Selasa, 05 Mei 2015

How you can go | Kim Myung Soo fanfiction. oneshot L infinite


Titlle : How you can go
Cast : Kim Myung Soo
 Kim Yeon
And Other find it in story
Author Aprilia setyoningrum
Genre sad romance
Twitter @Ningrum0422
!!!!!!!!!

Suasana April High School telah gempar dengan adanya  murid pindahan. Mereka terkenal dengan wajah tampannya. Salah satunya Kim MyungSoo. Namja tertampan di antara namja itu. Ia pernah menjabat sebagai ketua osis di sekolah sebelumnya dan menjabat sebagai ketua tim basket di Seoul Basketball. Sifat dingin nan cueknya berhasil memikat seluruh yeoja di sekolah.
“ Hyung, sepertinya fans mu akan bertambah disini” kata salah satu maknae yaitu Sungjong,
“ Ah biar sajalah.” Jawab Myungsoo cuek
“ Wah bagaimana bisa kita setampan ini ?”celetuk Woohyun
“ Hey kalian sudahlah ini bukan saatnya untuk itu. Kajja kita harus menemui Kang Saem untuk menanyakan kelas kita” kata Sunggyu yang notabenya sebagai Leader
Kang saem member tahu jika kelas mereka di kelas XII AA. Setelah mereka mengenalkan diri tak sengaja seorang yeoja polos akan membuat gelas jusnya. Namun tak beruntungnya salah satu teman jailnya menarik kakinya dengan sepatu hingga menabrak tubuh sang murid baru
“ Sebenarnya apa yang kau lakukan ? kau telah mengotori seragamku ?” bentak Myungsoo pada yeoja  itu
“ Ya Myungsoo-ya dia tak sengaja. Dia hanya tersandung sepatu temannya” kata woohyun menenangkan myungsoo4
“ tapi hyung dia..” belum sempat myungsoo menyelesaikan bicara woohyun langsung menariknya
“ Hati hati Kim Yeon” woohyun memberikan salam pada Kim Yeon
Di tempat lain……..
“ Hyung lihatlah seragamku, Aishhh” Myungsoo berdecak sebal
“ Tenang Myungsoo-ya. Itu hanya jus. Nanti dirumah kau bisa membersihkannya” ucap woohyun santai
“ Hey ada apa kalian ? dan Myungsoo ada apa dengan bajumu ?” Tanya Sunggyu yang entah dari mana tiba tiba muncul
“ Bukan apa apa hyung” jawab woohyun singkat.
“ Sudahlah, kita kesini hanya untuk satu tahun saja.” kata Sunggyu santai
“ Baiklah Hyung” Myungsoo yang sedang repot dengan bajunya tadi menjawabnya dengan singkat
“ Kajja kita ke kelas” tarik woohyun
-------------
“ Gwencanna? Maaf tadi” kata Yeon memintah maaf
“Pergi “ kata myungsoo singkat
“ Tapi bajumu ?” Yeon tetap bersikeras mendekat kearah Myungsoo
“ kubilang pergi, ya pergi sana” bentak Myungsoo
Woohyun yang mengetahui hal itu langsung menenangkan Myungsoo. Ya Myungsoo memang memiliki mental disaster. Ia akan cepat marah dan sedih. Tergantung sekitarnya. Itulah yang membuatnya memilih diam dan bersikap cuek.
“ Kim Yeon-ssi lebih baik kau pergi saja, sebelum Myungsoo benar benar marah”
Kim yeon segera pergi dari hadapan Myungsoo. Ia berpikir mengapa namja setampan itu memiliki penyakit aneh. Kukira dia sempurna. Pikiran Kim Yeon kemana mana
---- Ting Tong Teng
“ Huaaa akhirnya pulang” teriak woohyun
“ Aisshh kau berisik sekali hyung” kata Myungsoo cuek
“ Oh ya nanti bukankah kau ada pertandingan basket?” Tanya woohyun
“ Ya memang, tapi aku malas sekali” jawab myungsoo santai
“Wae?” woohyun penasaran
“ Aku ingin pergi jalan jalan. Aku malas dengan musuh yang selalu ricuh” kata myungsoo
“ Heol!!! Mereka ricuh karena kau selalu menang bodoh. “ kata woohyun santai sambil mendeplak kepala myungsoo
“ Aissh sakit hyung” teriak myungsoo
“ Mian mian” gelak tawa woohyun melebar
===
“ Kim Myungsoo Kim Myungsoo Kim Myungsoo…..” sorak sorai penonton pertandingan menggema dilapangan yang berukuran sedang ini
“ Hiyaaaaa uri Myungsoo sepertinya kau bisa menjadi seorang artis ne?” ledek woohyun
“ Hyung aku akan main pada set terakhir nanti. Hyung bermainlah pada set pertama” kata myungsoo
“ Wae? Kau menunggu seseorang ?” Tanya woohyun
“ Ani, sudah kukatan aku malas bertanding” jawab myungsoo singkat
“ yasudah, aku akan masuk lapangan dulu”
Terlihat tim lawan sedang berbisik bisik. “ hey Kim Myung Soo bermain pada set terakhir, kita habisi dia nanti. Jangan sampai lupa rencana kita” kata sang ketua tim lawan itu
“ Ah wae Myungsoo oppa tidak bertanding” kata seorang yeoja dibaris penonton
“ Ji-ah apa kau begitu suka dengan si Myungsoo itu ?” Tanya teman disebelahnya
“ Ne, Yeon-ah apa kau tak melihat pesona nya?” jawab ji sambil memandang myungsoo dikejauhan
Dalam benak Yeon ia bertanya Tanya “ apanya yang mempesona ? dia hanya sebatas namja pemarah yang tidak pernah menghargai perasaan orang lain”
Dalam pertandingan set kedua telah usai. Tinggal set terakhir. Skor kedua tim seri. Yaitu 20-20. Kali ini Myungsoo bersiap untuk bertanding, ia melakukan pemanasan.
“ Yak myungsooo-ah lakukan terbaik ya. Mian aku membuatnya seri. “ kata woohyun sambil tertawa
“ Bisamu apa hyung ! kau selalu membuat skor seri” jawab myungsoo santai
Myungsoo memasuki lapangan basket itu. Dan ia bertoss ria dengan anggota tim lainnya.
“ Waaaa lihatlah Yeon-ah. Myungsoo kenapa dia sangat keren. Bahkan dia sangat seksi” histeris YongJi
“ Ji-ah aku haus. Aku mau membeli minum dulu dikantin. Kau mau ikut ?” kata Yeon yang mulai merasa haus
Ya memang cuaca saat ini sangatlah panas. Ji masih menikmati pertandingan. Myungsoo yang tampak seksi dengan keringatnya semakin membuat para penonton berteriak histeris. Hingga salah satu pemain lawan menabrak myungsoo yang tengah asik mendribble bola basket.
“ Arghhhh” eram myungsoo kesakitan sambil meringis
“ Ah mian cingu-ah. “ sambil memincingkan senyum sebelah sungyeol memberikan uluran tangan
Myungsoo yang menggapai tangan sungyeol berusaha berdiri namun ia tidak kuat. Kakinya cidera. Hal ini membuat para penonton penasaran melihatnya
“ Myungsoo-ah gwencanna ?” Tanya woohyun
“ Aniyo Hyung, kakiku tak bisa bergerak” Jawab myungsoo sambil meringis kesakitan
“ Ayo kubantu berdiri” ajak woohyun sambil membopong myungsoo keluar lapangan
Bisik bisik di bangku penonton mulai terdengar
“ Ada apa dengan myungsoo oppa……”
“kenapa kakinya?”
“Myungsoo oppa malang sekali”
“ Itu kenapa oppa ? kakinya kenapa “
Tak beda dengan Ji. Sekembalian Yeon, Ji langsung menyerocos kearah Yeon
“Yeon-ah, Myungsoo oppa kenapa itu? Ada apa kakinya ? bagaimana dia bisa keluar dari lapangan ? haruskah kita kesana ? aku ingin kesana ! aku sangat khawatir ?” ucap Ji
“Hey aku bukan ibunya bodoh !” jawab Yeon singkat
Dalam benak Yeon, “ Myungsoo kenapa dia ? apakah dia cidera?”
Ya akhir akhir ini Yeon memang sedikit memperhatikan Myungsoo. Entah terkena angin apa dia mendadak penasaran dengan namja itu.
=====“Kau duduk disini dulu. Akan kuambilkan spray heal” ucap woohyun sambil meninggalkan myungsoo
“Myung-ah bagaiamana ? pertandingan berhenti atau tidak ?” Tanya sang wasit
“ Lanjutkan saja, ini set terakhir “ jawab myungsoo namun ia tetap focus memegangi kakinya
“ Kenapa sakit sekali ? tidak seperti biasanya. “batin Myungsoo “ lama sekali dia”
-----
“Hey kau, tolong ambilkan minum itu bisa ?” teriak myungsoo pada salah satu yeoja yang duduk dikursi penonton namun di depan sendiri
Yeon yang merasa ditunjuk bingung, Bagaimana ia bisa memberikan minuman jelas jelas banyak yeoja lain yang akan menggunjingnya
“ Aku ?” Tanya Yeon
“ Iya siapa lagi ? cepat” jawab Myungsoo
Yeon antara ya dan tidak berdiri sambil membawa sebotol minum dingin dan menyerahkannya ke Myungsoo.
“Waaa dia siapa ?
“ Kenapa bisa ia yang ditunjuk ?”
“Apa yeoja itu pacarnya atau pesuruhnya ?”
“Ahhh aku iri pada yeoja itu “
Banyak ocehan yang didengar oleh Yeon. “Ini terima kasih “ Kata Myungsoo
“Kakimu kenapa ?” Tanya Yeon singkat
“ Tidak, ini hanya cidera ringan” jawab Myungsoo
Yeon tidak mau lama lama berhadapan dengan namja ini, hatinya semakin gugup jika berada didekat namja ini. Ian meninggalkan myungsoo lalu kembali ke tempat duduknya, di sebelah Ji.
“ Yeon-ah kau beruntung sekali” kata Ji
“ Ah tidak. Ia hanya meminta minum” jawab Yeon cuek
“ Waa kau sempat menanyakan kakinya ?” Tanya Ji
“ Ya! Itu hanya cidera ringan” jawab Yeon singkat
-----
“ Mianhe lama ?” kata woohyun
“ Hyung antar aku pulang, nanti bawa saja mobilku. Aku tidak bisa menyetir dengan kakiku yang seperti ini “ kata Myungsoo
“ Ah arraseo. “ jawab Woohyun ramah
“ Dan tolong ambilkan obat di dalam mobilku dulu hyung, aku merasa pusing. “ pinta Myungsoo sambil mengibaskan rambut setengah basahnya
“ Arraseo, Tunggu ya..Oh ya sunggyu hyung nanti akan kerumahmu, kudengar orang tuamu keluar negeri” kata woohyun
“ Arraseo, nanti langsung masuk saja lalu ke kamarku, aku tak bisa berjalan” jawab Myungsoo
----
Mobil Myungsoo berjalan cepat, penyetir seorang woohyun, ia melajukan mobil santai namun cepat, secepat angin. Myungsoo yang usai minum obat terlihat lelah dan tertidur
“ Kasian sekali anak ini” batin woohyun ketika menoleh kearah myungsoo disebelahnya
Ciittt citt
“ Yak! Sudah sampai. Myungsoo-ah bangun” woohyun berusaha membangunkan myungsoo yang tertidur di jok mobil
“ Oh arraseo hyung, gomawo, besok jemput aku saja” jawab myungsoo
“ Ne ! Jangan khawatir. Kau bisa sendiri ? mau ku bopong sampai kamarmu ?” Tanya woohyun
“ Ah tidak hyung, ada tukang kebun di dalam. Bisa kumintai tolong nanti” jawab myungsoo
“ ne ! sampai jumpa besok”  jawab woohyun sambil melajukan mobil myungsoo
Di dalam rumah, Myungsoo langsung dibantu Bibi Choi.
“ Anda kenapa tuan?” Tanya sang bibi
“ Ah tidak, pertandingan basket tadi “ sambil dibantu, myungsoo berjalan terseok seok
Bibi membawa myungsoo ke kamar myungsoo, beruntung kamar myung ada di depan dan di lantai satu.
“ sebentar akan ku ambilkan makanan tuan, pasti tuan belum makan bukan ?” Tanya bibi choi
“ Ya, setelah itu aku akan tidur bi, aku lelah” jawab myungsoo
Ya bibi Choi memang seperti keluarganya sendiri bagi myungsoo, sang bibi telah merawat myungsoo sejak kecil, jadi tak heran myungsoo sangat luluh pada sang bibi.
“ Ah sial obatku ada di mobil” kata myungsoo setelah mendapati obatnya tidak ada di dalam tasnya,
Sejenak ia berusaha menggapai handphonenya hendak menelpon woohyun, namun saat memandang layar gadgetnya itu, penglihatannya kabur. Ia mengibaskan kepalanya beberapa kali. “ Ah tidak, jebal jangan saat ini” batin myungsoo merintih
Setelah nama woohyun ditemukan ia langsung menelpon woohyun, “ Hyung obatku ada di dalam mobil, bisakah kau mengantarkannya sekarang ? aku tidak kuat hyung” kata myungsoo di telpon
“ Arraseo arraseo aku akan segera kesana “ jawab woohyun di seberang
Myungsoo yang sudah tidak kuat, lantaran penglihatannya yang semakin kabur, ia langsung berusaha ke tempat tidur lagi, ia memejamkan matanya, berharap tidak terjadi apapun pada dirinya, sakit dikakinya belum juga hilang ditambah kepalanya yang terasa berat.
“ Myungsoo-ah” teriak seorang lelaki yang bernama Sunggyu
“ Pasti dia dikamar hyung” kata satu laki laki lainnya
Woohyun yang berangkat bersama sunggyu langsung menuju kamar myungsoo. Dilihatnya myungsoo sedang memejamkan matanya di atas kasur empuknya.
“ Haah syukurlah ia tertidur. Ku kira ini akan semakin parah” kata woohyun khawatir
“ akan kupanggilkan dokternya dulu”
Selang beberapa menit berlalu sang dokter dating dan langsung memeriksa myungsoo
“ Dia sedang kelelahan, apa dia tetap bermain basket ? “ Tanya sang dokter
“ Ne tadi dia bertanding dok, apakah tidak boleh ?” jawab woohyun
“ Lain kali jangan biarkan dia bermain dulu, dia harus istirahat total” kata sang dokter. Lalu meninggalkan kamar myungsoo dan berjalan keluar
“Lain kali jangan paksa dia” ucap sunggyu marah
“ Mianhe hyung, aku yang memaksanya” woohyun yang merasa bersalah memandang myungsoo yang tertidur pulas
-----
Matahari menembus celah celah jendela kamar myungsoo, myungsoo yang merasakan matahari pagi terbanguun dan tersentak ketika melihat dua orang laki laki di bawah nya. Ya itu adalah woohyun dan sunggyu
“ Hyung apa yang kalian lakukan disini?” Tanya myungsoo
“ ah kau bangun ? kemarin kau yang menelpon kami pabo “ jawab sunggyu santai
“ Ne ? aku ?” Tanya myungsoo
“Mianhamnida, makanan sudah siap dimeja, silakan ambil sarapan dan kesekolah” kata sang bibi choi sambil membuka pintu dengan sopan
“ Ne bi, gamsahamnida” kata woohyun ramah
Mereka bertiga sarapan dan pergi kesekolah, kaki myungsoo sudah hampir pulih meski tidak bisa berjalan seperti biasanya
“ Oppa kakimu gwencanayo ?”
“ Oppa aku khawatir padamu”
Fans myungsoo berlari dan membawa beberapa kotak yang pastinya itu berisi hadiah untuk myungsoo
Myungsoo memasuki ruang kelasnya dimejanya sudah ada beberapa hadiah yang sengaja fans berikan untuknya. Namun mata myungsoo tertarik pada salah satu yeoja, ya dia adalah Kim Yeon. Sejak Yeon diminta untuk memberikan minuman pada myungsoo, Myungsoo merasa aneh ketika bertatapan dengan gadis itu
“Gomawo atas air minumnya kemarin” kata myungsoo sopan
“ne cheonmanayo” jawan Yeon
Kang saem memasuki ruang kelas dan mengabsen murid muridnya. Dan ia juga sempat menanyakan bagaimana keadaan kaki myungsoo, lalu myungsoo menjawabnya baik baik saja
“Nah, karena kaki myungsoo baik baik saja, jadi kita bisa memulai tour kita, pertama besok kita dijadwalkan di Hutan Zidanya, perlengkapan tepat seperti bercamping, dan jangan lupa membawa satu kamera dan alat tulis, kita disana tidak bermain namun untuk penelitian” ucap kang saem sebagai wali kelas kami
“ Nee……..” jawab serentak murid murid di kelas
“ Yak gwencanna ? kau tidak boleh terlalu lelah toh kakimu belum sembuh total?” woohyun menyenggol bagu myungsoo
“ Gwencanna Hyung” jawab myungsoo singkat
“ Oh ya dan pembagian kelompok akan aku umumkan di madding kelas nanti sore” ucap kang saem lagi
“ Ne saem “ dengan serentak para murid itu menjawab
-----
Hari dimana tour dmulai telah tiba, seluruh murid kelas XII AA berkumpul di depan sebuah bis pariwisata. Myungsoo yang disebelah woohyun tampak sedikit pucat.
“ Hyung nanti bantu angkatkan barangku yah ?” pinta myungsoo
“ Ne, arraseo. Nanti akan kuangkatkan” jawab woohyun ramah
Myungsoo sibukdengan matanya, berkali kali ia mengusapnya. Yeon mengetahui bahwa teman satu kelompoknya seperti itu hendak bertanya, namun myungsoo dengan cepat mengalihkannya.
“ Ayo masuk anak anak” teriak kang saem di ambang pintu bis
Para murid berlarian satu persatu memasukkan barang mereka ke bagasi bis. Dan tepat pukul 8 pagi bis melaju menuju hutan Zidanya. Dalam bis semua duduk bersampingan. Namun woohyun memilih duduk dengan sunggyu, dan alhasil myungsoo harus duduk dengan Yeon
“ Apa boleh aku duduk disini ?” Tanya Yeon sopan
“ Duduk saja” jawab myungsoo cuek
Yeon langsung duduk disebelah myungsoo
Batin Yeon berseru “ kenapa dia pucat sekali ? apa kakinya belum sembuh ? sebenarnya dia sakit apa ?”
Myungsoo tertidur di dekat jendela. Yeon yang tak tega karena myungsoo tertidur harus terbentur bentur jendela bis. Lali beberapa menit kemudian ketika yeon masih sibuk dengan gadgetnya tiba tiba kepala myungsoo menyandar dipundak Yeon
“ Bagaimana ini ? kubangunkan kasian dia. Ia terlihat kelelahan sekali” batin Yeon
“ Woohyun oppa, kemarilah “ dengan berbisik bisik Yeon memanggil woohyun diseberang tempat duduknya
“ Ada apa ?” Tanya woohyun
“ Lihatlah wajah myungsoo ini, kenapa dia pucat sekali?” kata Yeon khawatir
“ Astaga, “ woohyun langsung kembali ketempat duduknya dan menggapai tasnya mengambil botol kecil berwarna putih dan mengambil satu kapsul
“ Myungsoo-ah bangun ! kau harus minum ini” woohyun menepuk pipi myungsoo
“ Myungsoo-ah” kata Yeon membantu woohyun
“ Hem hyung ?” jawab myungsoo lemas
“ Ini “ woohyun sambil meminumkan kapsul itu lalu memberikan satu botol air
“ Untung kau memanggilku “ ucap woohyun kepada Yeon
“ Kenapa dia? Ada apa dengannya ?” Tanya Yeon penasaran
“ Tidak, pokoknya kalau dia mengigau biarkan saja. Tetap awasi dia ne ?” pinta woohyun yang lalu kembali ketempat duduknya
Berjam jam bis melaju hingga bis tepat berada di depan sebuah gerbang raksasa bertuliskan “WELCOME TO FOREST”
“Nah kita sudah sampai, yang laki laki tolong angkat barang barangnya” kata kang saem sebagai wali kelas
Para murid perempuan diminta untuk tidak mendekat ke bagasi bis, itu akan mengganggu para pria yang sedang mengemasi barang barang keperluan
“ Myungsoo-ah kita sudah sampai, bangun “ kata Yeon berusaha membangunkan Myungsoo
“ Ah, arraseo” jawab myungsoo cuek
“ Dia tidak sepucat tadi, memang dia tadi kenapa ? batin Yeon menoleh kearah myungsoo
Murid murid dan kang saem berkumpul disebuah lapangan luas nan hijau. Murid lainnya tampak kegirangan. “ Nah sekarang kita harus mendirikan tenda. Yang laki laki setengah mencari kayu dihutan dang setengahnya mendirikan tenda” ucap kang saem mengkoordinir murid muridnya
“ Lalu perempuan harus apa saem ?” Tanya Ji santai
“ Ah yang perempuan kalian bisa memasak air, untuk teh atau kopi. “ jawab kang saem
“ ne Arraseo saem “ jawab serentak
---- setelah tenda usai dan siap. Semuanya berkumpul dan membagi tugas penelitian mereka. Myungsoo dan Yeon menjadi satu tugas yaitu untuk meneliti kayu dihutan ini. Dan woohyun serta sunggyu meneliti daun di hutan ini.
“ Nah besok pagi penelitian akan dimulai ketika matahari bersinar. Sekarang kalian boleh istirahat atau bermain api unggun. Dan hati hati jangan terlalu jauh” ucap kang saem
Malampun tiba, para murid bercanda ria layaknya mereka tanpa tugas dan belajar. Namun tidak untuk myungsoo, disaat woohyun dan sunggyu asik menikmati api unggun, myungsoo lebih memilih menyendiri di bawah sebuah pohon cemara sambil memejamkan matanya
“ Gwencanna ?” ucap seorang yeoja menghampiri myungsoo
Samar samar myungsoo mendengar kata itu, lalu ia menjawab “ Gwencana, Pergilah”
“ Tidak, aku harus memastikan itu dulu” jawab Yeon
“ Memang kau siapa ? harus khawatir padaku “ celetuk myungsoo
“ Aku adalah partnermu, kita harus bersama. Woohyun juga memintaku untuk menengokmu” jawab Yeon tegas
Myungsoo memilih mengalah, ia seperti tak ada tenaga untuk menjawab kata tegas dari Yeon tadi,
“ Bersandarlah padaku” ucap Yeon duduk disamping myungsoo.
“ Tidak perlu “ jawab myungsoo cuek
“ sebenarnya kau kenapa ? sejak betanding basket kau sakit sakitan ?” Tanya Yeon sopan
“ sebenarnya aku tidak boleh terlalu lelah, di pertandingan saat itu tubuhku memang sedang sakit, makadari itu aku bermain diset terakhir. “ jawab myungsoo santai sambil menyandarkan kepalanya dibahu Yeon
“ Kelelahan kronis ? lalu kenapa kau tetap bersikeras untuk bertanding ?” Tanya Yeon
“ Aku seorang ketua di tim, tidak sopan jika ketua tidak ikut bertanding ! pabo “ jawab Myungsoo santai
“ Ahh benar juga “ ucap Yeon mengaku salah
“ Sudah berhentilah bertanya, aku lelah,” myungsoo berucap
Sejenak keheningan dirasakan Yeon. Myungsoo kini tertidur dengan bersandar dibahu Yeon.
“ Eotokke ? Myungsoo tertidur disini ! apa yang harus kulakukan ? haruskah aku berteriak memanggil woohyun dan sunggyu ?” batin Yeon bertanya Tanya menimbang nimbang apa yang harus dilakukannya
30 menit keheningan tetap saja berjalan tiba tiba semua murid perempuan itu masuk ke masing masing tenda. Namun tidak dengan Yeon. Ia tetap terduduk dibawah pohon yang berjarak 3 meter dari api unggun
“ Hey, Yeon-ah. Kau harus masuk tenda, semua murid laki laki harus berjaga” teriak woohyun yang paham akan situasi Yeon
“ ah ne oppa, gomawo ! lalu ini bagaimana ? Myungsoo sedang tertidur” ucap Yeon sambil melepaskan sandaran myungsoo
“ Myung-ah bangun, ini sudah terlalu malam, kau harus tidur di dalam tenda” kata woohyun hendak membangunkan myungsoo
Myungsoo terbangun lalu memasuki tenda. Kim Yeon mengikuti langkah myungsoo lalu masuk di tenda tepat sebelah tenda Myungsoo
“ Kajja hyung, kita harus berjaga” ajak woohyun pada sunggyu
“ Gurrae. Kajja” jawab sunggyu
Malamnya tepat pukul 2 malam, Myungsoo terbangun, tangannya gemetar, ia berusaha meraih tasnya, mencari botol putih kecil. Ya dia mencari obatnya.
“ Hyu hyung woo woohyun hyung” Myungsoo berusaha berteriak memanggil woohyun
Yeon yang tak bisa tertidur melihat ketenda sebelah melalui celah jendela tendanya, ada gerakan orang merangkak. Batin Yeon “ Kelihatan seperti Myungsoo, sedang apa dia?”
“Myungsoo…” Yeon teringat jika Myungsoo sedang sakit
Yeon beranjak keluar, dan tanpa pikir panjang ia memasuki tenda myungsoo, “ Myungsoo-ah kau kenapa ?” ucap Yeon khawatir
“To tolong ambil kan tasku” ucap myungsoo getir
Yeon langsung mengambil kan tas myungsoo, tenda myungsoo memang besar panjangnya saja hampir 3 meter. Myungsoo dan tasnya berjarak 2 meter an. Makadari itu myungsoo susah payah hendak meraih tasnya
Yeon dengan cekatan mengambil botol obat lalu mengambilkan satu kapsul dan sebotol air untuk myungsoo minum.
Setelah meminum obatnya myungsoo langsung tak sadarkan diri. Kim Yeon berpikir, haruskah ia memanggil woohyun dan sunggyu oppa. Mereka pasti akan menjaga myungsoo
“ Woohyun oppa Sunggyu oppa, kesini. Myungsoo…” nada Yeon sedikit lebih keras. Namun tidak teriak, takut penghuni tenda lain bangun
“ Ada apa Yeon-ah? Tanya woohyun
“ Tadi myungsoo oppa…” belum sempat Yeon meneruskan ucapannya woohyun langsung menerobos masuk ketenda myungsoo. Dilihatnya myungsoo tertidur pulas nan tenang
“Haah syukurlah!!” ucap woohyun
“ Apa yang terjadi dengannyna ?” Tanya sunggyu pada Yeon
“ Aku tadi hanya melihatnya, ia dengan gemetaran mencari tasnya, dan kupikir ia sedang mencari obatnya jadi aku ambil dan langsung membuatnya minum itu” jelas Yeon
“ Ah benarlah, terima kasih Kim Yeon-ah” ucap Sunggyu berterima kasih dan lega
Keesokan paginya
“ Hyung ak utadi malam…” belum sempat myungsoo meneruskannya woohyun menjawabnya “ aku sudah tau Myung-ah, seharusnya jika kau sakit seperti ini kau tak usah ikut.”
“ Hyung aku ingin ikut acara seperti ini, semenjak aku sekolah, aku hampir tak pernah mengikuti acara seperti ini, aku selalu tinggal dirumah dengan bibi saja. Jadi biarkanlah aku kali ini” ucap myungsoo memohon pada Sunggyu yang sedang agak marah
“ Myung-ah bukan kami tidak memperbolehkanmu, namun kami hanya tak tega, kau selalu sakit jika keluar seperti ini, karena kami kau juga bertanding basket yang bahkan dokter saja sudah melarangnya”ucap sunggyu panjang
“ Hey kalian sudah siap ?” sapa Yeon ria
“ Ne” ucap ketiga namja didepan Yeon
“ wah kali ini kau tampak sehat Myungsoo-ssi” dengan nada ledek Yeon berbicara pada Myungsoo
“ Tidak perlu seperti itu !” Jawab myungsoo cuek
“ Eit jangan seperti itu Myung-ah, dia penyelamatmu kemarin malam” ucap woohyun menggoda myungsoo
“ Kajja, kita akan bagi tugas, Myungsoo kau di pohon Archilles, Kim Yeon di pohon Ragytipe , woohyun kau urusi daun Aprhillie dan aku meneliti daun Arcimedes” jelas sunggyu membagi tugas
“ ne hyung” jawab woohyun
“ Dan ingat jangan terlalu jauh, Myungsoo kau harus berhati hati, jangan sampai kau berdarah,” jelas sunggyu lagi
“ Arraseo hyung” jawab myungsoo singkat
---------------
Murid lain juga usai membagi tugas, tepat pukul 10 pagi mereka beranjak memasuki hutan untuk meneliti, satu persatu mereka menjalankan sesuai tugasnya
“ Yak Kim Yeon, kau disana saja” teriak woohyun
“ Ne oppa, dan Kim MyungSoo kau disitu saja” ucap Yeon lalu menolah ke myungsoo
Myungsoo hanya membuang muka. Seharian mereka meneliti tidak ada satupun masalah yang muncul.
“ Hah laporan selesai penelitian selesai. Sebentar lagi pulang kerumah, aku sudah lelah” ucap myungsoo santai
Kini hutan sudah mulai sepi, benar saja ini sudah pukul 5 sore, para murid yang lain telah kembali ketendanya dan melalukan beres beres karena besok pagi pulang,
Tiba tiba terdengan suara teriakan seorang yeoja. Ya ini adalah teriakan yang myungsoo kenal. Kim Yeon
“ Ada apa?” Tanya myungsoo yang khawatir terhadap Kim Yeon
“ Ada ular dikakiku” ucap Yeon takut
“ Sebentar kumohon jangan bergerak. Akan kualihkan ular itu” ucap mungsoo
“ Hati hati Myung-ah” balas Yeon
Myungsoo dengan hati hati mengalihkan penglihatan ular tadi.ular itu memang tidak terlalu besar. Namun jika menggigitpun bisanya dapat mematikan orang
Setelah beberapa menit ular berhasil menjauh dari Yeon, dan myungsoo mengajak Kim Yeon untuk segera meninggalkan hutan. Woohyun dan Sunggyu sudah sampai ditenda terlebih dahulu
“ Kau darimana saja ?” Tanya Sunggyu
“ Ini hyung, tadi ada ular dikakinya, jadi aku membantunya sebentar” jawab Myungsoo
“ Huaa kau benar benar seorang pahlawan ne kali ini” ucap woohyun ria
“ Hentikan ledekanmu hyung” balas Mungsoo singkat
Myungsoo memasuki tenda,
“ Kim Yeon, apa yang terjadi tadi ?” Tanya woohyun pad Yeon
“ Tadi disekitar kakiku ada ular oppa, aku cukup ketakutan, lalu aku berteriak dan myungsoo dating lalu membantuku” jelas Yeon
“ Ya memang dia berani dengan ular, itulah kelebihannya, bisa menaklukan ular sebuas apapun” ucap Sunggyu
Di dalam tenda myungsoo mengemasi barangnya. Di dalam tasnya tampak sebuah jepit rambut, yang entah itu milik siapa. Myungsoo tak mengetahui itu milik siapa
“ ini milik siapa ? imut sekali jepit rambut ini ?” batin myungsoo bertanya Tanya
Myungsoo masih menyimpan jepit rambut yang ditemukannya di dalam tas. Sepulang dari hutan myungsoo ingin bertanya pada Yeo, mungkin saja ini milik Yeon. Itulah myungsoo pikir
“ Ya ! Kim Yeon” pekik seorang yeoja yang memecah lamunan Yeon
“ Ne Jia-ah ? wae? “ jawab Yeon santai
“ Neo… kenapa kau melamun ?” Tanya Ji penasaran
“ Ah aniya, aku hanya diam saja, aku lelah, dan lagi jepit rambut kesayanganku hilang, itu pemberian eommaku “ jawab Yeon murung
“ jinja? Jepit pink yang selalu kau pakai itu ? “ pekik Ji
“ Aishhh tak perlu berteriak Ji, aku tidak tuli” ucap Yeon
“ Kajja Ji-ah antar aku ke ruang guru, Jung songsaengnim memanggilku tadi” kata Ji sambil menyeret teman tersayangnya itu
Tanpa balasan apapun Yeon langsung saja tertarik oleh Ji, memang Ji adalah temannya yang baik dan tak lupa cerewet.
“Oh Yeon-ah bukankah dia Myungsoo? Kim Myungsoo?” ucap Ji ketika sepasang matanya melihat seorang namja yang berhadapan dengan Jung Songsaengnim
Terdengar ucapang Jung saem
“ Myungsoo-ah, aku tidak tau jika kau sakit, mianhe ! eommamu mengatakannya kemarin, seharusnya kau tidak ikut basket ataupun kehutan kemarin” ucap jung saem selaku guru olah raga di sekolah
“ Aniyo Saem, gwencannayo, aku sudah merasa lebih baik” jawab Myungsoo sambil menunduk
“Omo? Memang dia kenapa kemarin seusai kehutan ?” batin Yeon berpikir
Ji yang tak terlalu mendengar kata kata mereka, Ji hanya terfokus pada wajah Myungsoo.
“ Saem kau memanggilku ?” Tanya Ji
“ Ah Ji, kau akan kutunjuk sebagai perwakilah sekolah untuk acara fashion bulan ini. Kau akan di temani oleh Bae Suzy dan Rian nanti” ucap Jung saem pada Ji
“ Ah jinja ? jinja saem? “ pekik Ji senang
“ Ne ne. persiapkan dirimu ne? kau akan jadi model sekolah ini” ucap Jung saem lalu pergi
“ Ne saemmm” Ji terlihat senang
“ Cukkae Ji-ah. Kau pasti cantik” ucap Yeon juga terlihat senang
Sepulang sekolah mereka berdada ria, rumah Yeon memang berlawan arah dengan rumah Ji
“ Annyeong Kim Yeon” sapa Ji melalui jendela mobilnya
“Annyeong Ji-ah” balas Yeon
Kim Yeon yang  hari ini pulang menaiki bus hanya berdecak sebal. Kenapa tidak ada yang menjemputnya,
“ Hey kau. “ ucap seorang namja dibalik jendela yang setengah terbuka. Tampak mobil menepi
“ Kau ?” ucap Yeon membalas tatapan namja itu
“ Kajja, aku akan mengantarkanmu?” kata Namja itu
“ Ah geuge…” jawab Yeon sambil menimbang nimbang
“ Ya palli, cepat lah masuk” ucap sang namja
“ Gamsahamnida. “ akhirnya Yeon mengalah pada namja itu
Di dalam mobil keheningan dapat dirasakan, namun myungsoo ingin membuka percakapan.
“ Yeon-ah” ucap Myungsoo
“ Em?” jawab Yeon santai
“ Sebenarnya aku menyukaimu” kata Myungsoo membuat Yeon kaget
“mwo? Myungsoo-ssi kau tidak salah ucap?” Tanya Yeon kaget
“ Aniyo, aku suka dalam dirimu, kau begitu baik dan tulus” ucap Myungsoo
“ Mianhe, sebenarnya aku juga menyukaimu myungsoo-ssi. Semenjak dihutan dulu aku menyukai dirimu. Ternyata kau berbeda dengan penampilan, sebenarnya kau itu polos” jawab Yeon
“ Gomawo, Yeon-an, oh ya jangan panggil aku –ssi panggil saja aku oppa. Aku lebih tua 3 bulan darimu” ucap Myungsoo
“ Ne oppa,”

Semenjak itu mereka selalu bersama, pulang dan pergi untuk kesekolah, hingga saat dimana ujian Nasional tiba mereka sudah bersiap untuk melakukan ujian nasional.
“ Akhirnya besok Ujian Nasional, tugasku di SMA sudah beres” ucap Myungsoo di depan Yeon, ia melentangkan tangannya serta menguap lebar
“ Ya ! oppa, kau harus tetap belajar, jangan bermalas malasan” pekik Yeon
“ Yeon-ah, kau semakin lama semakin cerewet” goda myungsoo
Myungsoo yang secara sengaja mendekatkan wajahnya ke wajah Yeon, hal ini membuat wajah Yeon seperti telur rebus. Memerah dan menguap.
Malam itu Myungsoo kembali ke kamarnya, merebahkan tubuhnya santai sambil berpikir “Bagaimana jika aku tiba tiba pergi darimu? Bukankah itu terlalu menyakitkan ?”

Malam nya Myungsoo memanggil manggil bibinya untuk memberikan air minum serta obatnya, karena sialnya obat myungsoo tertinggal di dalam mobilnya. Myunmgsoo memang tidak pernah membawa obat kemanapun. Sekalipun di mobil
“ Ini Tuan” bibi choi menyodorkan segelas air putih dan obat. Dan myungsoo langsung meneguk sekalipun dengan obatnya
“ Gomawo bibi” ucap myungsoo
“ Tuan, besok ujian nasional, Tuan harus kuat, jangan sampai ditengah tengah ujian Tuan sakit” kata Bibi choi
“ Ne, bibi doakan aku ne? aku akan tidur “ ucap myungsoo. Bibi choi meninggalkan ruangan myungsoo
Myungsoo terlelap. Dipagi hari ia terbangun, ia langsung bersiap memakai seragamnya. Namun tiba tiba kepalanya terasa berputar putar,
“ Oh jebal, jebal” lirih Myungsoo sambil bersandar lemari besarnya. Sekalipun kepalanya sudah terasa kembali normal ia langsung berangkat. Tak lupa obat dibawanya dan memasukkannya ke dalam sakunya
“bibi aku berangkat” teriak myungsoo.
Setelah sempat menggapai sepotong roti bakar yang telah disiapkan bibinya myungsoo melajukan mobilnya. Dan tak lupa ia menjemput woohyun
“Hyung ayo” teriak myungsoo dalam mobil
“ Kajja, aku yang menyetir atau kau?” Tanya woohyun
“ Tentu saja kau” jawab myungsoo
Ujian dihari pertama berjalan dengan lancar, para murid memilik wajah yang beragam, mulai dari yang sedih kecewa menyesal ataupun ria
Setelah ujian berakhir para murid hendak melakukan study tour, namun berbeda dengan yang dulu, kali ini tour mereka murni untuk bersenang senang,
“ Oppa, kau ikut ?” Tanya Yeon
“ Tidak” jawab Myungsoo sambil menyetir mobil
“ Wae? Kau sakit?” Tanya Yeon lalu menolah kearah wajah Myungsoo
Myungsoo justru mengalihkan wajahnya
“Omo ! wajahmu kenapa putih sekali oppa?” Tanya Yeon penasaran
“ Memang dari dulu wajahku putih pabo” jawab Myungsoo santai sambil mencubit pipi Yeon
“ Oppa sakit? Kau harus mengambil obatmu” ucap Yeon mulai khawatir
“ Aniyo, nanti saja ketika dirumah” jawab Myungsoo
“ Andwe, kita sampai baru 20 menit lagi” pekik Yeon memaksa Myungsoo
“ Aishh nanti saja Kim Yeon” sambil mengalihkan wajahnya dari sodoran Yeon
“ Gwencanna Kim Myung Soo-ssi, kau harus. Harus”sambil menyodorkan satu kapsul dan botol minum
Myungsoo menepikan mobilnya, ia menelan kapsul dan meneguk botol minum itu. Namun sayangnya tiba tiba kepalanya pening sekali, ia memegangi dahinya, hal ini membuat Yeon berada disebelah terbingungkan. “ Oppa waeire? Appo?”Tanya Yeon sambil memegang bahu Myungsoo
“ Aniyo, Gwencanna” ucap Myungsoo yang baru sadar atas pertanyaan Yeon
Myungsoo kembali melajukan mobilnya, dengan kecepatan sedang akhirnya mereka sampai di depan rumah Yeon
“Kau tidak masuk oppa?” Tanya Kim Yeon
“Aniyo, aku harus pulang, aku ingin mengerjakan sesuatu” balas Myungsoo
“ Ah arraseo, hati hati dijalan, jika kau merasakan sakit telpon saja aku” ucap Yeon sambil melambaikan tangan
Myungsoo lalu melajukan mobilnya, ditengah perjalanan tepat disebelah taman ia memberhentikan mobilnya, melihat indahnya taman dan ia hendak membeli sebuah gula gula yang dijual para pedagang
“ Chogiyo aku ingin membeli gula gula itu” ucap myungsoo
“ah ne. yeogiyo” jawab sang penjual sambil menyodorkan gula gula yang ditunjuk myungsoo tadi
“eolmaeyo?” Tanya myungsoo
“ 10 Ribu won” jawab sang penjual, dan myungsoo langsung memberikan uang itu,
Myungsoo kembali kemobilnya. Ia letakkan gula gula yang bertali pink itu tadi di sebuah kotak panjang yang berisikan jepit rambut Yeon
“ Ini hadiah terakhirku Yeon-ah, Mianhe. Hidupku tak terlalu panjang lagi. Dihari ultahmu akan kupastikan aku memberikan ini” lirik myungsoo
Yup ultah Yeon memang akan dating 3 hari lagi. Selama 3 hari ini myungsoo menguatkannya. Hingga hari itu tiba tepat tanggal 22 April myungsoo memberikan surprise kepada Yeon. Dengan bantuan woohyun acara itu berhasil sukses.
“ Waaa gomawo oppa. Ini indah sekali” ucap Yeon melihat itu myungsoo hanya tersenyum
Myungsoo memberikan surprise di rumah Kim Yeon. Dengan hiasan serba pink. Dan tak lupa myungsoo memberikan kotak hadiah berwarna hitam itu.
“ Ini untukmu” ucap myungsoo sambil menyodorkan kotak itu
“ oppa jeongmal gomawo, “ sambil tersenyum ria, Yeon memeluk myungsoo
“ mianhe Yeon-ah, aku ada urusan mendadak hari ini, memang kusempatkan untuk memberimu surprise. Jeongmal mianhe, aku harus pergi” ucap myungsoo
“ OH oppa? Waeyo? Kau akan pergi kemana ?” Tanya Yeon
“ Mianheyo” lirik myungsoo sambil berlari ke mobilnya
Dengan cepat myungsoo melajukan mobilnya meninggalkan rumah Yeon.
Ditengah perjalanan myungsoo menghentikan mobilnya dan menepi kan mobilnya
"Kenapa sakit sekali.  Jebal jangan sekarang” ucap myungsoo memegangi kepalanya
 myungsoo mencari mencari handphonenya, ia menelpon woohyun
“ Hyung bantu aku ! Jebal. “ lirih myungsoo lemah
“ Kau dimana myungi-ah? “ Tanya woohyun di seberang
“ Aku di simpang tiga jalan ke rumahku” jawab myungsoo
“ arraseo, keuno” ucap woohyun
Woohyun langsung berlari menggapai sepeda motornya, woohyun melajukan sepedanya dengan kecepatan tinggi
“ Bertahanlah Myungsoo-ah” batik woohyun
Disisi lain myungsoo yang sudah merasa tak kuat, ia tampak lemas dan pingsan didalam mobilnya, ia sengaja membuka kaca mobilnya sedikit, agar udara tetap berhembus masuk kedalam mobilnya Disela selanya ia berucap “Mianhe semuanya”
Woohyun yang sampai di simpang tiga mencari cari mobil myungsoo. Lalu ia melihatnya, ia langsung menaruh sepedanya dan berlari kearah myungsoo
“Myungsoo-ah myungsoo-ah” teriak woohyun berusaha membangunkan myungsoo
Lalu melihat itu, woohyun menelpon ambulance. 2 menit kemudian ambulance dating dan langsung membawa myungsoo. Setibanya dirumah sakit myungsoo langsung dirawat di ICU.
Woohyun yang menghubungan appa dan eomma myungsoo. Mereka terlihat kaget. Dan langsung menjadwalkan penerbangan untuk kembali ke Korea malam ini.
“ Bagaimana keadaan uri myungsoo?” Tanya seorang yeoja paruh baya pada woohyun yang terduduk di bangku keluarga luar ruangan
“ Myungie masih dalam koma eommonim” jawab woohyunn sedih
“ Aigoo, uri adeul” ucap appa myungsoo terlihat sedih dan kacau
“ ah Matta aku harus menghubungi Kim Yeon” batin woohyun terengah
-----
“ Mwo ??????????//”
“…”
“Arraseo aku akan kesana “
---
Kim yeon langsung berlari kearah ruang ICU menjenguk myungsoo, malam mini adalah ulang tahunnya, namun kenapa dia harus sesedih itu
“ Oppa, bagaimana dengan Myungsoo ?” Tanya Yeon yang tiba tiba datang
“ Dia, itu !!” woohyun menjawab sedih, raut wajahnya kacau tak siap dengan myungsoo yang seperti ini
“ Oppa tadi dia terlihat baik baik saja, saat memberiku kejutan, namun secara tiba tiba dia pulang. Aku benar benar tidak mengerti oppa”
“ Ne, dia akhir akhir ini sering sakit kepala mendadak, sudah 3 hari berturut turut ia selalu parah seperti ini, dan soal kejutanmu memang dia baru saja keluar rumah sakit, dia memaksa untuk keluar, dia memohom pada dokternya” jawab woohyun
Kim yeon menangis, air matanya menetes tak terasa
“ Ya Kim Yeon jangan menangis seperti itu” ucap woohyun memegang bahu Yeon
“ Oppa” lirih Yeon
“Eomma, Appa Woohyun hyung dan Yeon-ah gomawo untuk semuanya. Dan jangan lupa tolong bersihkan kamarku” ucap myungsoo ketika siuman, dan  kemudian myungsoo telah meninggalkan dunia. Ia telah meninggalkan semuanya. Semua yang mereka cintai telah berkumpul disebelahnya disaat terakhirnya. Ia telah menutup matanya untuk selamanya
“ Myungsoo-ahhhhhh” pekik appa dan eommnya Myungsoo
Tak beda dengan woohyun dan Yeon. “ Uri Myungie semoga kau tenang”
Seminggu setelah pemakaman Myungsoo, Yeon berniat mengunjungi kamar Myungsoo. Ia ingat bahwa pesan Myungsoo untuk membersihkan kamar Myungsoo
Tak segaja Yeon menemukan sebuah buku biru dengan sebuah bolpoin di atasnya. Dengan sengaja Yeon membuka satu persatu lembaran. Ia paham ini tulisan myungsoo sendiri

“ Uri eomma appa, mianhe, anakmu yang satu ini selalu membebanimu. Aku teringat untuk ucapanmu eomma, kau selalu memberiku nyanyian sebelum tidur agar aku bisa tertidur, namun sutau saat kau tak perlu bersusah payah untuk memberiku nyanyian, aku akan tidur, tidur dalam tenangku nanti. Jeongmal mianhe eomma appa. Mianhe aku belum bisa membanggakanmu.”
Air mata Kim Yeon mulai menetes. Setelah perlahan ia membuka lembaran baru
“Woohyun hyung, gomawo untuk selalu disampingku, goamawo untuk semuanya, kau telah berada disisiku, ketika aku sakit atapun senang. Kau yang selalu memberiku senyuman tambahan,kuingin suatu saat ketika hidupku benar benar akan berakhir kau selalu menyemangatiku. Aku selalu saying padamu hyung, kau adalah kakak terbaik. Dan tolong jaga Kim Yeon. Buatlah dia tersenyum setelah kepergianku nanti, aku tidak siap untuk memberitahunya tentang penyakitku ini. Tolong ucapkan kata maafku, maaf bahwa aku tak memberitahunya bahwa aku sebernya sakit kanker otak. aku hanya mengatakan padanya bahwa aku hanya sering kelelahan. Tolong katakan padanya ya hyung”

Kim Yeon sudah tak bisa membendung air matanya lagi, ia menangis tersedu sedu

“ Kim Yeon,kau adalah yeoja pertama yang aku sukai dengan seluruh hatiku, kau adalah sebuah malaikat kecil yang cantik yang mampu memberikanku kekuatan dikalah aku rapuh. Terima kasih kau telah mengisi hari hari ku. Mianhe selama ini aku tidak jujur padamu. Aku hanya tak ingin kau sedih dan kecewa. Jeongmal mianhe. “
“ terima kasih untuk memperbolehkanku memberimu sebuah kejutan disaat ulang tahunmu, aku akan memberimu kejutan yang sangat indah, tunggulah nanti.Mianhe aku tak bisa menjadi sandaranmu, aku tak bisa menjadi bahu yang bisa sandari untuk semua kesedihan dan kekhawatiranmu “
“ ketika kau membaca buku ini kuharap kau tak bersedih. Carilah namja lain yang mengisi hari hari agar kau ceria lagi, cerialah untukku Kim Yeon-ie. Aku sangat mencintaimu. Mianhe”
Kalimat terakhir dirasa sangat menyayat hari Yeon. Ia kini menangis tersedu sedu melihat secarik buku kecil yang ia pegang
“ Jangan khawatir oppa, tenanglah disana. Aku akan bahagia. Aku akan bahagia demi dirimu oppa” lirih Yeon sambil mengusap air matanya

THE END



Tidak ada komentar:

Posting Komentar