Jumat, 05 Oktober 2012

Fanfiction Super Junior Romance " Saranghaeyo, My Coordi!!

Author = Leehyemi

Genre: Romance, Sad.
Length: Oneshoot
Cast: Kim Heechul (Super Junior), Baek Eun Na (OC), Eunhyuk (Super Junior), All member Super Junior
Disclaimer: All the casts are Gods, but the story is truly from my fantasy.
Hallo semuanya, ini FF pertamaku. Maaf kalau banyak typo dan maaf juga kalau ceritanya jelek.
Mohon komen dan kritiknya.
Selamat membacaaa ^^
……………


Eun Na POV
“Aah, sial aku telaaaat! Ini gara-gara aku harus menyelesaikan tugas dari Park songsaengnim!” ujarku sambil berlarian kesana kemari. Ini hari pertama ku bekerja masa sudah telat!
Ah, maaf aku lupa. Kenalkan namaku Baek Eun Na, umurku 18 tahun. Aku mahasiswa baru di Universitas Param, Seoul. Seperti yang kalian lihat, hari ini adalah hari pertamaku bekerja dan kerjaanku sebagai Coordi Boyband Korea yang terkenal, Super Junior. Aku kurang begitu tahu tentang mereka, maklumlah selama ini aku selalu disibukkan dengan belajar demi mendapatkan beasiswa di Universitas ku sekarang ini. Aku tinggal sendiri di apartemen yang sederhana dan juga bekerja untuk membiayai kuliah dan kebutuhanku sehari-hari. Aku sudah terbiasa bekerja sejak aku masih sekolah, jadi sudah tidak aneh lagi kalau aku sekarang harus bekerja sambil kuliah.
Baiklaaah, nanti aku lanjutkan lagi karena sekarang aku sudah telaaaaat!
Eun Na POV END

Author POV
Pagi ini gedung SM dipadati banyak orang, tentu saja karena salah satu artis mereka akan menyelenggarakan konser di beberapa Negara. Jadi sudah tidak aneh lagi kalau gedung SM ini seperti lautan manusia.
“Noona, semua perlengkapannya sudah siap?” Tanya Leeteuk, salah satu member Super Junior
“Belum semuanya, Leeteuk-ssi. Salah satu Coordi belum datang.” Ucap salah satu Coordi disana.
“ah, baiklah. Gwenchana, Noona.”
Eun Na datang sambil berlari-larian demi sampai tepat waktu. Ia langsung berlari menuju ruang ganti Super Junior untuk membantu menyiapkan persiapan Super Show.
Author POV END

Eun Na POV
“aah, mian aku terlambat!” ucapku setelah masuk ruang ganti sambil membungkukkan badan. Semua nya sempat terhenti karena kedatanganku, tapi setelah itu mereka melanjutkan lagi kegiatannya.
“Ya! Baek Eun Na, kemana saja kau baru datang jam segini?” ucap Ra Im, salah satu temanku.
“Ah, aku bangun kesiangan karena harus menyelesaikan tugas kampusku dulu biar seharian ini aku bisa bekerja dengan tenang.” Jawabku
“Ya sudah, sekarang kau bantu pindahkan baju-baju ini ke dalam Van. Setelah itu kau pindahkan juga sepatu-sepatu ini.” Ucap Na Ri memberi perintah.
“Ne, arasseo!”
Langsung saja aku lakukan perintah Ra Im dengan cepat, tapi karena terlalu banyak baju yang harus aku bawa, sehingga jalanku terseok-seok.
Eun Na POV END

Author POV
Eun Na berjalan menuju Van terbata-bata karena beratnya pakaian yang dia bawa. Dia tidak bisa melihat kedepan karena pakaian yang bertumpuk sehingga ia harus berjalan pelan dan sesekali memiringkan badan untuk bisa melihat jalan.
Dari arah yang berlawanan, muncul seorang namja dengan menggunakan jaket tebal dan headset yang terpasang manis ditelinganya. Namja itu sama sekali tidak memperhatikan jalan didepannya. Ia sibuk menghafalkan lagu-lagu yang ada di Ipod-nya.
BRUK!
“Aaakh, appooooo!” ringis Eun Na yang tertimpa pakaian yang ia bawa.
“Aish, YA! Bisa lihat ke depan tidak kalau jalan!” teriak namja itu sambil melepaskan headsetnya. Eun Na yang tidak bisa bergerak karena pakaian yang menimpanya hanya bisa mengeluarkan suara tanpa bisa membantu namja itu.
“Ah, jeosonghamnida, saya tidak bisa melihat kedepan karena saya sedang membawa baju-baju ini. Dan saya juga minta maaf saya tidak bisa membantu anda, karena saya sendiri tidak bisa bangun.” Jelas Eun Na dengan posisi tetap terlentang tertimpa baju-baju.
Namja itu segera berdiri dan merapihkan jaket dan memasang lagi headsetnya. “Aish, itu bukan urusanku!” ucapnya sambil pergi meninggalkan Eun Na tanpa membantunya berdiri sedikitpun.
“Err, tidak sopan sekali sih orang itu! Bukannya ia membantuku berdiri malah pergi dan bicara seenaknya! Ah, bagaimana aku bisa bangun kalau begini terus? Eotteohke?” ucap Eun Na sambil menggerakkan tangan dan kakinya seperti cacing kepanasan (?) dengan harapan bisa bangun. Tiba-tiba ada sepasang tangan yang menarik tangannya hingga ia berdiri.
“Eo? Kamsahamnida. Maaf saya sudah merepotkan anda.” Ujar Eun Na sambil membungkukkan badan.
“Ne, cheonmaneyo. Ku kira ada seseorang yang tidak bertanggung jawab meletakkan baju-baju ini ditengah jalan begini. Tak kusangka didalamnya ada orang.” Ucap seorang namja tadi sambil tersenyum. Wajah Eun Na memanas dan ia menundukkan kepalanya karena menahan malu.
“Kau siapa? Aku baru melihatmu disini.” Tanya namja itu lagi. Eun Na membelalakkan matanya karena ia baru ingat kalau dia belum memperkenalkan dirinya.
Author POV END

Eun Na POV
“Kau siapa? Aku baru melihatmu disini.” Aish, aku sampai lupa memperkenalkan diriku ><
“Ah, jeosonghamnida, jeo neun Eun Na, Baek Eun Na imnida. Aku Coordi baru disini.” Ucapku sambil terus membungkukkan badan. Namja didepanku ini tetap diam memperhatikanku dari atas sampai bawah kemudian tersenyum.
“Oh. Eunhyuk imnida. Kalau boleh aku tau kau coordi siapa?”
“Emm, aku coordi untuk Super Junior.” Jawabku tanpa mengurangi kesopananku. Kulihat namja ini agak terkejut dengan ucapanku barusan. Apa ada yang salah dengan ucapanku pikirku.
Eun Na POV END

