Kamis, 15 Agustus 2013

[ After Edited Fanfiction ] My Boyfriend is a Vampire Chapter 14 ENDING

Cast : Lee Hyukjae, Song Ji Gwa, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Je Gun, Kim Kibum, Jung Hana, other cast.
Genre : Fantasy (tentukan sendiri)
Author : Devi Amalia Rodivan a.k.a ~DeHyuk_

POSTED BY @Hyukiwife_08

Story begin ..

"Kau selamatkan Je Gun. Biar aku dan Donghae yang membantu Hyukjae." Ujar Kibum. Kyuhyun mengangguk.

"Dia sudah mati!! Kau takkan bisa menyelamatkan nya!! HAHA!!" Kim Jong Woon berteriak menyeringai.

"Jangan banyak bicara kau!!" Bentak Donghae. Ia berlari ke arah Kim Jong Woon yang lengah dan langsung mematahkan leher namja itu.


KRAKK !!!


MY BOY FRIEND IS A VAMPIRE ..


KRAKK !!

HENING ..


 Tiga Vampir itu mengatur nafas mereka yang tersengal-sengal.

"Kalau kau bisa membunuh nya dalam sekejap, kenapa tidak dari tadi saja?" Ujar Hyukjae datar.

"Yaa!! Kau ini.."


"HYUNGGG!!!!" Kyuhyun berteriak memanggil tiga hyung nya yang sedang bertatap muka.

"JE GUN!!" Seru mereka cepat dan langsung menghampiri Kyuhyun.


"Aku tak yakin dia selamat, dia masih bernafas tapi suhu tubuh nya tidak memungkinkan!!" Ujar Kyuhyun.

"Kita bicarakan di rumah." Sela Hyukjae.
-
-
-
-
-
"Donghae tolong ambilkan stok darah nya, Kyuhyun kau ganti baju nya, aku akan menjemput Hana." Ujar Kibum.

"Ya hyung." Jawab Kyuhyun dan Donghae bersamaan.
 Hyukjae hanya diam mematung memperhatikan keadaan Je Gun yang sungguh memprihatinkan.

"Aku perlu bicara." Kibum menepuk bahu Hyukjae dan berjalan ke arah balkon.


"Aku tak yakin kita bisa menyelamatkan nya atau tidak." Kibum memulai pembicaraan.

"Aku yakin." Jawab Hyuk datar tanpa menoleh.

"Hyuk, kau tak lihat keadaan nya separah itu?! Kemungkinan nya hanya 0,1 persen!!" Ucap Kibum tangan sedikit membentak.

"Kau percaya keajaiban kan Kibum-ssi?" Tanya Hyukjae sembari menatap lurus ke depan.

"Apa?"

"Aku percaya keajaiban, sama seperti aku percaya bahwa Tuhan menciptakan Song Ji Gwa hanya untuk ku." Jelas Hyuk tersenyum kecil.

"Apa Tuhan masih memperhatikan makhluk terkutuk seperti kita?" Kibum bertanya dengan nada mengejek.

"Mungkin iya." Jawab Hyuk sekena nya.


"Hyung.." Kyuhyun terlihat tertunduk sedih.

"Apa yang terjadi?" Tanya Kibum, sedangkan Hyukjae masih betah menatap lurus ke depan.

"Keadaan nya semakin menurun.." Jawab Kyuhyun pelan. Kibum tak menjawab melainkan menoleh ke arah Hyukjae.

"Sampai kapan kau akan bersikap seolah kau tak peduli?!" Ujar Kibum.

"Sampai keajaiban itu datang." Jawab Hyuk meninggalkan Kyuhyun dan Kibum.



*Taman Kota*

"Ada apa kau ingin bertemu dengan ku?" Tanya Ji lembut.

"Bisakah kita tunda penikahan kita?" Hyuk balik bertanya dengan raut wajah serius.
 Ji mencoba bersikap tenang.

"Apa yang terjadi?" Tanya nya.

 Hyukjae menghela nafas nya dengan berat, "Je Gun.."


"Boleh aku melihat nya?" Hyuk menoleh sekilas ke arah Ji.

"Baiklah.." Putus Hyuk,
.
.
.
.
.
.

*Rumah Vampir*

"Lee, Ji datang menjenguk mu." Hyukjae membuka pintu kamar, terlihat Donghae yang sedang memeriksa keadaan Je Gun.

 Donghae menoleh, "Oh kau saudara ku." Donghae tersenyum pada Ji. "Halo Ji." Ucap nya.

"Halo." Balas Ji.

"Bagaimana keadaan nya?" Tanya Hyukjae.

"Aku sudah mengganti kantung darah nya 2 kali melalui selang infus, dan aku juga memberikan nya lewat jarum suntik." Jelas Donghae.

"Apa Ia akan baik-baik saja?" Tanya Ji.

"Kami semua berharap seperti itu.." Donghae terlihat sendu.
 Ji kembali menoleh ke arah Je.

"Aku setuju jika kita mengundur tanggal pernikahan kita, demi kesembuhan nya.." Ucap Ji pelan.

"APA?! TIDAK!!" Donghae memekik. "Pernikahan kalian tinggal 2 minggu lagi, untuk apa di batalkan?!!" Tanya Donghae keras.

"Aku tidak mau menampakkan senyum palsu di depan semua orang." Jawab Hyuk datar.

"Tidak tidak tidak!! Tidak ada yang nama nya pembatalan!! Kalian gila!!"

"Hyung, jangan berteriak di ruangan ini." Kyuhyun masuk tiba-tiba dengan membawa beberapa kantung darah.

"Selesaikan lah masalah kalian di luar." Lanjut Kyuhyun kalem sembari memeriksa keadaan Je Gun.

"Aku tetap tidak setuju pernikahan kalian di batalkan!!" Putus Donghae meninggalkan ruangan.
 Hyukjae dan Ji hanya terdiam.

"Aku rasa Donghae hyung benar, tidak ada guna nya kalian menunda pernikahan kalian." Komentar Kyuhyun.

"Pergilah hyung, bicarakan lagi rencana kalian. Aku bisa menjaga nya." Lanjut Kyuhyun, Ia tersenyum lalu kembali menghadap Je Gun.

"Baiklah, kami pergi dulu." Pamit Hyukjae dan Kyuhyun mengangguk.


*****


 Kibum, Hana, Hyukjae, Ji Gwa dan Donghae sedang berkumpul di ruang tamu.

"Sudah kau temukan apa keputusan mu?" Tanya Kibum.

"Kami mungkin akan menunggu Je sadar." Jawab Ji Gwa.

"Bagaimana jika Je Gun tidak akan sadar?!" Donghae bertanya sinis.

"Aku akan tetap menunggu nya sadar." Tegas Hyuk.


"Hyung!! Hyung!!" Kyuhyun berlari dari kamar dengan wajah gembira.

"Je Gun sudah sadar!!" Ujar nya riang.
 Sontak mereka pergi ke kamar Je dan Kyuhyun untuk melihat keadaan Je. Kecuali Hyukjae yang masih duduk termenung di sofa.

"Hyung, kau tak ikut melihat keadaan Je??" Kyuhyun bertanya heran pada Hyuk.

 Hyuk menoleh, "Duduklah, aku ingin bertanya pada mu."

 Kyuhyun duduk di sofa tunggal. "Ada apa hyung?"

"Kyuhyun-ah, apa menurut mu aku seorang pecundang?"

"Apa maksud mu hyung??" Kyuhyun terlihat bingung dengan pertanyaan Hyukjae.
 Hyukjae hanya menatap Kyuhyun dengan datar.

"Lupakan saja." Hyukjae bangkit dari tempat duduk nya.


"Hyung.." Hyukjae berhenti sejenak saat Kyuhyun memanggilnya.

"Aku percaya keajaiban." Kyuhyun tersenyum tulus dengan menampakkan mata Vampir nya.
 Hyukjae hanya tersenyum kecil mendengar nya.

"Aku lihat Lee.."



**Satu Minggu Kemudian**


"Hai Je, bagaimana kabar mu?" Ji Gwa datang bersama Hyukjae dengan membawa banyak stok darah.

"Aku baik." Je menjawab dengan datar.
 Hyukjae mengecup singkat kening Je yang kemudian berlutut di depan nya.

"Kau ingin sesuatu?" Tanya Hyukjae lembut.

"Ya, aku ingin kau pergi dari hadapan ku. Aku ini bukan ratu." Jawab Je sekena nya yang langsung mengundang gelak tawa Kyuhyun dan yang lain, sedang Hyuk hanya tersenyum.

"Baiklah.." Hyuk sedikit mengacak-acak rambut adik nya dan duduk di samping Ji Gwa.

"Bagaimana rencana pernikahan kalian?" Kibum bertanya serius.

"Kami takkan membatalkan nya, Sungmin oppa yang menyiapkan semua nya jadi kami tau beres." Jelas Ji.

"Lee kau mau menjadi pengiring bersama Hana?"

"Tidak."

"Chagi waktu nya minum obat mu.." Kyuhyun membawakan segelas darah untuk Je.


"Cho Je Gun.." Donghae memanggil adik nya dengan marga Kyuhyun.

"Sejak kapan aku berganti marga?"

"Sekarang bisakah kau ceritakan pada kami apa yang terjadi?" Donghae balik bertanya pada Je, sontak semua menoleh ke arah Donghae.

"Bisakah di bicarakan nanti saja Tuan Lee Donghae?" Hyukjae berkata dengan nada tegas di dalam nya.

"Aku tidak ingin membicarakan nya." Jawab Je Gun kalem.

"Jadi tak perlu di bahas lagi permasalahan ini." Sambung Kyuhyun.

"Aku setuju." Hana mengangguk.
.
.
.
.
.
**Hari Pernikahan Hyukjae dan Ji Gwa**


"Ne, saya bersedia." Ji menjawab dengan mantap.

"Baik, sekarang kalian resmi menjadi pasangan Suami Istri. Tuan Lee silahkan mencium Istri Anda." Ujar sang Pendeta sembari tersenyum.
~
~
~SKIP~
~
~

"Akhir nya.." Donghae merebahkan tubuh nya di sofa di ikuti Kibum dan yang lain.
 Hyukjae dan Ji telah berganti kostum.

"Kenapa Sungmin dan Shin Yeon tak ikut kesini?" Tanya Je, Ia dan Kyuhyun memang tidak ikut upacara pernikahan Hyukjae, karena Je sendiri masih belum sepenuh nya pulih.

"Mereka ingin kita beristirahat.." Jawab Hana.

"Apa rencana kalian selanjut nya?" Tanya Kyuhyun.

"Aku akan ke Amerika."

"Lalu bagaimana dengan perusahaan mu??" Serobot Donghae.

"Seperti biasa kau yang mengelola." Ji tersenyum manis.

 Donghae menghela nafas nya berat. "Kenapa harus aku?" Tanya nya tak terima.

"Karena hanya kau yang tak mempunyai kegiatan apa pun." Sela Je Gun.

"Hey hey apa maksud mu??"

"Carilah pasangan bocah tengik." Ledek Je.

"Pasangan??" Ulang Donghae. Ia menggaruk kepala nya.

"Pengganti Hyura.." Kibum menepuk jidat nya pelan.

"Mwo??? Aku kan sudah bilang tidak ada yang bisa menggantikan Hyura!!" Pekik Donghae.

"Hey bocah tengik! Aku kan hanya menyarankan saja, tak perlu berteriak di depan ku!!" Ujar Je menutup sebelah telinga nya.

"Aku rasa kita harus menunda kehamilan mu." Hyuk berbisik pada Ji Gwa.

"Memang nya ada apa?" Ji balas berbisik.

"Aku tak ingin Ahjussi dan Ahjumma nya merusak gendang telinga anak kita nanti." Ujar Hyuk.

"Kau ini!!" Ji mencubit pinggang Hyukjae.


Drrttt Drrrttt..

 Sebuah panggilan masuk ke ponsel Ji, tertera nama 'Sungmin oppa' disana.

"Yeobseo?"

"..."

"Mwo? Jinjja oppa??"

"..."

"Baiklah, pastikan calon keponakan ku baik-baik saja, ppai oppa.." TUT

"Ada apa?" Tanya Hana.

"Shin Yeon eonni positif mengandung!!" Ji memekik riang dan langsung memeluk Hana.

"Jinjja?? Wah kau akan jadi eonni.."

"Bukan eonni, tapi Ahjumma," Ralat Kibum.

"Aish kau mengganggu kesenangan ku." Ji mempoutkan bibir mungil nya yang langsung di sambar dengan kecupan ringan dari Hyukjae.

"Kau juga mau membuat nya?" Hyuk menggoda Ji Gwa yang saat ini menahan malu.

"Lihat lah, kau membuat nya seperti kepiting rebus hyung." Ledek Je di ikuti tawa Kyuhyun dan Donghae.

"Aku rasa Lee Hyukjae sudah tidak sabar. Iya kan Nyonya Lee..?" Hana juga ikut menggoda Ji Gwa.

"Sudahlah, kalian semua sama saja."

"Hahaha." Mereka semua tertawa bersama.
 Ya! Satu keluarga besar yang penuh canda tawa dan kebahagiaan yang menyertai mereka.
 Hyukjae meraih pinggang Ji Gwa dan menatap wajah manis nya.

"Lee Ji Gwa, Saranghaeyo.."

"Nado Saranghaeyo Lee Hyukjae.."


_END_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar