baru ingat dengan kelinci-kelincinya, dia langsung berteriak “Kelinciku!! Bagaimana keadaan kelinci-kelinciku??? Siapa yang memberi makan mereka?? Aku sangat bodoh! Kenapa aku tidak membawa mereka ke Seoul?”. Donghae langsung berlari dengan sangat cepat menuju kastilnya.

Sesampainya di kastil, dia langsung berlari kebelakang kastil untuk melihat peternakan kelincinya yang telah dia tinggalkan selama tiga tahun ini. Donghae membuka pintu dari sebuah ruangan, ruangan itu adalah tempat penyimpanan kelinci-kelinci peliharaannya. Donghae terdiam karena ruangan itu terlihat begitu kosong. Donghae mengambil sebuah lonceng kecil yang ada di sana. ‘Kring~Kring~Kring’ bunyi suara lonceng itu. Biasnya Donghae memanggil Kelincinya menggunakan lonceng itu, tapi sekarang ketika dia memainkan lonceng itu, kelinci-kelinci nya tidak ada yang keluar seekor pun. Donghae langsung duduk di depan pintu lalu dia menundukkan kepalanya. ‘Kring~kring~kring’ Donghae membunyikan lonceng itu lagi. Donghae mengangkat kepalanya, dan ternyata kelinci-kelinci itu telah berada di depan Donghae. Donghae tertawa bahagia, lalu dia berteriak “Kyaa!! Ternyata kalian masih hidup!! Kalian memang kelinci hebat!! Aku akan menginap disini sehari jadi aku bisa merawat kalian!! Sekarang aku tinggal dulu ya! Aku ingin menjenguk makam eommaku!”. Donghae pun berdiri lalu dia keluar dari ruangan itu. Ketika dia sedang berjalan di lorong kastil, dia tersenyum karena mengingat kejadian itu, kejadian dimana dia,Kyuhyun dan Eunhyuk berusaha menangkap kelinci untuk di jadikan kelinci bakar dan memberikan makanan itu untuk Nichan. Donghae langsung berlari keluar dari kastilnya itu dan pergi ke pemakaman. Ketika di perjalanan dia sempat memetik beberapa bunga mawar dari taman bunganya.

Sesampainya di pemakaman, Donghae langsung memasuki sebuah kastil kecil tempat dimana peti mati eommanya berada. Donghae menaruh bunga-bunga itu di atas peti mati sang eomma. “Eomma! Maafkan aku! Aku tidak pernah menjengukmu selama tiga tahun ini. Kami sangat merindukkanmu eomma. Eomma, appa terlihat sangat kesepian, andai kau berada bersama kami sekarang, kami pasti akan merasa baik walaupun kami mendapat kesulitan didalam sebuah masalah. Sudah! Aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi”. Donghae pun mencium peti mata Eommanya, lalu dia berkata “Eomma, Aku menyayangimu!”. Donghae pun keluar dari kastil kecil itu. ‘Srek~Srek~Srek’ Suara langkah kaki Donghae di antara daun-daunan yang berjatuhan. Donghae nerasa kalau ada yang sedang mengikutinya, dia langsung menghentikan langkah kakinya lalu dia menoleh kebelakang, akantetapi tidak ada siapapun di belakangnya. Ketika Donghae menoleh kedepan, ternyata sudah ada lima werewolf di depannya. Donghae langsung mengambil sebuah pistol berpeluru perak  yang ada didalam tasnya, lalu bersiap untuk menembak werewolf itu. Salah satu werewolf itu langsung berkata “Hentikan!! Turunkan senjata itu!!”. Donghae menurunkan senjatanya itu, lalu dia berkata “Mau apa kalian??”. Werewolf itu berkata lagi “Kami hanya ingin memberitahu, kalau kau sekarang dalam bahaya”. Donghae kaget, lalu dia berkata “Mwo? Benarkah? Kalian tahu dari mana??”. Werewolf itu berkata lagi “Kau tak usah mengetahuinya, berhati-hatilah! Jaga dirimu!”. Werewolf-werewolf itu langsung pergi meninggalkan Donghae. Donghae pun pergi dari pemakaman itu, lalu dia berjalan menelusuri sebuah jalan yang pernah dia lewati bersama kedua saudaranya dan Nichan. Tak lama kemudian, sampailah dia di taman bunga mawar miliknya. Dia langsung membaringkan tubuhnya di antara  bunga-bunga mawar itu. Donghae membayangkan kejadian itu lagi, kejadian dimana Eunhyuk dan Kyuhyun kehilangan kendali dan menyerang dia dan Nichan.


*FLASH BACK*

Mereka pun membawa Nichan ke Taman bunga mawar yang ada di dekat kastil mereka. Donghae berkata “Kita sudah aman, Dia tidak berani ke sini”. Nichan pun turun dari punggung Donghae lalu dia berkata “Mianhe .. aku telah merepotkanmu oppa”. Donghae pun berkata lagi “Ah ..Gwaenchanayo”. Mereka berempat pun duduk di tengan taman bunga mawar itu. “Oppa, Aku boleh bertanya??” Tanya Nichan, mereka bertiga hanya menganggukkan kepala mereka sambil melihat langit yang penuh dengan bintang-bintang. “Kenapa warna bunga-bunga mawar di taman ini seperti warna bola mata kalian??”. Kyuhyun gugup, lalu dia berkata “Hmm.. Karena kami suka dengan warna itu”. Donghae memetik setangkai bunga mawar, lalu dia berkata “Aku suka bunga ini .. bunga mawar merah! Bunga mawar ini untukmu, Aku tau kalau kau itu suka bunga mawar merah”. Ketika Nichan ingin mengambil bunga mawar itu, Eunhyuk langsung berkata “Hati-hati dengan bunga mawar, mereka memang terlihat indah tapi mereka juga bisa menyakitkanmu”. Nichan mengambil bunga mawar sambil memperhatikan Eunhyuk, akibatnya tangannya itu tertusur oleh duri dari bunga mawar dan akhirnya berdarah. Ketiga vampire kaget melihat darah di tangan Nichan. “Darah …..” Ucap Kyuhyun dan Eunhyuk. Donghae langsung menarik Nichan untuk berdiri lalu dia memetik bunga mawar merah yang lain, kemudian dia mendekatkan kelopak bunga mawar itu di depan hidungnya agar bau darah yang tercium tercampur dengan aroma dari bunga mawar itu. Kyuhyun dan Eunhyuk mulai kehilangan kendalinya. Donghae panik, lalu dia berteriak “Gawat!!!”. Kyuhyun dan Eunhyuk menundukkan kepalanya lalu mereka langsung berdiri kemudian mereka melirik Nichan dengan tajam. Taring mereka menjadi semakin panjang. Hasrat vampire mereka memuncak. Nichan ketakutan, Lalu dia berlindung lagi di belakang Donghae. Nichan berkata pada Donghae “Apa yang terjadi??”. Donghae berkata “Miyoung kau mau tau kenapa di dekat kastil ini terdapat bunga mawar yang sama dengan bola mata kami??”. Nichan mengangguk, lalu Donghae melanjutkan perkataan nya itu “Bunga mawar itu untuk mengontrol kami, agar kami tidak menjadi vampire liar. Bunga mawar merah untuk mengontrolku, bunga mawar kuning untuk mengontrol Eunhyuk hyung sedangkan bunga mawar oranye untuk mengontrol Kyuhyun. Jika salah satu dari kami kehilangan kendali karena mencium bau darah maka dia harus menghirup wangi bunga mawar itu agar dia kembali seperti semula. Mereka telah terpengaruh oleh darah”. Nichan pun berkata “Mwo?? Tapi sekarang kita sedang berada di daerah bunga mawar merah”. Donghae dan Nichan memundurkan langkah kaki mereka. Kyuhyun dan Eunhyuk langsung menyerang Donghae dan Nichan. “AAAAAAAAAAAAAAA” Teriak Nichan yang membelah sunyi malam.

*FLASH BACK OFF*


Donghae terbangun dari lamunannya setelah mengingat kejadian itu. Dia langsung berdiri dan berjalan mengikuti jalan yang dia lewati bersama Nichan ketika mereka di kejar oleh vampire Kyuhyun dan Eunhyuk. Tak lama sampailah dia disebuah jalan buntu yang di buat oleh sebuah tebing yang sangat tinggi. Donghae memejamkan matanya sejenak. Ketika dia membuka matanya lagi, bola matanya telah berubah menjadi merah. Donghae langsung memanjat tebing itu. Setelah memanjat tebing, Donghae berjalan menelusuri hutan yang ada di tebing itu. Sampai pada akhirnya dia berdiri disebuah tempat dimana dia pernah bertarung melawan werewolf. Dia menoleh kesekitar tempat itu. “Xander!!” Suara seseorang yang tiba-tiba muncul. Donghae kaget melihat Henry yang tiba-tiba sudah berada di sana. Henry pun menghampirinya, lalu mereka saling bertatapan.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Donghae dengan tatapannya yang tajam.

“Aku hanya ingin mebambil sesuatu yang aku inginkan!” Jawab Henry.

“Apa itu?” Tanya Donghae.

“Sesuatu yang ada di dalam dirimu!” Jawab Henry.

“Tidak akan kubiarkan!” Teriak Donghae.

“Haha .. Apa kau tau? Aku yang telah menyebabkan orang tua Harin meninggal. Aku berpura-pura untuk menggigit mereka, agar mereka ketakutan. Dan terjadilah kecelakaan itu” Jawab Henry sambil tersenyum jahat. Donghae langsung menarik kerah baju Henry.

“Kurang ajar!! Kau telah membunuh orangtua calon kakak iparku!!” Teriak Donghae. Donghae langsung melempar Henry ke pohon. Anak buah Henry langsung keluar dari persembunyiannya. Henry memberi aba-aba untuk tetap berdiri disana.

“Haha.. Jadi kau mau melawanku??” Tanya Henry yang langsung berdiri. “Kalau begitu ayo kita bertarung!” Lanjutnya.

Henry langsung berlari menghampiri Donghae. Terjadilah pertarungan antara Donghae dan Henry. Donghae memukul henry secara bertubi-tubi, melempar lalu menendang Henry. Begitupula dengan Henry, Henry terus memukul,melempar dan menendang Donghae. Tidak ada seorangpun yang mau mengalah. Serang demi serangan telah mereka lancarkan masing-masing. Sampai pada akhirnya Henry menendang dada Donghae, Donghae langsung terlempar ke pohon. Donghae memegangi dadanya, dia terlihat begitu kesakitan. Henry pun menghampiri Donghae, lalu dia menginjak dada Donghae, Donghae terlihat semakin kesakitan. Donghae langsung berteriak “AAAAA!!”. Henry berkata pada Donghae “Zhoumi bilang, jika ingin mengeluarkannya harus menekan titik terbenamnya krystal itu, semakin kau rapuh maka krystal itu akan semakin keluar dari tubuhmu”. Henry menginjak dada Donghae lagi, Donghae terlihat semakin kesakitan. Henry langsung merobek baju Donghae, dan benar ternyata krystal itu semakin keluar dari tubuh Donghae. Henry tersenyum jahat, dia semakin menekan dada Donghae lagi. Donghae semakin kesakitan, dia langsung berteriak “AAAAAAAAAA!!! ANDWAE!!!!”. Henry semakin menekannya dengan kakinya. Donghae berteriak lagi “NO!!! HENRY NO!!”. Tiba-tiba sekumpulan werewolf datang. Henry terlihat ketakutan dengan werewolf itu, dia langsung mencabut paksa krystal yang masih menempel di dada Donghae. “AAAAAA!!!!” Teriak Donghae bersamaan dengan sebuah cahaya putih yang sangat terang. Henry tersenyum jahat karena krystal itu telah berada di tangannya. Dia dan anak buahnya langsung pergi meninggalkan Donghae dan para werewolf itu. Salah satu Werewolf itu berkata “Sudah kubilang untuk berhati-hati!”. Donghae berkata pelan “Maaf…”. Donghae benar-benar tidak berdaya, dia langsung terjatuh dan tak sadarkan diri. Para werewolf itu pun langsung membawanya pergi dari tempat itu.

****

Para werewolf itu membaringkan tubuh Donghae di taman bunga mawar. Lalu kemudian para werewolf itu pergi meninggalkan Donghae sendirian. Tak lama Donghae tersadar, lalu dia duduk dan melihat kesekitarnya, dia berkata pelan “Apa aku tertidur dan bermimpi bermimpi?”. Donghae merasa kalau dadanya begitu sakit, dia pun memegang dadanya, lalu dia berkata “AAA!! Ini bukan mimpi!”. Donghae langsung berdiri dan menjalan kedalam kastilnya. Donghae berjalan menelusuri lorong kastil sambil memegang dadanya. Donghae pun memasuki kamarnya. Terlihat dikamarnya terlihat sebuah peti mati miliknya. Donghae menekan sebuah tombol yang berbentuk kelelawar, dan peti mati itu pun berubah menjadi sebuah tempat tidur. Donghae langsung membaringkan tubuhnya di sana. “Ma..Maaf Appa!” Ucap Donghae pelan.

Pagi hari pun tiba, Donghae hanya menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong. Tiba-tiba Donghae duduk, dia haus, dia merasa kalau lehernya seakan-akan di cekik oleh seseorang. Donghae terus memegang lehernya. “A…Aku.. Bu..Butuh Da..Da..Darah!” Ucap Donghae terbata-bata. Donghae langsung keluar dari kamarnya dan berlari didalam kastilnya. Dia pergi menuju dapur, dia mencari-cari kantung-kantung darah di lemari yang ada didapur, dia mengira kalau masih ada kantung-kantung darah di dapur. “Tidak ada! Bagaimana ini? Matahari telah terbit! Aku tidak bisa berburu darah kehutan!”. Donghae tersenyum, dia langsung berlari ruangan peternakan kelincinya. Sesampainya di ruangan itu, Donghae langsung menangkap kelinci-kelinci itu, lalu dia menggigit dan menghisap darah kelinci-kelinci itu. Ketika Donghae ingin menggigit Kelinci yang terakhir, Donghae tersadar karena dia menghisap darah kelinci-kelinci kesangannya. Donghae tidak jadi menghisap darah kelinci yang ada di tangannya, dia langsung menaruh kelinci itu di lantai. Donghae melihat tangannya yang penuh dengan darah lalu dia berkata “Aku telah menjadi vampire lagi ... Bahkan lebih jahat!”. Donghae langsung berlari meninggalkan ruangan itu. Donghae langsung masuk kekamarnya lagi, dia hanya duduk didepan jendela yang tertutup dan terdiam dengan tatapan kosongnya. Tiba-tiba Kelinci yang masih hidup itu datang menghampiri Donghae, kelinci itu langsung duduk di pangkuan Donghae. Donghae mengusap-usap kelinci itu, lalu dia “Maafkan aku … Aku berjanji tidak akan menyakitimu”.

*****

Rumah Keluarga Jungsoo, 20.00 KST

Terlihat Nichan sedang duduk di ruang tamu sambil memainkan laptopnya. Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. “Channie!! Buka pintunya!!” Teriak Rinbyul sang eomma. Nichan pun membukakan pintu itu. Nichan terlihat bahagia ketika dia melihat orang yang ada di rumahnya sekarang, dia adalah Donghae. Nichan langsung memeluk Donghae.

“Kemana saja kau seharian ini?? Aku merindukanmu oppa!” Ucap Nichan.

“Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu” Ucap Donghae dengan tatapan dinginnya.

“Apa itu??” Tanya Nichan yang langsung melepaskan pelukannya.

“Sepertinya kita sudah tidak bisa bersama lagi Channie …” Ucap Donghae datar.

“Kenapa?? Kenapa kau berbicara seperti itu?? Aku ingin selalu bersamamamu” Ucap Nichan, dan tanpa disadari dia mengeluarkan airmatanya.

“Aku sudah tidak mencintaimu!” Ucap Donghae datar.

“Mwo? Bohong! Kau pasti bohong!! Kenapa dengan mudah kau mengatakan hal yang menyakitkan seperti itu??” Teriak Nichan dengan airmatanya.

“Pegang ini! Tolong jaga dia baik-baik” Ucap Donghae yang memberikan seekor kelinci kepada Nichan.

“Aku tidak ingin kelinci ini! Aku ingin oppa!” Teriak Nichan.

Donghae memaksa Nichan untuk menerima kelinci itu. Donghae membalikkan tubuhnya. “Aku Tidak bisa melihatnya menangis!” Ucap Donghae pelan. Nichan langsung memeluknya dari belakang. Donghae melepaskan pelukan Nichan, lalu dia langsung pergi dari rumah Nichan. Nichan langsung duduk di depan pintu sambil menangis lalu di menaruh kelinci itu di lantai. Kelinci itu lang mendekati Nichan dan duduk di sampingnya.

TBC ~
gimana menurut chingu FF admin ??minta komentarnya dong :D

FanFiction My Yeobo is A VAMPIRE // Season 2 // Chapter 4

Lets Read this FF ^^
Happy Reading...... semoga suka ya ^.^
Jangan lupa RCL ya :) [ Read Coment Like ]

Waring : Banyak typo bertebaran !!



Title : My Yeobbo is A VAMPIRE

Author: Lee Haeka / Diska Park
Posted by Lee Hyemi

Cast Vampire :
Lee Dong Hae  : Vampire name 'Alexander Leethe Count Chocula'
Lee Hyuk Jae : Vampire Name 'Leerant Luke Count Chocula'
Cho Kyu Hyun : Vampire Name 'Lachain Shan Count Chocula'

Cast Couple Vampire :
Park Ni Chan
Jung Ha Rin
Kim Yun Ah

Other Cast :
Kang Rae Mi
Choi Siwon
Henry Lau
Kim Hee Chul ( Appa's Vampire/ King of Vampire  )
Park Jung Soo ( Nichan's Appa )
Park Rin Byul ( Nichan's Umma )
Lee Sung Min ( Nichan's Oppa)
Other SJ members

Genre : Fantasy, Horror, Romance, Comedy,Action,Angst

=======================================

Keesokan Harinya…

Seoul National University, 12.00 KST

Author POV

Gluduk…Gluduk..Gluduk… Suara gemuruh langit. Lagit terlihat mulai gelap karena awan hitam sedang menyelimuti kota Seoul. Terlihat Donghae dan Nichan sedang berjalan berdua ke tempat parkir motor. Donghae kaget melihat ban motornya yang bocor. Dia pun langsung berlari menghampiri motornya itu.  Nichan pun menghampiri Donghae. “Aku yang melakukannya .. heheh ..” Ucap Nichan yang mengeliarkan sebuah paku. Donghae langsung berteriak “Ah … Jadi kau yang melakukan nya?? Kau itu jahil sekali!! Kenapa kau melakukan ini??”. Nichan langsung menjawabnya “Aku tidak mau naik motor .. Aku mau naik bus saja … hihihi, lagi pula sebentar lagi pasti hujan akan turun”. Donghae tersenyum lalu dia berkata “Oh Yasudahlah .. Ayo kita Naik Bus!!”. Donghae pun memegang tangan Nichan. Ketika mereka membalikkan badannya ternyata Henry sudah ada di belakang mereka. Donghae menatap Henry dengan Tatapan tajam. ‘Kenapa dia bisa keluar di siang hari juga??Atau karena hari ini gelap?’ Batin Donghae. Henry menoleh ke Nichan lalu dia berkata padanya “Hy! Kita bertemu lagi! Aku Henry Lau! Namamu siapa?”. Nichan menjawabnya gugup “Na..Namaku Park Ni Chan”. Henry tersenyum lalu dia berkata “Nice to meet you”. Donghae masih menatap Henry lalu dia berkata “Kenapa kau bisa keluar di siang hari?”. Henry berkata lagi “Aku mempunyai pecahan krystal ajaib”. Donghae kaget mendengar semua itu, dia langsung menarik tangan Nichan dan pergi ke halte bus. Henry berkata pelan “Bagaimana caranya agar aku mendapatkan sebagian krystal itu dari mereka??”.

Sesampainya di Halte bus, Nichan berkata pada Donghae “Dia telah memiliki pecahan Kristal itu. Bagaimana ini?? Apa dia bisa menguasai dunia ini?”. Donghae menggelengkan kepalanya, lalu dia berkata “Aku tidak tau. Tapi tenang saja, Kami berempat sedang dia sendirian, Aku yakin dia tidak dapat berbuat macam-macam”. Tiba-tiba hujan turun menguyur kota Seoul. Nichan mengeluarkan payung dari tasnya. Donghae melepas jaketnya lalu dia berkata “Pakailah ini!”. Nichan pun mengambil jaket itu. ‘Kenapa dia jadi seperti ini setelah bertemu Henry? Apa yang sedang dipikirkan olehnya?’ Batin Nichan. Tak lama bus datang, mereka pun menaiki bus itu.

****

Rumah Keluarga Heechul, 13.30 KST

            Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di rumah Heechul.Mereka memasuki rumah itu lalu mereka pun duduk di sofa. Nichan bingung melihat Donghae karena dia hanya diam dengan tatapan kosongnya. ‘Ada apa dengannya? Raut wajahnya terlihat buruk. Apa dia sakit?? Akhir-akhir ini dia sering kehujanan. Atau karena tadi dia bertemu Henry?’ Batin Nichan. Tiba-tiba Donghae bersin beberapa kali. Nichan langsung menoleh ke Donghae lalu dia berkata “Kau sakit ya, Oppa?”. Donghae berkata datar “Tidak mungkin”. Nichan langsung berteriak “Apanya yang tidak mungkin?? Bukankah kau ini manusia vampire? Dan bukankah kau dapat merasakaan apa yang manusia rasakan sekarang? Akhir-akhir ini kau sering kehujanan, kau pasti sakit!”. Donghae berkata lagi “Aku tidak apa-apa! Aku mau ambil air hangat dulu untukmu”. Ketika Donghae ingin berdiri, baju Donghae langsung ditarik Nichan, Donghae pun jatuh ke pangkuan Nichan. Nichan langsung menyentuh dahinya lalu dia berkata “Benar kan kataku tadi! Kau itu sedang sakit oppa! Suhu tubuhmu berbeda, suhu tubuhmu hangat tidak sedingin es lagi”. Donghae kaget lalu dia berteriak “Mwo?? Aku sakit??”. Nichan mengusap-usap kepala Donghae lalu dia tersenyum sambil berkata “Ketika sakit harus di manja”. Donghae tersenyum mendengarkan perkataan Nichan. ‘Dia manis sekali, aku beruntung mendapatkannya. Huft ..Sakit untuk yang pertama kalinya..’ Batin Donghae.  Nichan berkata lagi “Oppa.. Henry telah mempunyai pecahan krystal itu. Apakah nanti akan terjadi sesuatu buruk?”. Donghae berkata lagi “Aku tidak tau! Dari tadi aku sedang memikirkan itu, dari mana ya dia mendapatkan pecahan krystal itu?”. Batin Nichan berkata ‘Jadi dia sedang memikirkan itu dari tadi’. Donghae tersenyum lalu dia berkata lagi “Tapi tenang saja! Aku akan selalu menjagamu. Jika dia mengganggumu, aku pasti akan melawannya”. Nichan berkata “Kenapa rumahmu begitu sepi?”. Donghae menggelengkan kepalanya lalu dia membangunkan tubuhnya sambil berkata “Memangnya kenapa? Bukankah bagus kalau kita hanya berdua? Jadi kita bisa…”. Nichan langsung menjitak dahi Donghae sambil berteriak “Kyaa!! Jangan berpikiran kotor!!”. Donghae langsung memegangi dahinya sambil berkata “Aww.. Sakit! Tadi kau bilang ketika sakit harus dimanja, tapi kau malah menyakitiku”.  Nichan langsung memegang dahi Donghae dan meniupnya beberapa kali lalu dia berkata “Aduhh … Maafkan aku oppa.. Habis kau ini!! Pasti tadi kau berpikiran kotor kan??”. Donghae langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Nichan, semakin dekat dan semakin mendekat, seperti ingin mencium Nichan, wajah Nichan mulai memerah. Donghae berbisik di telinga Nichan “Hati-hati dengan Henry!”. Donghae pun menjauh, Nichan langsung menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang sedang memerah. ‘Ku kira dia akan menciumku’ Pikir Nichan. Donghae berkata lagi “Kita tidak hanya berdua, di atas ada Siwon dan Raemi. Kemarin Siwon di gigit werewolf lagi, dia langsung dibawa kesini oleh Raemi”. Nichan langsung kaget mendengar perkataan Donghae “Mwo?? Siwon oppa di gigit werewolf lagi??”. Donghae pun menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata lagi “Yunah juga menginap di sini, tangannya tergores gigi vampire, kami bertiga di serang sekumpulan vampire setelah pulang dari rumahmu”.  Nichan “Dimana dia sekarang? Jika Kangin ahjussi tahu, dia pasti akan marah besar pada Yunah karena Yunah tidak pulang ke rumah”. Donghae berkata lagi “Begitukah?”. Nichan pun menganggukkan kepalanya. Donghae berkata lagi “Mungkin sekarang Kyuhyun sedang mengantarnya pulang”. Nichan berkata pelan “Gawat!! Jika mereka bertemu maka akan terjadi perang dunia ketiga!! God bless You Kyuhyun!!”. Donghae langsung tertawa mendengar perkataan Nichan. Nichan langsung melirik Donghae tajam lalu dia berkata “Kenapa kau tertawa??”. Donghae pun berkata “Tidak! Jangan khawatir! Tenang saja! Kyuhyun pasti dapat mengatasi semuanya!”. Nichan berkata lagi “Semoga saja! Lalu kemana Eunhyuk oppa??”. Donghae menggelengkan kepalanya lalu dia berkata “Kalau dia, aku tidak tau!”.

***

Rumah Yunah, 13.45 KST

Hari ini Kyuhyun mengantar Yunah untuk pulang ke rumahnya. Hujan turun dengan sangat deras. Mereka baru saja sampai di depan rumah Yunah. Yunah pun mengetuk pintu rumahnya. Tak lama Ayahnya datang untuk membukakan pintu itu. Ayahnya terlihat sangat marah, dia menyuruh Yunah untuk masuk kedalam rumahnya, begitupula dengan Kyuhyun. Ayahnya pun duduk di sofa pribadi nya. Kyuhyun pun member salam kepadanya. Kangin berteriak pada Yunah “Yunah! Dari mana saja kau ini? Kenapa baru pulang??”. Yunah menundukkan kepalanya lalu dia berkata “Ma..Maaf!!”. Kangin terlihat sangat marah, dia berteriak lagi “Apa kau tau?? Di luar, Vampire sedang menyerang kota kita! Appa sangat khawatir padamu!!”. Kyuhyun langsung membungkukkan badannya lalu dia berkata “Maaf! Maafkan dia ahjusshi! Ini semua salahku!!”. Setelah mendengarkan perkataan Kyuhyun, Kangin langsung berdiri lalu dia berteriak “Mwo?? Jadi semua ini salahmu?? selama ini kau bersama anakku? Tidak bisa di maafkan!!” Kyuhyun langsung berlutut di hadapan Kangin. Yunah langsung memegang lengan Kyuhyun untuk menyuruhnya berdiri, dia berkata pada Kyuhyun “Kyu-ah! Apa yang kau lakukan?? Ayo cepat berdiri!!”.  Kangin mendorong Kyuhyun hingga Kyuhyun terjatuh, lalu dia berteriak lagi “Cepat pergi dari rumahku!”. Kyuhyun pun kembali ke posisi semula, posisi berlutut, dia berkata pada Kangin “Aku tidak akan pulang sebelum kau mendengarkan penjelasanku!”. Kangin memaksa Kyuhyun untuk keluar, tapi dia tidak bisa. Kyuhyun tetap mempertahankan posisinya. Yunah berusaha memisahkan mereka lalu dia langsung berteriak “Appa!! Hentikan!! Apa yang kau lakukan??”. Kangin menahan amarahnya, lalu dia berkata “Baiklah! Aku akan mendengarkan penjelasanmu!”. Kyuhyun berkata “Ahjusshi.. Aku ini adalah manusia vampire!”. Kangin langsung berteriak “Mwo?? Vampire?? Mustahil!!! Jika kau vampire, kenapa kau bisa keluar di siang hari?? Dan kenapa kau bisa melewati pintu rumahku?? Aku telah menaruh bawang putih di depan pintu rumahku!”. Kyuhyun berkata lagi “Sudah ku bilang, Aku ini manusia vampire! Setengah manusia dan setengah vampire. Aku dapat merubah diriku menjadi vampire, kapanpun yang aku mau. Dua hari yang lalu ketika kami pulang dari perayaan ulang tahun Leeteuk ahjusshi, Aku, Yunah dan Donghae hyung di serang sekumpulan vampire liar di tengah jalan. Aku dan Donghae hyung bertarung melawan mereka. Yunah juga melawan vampire itu, dia sangat hebat, padahal aku hanya mengajarinya bermain game vampire blood 3D. Waktu itu, masih ada satu vampire yang masih bertahan dan tangan Yunah tergores gigi vampire itu, untung saja ketika dia terluka aku telah menjadi manusia jadi aku tidak terpengaruh oleh darah itu. Lalu aku membawanya kerumahku untuk istirahat beberapa hari. Aku tidak menyakitinya! Sungguh! Maafkan aku!”. Yunah berkata pelan “Kyuhyun ……”. Kangin langsung berkata “Aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat. Kau harus berjanji tidak akan menyakiti Yunah”. Kyuhyun langsung berdiri, Kyuhyun menggenggam erat tangan Yunah lalu dia berkata “Tentu saja! Aku berjanji! Aku tidak akan menyakiti Yunah, Aku akan selalu menjaganya, karena aku mencintainya!”. Kangin memegang pundak Kyuhyun lalu dia berkata “Akan ku pegang janjimu!”. Yunah dan Kyuhyun pun tersenyum setelah mendengar perkataan Kangin.

****

Rumah Keluarga Heechul, 15.00 KST

            Raemi terlihat sedang berdiri sambil menatap derasnya air hujan yang turun didepan jendela kamarnya. Dia membayangkan kejadian itu lagi, dia juga membayangkan Siwon yang sedang berbicara dengannya. Siwon mengatakan pada Raemi bahwa dia tidak ingin menjadi manusia lagi, dia ingin menjadi werewolf untuk menjaga Raemi.  Jika Raemi menghalanginya menjadi werewolf, dia akan mencoba bunuh diri. “Apa yang harus ku lakukan?” Ucap Raemi pelan. Siwon terbangun dari tidurnya lalu dia berkata “Raemi ……”. Raemi langsung menoleh, lalu dia menghampiri Siwon yang sedang terbarung di tempat tidurnya, Raemi berkata “Iya? Ada apa?”. Siwon tersenyum lalu dia berkata “Tidak.. Aku hanya ingin memanggilmu saja ..”. Raemi berkata “Benarkah??”. Siwon berkata lagi “Tapi sepertinya, aku sedikit lapar”. Raemi tersenyum lalu dia berkata lagi “Baiklah .. Aku akan menyiapkan makanan untukmu”. Raemi pun langsung keluar dari kamar itu. Setelah Raemi keluar, Siwon turun dari tempat tidurnya, lalu dia berjalan kejendela. Siwon pun menatap derasnya hujan turun dari balik jendela itu. Siwon menyentuh kaca jendela itu lalu dia berkata “Aku akan menjadi werewolf lagi …”. Siwon memegang matanya yang terpantul di kaca itu lalu dia berkata “Mata ini akan berubah….”. Siwon menundukkan kepalanya lalu dia berkata “Wajah ini akan berubah .. Tubuh ini akan berubah … Berubah menjadi serigala lagi”. Tanpa disadari Siwon meneteskan airmatanya. Siwon mengangkat kepalanya lalu dia tersenyum sambil berkata “Tapi..Jika ini adalah satu-satunya cara untuk melindunginya.. Aku akan menerima ini semua… Aku akan menjaganya..Selalu menjaganya… Tidak akan kubiarkan seseorang menyakitinya”. Siwon pun duduk dilantai sambil menekuk kakinya.

Sementara itu Raemi baru saja menuruni tangga rumahnya, dia melihat Donghae dan Nichan sedang duduk berdua. Donghae bersandar di pundak Nichan sambil berkata “Aku ingin selalu dimanja Nichan. Tidak hanya disaat aku sakit”. Nichan melihat Raemi lalu dia langsung berdiri sambil tersenyum, dan membuat Donghae terjatuh di atas sofa. ‘Yak! Raemi mengganggu suasana!’ Batin Donghae. Donghae langsung berdiri. Raemi berkata pada Nichan “Nichan..Apa yang kau lakukan di sini?”. Nichan tersenyum lalu dia berkata “Diluar sedang hujan deras. Tadi kami pulang dengan menaiki bus, karena halte bus jauh dari rumahku, jadi Donghae oppa membawaku kesini.. Oiya! Aku sudah dengar tentang Siwon oppa, Apakah dia baik-baik saja sekarang?? Kenapa kau tidak mengubahnya menjadi manusia lagi seperti waktu itu”. Raemi menganggukkan kepalanya lalu dia berkata “Dia tidak mau, dia bilang dia ingin tetap menjadi werewolf jika aku menghalangi niatnya dia akan bunuh diri”. Donghae dan Nichan langsung kaget mendengar perkataan Raemi. Nichan berteriak “Mwo?? Benarkah??”. Donghae juga ikut berteriak “Kapan dia berbicara seperti itu??”. Raemi berkata lagi “Kemarin dia berkata padaku. Yasudah ya .. Dia lapar, aku harus menyiapkan makanan untuknya”. Raemi pun pergi dari hadapan Donghae dan Nichan. Donghae dan Nichan saling menoleh satu sama lain. Nichan berkata “Wow .. Bunuh diri!”. Donghae pun menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata “Sudah tidak ada yang menganggu kita sekarang”. Nichan langsung melirik tajam Donghae, lalu dia berkata “Maksudmu?”.  Donghae mulai mendekati Nichan. Tiba-tiba Eunhyuk datang dengan tubuh yang basah kuyup. Eunhyuk langsung memeluk-meluk Donghae sambil berteriak “Donghae-yah! Donghae-yah!!”. Nichan bingung dengan kelakukan Eunhyuk. Donghae melirik tajam Eunhyuk, dia melepaskan pelukan Eunhyuk sambil berteriak “Kau ini kenapa?? Hentikan!! Basah tau!! Aku ini sedang sakit!!”. Eunhyuk langsung berteriak “Aku ini senang sekali!! Tapi tunggu dulu .. Kau sakit?? Bagaimana bisa??”. Donghae dan Nichan langsung menganggukkan kepalanya secara bersamaan. Nichan berkata pada Eunhyuk “Apa kau tidak merasa suhu tubuhnya berbeda saat kau memeluknya tadi??”. Eunhyuk mengusap-usap lehernya lalu dia berkata “Iya sih .. Suhu tubunya berbeda”. Donghae berkata lagi “Kita manusia vampire sekarang, kita dapat merasakan apa yang manusia rasakan, seperti bernafas, merasakan sakit, dll. Kenapa denganmu? Baru pulang langsung bersikap seperti itu”. Eunhyuk tersenyum dengan senyuman gusinya, lalu dia berkata “Aku akan kerumah Harin nanti malam, Bagaimana jika aku melamarnya sekarang??”. Donghae dan Nichan langsung kaget mendengar perkataan Eunhyuk, mereka langsung berteriak “Mwo??”.  Nichan berkata lagi “Menikah muda ya? Hmm .. Itu tidak masalah. Aku setuju denganmu Hyukjae oppa!”. Eunhyuk tertawa sambil berteriak “Benarkah??”. Nichan pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, Eunhyuk langsung memeluk Nichan sambil tersenyum bahagia. Donghae cemburu, dia langsung berusaha melepaskan pelukan itu sambil berteriak “Hey!! Lepaskan!! Lepaskan!!”. Eunhyuk pun melepaskan pelukannya, dia berteriak lagi “Aku akan bersiap-siap”. Eunhyuk pun langsung berlari menaiki tangga. Donghae berkata pada Nichan “Liat! Bajumu jadi basah!”. Nichan berkata “Ah .. Tidak apa-apa!”. Raemi datang lagi membawa makanan di sebuah nampan. Donghae berkata pada Raemi “Raemi .. Pinjamkan baju untuk Nichan ya …”. Raemi menaiki tangga itu sambil berteriak “Iya! Nanti kuambilkan”. Nichan menghampiri Raemi lalu Nichan pun mengambil nampan yang ada ditangan Raemi dan mereka pun membawanya ke kamar Raemi.  Donghae pun pergi kekamarnya untuk menganti bajunya yang basah karena Eunhyuk.

Beberapa saat kemudian, Raemi dan Nichan memasuki kamar Raemi, di sana terlihat Siwon sedang duduk di lantai sambil melipat kakinya dan menundukkan kepalanya. Raemi langsung menghampirinya sambil berteriak “Wonnie!! Apa yang kau lakukan?? Ayo cepat berdiri!”.  Siwon mengangkat kepalanya lalu dia berkata “Aku hanya sedang memikirkan sesuatu”. Raemi langsung memegang lengan Siwon dan menyuruhnya untuk berdiri. Siwon melihat Nichan yang sedang berdiri di depan pintu lalu dia berkata “Nichan .. Kau ada di sini juga.. Bajumu basah!”. Nichan pun berkata sambil tersenyum “Eoh? Iya.. Aku sedang berkunjung kesini, apa yang kau lakukan di sini?”. Siwon terdiam, lalu berjalan menuju tempat tidur dan duduk di atas tempat tidur itu, dia berkata “Aku digigit werewolf makanya aku di bawa ke sini. Sepertinya aku akan menjadi werewolf lagi, tapi aku senang!”. Raemi mengambil sebuah baju dilemari lalu memberikannya ke Nichan. Nichan berkata pada Siwon “Kenapa kau tidak menyuruh Raemi untuk membuat ramuan itu lagi? Padahal eonnie sangat menginginkanmu menjadi manusia”. Siwon menoleh  ke Raemi lalu dia berkata sambil tersenyum “Tidak! Aku tidak ingin menjadi manusia lagi, aku ingin menjadi werewolf saja supaya bisa melindungi Raemi”. Nichan tersenyum lalu dia berkata “Baiklah jika itu keputusanmu.. apa boleh buat! Oppa.. Aku harus mengganti bajuku, Bye! Raemi eonnie…Terima Kasih”. Siwon pun tersenyum mendengar perkataan Nichan. Nichan pun keluar dari kamar itu.

****

Rumah Harin, 20.00 KST

Harin POV

            Saat ini aku ada di dapur, aku sedang membuat suatu makanan spesial untuk Eunhyuk, dia berjanji ingin dataang kerumahku hari ini, karena sekarang dia sudah terbiasa dengan makanan manusia jadi aku membuatkan makanan spesial untuknya. Appa dan Eommaku sedang tidak ada dirumah, mereka ada urusan mendadak di luar. Beberapa saat kemudian makanan itu pun matang, aku langsung menatanya di sebuah piring. ‘Ding Dong’ Suara bel rumahku, itu pasti Eunhyuk. Aku langsung keluar dari dapur dan membukakan pintu. Dan ternyata benar, dia adalah Eunhyuk. Aku langsung menarik tangan Eunhyuk untuk masuk kedalam. Aku menyuruhnya untuk duduk. Dia tersenyum kepadaku. Aku berkata padanya “Hyukie! Tunggu disini! Aku punya makanan special untukmu”. Dia berkata sambil tersenyum kepadaku “Benarkah??”. Aku hanya menganggukkan kepalaku. Aku langsung berlari kedapur. Ketika aku mengangkat piring itu, ‘PRANG’ piring itu terjatuh, dan makanan itu berserakan dimana-mana. Aku langsung menundukkan kepalaku. Aish .. Kenapa jatuh? Aku sudah susah payah membuatnya. Tanpa disadari airmataku keluar. Tiba-tiba Eunhyuk sudah berada di depanku, dia berkata “Ada apa??”. Aku langsung menjawabnya “Makanan itu terjatuh saat aku ingin mengangkatnya.. Padahal aku sudah membuatkan itu khusus untukmu”. Eunhyuk mengusap airmataku, lalu dia berkata “Tidak apa-apa! Jangan menangis!”. Kring~Kring~Kring tiba-tiba telepon rumahku berdering, aku langsung mengangkat telepon itu. “Yeoboseyo! Apa benar ini telepon rumah keluarga Jung?” Suara dari telepon itu. Aku langsung menjawabnya “Ya, benar! Aku anaknya”. Orang itu berkata lagi “Orang tua anda mengalami kecelakaan, mereka telah meninggal…….”. Aku langsung terdiam mendengarkan perkataan itu, telepon yang ku pegang jatuh begitu saja dari tanganku. Aku memundurkan langkah kakiku beberapa kali. Eunhyuk datang lalu dia berkata “Ada apa??”. Telepon itu masih menyala, orang itu berkata lagi “Dokter sudah berusaha sebisa mungkin, tapi meka tidak bisa di selamatkan. Mayatnya akan segera di kirim kerumah anda secepatnya. Itu saja yang saya bisa katakan. Tiiitt~”.  Tidak! Aku tidak percaya! Appa! Eomma! Kenapa kalian meninggalkanku sendirian??. Airmataku keluar begitu saja. Aku berteriak “Appa!!! Eomma!!!”. Eunhyuk langsung memelukku, aku menangis di pelukannya, aku berteriak padanya “Appa dan Eomma sudah tidak ada … Hyukie!! Jangan tinggalkan aku!!”. Eunhyuk berkata “Aku…Aku tidak akan meninggalkanmu …”. Aku masih mengeluarkan airmataku, aku berkata lagi “Jangan tinggalkan aku… Jangan tinggalkan aku … Jangan tinggalkan aku…”. Seketika semuanya menjadi buram dan akhirnya gelap gulita. Kukira awalnya hari ini akan menjadi hari yang bahagia tapi pada akhirnya hari ini menjadi hari yang terburuk dan penuh duka.

Harin POV off

****

Author POV

Keesokan harinya,

Harin membuka matanya, lalu dia bangun dari tempat tidurnya. Dia memegang kepalanya lalu dia berkata “Apakah itu mimpi??”. Eunhyuk membuka pintu kamar Harin, dia memakai kemeja hitam dan celana hitam, dia berkata pada Harin “Harin ..Orang tuamu akan di makamkan, kau mau lihat untuk yang terakhir kalinya?”. Harin langsung berteriak “Jadi .. Itu bukan mimpi??”. Eunhyuk manganggukkan kepalanya pelan. Harin langsung turun dari tempat tidurnya dan berlari keluar untuk melihat orang tuanya untuk yang terakhir kalinya. Terlihat teman-teman dan kerabart-kerabat Harin telah datang kerumahnya. Harin duduk diantara peti mati orang tuanya, dia berkata sambil mengeluarkan airmatanya “Appa!! Eomma!! Jangan tinggalkan aku!!”. Pendeta berkata “Kita harus segera menguburnya!”. Peti mati itu pun di angkat oleh orang-orang dan di masukan kedalam mobil lalu mereka segera berangkat ke pemakaman.


TBC ~
Gimana cerita nya nih reader ?? minta koment nya dong :D
bagaimanakah kehidupan mereka selanjutnya ??
tunggu chapter selanjutnya ya ^^

FanFiction My Yeobo is A VAMPIRE // Season 2 // Chapter 3


 Lets Read this FF ^^
Happy Reading...... semoga suka ya ^.^
Jangan lupa RCL ya :) [ Read Coment Like ]

Waring : Banyak typo bertebaran !!




Title : My Yeobbo is A VAMPIRE
Author: Lee Haeka / Diska Park
Posted by Lee Hyemi

Cast Vampire :
Lee Dong Hae  : Vampire name 'Alexander Leethe Count Chocula'
Lee Hyuk Jae : Vampire Name 'Leerant Luke Count Chocula'
Cho Kyu Hyun : Vampire Name 'Lachain Shan Count Chocula'

Cast Couple Vampire :
Park Ni Chan
Jung Ha Rin
Kim Yun Ah

Other Cast :
Kang Rae Mi
Choi Siwon
Henry Lau
Kim Hee Chul ( Appa's Vampire/ King of Vampire  )
Park Jung Soo ( Nichan's Appa )
Park Rin Byul ( Nichan's Umma )
Lee Sung Min ( Nichan's Oppa)
Other SJ members

Genre : Fantasy, Horror, Romance, Comedy


=======================================

#Gubrakkk! Tiba-Tiba ada suara dentuman yang sangat kencang, seperti ada sesuaatu yang jatuh di atas mobil Siwon. Siwon dan Raemi langsung Kaget mendengar suara itu. #Gubrak #Gubrak #Gubrak Suara itu terdengar beberapa kali seperti orang yang menggedor-gedor atap mobil. "Suara Apa itu ??" Teriak Raemi. Siwon pun berteriak “Molla!!!”. Siwon pun langsung memberhentikan mobil nya lalu mereka pun keluar dari mobil itu. mereka melihat ke atas mobil itu, tapi ternyata tidak ada sesuatu yang jatuh di atap mobil itu. Ketika Siwon menoleh ke Raemi, tiba-tiba ada seekor werewolf yang sedang berlari menghampiri mereka. Siwon pun langsung berteriak “Raemi!!!! Werewolf !!!!!”, lalu dia menarik tangan Raemi dan berlari meninggalkan tempat itu. Mereka berlari dan berlari tetapi werewolf itu masih mengejar mereka. Tiba-tiba Raemi melepaskan tangannya dari Siwon.

“Cepat pergi dari sini!! Biar aku yang melawan nya!!” Teriak Raemi yang berbalik kearah werewolf

“Memangnya kau sanggup??” Ejek Siwon

“Aishh .. Kau meremehkan ku ?? hah ?? Aku ini Manusia Vampire!!” Teriak Raemi kesal

“Aku kan hanya bertanya .. Kenapa kau jadi marah-marah seperti itu???” Teriak Siwon ikut kesal

“Sudahlah.. Kita tidak punya waktu untuk membahas ini .. Nanti kita lanjutkan lagi urusan kita!!” Teriak Raemi

Semakin lama werewolf itu semakin dekat, Mata Raemi pun berubah menjadi biru lalu dia langsung mendorong Siwon hingga terpental sampai Siwon terjatuh dan tubuhnya terbentur pohon. Siwon pun langsung memegangi dada nya , lalu siwon berkata “Aishh .. Tenaga nya kuat sekali jika sedang marah ..”. Raemi pun bertarung dengan werewolf itu.‘Segitu teganya aku membiarkan seseorang yang kusayangi terluka karena melawan seekor werewolf yang kekuatan nya lebih besar darinya. Aku tidak bisa tinggal diam.. Aku harus membantunya .. Tapi apa yang harus ku lakukan??’ Batin Siwon. Siwon pun menoleh ke kanan dan kekiri nya untuk mencari suatu. Lalu dia melihat sebuah balok panjang dan langsung mengambilnya. Kemudian Siwon berdiri dan langsung mengampiri Raemi dan werewolf itu. Dia berniat untuk membantu Raemi. Tapi tiba-tiba di belakang Siwon ada seekor werewolf lagi. Werewolf itu langsung menerkam Siwon lalu menggigitnya. “AAAAAA!!!” teriakan Siwon. Raemi berteriak “Oppa??? Aishh .. Apa yang terjadi dengan nya??”. Raemi pun menoleh kearah Siwon dan dia kaget melihat seekor werewolf yang telah menggigit Siwon, Siwon tampak kesakitan. Werewolf yang menyerang Raemi ingin memukul Raemi, tapi Raemi menyadarinya lalu dia langsung menghindar dari pukulan werewolf itu. Raemi menyentuh pinggangnya, dia baru ingat kalau dia membawa sebuah pistol dengan peluru perak yang tersembunyi di balik jaketnya. Raemi pun langsung menembak werewolf yang menerkam Siwon dan dia juga menembak werewolf yang ada di depan nya tepat di jantung kedua werewolf itu. Kemudian Raemi langsung berlari menghampiri Siwon yang terbaring lemah, dia tak sadarkan diri, banyak sekali darah di sekujur tubuhnya. “Aigoo .. Oppa !!! Dia di gigit werewolf .. Aishh .. Dia akan menjadi werewolf lagi!! Tidak .. Aku tidak akan membuat nya menjadi werewolf lagi!! Aku harus membawa nya pulang!! Aku akan membuat ramuan seperti waktu itu!” Ucap Raemi panik. Raemi pun membopong tubuh Siwon sampai masuk ke dalam mobil, Kemudian Raemi langsung mengendarai mobil itu untuk pulang ke rumah nya.




Vampire Castle in China, 9.30 PM


..Pembangkitan Raja Vampire Zhoumi..

Di sebuah kastil tua yang berada di China duduklah seorang pangeran vampire yang sedang duduk di singgasananya. “Aishh .. Kenapa ritual itu belum siap dari kemarin ?? Aku tidak bisa menunggu terlalu lama. Lebih baik aku yang membangkitkan nya seorang diri” Teriak Henry. Henry pun langsung berdiri dan berjalan meninggalkan singgasananya itu. Henry berjalan menelusuri lorong kastil nya. Tak lama kemudian, sampailah dia di depan sebuah ruangan dengan pintu yang sangat besar. Henry pun membuka pintu itu. Dan ternyata di balik pintu itu terdapat pintu lagi, Pintu yang memiliki sebuah code. Henry menekan sebuah kepala patung berbentuk berbentuk kelelawar yang tersembunyi di balik tembok, lalu dia berkata “Xixuegui shi buxiu de.. Buneng bei dabai qíta shengwu meiyou linghun de shengwu. [ Vampire itu abadi, Makhluk tanpa jiwa yang tidak bisa di kalahkan makhluk lainnya]”. Kreeeekkk ~ pintu itu pun terbuka, di dalam terdapat sebuah peti mati dan banyak kelelawar. Henry pun memasuki ruangan itu lalu dia membuka peti mati itu. Terlihat Jasad Appa nya sedang terbaring di dalam peti itu. Henry pun berdiri di depan peti mati itu lalu dia mengambil salah satu kelelawar, dia langsung menggigit kelelawar itui dan keluarlah darah kelelawar itu. Kemudian dia membuka mulut Zhoumi lalu dia meneteskan darah di tangan nya kedalam mulut Zhoumi. Dia memejamkan matanya, lalu dia mulai mengucapkan sebuah mantra.
“Wahai penguasa kegelapan, Aku duduk di sini dengan tubuhku, dengan kaki ku, dengan tanganku, dengan jari-jariku untuk membangkitkan makhluk tanpa jiwa dan berdarah dingin dari tempat persemaiannya. seperti darah yang membusuk dalam daging, biarkan aku membangkitkan nya. seperti sebuah sayap pada badan kelelawar,  biarkan dia bergerak bebas. Seperti suara petir yang menggelegar, biarkan dia mendengar semuanya. Saat dia terbangun, saat itulah dia abadi.  Dengan tetesan-tetesan darah akan membangkitkan nya, VAMPIRE IS IMMORTAL . Tidak ada makhluk yang dapat mengalahkan nya. Kehidupan dalam kegelapan akan segera kembali”
Henry membuka matanya yang merah itu. Terlihat peti mati itu mulai bergetar. Darah itu telah mengalir di seluruh tubuh Zhoumi. Tubuh Zhoumi yang tadi seperti tengkorak kini telah berisi. Kulitnya berubah menjadi putih pucat lagi. Zhoumi membuka matanya secara perlahan. Henry pun mengeluarkan smirk nya. Ritualnya telah berhasil.
“Siapa yang telah membangkitkan ku dari persemaianku ???” Teriak Zhoumi yang masih terbaring
“Aku Appa!” Teriak Henry yang membuat Zhoumi membangunkan dirinya
“Kau??? Kenapa kau bisa membangkitkanku?? Sejak kapan kau bisa membangkitkan Vampire??” Tanya Zhoumi Datar
“Ini yang pertama kali nya …Itu karna tubuh Appa tidak hancur jadi aku dapat membangkitkan mu, Aku butuh pertolonganmu” Ucap Henry Datar
“Apa itu?” Ucap Zhoumi yang berdiri dari peti matinya
“Bantu aku untuk mendapatkan Magic Krystal ! Kita baru memiliki ¼ bagian kan ?” Ucap Henry
“Oh Kristal itu .. walaupun hanya ¼ tapi kau bisa tahan di bawah terik nya sinar matahari dengan menggunakan kekuatan Kristal itu …” Jawab Zhoumi
“Really ?? Tapi kita harus mengambil semuanya supaya kita dapat berkuasa di bumi ini.. Kau tau di mana Kristal itu berada?? ” Tanya Henry.
“Sepertinya.. Kristal itu berada di tangan teman lamaku, Hangeng dan Heechul . Lebih baik kau menjalankan hidupmu di dunia manusia. Kau pasti mendapatkan sebuah informasi. Buatlah kalung dengan liaotin Kristal itu, maka kau tidak akan tersengat oleh sinar matahati.” Ucap Zhoumi
“Fine!! Besok aku akan berpura-pura sebagai manusia” Jawab Henry



Heechul House, 10PM  KST


.. Heechul POV ..

Saat ini Aku dan keluarga ku sedang duduk sambil menonton TV bersama. Tetapi anak ku yang ketiga tidak ikut menonton TV, karna dia sedang asik bermain Game bersama Yunah. Seperti nya Eunhyuk mulai bosan dengan film itu. Ketika dia ingin mengambil remot TV untuk menganti channel , tangan nya langsung di tepis oleh Donghae. Seperti nya merekaa akan bertengkar lagi, Aishh .. Aku pusing!!

“YAKK!! HAE!!” Teriak Eunhyuk

“WAE????” Teriak Donghae

“Cepat ganti film itu!!” Teriak Eunhyuk

“Tidak bisa! Aku ingin menonton film ini!!” Teriak Donghae

“Tapi aku sudah menonton nya berkali-kali!! Ayo cepat ganti!!” Teriak Eunhyuk.

“Tidak bisa!! Aku sudah bilang tidak bisa berarti itu tidak bisa … Walaupun kau jungkir-balik sambil koprol dan masuk ke dalam lembah tidak bernyawa itu tetap saja tidak bisa!!! Aku ingin menonton film ini dan akan menonton film ini lagi !!!” Teriak Donghae.

“Terus ?? Masalah ??” Teriak Eunhyuk

“YAKK!!!! SUDAH HENTIKAN!! BISAKAH SEHARI SAJA KALIAN TIDAK BERTENGKAR?? Hyukie lebih baik kau mengalah pada adikmu..” teriakku menahan emosiku

“Ahh … Membosankan!!!” Guman Eunhyuk menendang meja yang ada di depan nya dengan pelan.

“Appa .. Kau tidak patroli ??” Tanya kyuhyun yang masih memandang layar monitornya.

“Tidak .. Appa sedang libur …wae??” Jawabku datar.

“Ani ..” Ucap kyuhyun mengelengkan kepalanya

“Ahjussi ..boleh aku bertanya sesuatu??” Tanya Yunah

“Boleh .. Memang nya kau mau bertanya apa ?” Jawaabku sambil tersenyum

“Hmm .. Bisakah kau ceritakan dari mana Kristal itu kau dapatkan ?” Tanya Yunah penasaran

“Kyaa .. Aku ingin mendengar nya!!” Teriak Eunhyuk yang langsung menoleh ke Heechul

“Aku Juga !!” Teriak Donghae dan Kyuhyun

“Jadi begini cerita nya ..” ucap heechul


*Flash Back*

Disuatu malam , Ketika umur vampireku baru saja menanjak ke 17 tahun [170 tahun dalam umur manusia]. Aku dan kedua temanku sedang berada di dalam hutan untuk merayakan nya. Kedua teman ku bernama Hangeng dan Zhoumi, mereka berasal dari China. Tiba-tiba kami mendengar teriakan seseorang, Kami pun langsung berlari mengikuti suara itu. Kami berlari dan berlari menelusuri setiap inci hutan itu. Sampai pada akhirnya kami menemukan mayat dengan tubuh yang telah berlumuran oleh darah. Han dan Mimi mulai terpengaruh oleh bau darah itu. Mereka pun langsung mendekati mayat itu lalu menghisap sisa-sia darah itu. Aku hanya menggelengkan kepalaku saja, karna aku telah di ajarkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh bau darah. Ketika aku memperhatikan mereka berdua, aku melihat sesuatu yang di genggam oleh mayat itu. “Gulungan kertas apa itu??” Ucapku pelan , Aku pun langsung menghampirinya lalu mengambil peta itu dari tangan mayat itu. Ku buka gulungan itu dan ternyata itu hanya gulungan kertas kosong. Hoeh .. ku kira itu peta. Han dan Mimi menghampiriku dengan wajah yang masih berlumuran darah, Lalu Han berkata “Apa ini??”. Aku menjawab sambil menggelengkan kepalaku “Aku tidak tau..”. Darah-darah yang masih di mulut Han menetes ke atas ketas itu. Aish.. Aku sangat Kaget ketika darah itu meresap ke dalam kertas dan menimbulkan sebagian isi dari gulungan kertas itu. Aku pun menoleh ke Han dan sebaliknya. Han berkata “Kira-kira ini apa ya ?? Jangan-Jangan ini peta harta karun!!”. Mimi langsung menoleh kearah kami lalu dia berteriak “What ?? Peta Harta karun ?? Kita harus mendapatkan harta karun itu!!”. “Dia benar!! Ayo cepat kita teteskan darah mayat itu keatas peta!!” Ucap Han. Aku hanya mengikuti perintahnya saja tanpa banyak bicara, Mereka berdua pun langsung meneteskan darah itu. Dan … WOW ini sebuah peta rahasia vampire! Di sini tertuliskan ‘Makhluk dingin tanpa jiwa bagai kelelawar yang tertidur di siang hari dan mencari mangsa di malam hari. Monster berwujud manusia penghisap darah dengan wajah pucat dan memiliki taring. Didalam sebuah kegelapan, Ikutilah bau darah maka kau akan mendapatkan kekuatan besar, Ikutilah kelelawar maka kau akan mendapatkan ketenangaan bahkan keabadian, Vampire is IMMORTAL’. Setelah membaca itu Mimi langsung menarik tanganku dan juga Han. Kami pun berlari secepat kilat untuk mencari tempat itu.

Beberapa menit kemudian sampailah kami di depan sebuah Goa di dalam hutan. Ketika kami memasuki goa itu, banyak kelelawar-kelelawar yang berterbangan. Di dalam goa itu terdapat dua jalan, jalan pertama diliputi oleh bau darah yang sangat menyengat dan jalan yang kedua diliputi banyak kelelawar yang tertidur di sana. Han dan Mimi mulai terpengaruh darah itu, mereka mengambil jalan pertama, tapi aku langsung menarik tangan mereka lalu aku berkata “Lebih baik kita lewat jalan yang kedua..”. Mereka melepaskan tanganku, lalu Mimi berkata “ikutilan bau darah maka kau akan mendapatkan kekuatan besar, dan aku memilih jalan pertama, jadi jangan menghalangiku”. Aku pun terdiam, kemudian aku mulai berjalan di jalan yang kedua.  “Jalan ini benar-benar di penuhi kelelawar!” gumamku.

Tak lama kemudian, ternyata aku telah berdiri di suatu ruangan. Di sana terdapat Banyak Emas. Disana juga terdapat sebuah Kristal yang tertempel di Patung besar yang berbentuk Kelelawar. Sinar Kristal itu sangatlah terang. Aku pun mendekati Kristal itu. WOW ! Kristal itu benar-benar indah! Membuatku ingin memilikinya… Tanpa di sadari aku menyentuh Kristal itu lalu perlahan-lahan mengambil dari tempatnya. Tiba-tiba Goa itu bergetar, lalu ada suara seseorang yang berkata “KYAAA!! Kau telah mencabut kristalku!! Itu hanya bisa di ambil oleh yang terpilih. Kristal itu memiliki kekuatan dahsyat. Tolong Jaga krystal itu! Jangan jatuh ke tangan yang salah! Aku percayakan Padamu”. Entah suara itu berasal darimana. Itu adalah amanah, aku harus menjaga Kristal itu. Aku pun langsung berlari keluar dengan Kristal di tanganku.

Sesampainya di luar Goa, ternyata Han dan Mimi telah berada di Luar goa terlebih dahulu. Hangeng berkata padaku “Chulie .. Kau dapat apa?? Aku dapat Pedang ini..”. “Aku mendapatkan ini” Ucapku yang menunjukan Kristal yang ada di tanganku. “Kristal ini memiliki kekuatan dahsyat” lanjutku. Mimi langsung berteriak padaku “Berikan Kristal itu padaku!!”. Dia berusaha mengaambil kristalku, tapi aku tidak akan pernah memberikan pada siapapun. Dia terus berusaha untuk mengambil Kristal ku. Aku pun memutuskan untuk kabur dari tempat itu. Akan tetapi, dia terus mengikutiku bahkan dia sempat melemparku dengan batu yang sangat besar dan itu membuatku terjatuh dan juga membuat Kristal itu sedikit pecah. Dia masih mengejarku, Aku tidak sempat mengambil pecahan itu, Aku langsung berlari dan terus berlari lalu masuk ke dalam kastil ku dan menyembunyikan Kristal itu di tempat yang aman.

*Flash Back Off*

“Begitulah ceritanya …” Ucap ku

“Dan pada akhirnya Han Ajusshi pun menjadi penghianat juga .. benar kan ?” Ucap Eunhyuk

“Kau benar!” Jawabku

“Oh .. Jadi begitu .. Lalu kemana pergi nya Zhoumi??” Tanya Yunah yang masih penasaran

“Dia menghilang tapi Waktu itu dia pernah kembali dengan anaknya yang bernama Henry, Tapi aku tak tau apa tujuannya.. lalu dia pergi lagi ke Canada” Jawabku


Tiba-tiba aku merasakan hawa yang berbeda. Perasaan ku jadi tidak enak, Apa yang akan terjadi? Dan tak lama kemudian … “TOK TOK TOK TOK TOK !!” suara ketukan pintu yang sangat kencang dan cepat. “Siapa itu?? Mengganggu saja! Kenapa perasaan ku jadi tidak enak seperti ini??” Teriak Donghae memegang dadanya. Ternyata bukan hanya aku yang merasakan itu tapi Hae juga merasakan itu. Aku menyuruh Hae untuk membuka pintu, dan dia pun menuruti perintahku itu.  “APPA!!! TOLONG !!!” Teriak Donghae Panik . Dan itu membuatku menjadi khawatir. Kami semua pun langsung berlari ke pintu depan. Ternyata Raemi dan Siwon yang datang tapi Siwon tidak sadarkan diri, tubuhnya di penuhi dengan darah, Apa yang terjadi??. Raemi berkata “Appa Tolong! Dia belum mati!”. Aku melihat bekas gigitan di leher Siwon lalu aku langsung menggendong Siwon ke kamar Raemi, setelah itu ku letakan diatas tempat tidur. Raemi pun langsung duduk di samping Siwon, dia memegang tangan Siwon lalu dia berkata “Wonnie .. Mianhe … Sadarlah…”. Untuk yang pertama kalinya Raemi mengeluarkan airmatanya setelah dia menjadi Manusia Vampire. Kyuhyun mengambil Air dan handuk lalu memberikan nya kepada Raemi, Dia menyuruh Raemi untuk membersihkan darah yang ada di tubuh Siwon.

“Kenapa ini bisa terjadi??” Teriak Yunah Panik

“Tadi kami di serang Werewolf di tengah jalan .. Aku bertarung dengan werewolf itu, Sepertinya dia ingin membantuku tapi ternyata di belakang nya ada werewolf lagi yang langsung menggigitnya” Jawab Raemi sambil membersihkan luka Siwon.

“Mwo?? Werewolf ?? Mereka kembali lagi??” Teriak Donghae Kaget

“Aishh .. Masalah Vampire itu belum selesai tapi sudah ada masalah yang baru … Kenapa mereka kembali lagi? Kota Seoul dalam bahaya” Ucap Eunhyuk
“Siwon akan menjadi werewolf lagi atau dia akan mati…” Ucap Kyuhyun dengan tatapan tajam
“Raemi! Kau Harus buat ramuan atau obat itu lagi jika kau menginginkannya menjadi manusia lagi …Kau bisa kan?” Tanyaku
“Aku bisa!!” Jawab Raemi
“Tapi Jika dia menjadi werewolf, dia dapat membantu kita untuk menyingkirkan Henry dari kota Seoul ini. Dia juga bisa menjaga Raemi.” Ucap Donghae.
“Lebih baik dia menjadi manusia! Aku akan membuat ramuan itu secepatnya!!”. Teriak Raemi. Ketika Raemi berdiri, Tanpa di sadari Siwon langsung menarik tangan Raemi. Siwon tersadar lalu dia berkata “Andweee .. Biarkan aku menjadi Werewolf …. Aku ingin selalu menjagamu … ”. Aku menyuruh yang lainnya untuk keluar , supaya Raemi dan Siwon dapat berbicara berdua saja.

Han .. Anakmu kini telah menjadi vampire yang baik. Walaupun dia bukan anakku, tapi aku telah menyayangi seperti anakku sendiri.. Maaf Han aku telah membunuhmu .. Aku harus menjaga Kristal itu.

Heechul POV OFF
Author POV
Keesokan Harinya …

Seoul National University, 12 PM KST

Terlihat Donghae dan Nichan sedang berjalan berdua ke tempat parkir motor. Donghae kaget melihat ban motor nya yang bocor. Dia pun langsung berlari menghampiri motornya itu.  Nichan pun menghampiri Donghae. “Aku yang melakukannya .. heheh ..” Ucap Nichan yang mengeliarkan sebuah paku. Donghae langsung berteriak “Ah … Jadi kau yang melakukan nya?? Kau itu jahil sekali!! Kenapa kau melakukan ini ??”. Nichan langsung menjawabnya “Aku tidak mau naik motor .. Aku mau naik bus saja … hihihi ”. Donghae tertawa lalu dia berkata “Oh Yasudahlah .. Ayo kita Naik Bus!!”. Donghae pun memegang tangan Nichan. Ketika mereka membalikkan badannya ternyata Henry sudah ada di belakang mereka. Donghae menatap Henry dengan Tatapan tajam. ‘Kenapa dia bisa keluar di siang hari juga??’ Batin Donghae. Mereka saling bertatapan tajam.



 TBC**

Gimana cerita nya nih reader ?? minta koment nya :D
Apa kah yang akan terjadi selanjutnya saat henry dapat keluar di aing hari ???
tunggu chapter selanjutnya ya ^^
Powered By Blogger