Eunhyuk POV
“Emm, aku bekerja untuk Super Junior.” Jawab yeoja bernama Eun Na ini dengan sopan. Aku terkejut setelah mendengar jawabannya. Dia coordi baru untuk grupku, tapi dari sikapnya dia seperti tidak tahu siapa itu Super Junior.
“Apa kau tahu member Super Junior?” tanyaku setelah diam beberapa lama. Kulihat matanya melirik ke atas tampak sedang berpikir kemudian dia menggelengkan kepalanya. HAH? Dia tidak tahu Super Junior? Astaga, masa boyband terkenal seperti kami tidak ia kenali?
Sebelum aku bersuara, dia terlebih dulu mengeluarkan kata-kata, “Yang ku tahu dari Super Junior adalah mereka mempunyai 13 member. Dan aku sama sekali belum pernah melihat mereka karena aku tidak sempat melihat televisi untuk melihat hal seperti itu.” Ucapnya sambil menundukkan kepala.
Eh? Kenapa tidak sempat? Apa dia tidak punya TV? Belum sempat aku bertanya tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.
“Ya! Baek Eun Na! Bukannya kau kusuruh untuk memasukkan pakaian itu ke mobil? Kenapa kau malah disini dan membiarkan pakaian itu tergeletak di lantai? HAH?” ternyata itu Ra Im, salah satu coordi yang memang sudah lama bekerja disini. Saat matanya melihatku, ia langsung membungkukkan badan sambil tersenyum.
“Eo? Eunhyuk-ssi, kenapa kau ada disini? Bukannya kau harus latihan dengan yang lain?” ucapan Ra Im sontak membuatku terkejut. Ah iya, aku harus latihan!
“Ah, kau benar! Aku sampai lupa. Kalau begitu aku permisi dulu, Eun Na-ssi, Ra Im-ssi. Annyeong.” Ucapku sambil berlari meninggalkan mereka.
Eunhyuk POV

Author POV
“Ah, kau benar! Aku sampai lupa. Kalau begitu aku permisi dulu, Eun Na-ssi, Ra Im-ssi. Annyeong.” Ucap Eunhyuk sambil berlari meninggalkan Eun Na dan Ra Im.
“Ya! Kenapa kau malah melamun? Cepat bawa baju-baju itu!” bentak Ra Im setelah melihat Eun Na yang terus memperhatikan punggung Eunhyuk yang tengah berlari.
“Eo? Ne. Kau kenal dengan dia, Ra-ya?”
“Eh? Jangan bilang kau tak tahu dia siapa?” Eun Na hanya menggelengkan kepalanya dengan muka polos.
“Aigo, Na-ya, selama ini kau hidup di jaman apa? Hah? Masa kau tidak tahu dia siapa? Hei, kau bekerja untuk dia, pabo!” ucap Ra Im sambil menjitak pelan kepala Eun Na. “HAH? Jadi dia…..salah satu member Super Junior? Pantas saja dia bertanya padaku apa aku tidak mengenali Super Junior. Aish, paboyaa!” ucap Eun Na sambil memukul pelan kepalanya.
“yasudah, sekarang ambil bajunya dan masukkan ke mobil van. Kita harus cepat.” Perintah Ra Im dan langsung mendapat anggukkan dari Eun Na.
Author POV END

-Diruang latihan-
Eunhyuk POV
“semuanya, maaf aku terlambat.” Ucapku setelah membuka pintu ruang latihan. Semua member sudah berkumpul.
“Ya! Lee Hyukjae, kemana saja kau daritadi?” Tanya Leeteuk hyung. “ah, mian hyung, tadi aku membantu seseorang dulu makanya aku telat datang.” Ucapku sambil tersenyum mengingat kejadian tadi. Tunggu dulu, kenapa aku tersenyum begini? Aish, molla.
“Eh? Kau habis membantu siapa? Dan kenapa kau malah tersenyum?” Tanya Leeteuk hyung. Aku juga tidak tahu kenapa aku tiba-tiba tersenyum setelah mengingat gadis itu.
“Tadi ada seorang yeoja yang tergeletak di lantai dengan tumpukan baju di atasnya. Tampaknya dia korban tabrak lari dari seseorang. Dia tidak bisa bangun jadi aku tolong dulu.” Jelasku panjang. Tampak Leeteuk hyung menyipitkan kedua matanya sambil melirikku.
“Yeoja? Nugu?”
“Tampaknya ia coordi baru, hyung.” Jawabku seadanya sambil meletakkan tas yang kubawa ke sudut ruangan. Leeteuk hyung hanya menganggukkan kepalanya.
“Kajja, kita latihan sebelum kita berangkat!” perintah Leeteuk hyung.
Eunhyuk POV END

Author POV
“Ya! Lee Hyukjae, kemana saja kau daritadi?” Tanya Leeteuk pada Eunhyuk yang baru saja datang. “ah, mian hyung, tadi aku membantu seseorang dulu makanya aku telat datang.” Jawab Eunhyuk sambil tersenyum
“Eh? Kau habis membantu siapa? Dan kenapa kau malah tersenyum?” Tanya Leeteuk lagi sambil menyipitkan matanya.
“Tadi ada seorang yeoja yang tergeletak di lantai dengan tumpukan baju di atasnya. Tampaknya dia korban tabrak lari dari seseorang. Dia tidak bisa bangun jadi aku tolong dulu.” Jawab Eunhyuk panjang.
“Yeoja? Nugu?”
“Tampaknya ia coordi baru, hyung.” Jawab Eunhyuk seadanya sambil meletakkan tas yang dibawanya ke sudut ruangan sedangkan Leeteuk hanya menganggukkan kepalanya.
“Kajja, kita latihan sebelum kita berangkat!” perintah Leeteuk pada semua member. Disudut ruangan tampak seorang namja yang memperhatikan percakapan dari 2 orang itu sambil melipat kedua tangannya di dada, kemudian ikut bergabung dengan member lainnya.
Author POV END

Eun Na POV
“Huah, ternyata Olympic Gymnasium itu sebesar ini!” ucapku kagum setelah memasuki area stadium ini. Baru kali ini aku masuk ke sini, karena aku juga tidak pernah ada urusan di sini.
“Ya! Jangan Cuma bisa kagum, bantu aku memindahkan barang-barang ini!” teriak Ra Im padaku sambil menunjuk perlengkapan konser didepan pintu masuk. Aish, aku lupa kalau aku kesini untuk bekerja.
“Ah, arasseo!” ucapku sambil berlari. Ketika aku mengambil beberapa perlengkapan lain, seorang namja berjalan melewatiku dengan menggunakan headset di telinganya. Aku seperti mengenali orang itu. Ah, dia yang tadi menabrakku bukan? Aish, dia harus bertanggung jawab!
“YA! Neo! Berhenti!” teriakku pada orang itu.
Eun Na POV END

Heechul POV
Haah, akhirnya sampai juga. Aku harus segera masuk agar bisa merebahkan badanku, pegal sekali habis latihan tadi. Saat aku baru memasuki stadium ini, tiba-tiba ada seorang yeoja yang berteriak padaku.
“YA! Neo! Berhenti!” Ya! Orang ini tidak sopan sekali. Kubalikkan badanku menghadap yeoja itu. Kutatap yeoja itu dengan tatapan sinis, tidak sopan sekali dia memanggilku seperti itu. Dia cari mati rupanya. Eh, tapi kenapa mukanya terkejut begitu setelah melihatku? Apa ada yang salah denganku?
“Ya! Apa kau tidak tahu sopan santun? Seenaknya memanggil orang seperti itu!” ucapku setelah melihat dia diam beberapa lama. Dapat kulihat dia tersentak dengan ucapanku barusan.
“Kau yang tadi menabrakku kan? Justru kau yang tidak sopan karena sudah menabrakku dan pergi begitu saja!” bentaknya padaku. Ah, jadi dia orang yang tadi pagi. Belum sempat aku menjawab, tiba-tiba Eunhyuk datang menghampiriku.
“Hyung, ternyata kau disini. Manajer memanggil kita untuk rehar……sal” ucapnya terputus setelah melihat dengan siapa aku berbicara. Eunhyuk tampak terkejut setelah melihat yeoja itu, begitu juga dengan yeoja tersebut.
“Ah, kau yang tadi pagi itu kan?” Tanya Eunhyuk padanya. Jadi yeoja ini yang tadi pagi sudah memperlambat langkahku.
“Eunhyuk-ssi, annyeonghaseyo. Iya, aku yang tadi pagi sudah kau tolong.” Ucap yeoja ini sambil tersenyum. Cih, berbeda sekali sifatnya saat denganku tadi. Eunhyuk melihatnya kemudian melihatku bergantian. Kenapa monyet satu ini?
“wah, kita bertemu lagi, Eun Na-ssi. Ngomong-ngomong ada apa dengan kalian? Kalian sudah kenal?” Tanya Eunhyuk padaku. Jadi nama yeoja ini Eun Na. Kulirik malas yeoja itu kemudian pergi meninggalkan mereka berdua. Mood ku langsung buruk setelah melihat yeoja itu. Kuhiraukan panggilan monyet itu. Lebih baik aku bergabung dengan yang lainnya.
Heechul POV END

Author POV
“Ck, dasar Heechul hyung, gampang sekali marah-marah. Kau kenal dengan dia, Eun Na-ssi?” Tanya Eunhyuk pada Eun Na yang masih membeku ditempatnya. Melihat Eun Na seperti itu, sontak membuat Eunhyuk melambaikan tangannya didepan wajah Eun Na.
“Eun Na-ssi, hello. Gwenchanayo?” Tanya Eunhyuk lagi. Eun Na yang  tersadar segera menggelengkan kepalanya. “Ah, Ne. gwenchanayo, Eunhyuk-ssi.” Jawabnya.
“kau kenal dengan Heechul hyung, Eun Na-ssi?”. Eun Na menggelengkan kepalanya lagi.
“Aku tidak mengenali-nya, Eunhyuk-ssi, tapi dia yang menabrakku tadi pagi dan meninggalkanku begitu saja tanpa membantuku berdiri dan malah memarahiku.” Jelas Eun Na sambil menggembungkan pipinya. Eunhyuk yang melihatnya sontak tertawa dan mengacak rambut Eun Na pelan. Eun Na membeku menerima perlakuan Eunhyuk barusan. Jantungnya tiba-tiba bergejolak tidak teratur, dan darahnya berdesir.
“Kau tidak mengenali dia juga? Dia salah satu member Super Junior juga, namanya Kim Heechul.” Ucapan Eunhyuk langsung membuat Eun Na terkejut.
“HAH? Dia member Super Junior juga? Aigo, bagaimana ini aku sudah tidak sopan padanya. Bagaimana kalau dia mengadu dan kemudian aku di pecat? Aish, paboya!” rutuk Eun Na pada dirinya sendiri. Eunhyuk tersenyum dan menundukkan kepalanya untuk mensejajarkan kepalanya.
“Tenang saja, kalau ia melakukannya, aku yang akan melindungimu.”
Author POV END

Eun Na POV
“Tenang saja, kalau ia melakukannya, aku yang akan melindungimu.”
Kata-kata Eunhyuk tadi terus terngiang ditelingaku, seolah ia terus berada disampingku dan mengucapkannya berulang kali. Ini pertama kalinya ada seorang namja yang mengucapkan hal ini padaku, ya setidaknya seperti 12 tahun yang lalu.
-Flashback ON-
Seorang namja dan yeoja kecil tengah berlarian di pinggir sungai Han yang kebetulan berada didekat rumah mereka. Mereka adalah sepasang kakak adik. Mereka tampak bahagia bermain bersama. Saat sang kakak sedang pergi untuk membeli minuman, sekelompok namja kecil datang menghampiri yeoja kecil itu dan mencemoohnya.
“Ya! Kau yeoja miskin, untuk apa kau disini? Tempat ini hanya untuk orang kaya. Dan kau tidak pantas bermain disini! Pergi kau!” bentak sekelompok namja kecil itu padanya sambil mendorong yeoja kecil itu hingga terjatuh. Yeoja kecil itu menangis dalam diam karena ia ketakutan.
“Hei, kalian! Jangan pernah menyentuh adikku!” teriak namja kecil yang merupakan kakak dari yeoja kecil itu. Ia berlari menghampiri sekelompok namja itu dan memukuli satu persatu. Sekelompok namja itu berteriak kesakitan dan pergi meninggalkan mereka.
“gwenchana, saeng?” Tanya namja kecil itu. Yeoja kecil itu hanya menganggukkan kepalanya. “Ne, oppa. Gwenchana.” Jawab yeoja kecil itu sambil mengusap air matanya.
“Na-ya, kalau mereka mengganggumu lagi, bilang padaku, eo? Aku akan melindungimu.”
-Flashback OFF-
Ucapan Eunhyuk benar-benar mengingatkanku pada Eun Woo Oppa. Ah, aku jadi merindukan Eun Woo Oppa. Weekend nanti aku harus mengunjunginya. Lebih baik sekarang aku mulai bekerja, biar bisa mendapatkan uang untuk kuliahku. Na-ya, Fighting!
Eun Na POV END

Author POV
Di atas panggung, tampak member Super Junior tengah melakukan rehearsal. Heechul hanya berdiri memperhatikan member lain berlatih koreografi untuk konser nanti. Dia hanya berdiri dan menghembuskan nafasnya karena bosan. Ia lalu melihat kesana kemari mencari apakah ada hal lain yang bisa dia kerjakan. Secara tidak sengaja ia menangkap sosok Eun Na yang sedang mondar mandir sambil membawa perlengkapan konser nanti. Seketika Heechul menyeringai melihat Eun Na.
“Ya! Kau coordi baru!” teriak Heechul saat Eun Na tengah melintas didepan panggung. Mendengar panggilan itu membuat Eun Na sedikit bergidik. Kemudian ia membalikkan badan dan memberanikan diri untuk melihat Heechul.
“Ne, ada apa Heechul-ssi?”
“Wah, kenapa nada bicaramu jadi sopan begini? Bukannya tadi kau membentakku? Apa kau takut dipecat?”. Mendengar itu Eun Na hanya mencibir.
“Ada apa kau memanggilku?” Tanya Eun Na dengan tetap sopan.
“Tidak apa-apa, aku hanya iseng saja.” Ucap Heechul kemudian pergi meninggalkan Eun Na. melihat tingkah Heechul, Eun Na hanya melongo.
“Heish, kukira ada hal penting. Dia kira aku tidak punya urusan lain apa?” rutuk Eun Na kemudian pergi. Seketika Heechul membalikkan badannya dan tersenyum. Entah kenapa ia merasa senang melihat ekspresi kesal dari Eun Na, membuatnya ingin terus mengerjainya.
Tak lama konser dimulai. Eun Na dan staff yang lain pun sibuk mondar mandir menyiapkan perlengkapan yang akan digunakan berikutnya. Eun Na sebagai coordi harus menyiapkan baju dan perlengkapan lain untuk member Super Junior lainnya agar bisa cepat digunakan. Saat member lain tengah bersiap-siap karena salah satu member sedang melakukan solo, Eunhyuk melihat Eun Na yang tengah menyiapkan baju dan sepatu untuk digunakan selanjutnya.
Author POV END

Eunhyuk POV
“Eun Na-ssi, kau semangat sekali.” Tanyaku setelah melihatnya yang tengah merapihkan baju-baju lainnya. Kulihat ia tampak terkejut karena aku menghampirinya.
“Eo? Eunhyuk-ssi, tentu saja aku semangat, ini adalah hari pertamaku bekerja, jadi aku harus semangat.” Jawabnya dengan tersenyum.
DEG!
Eh, ada apa ini? Kenapa tiba-tiba jantungku berdetak dengan cepat saat melihatnya tersenyum seperti itu? Ah, pasti karena aku sedang gugup untuk penampilan selanjutnya.
“Eunhyuk-ssi, gwenchanayo? Kenapa kau diam?” tanyanya setelah melihatku terdiam. Eish, kenapa aku malah melamun begini.
“Ah, tidak apa-apa, Eun Na-ssi. Oh iya, kesannya seperti formal sekali kau memanggilku seperti itu. Lebih baik kau panggil aku Oppa saja, biar lebih dekat.” Ucapku dengan tersenyum. Ia tampak terkejut dengan ucapanku barusan. Ah, pasti dia berpikir kalau ini terlalu cepat. Apalagi kita baru kenal masih dalam hitungan jam, jadi wajar saja ia terkejut.
“em, apa tidak apa-apa, Eunhyuk-ssi?” tanyanya hati-hati. “tentu saja tidak apa-apa, bukankah aku yang memintamu memanggilku Oppa. Kalau begitu aku memanggilmu….”
“Na-ya, panggil aku Na-ya saja, Oppa” potongnya dengan tersenyum. Ah, senyumnya manis sekali. Hei, ada apa denganku? Kenapa kerja jantungku jadi abnormal begini?
Eunhyuk POV END

Heechul POV
Hah, pegal sekali badanku. Untung saja Wookie sedang melakukan solo, jadi aku bisa beristirahat sebentar. Berisik sekali staff-staff ini, bisa kan melakukan pekerjaan tanpa menggunakan mulut? Heish!
Eh? Eunhyuk? Sedang apa monyet itu? Sepertinya dia sedang ngobrol dengan seseorang. Eo? Bukannya itu si coordi baru? Hei, kenapa dia dekat sekali dengan monyet itu? Bukannya bekerja malah asik ngobrol disana. Tunggu dulu, kenapa aku malah marah-marah begini? Toh dia juga tidak sedang menggangguku. Tapi entahlah, rasanya seperti…err, aku tidak suka melihatnya. Lebih baik ku ganggu saja mereka.
“Ya, hyukjae-ya! Sedang apa kau? Bukannya bersiap-siap karena sebentar lagi giliranmu tampil, kau malah asik pacaran disini. Dengan dia pula.” Ucapku frontal sambil menunjuk yeoja ini. Sebenarnya aku tidak suka menyebut mereka pacaran, entahlah rasanya menyebalkan.
“Eo? Hyung, kau disini. Aniyo hyung, aku hanya mengobrol saja dengannya. Kalau begitu aku siap-siap dulu. Aku duluan, Na-ya.” Jawab Eunhyuk dengan tersenyum padanya. Eh, dia bilang apa? Na-ya? Secepat itukah mereka dekat?
Dapat kulihat yeoja ini tersenyum pada Eunhyuk dan membungkukkan badan, dan begitu melihatku mimic wajahnya langsung berubah, sinis.
“kau mau apa, Heechul-ssi?”
“hei, tidak bisakah kau sedikit sopan padaku? Nada bicaramu sinis sekali.” Kulihat ia memutar bola matanya malas dan kembali melanjutkan aktifitasnya. Lucu sekali yeoja ini saat sedang serius, rasanya ingin menggodanya saja. Eh? Ya! Ada apa denganku? Kenapa aku malah betah memperhatikan yeoja ini? Eish, pasti otakku sedang tidak beres akibat terjatuh dari tempat tidur semalam karena bermain dengan Heebum -_-“. Kuacak pelan kepalaku.
“Heechul-ssi, apa kau baik-baik saja? Aku ngeri melihatmu begini” ucapnya yang sontak membuatku menghentikan gerakanku. Ah, kenapa aku jadi seperti orang gila begini? Haish!
“Aniyo, aku tidak apa-apa.” Balasku dingin dan segera pergi sebelum otakku ikut menjadi ciut karena yeoja ini.
Heechul POV END

Author POV
Konser Super Show telah berjalan dengan lancar dan telah selesai. Semua staff sedang membereskan perlengkapan konser. Setelah selesai, semua member Super Junior dan staff berkumpul disebuah restaurant  untuk merayakan keberhasilan konser mereka. Eun Na dan Ra Im duduk bersama dengan staff lainnya. Tiba-tiba Eun Na merasakan nafasnya sedikit tidak teratur. Entah kenapa tapi tiba-tiba tubuhnya terasa lemas. Ra Im yang berada disebelahnya menyadari perubahan kondisi badan Eun Na.
“Na-ya, gwenchana? Wajahmu pucat sekali” teriak Ra Im yang sontak membuat orang-orang menoleh dan menghampiri Eun Na, begitu juga dengan member Super Junior lainnya.
“Ah, gwenchana, aku tidak apa-apa. Mungkin hanya kelelahan sedikit.” Jawab Eun Na menenangkan yang lainnya. Kemudian Eun Na berdiri untuk pergi ke toilet dengan memegangi pelipisnya yang terasa pusing. Heechul yang menyadari itu segera berdiri dan mengikuti Eun Na. Setelah melihat keadaan Eun Na tadi entah mengapa Heechul merasa khawatir dengan keadaan Eun Na.
Saat sedang berjalan menuju toilet, tiba-tiba Eun Na oleng dan hampir saja jatuh mengenai lantai kalau saja Heechul tidak cepat-cepat menangkap badan Eun Na. Eun Na pingsan setelah mengalami pusing yang hebat. Heechul segera mengabari member lainnya dan membawa Eun Na ke dorm.
-Di dorm-
Sinar matahari masuk melalui kaca jendela dan menembus gorden yang menutupi jendela itu. Sepasang mata yang sedang terpejam merasa terganggu saat sinar matahari itu sampai di matanya. Eun Na menggeliat pelan dan bangun. Kepalanya masih terasa pusing dan badannya terasa lemas. Dia memperhatikan ruangan sekitarnya dan terkejut karena ia menyadari bahwa dia tidak sedang berada di apartemennya.
“Eo, aku dimana?”
Author POV END

Eun Na POV
“Eo, aku dimana?”. Kuperhatikan ruangan ini, ini bukan kamarku. Diruangan ini hanya ada sebuah gambar lukisan seseorang, sepertinya aku mengenalnya. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan muncul seseorang sambil membawa nampan berisi sarapan. Aku terkejut karena yang datang, Heechul?!
“kau sudah bangun?” tanyanya dengan ekspressi yang entahlah seperti, khawatir.
“N..ne, ini dimana?” tanyaku setelah ia meletakkan nampan tersebut di meja. Dia berjalan menghampiriku dan menempelkan telapak tangannya di dahiku.
DEG!
Eh, ini kenapa? Rasanya nyaman sekali saat ia menyentuhku. Dan kenapa jantungku tiba-tiba berdetak kencang begini?
“Kau ada di dorm kami, dan ini kamarku. Bagaimana keadaanmu?” tanyanya lembut. Aku merasa tenang dengan ia berada disini. Seolah perlakuannya benar-benar tulus padaku.
“Oh. Aku baik-baik saja Heechul-ssi.” Balasku sambil tersenyum. “Oppa, panggil aku Oppa.” Ucapnya yang seketika itu juga membuat detak jantungku lebih tidak karuan.
“Eh? Apa tidak apa-apa?”
“aku yang memintamu jadi tidak apa-apa, Na-ya” jawabnya dengan tersenyum. Eh, dia memanggilku apa? Kenapa rasanya tenang sekali saat ia memanggilku seperti itu? Kuperhatikan wajahnya yang tengah memandangku, menanti ucapanku selanjutnya.
“Ne, op…pa”
Eun Na POV END

Heechul POV
“Ne, op…pa”
Ah, akhirnya dia memanggilku Oppa juga. kenapa rasanya senang sekali mendengar ia memanggilku dengan sebutan Oppa. Ah iya, aku lupa kalau aku membawakannya sarapan.
“ini makanlah, kau pingsan dari semalam dan belum sempat makan apa-apa. Maaf kalau sarapannya hanya roti dan susu, aku tidak bisa masak. Hehehe.” Ucapku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
Kulihat dia tersenyum dan menahan tawanya dengan menutupi mulutnya dengan tangannya. Senang sekali melihatnya tersenyum seperti itu. Apa aku mulai menyukainya? Ah, molla. Yang penting aku senang berada didekatnya saat ini. Ia mulai memakan sarapan yang aku buat untuknya. Lucu sekali wajahnya saat sedang makan begini. Sadar sedang ku perhatikan, ia malah tersenyum kepadaku. Ah, membuatku melayang saja.
Heechul POV END

Author POV
Eunhyuk bangun pagi-pagi sekali dan segera pergi ke dapur menyiapkan sarapan. Senyuman tidak lepas dari bibirnya. Dia ingin menyiapkan sarapan pagi yang special untuk Eun Na. setelah sarapan siap, Eunhyuk segera membawanya menuju kamar Heechul yang berada di lantai 12.
Setelah sampai didepan dorm lantai 12, Eunhyuk langsung masuk dengan memasukkan kombinasi password yang sudah dia ketahui. Setelah masuk ia langsung bergegas menuju kamar Heechul dengan senyum yang terus bertengger di wajahnya.
Saat ia membuka pintu kamar Heechul, ia melihat Heechul yang tengah menunggu Eun Na sarapan dengan wajah yang cerah. Ia melihat Eun Na dan Heechul bercanda dengan wajah Eun Na yang memerah dan kadang menunduk malu. Eunhyuk terdiam melihat 2 orang dihadapannya. Seketika rasa sakit menohok tepat di hatinya. Miris sekali rasanya melihat 2 orang dihadapannya ini tanpa mengetahui keberadaannya yang berdiri di depan pintu. Segera ia pergi meninggalkan mereka dan melempar sarapan yang ia buat ke tempat sampah.
Author POV END

Eun Na POV
Hari ini aku kembali ke apartemenku dengan Heechul Oppa yang mengantarku. Memanggilnya Oppa membuat jantungku jadi tak karuan. Ada rasa senang menyelimuti hatiku. Mungkinkah aku menyukainya? Setelah beberapa menit akhirnya kami sampai di apartemen sederhanaku. Heechul Oppa mengikutiku masuk ke dalam apartemen. Ini pertama kalinya ada seorang namja yang masuk ke apartemenku.
“kau tinggal sendirian, Na-ya? Orang tuamu dimana?” pertanyaan Heechul Oppa membuatku terdiam. Aku sampai lupa kalau kemarin harusnya aku mengunjungi keluargaku. Kubalikkan badanku menghadapnya dan segera beranjak ke dapur untuk menyiapkan minuman untuknya.
“Iya, Oppa, aku tinggal sendirian disini. Setelah ini aku akan mengunjungi mereka. Apa Oppa mau mengantarku?” ucapku sambil meletakkan minuman untuknya di meja, kulihat ia terkejut dengan ucapanku.
“Apa tidak apa-apa aku menemui mereka?” Tanyanya yang sontak membuatku terkekeh pelan karena melihat ekspresinya. Aku hanya menganggukkan kepalaku.
Setelah ganti baju dan siap-siap, akhirnya aku dan Heechul Oppa pergi mengunjungi orang tuaku dan kakakku. Butuh waktu 15 menit untuk sampai di tempat tujuan. Setelah sampai, dapat kulihat Heechul Oppa terkejut. Terpampang tulisan besar di sebuah pintu gerbang tempat yang akan kami kunjungi.
“PEMAKAMAN SEOUL GARDEN”
“Na-ya, kenapa kita kesini?” Tanya Heechul Oppa heran. Aku hanya tersenyum melihatnya terkejut seperti itu.
“Kita akan menemui keluargaku, Oppa”
Eun Na POV END

Heechul POV
“Kita akan menemui keluargaku, Oppa”
Eh? Apa dia bilang? Menemui keluarganya? Yang benar saja, ini kan pemakaman. Kuikuti Eun Na yang sudah turun dari mobil. Ia berjalan menuju 3 gundukan tanah yang berumput namun rapih dan terawat.
“Eomma, Appa, Eun Woo Oppa, annyeong. Sudah lama aku tidak menemui kalian.”
DEG!
Apa? Jadi orang tuanya? Kupandangi tiga gundukan tanah itu, kuperhatikan tulisan yang ada di batu nissannya, “Baek Joo Hyun. Baek Yoon Ah. Baek Eun Woo.” Aku terdiam setelah membaca tulisan itu. Aku jadi merasa bersalah karena bertanya tentang keluarganya tadi. Aku hanya berdiri dibelakangnya dan mendengarkan setiap ucapannya.
“Eomma, Appa, aku sekarang sudah kuliah di Universitas Param seperti impian aku dulu. Aku berhasil mendapatkan beasiswa. Dan sekarang aku bekerja  sebagai coordi di salah satu agensi terkenal di Seoul. Eun Woo Oppa, bagaimana kabarmu? Aku merindukanmu. Kau bohong padaku. Kau bilang kau akan melindungiku, tapi kau malah duluan meninggalkan aku. Kau jahat, Oppa…hiks..”
Eun Na, kulihat punggungnya bergetar. Dia menangis. Aku tak tega melihatnya begini. Kuhampiri ia dan kesentuh pelan punggungnya dengan harapan ia bisa sedikit menyalurkan kesedihannya padaku. Yeoja ini begitu rapuh, walaupun dia terlihat sangat kuat. Dia sedikit terkejut saat aku menyentuh punggungnya. Dia menghapus air matanya dan segera tersenyum melihatku.
“Eomma, Appa, Oppa, aku sampai lupa. Aku kesini dengan seseorang. kenalkan ini Heechul Oppa. Dia adalah….”
“namjachingu-nya. Aku namjachingu Eun Na, Eommoni, Aboji, Eun Woo-ssi.” Dapat kulihat Eun Na terkejut mendengar ucapanku. Entah kenapa kata-kata itu meluncur dengan indahnya dari bibirku. Eun Na masih saja terpaku melihatku.
“mworago oppa?”
Kubenahi posisiku menghadapnya, “Na-ya, mungkin ini saat yang amat sangat tidak tepat, tapi aku tidak bisa menahannya. Saranghae, Na-ya.”
Heechul POV END

Eun Na POV
“Na-ya, mungkin ini saat yang amat sangat tidak tepat, tapi aku tidak bisa menahannya. Saranghae, Na-ya.”
HAH? Apa aku tidak salah dengar? Pendengaranku masih baik-baik saja kan? Apa yang dia bilang barusan? Namjachingu? Saranghae? Ah, ini pasti hanya perasaanku saja, tidak mungkin kan Heechul Oppa menyebutkannya. Tapi aku yakin kalau aku mendengarnya dengan jelas.
“Op…pa, tadi kau bilang apa?” tanyaku terbata-bata. Heechul Oppa menggenggam tanganku dan mendekatkan tubuhnya.
“aku tidak suka mengulangi perkataanku, tapi demi kau akan aku ulangi. Saranghae, Na-ya, my Coordi.” Lembut tapi pasti ucapan itu keluar diri bibir Heechul Oppa. Aku benar-benar membatu mendengar ucapannya. Apa aku sedang tidak mimpi?
Tiba-tiba saja Heechul Oppa mendekatkan wajahnya padaku dan….chu~
Bibirnya mendarat sempurna dibibirku sekilas. Aku yang terdiam makin tak berkutik. Apa itu barusan? “mungkin terlalu mengejutkan untukmu, Na-ya, tapi aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku. Aku mencintaimu, Baek Eun Na.”
Eun Na POV END

Author POV
Selang 2 hari setelah kejadian itu, Eun Na kembali bekerja di SM Ent. Tentu saja sebagai Coordi dari Super Junior. Kali ini ia amat bersemangat memulai hari kerjanya setelah 3 hari tidak masuk karena kondisi badannya belum stabil dan lagi Heechul melarangnya bekerja dulu. Heechul? Setelah kejadian hari itu, Heechul menyatakan perasaannya padanya. Ya, sekarang mereka telah resmi memiliki sebuah hubungan. Senyuman tidak luput dari bibir mungil Eun Na, sampai ada seseorang yang memanggilnya.
“Na-ya” merasa terpanggil, Eun Na pun menolehkan kepalanya dan tersenyum mendapati Eunhyuk yang memanggilnya.
“Eo? Eunhyuk Oppa, annyeong.” Balas Eun Na sambil tersenyum.
“Kau semangat sekali, Na-ya, tidak seperti biasanya.” Tanya Eunhyuk yang melihat Eun Na tengah tersenyum sendirian.
“hehehe, iya Oppa, aku sedang dalam keadaan yang amat bahagia.” Jawab Eun Na tetap tersenyum. “Wah, bahagia kenapa?” Tanya Eunhyuk lagi. Eun Na mendekatkan tubuhnya pada Eunhyuk dan membisikkan sesuatu.
“Oppa jangan bilang siapa-siapa ya?” Eunhyuk hanya mengangguk. “Aku dan Heechul Oppa sekarang sudah pacaran, hehehe.”
Author POV END

Eunhyuk POV
“Oppa jangan bilang siapa-siapa ya?” aku hanya mengangguk. “Aku dan Heechul Oppa sekarang sudah pacaran, hehehe.”
DEG!
Tiba-tiba tubuhku membeku, berusaha mencerna setiap perkataan dari Eun Na. Apa dia bilang? Pacaran? Dengan Heechul hyung? Apa aku salah dengar? Kulihat ekspresinya yang sangat bahagia membuatku yakin kalau aku tidak salah dengar.
“Oh iya? Selamat, Na-ya. Wah, kau hebat bisa menaklukan Heechul hyung. Dia itu sangat dingin pada setiap wanita.” Kupaksakan mati-matian senyumku ini. Sebisa mungkin aku tutupi perasaanku padanya. Aku tidak ingin dia tahu dan merusak kebahagiaannya.
“Benarkah, Oppa? Wah, aku tidak tahu kalau dia seperti itu. Tapi berjanjilah kau tidak akan menceritakan pada siapapun.” Pintanya padaku. Aku hanya menganggukkan kepalaku. Tiba- tiba Eun Na mendekat dan memelukku sehingga membuat nafasku tercekat.
“Gomawo, Oppa. Kau sudah baik sekali padaku. Kau sangat mirip dengan kakakku.” Ucapnya sambil tersenyum. Hah, jadi dia hanya menganggapku sebagai kakak? Aku hanya tersenyum pahit dan membalas pelukannya sekilas. Kemudian ia pamit untuk melanjutkan pekerjaannya, meninggalkanku dengan sebuah luka yang menganga lebar di hatiku.
Eunhyuk POV END

Heechul POV
Ah, bahagianya. Ini pertama kalinya aku semangat mendatangi gedung agensi ku. Biasanya aku sangat malas pergi kesini. Tapi semua berubah setelah ada Eun Na, yeojachingu-ku. Ngomong-ngomong dimana ya dia? Segera ku langkahkan kakiku mencari gadisku. Kok dia tidak ada dimana-mana  ya? Apa aku telpon saja ya?
Baru saja aku akan menelponnya tiba-tiba manik mataku menangkap bayangan seorang yeoja keluar dari toilet dengan terhyung-huyung. Eh tunggu, bukannya itu Eun Na? Ada apa dengannya?
Segera kuhampiri Eun Na dan ku tepuk pelan bahunya. Bersamaan dengan tepukanku, badannya ikut terjatuh. Astaga, Eun Na pingsan lagi?
“Ya! Na-ya, ireona! Na-ya!” tidak ada jawaban. Kulihat dari hidungnya mengalir darah segar. Segera aku gendong ia menuju mobilku. Dia harus ku bawa ke rumah sakit.
Heechul POV END

Author POV
Lorong rumah sakit tampak sedikit ramai. Semua member Super Junior mendatangi rumah sakit setelah Heechul menghubungi mereka dan meminta mereka untuk datang. Member Super Junior sudah mengetahui hubungan Heechul dan Eun Na. Heechul yang tidak bisa tenang terus mondar-mandir menunggu dokter keluar dari ruang pemeriksaan.
“Hyung, bisa tidak kau berhenti mondar-mandir? Kepalaku pusing melihatmu seliweran didepanku” teriak Kyuhyun pada Heechul. Mendengar ucapan maknae-nya, Heechul hanya melirik tajam dan mencibir. Tiba-tiba pintu ruang pemeriksaan terbuka dan keluarlah seorang dokter.
“Keluarga pasien siapa?” Heechul dan member Super Junior lainnya segera menghampiri dokter. “Kami keluarganya.”
“bisa ikut keruangan saya sebentar?” setelah Dokter mengucapkan itu, Heechul segera mengikuti Dokter ke ruangannya. Member Super Junior lainnya masuk ke ruangan Eun Na untuk menengoknya.
“Silahkan duduk, Heechul-ssi.” Ucap Dokter tersebut. Heechul menuruti dan duduk di kursi didepan meja Dokter.
“Bagaimana keadaan Eun Na, Dok?”
Author POV END

Heechul POV
“Bagaimana keadaan Eun Na, Dok?”
Kulihat Dokter terdiam sambil membolak-balikkan sebuah kertas. Ia menghambuskan nafasnya dan menatapku dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
“Kalau boleh saya tahu, dimana orang tua pasien?” pertanyaan Dokter membuat jantungku berpacu cepat. Perasaanku tidak enak.
“Orang tuanya sudah meninggal, Dok. Jadi hanya saya keluarganya. Tidak usah bertele-tele, Dok. Bagaimana keadaan Eun Na? Dia baik-baik saja kan, Dok?” tanyaku tak sabar.Dokter itu membenahi posisi duduknya menjadi tegak. Perasaanku benar-benar memburuk sekarang.
“Saya harap anda bisa tabah, Heechul-ssi.” Kuperhatikan ucapan Dokter, aku yakin dia belum selesai dengan ucapannya. “Eun Na-ssi mengidap Leukemia stadium akhir.”
DEG!
Seperti ada jutaan batu besar yang menimpaku. Apa katanya? Leukemia? Stadium akhir? Cobaan apa ini? Aku baru mengenalnya, aku baru mencintainya, dan ia baru menjadi yeojachingu-ku. Tapi kenapa jadi seperti ini?
Kulangkahkan kakiku keluar ruangan dokter menuju ruangan Eun Na dirawat. Kata-kata Dokter tadi masih terngiang di telingaku.
“Leukemia adalah penyakit yang menyerang sel darah putih, yang membuat produksinya tidak terkontrol dan menjadi abnormal. Umumnya sel darah putih bekerja sebagai pelindung daya tahan tubuh, tapi karena abnormal jadi fungsinya terganggu. Dia akan mudah sekali terkena infeksi. Gejala lainnya bisa terkena anemia dan kesulitan bernafas. Karena ia sudah memasuki stadium akhir, mungkin khemoterapi tidak begitu bisa membantu. Kita berharap bisa ada keajaiban untuknya.”
Kakiku lemas, bagaimana bisa penyakit ini menyerang tubuh kecilnya. Aku harus bagaimana? Aku ingin melindunginya, tapi apa yang harus aku lakukan? Aku bahkan tidak tau harus melindunginya dengan cara apa. Tanpa kuperintah cairan bening memenuhi sudut mataku dan mengalir dengan mulusnya dipipiku. Sakit sekali rasanya.
Heechul POV END

Eun Na POV
Ah, badanku terasa lemas dan sakit sekali. Ini dimana? Kenapa warnanya serba putih begini? Dan bau apa ini? Seperti bau obat-obatan. Aku menggeliat pelan dan membuka mataku lebih lebar dan memperhatikan sekeliling. Mataku menangkap sosok seseorang yang tertidur disebelahku sambil duduk. Seperti Heechul Oppa.
Saat aku memperhatikannya, tiba-tiba ia terbangun dan terkejut melihatku yang tengah memperhatikannya.
“Na-ya, kau sudah sadar? Bagaimana keadaanmu? Apa yang kau rasakan sekarang?” tanyanya beruntun begitu melihatku bangun. Apa dia sebegitu khawatirnya denganku. Tak sadar kutarik sudut bibirku membentuk sebuah senyuman tipis.
“Apa yang Oppa lakukan disini? Oppa tidak bekerja?” tanyaku balik tanpa menjawab pertanyaan Heechul Oppa. Tangan Heechul Oppa bergerak pelan menuju puncak kepalaku dan mengelusnya pelan. Rasanya nyaman sekali.
“Apa aku tega meninggalkan orang yang aku cintai sendirian demi pekerjaan? Aku bukan orang yang seperti itu, Na-ya.” Ucapnya sambil tersenyum tulus. Tuhan, aku masih ingin melihat senyumannya lebih lama. Tak bisakah Kau mengijinkanku? Kristal bening memenuhi sudut mataku dan meluncur ringan di pipiku. Aku sedih, apa aku harus meninggalkannya secepat ini?
“Hei, kau kenapa, jagiya? Apa kau merasa sakit? Apa aku perlu memanggil Dokter kesini?” dari nada ucapannya aku yakin dia khawatir dengan keadaanku.
“Oppa, kalau aku pergi kau harus bahagia, eo?” ucapanku sontak membuatnya terdiam membatu. Dia terkejut dengan ucapanku barusan. Apa dia kira aku tidak tahu apa yang terjadi?
“Aku tidak akan selamanya ada disampingmu, Oppa. Sekarang aku memang ada disampingmu, tapi aku hanya menjadi beban untukmu, Oppa. Kau masih punya banyak urusan lain yang lebih penting daripada harus menjagaku disini. Sebentar lagi aku akan bertemu dengan keluargaku, Oppa.”
Eun Na POV END

Heechul POV
“Aku tidak akan selamanya ada disampingmu, Oppa. Sekarang aku memang ada disampingmu, tapi aku hanya menjadi beban untukmu, Oppa. Kau masih punya banyak urusan lain yang lebih penting daripada harus menjagaku disini. Sebentar lagi aku akan bertemu dengan keluargaku, Oppa.”
Apa-apaan ini? Apa ia sudah tau penyakit ini? Kata-katanya cukup menyulut emosiku. Dia bicara seperti ini dengan memaksakan senyuman dibibirnya.
“Cukup, Na-ya! Kau tidak akan kemana-mana! Kau akan tetap disini bersamaku! Kau juga akan tetap bertemu dengan keluargamu dan denganku yang mendampingimu! Dan jangan pernah memaksaku untuk lebih memilih pekerjaan dibanding dirimu! Aku mencintaimu, Na-ya, tak bisakah kau membiarkanku mencintaimu dengan caraku?” entah setan apa yang merasuki sampai akhirnya aku membentaknya seperti ini. Dapat kulihat Eun Na makin terisak. Namja macam apa aku ini membentak yeoja yang kucintai ini.
Langsung saja kurengkuh tubuh mungilnya dan kudekap erat. Kurasakan kausku basah karena air matanya yang mengalir membasahi kausku. Kurasakan tangannya mendekapku dengan erat. Tuhan, untuk kali ini saja aku percaya dan meminta, tolong jangan ambil dia dariku. Air mataku ikut mengalir membasahi pucuk kepalanya. Kami tenggelam dalam tangisan kami hingga larut.
Heechul POV END

…………….

Author POV
Seminggu setelah malam itu, Heechul tetap menjalani rutinitasnya dengan tambahan mengunjungi Eun Na ke rumah sakit. Setiap pekerjaannya selesai, ia selalu pergi ke rumah sakit menemani Eun Na. Heechul kadang tidur dirumah sakit karena tidak ingin membiarkan Eun Na sendirian. Setiap mengunjungi Eun Na energinya seakan kembali lagi.
Setibanya di rumah sakit, Heechul membuka pintu kamar rawat inap pelan. Tampaklah seorang yeoja dengan balutan baju rumah sakit dan terbungkus selimut. Wajahnya pucat, badannya kurus, bibirnya pucat. Yeoja itu tertidur pulas dengan hembusan nafas yang lemah. Heechul mendekatinya dan memandanginya dengan tersenyum. Dielusnya pucuk kepala yeoja itu membuat yeoja itu terbangun. Saat mengetahui siapa yang membelainya, yeoja itu tersenyum lemah.
Author POV End

Heechul POV
“Oppa, kau sudah datang.” Ucap gadisku sambil tersenyum. Walaupun tubuhnya makin kurus dan pucat, tapi dia tetap gadisku yang paling cantik. Aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku sambil terus mengelus kepalanya.
“bagaimana keadaanmu, jagi?” tanyaku tanpa menghentikan aktifitasku membelai kepalanya. Lagi-lagi ia tersenyum, “Rasanya tidak pernah sebaik ini, Oppa.” Eun Na menangkap tanganku dan menangkupkannya di pipinya. Melihatnya seperti ini kenapa membuat perasaanku jadi tidak enak?
“Oppa, maukah kau menemaniku jalan-jalan? Aku bosan harus tidur disini terus. Badanku pegal-pegal.” Mendengar permintaannya, aku hanya mengangguk dan membantunya duduk di kursi roda dan pergi ke taman rumah sakit. Tiba-tiba Eun Na menahanku dan memintaku membawanya ke bukit belakang rumah sakit. Segera kuarahkan kursi rodanya menuju bukit yang dia maksud.
Disinilah kami, duduk dibawah pohon rindang menatap pemandangan dibalik bukit belakang bangunan rumah sakit. Eun Na bersandar di dadaku menatap pemandangan perbukitan yang indah sambil menunggu matahari terbenam. Kudekap erat tubuhnya seolah tidak ingin jauh dan ingin melindunginya dari angin sore yang dingin.
“Oppa, kau tau kesan pertama saat aku melihatmu?” ucapnya lemah. “Apa?” jawabku singkat.
“Saat pertama kali bertemu denganmu, ku kira kau seorang yeoja berambut pendek. Cantik sekali dan tinggi. Hehehe.” Ucapnya sambil terkekeh lemah. Aku hanya mencibir mendengarnya. “Kau bukan orang pertama yang menganggapku cantik. Aku bingung, kenapa semua orang menganggapku cantik? Aku ini kan namja, harusnya mereka bilang kalau aku ini tampan.” Balasku dengan sedikit ngotot. Ia hanya tertawa pelan sambil mengeratkan pelukanku.
Hening…..
“Oppa, kalau aku pergi, apakah kau akan tetap mencintaiku?” pertanyaannya membuat kerja jantungku meningkat. Perasaanku benar-benar buruk. Tuhan, tolong jangan katakana padaku ini saatnya. Kupererat pelukanku padanya seolah bisa mencegahnya pergi dariku.
“kenapa kau bertanya seperti itu, Na-ya? Sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu. Kau adalah satu-satunya wanita yang sudah memenuhi hatiku. Aku mencintaimu, ah ani, aku sangat mencintaimu Baek Eun Na.” air mataku mengalir seiring dengan ucapanku. Rasa takut melandaku. Takut kalau ini adalah terkahir kali aku melihatnya.
“gomawo, Oppa. Jeongmal gomawo karena kau sudah mencintaiku dan tetap berada disisiku sampai saat ini. Wajahmu, suaramu, pelukanmu, dan cintamu akan terus aku bawa kemanapun aku pergi. Saranghae Oppa, saranghaeyo Kim Heechul.” Ucapnya lemah. Air mataku makin deras mengalir. Tidak, ia tidak boleh pergi.
“Nado saranghae Na-ya.” Ucapku sambil menyusupkan kepalaku dibahunya, mencium aroma tubuhnya yang wangi dan lembut. Matahari semakin turun dari tempatnya, memberikan gelap perlahan-lahan.
“Oppa, aku lelah sekali. Aku ingin tidur. Bolehkan Oppa?”
DEG!
Tuhan, kalau Kau memang ada, apakah ini terlalu cepat? Tidak, ini bukan waktunya kan? Tubuhku bergetar seiring dengan air mataku yang mengalir lebih deras. Apa aku sanggup tanpamu, Na-ya.
“hmm, tidurlah Na-ya, aku akan menjagamu dan memelukmu seperti ini.”
“Gomawo, Oppa. Saranghae.”
“Nado Na-ya.” Setelah ucapanku tiba-tiba badan Eun Na melemah dan badannya kaku. Aku tersentak dan makin menangis. Eun Na sudah pergi, pergi meninggalkanku dan membawa pergi cintaku bersamanya. Kupeluk erat tubuhnya yang mulai dingin itu berharap kehangatan tetap berada dalam tubuhnya.
“Saranghaeyo, my Coordi!”

-END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar