Rabu, 21 Maret 2012

Fan fiction Super Junior

Main Cast: cho ahra, lee hyukjae, cho kyuhyun, and other cast
Genre: Romance (?) , Comedy(?), Gaje!
Rating : ?
***
NB: AUTHOR GAJE COMEBACK! hehehehehhe. nggak tahu mo nulis apa lagi, so…cekidot lah. jangan lupa komeng oke? *wink
***
EUNHYUK POV
Jam 10malam kami baru sampai di apartemen. Aku menemaninya belanja keperluan rumah dulu dan kami makan malam diluar malam ini. Hah..kami sudah benar-benar seperti suami istri kan? Rr….minus hubungan suami istri. Tapi sudahlah, aku juga menghormatinya. Meskipun aku tidak bisa janji kalau tiba tiba aku menyerangnya, hahaha.
Setelah mandi, aku menonton TV sambil menikmati toppoki yang sempat kubeli tadi. Dia menuju kekamar, mungkin akan mandi. Aish….menduganya saja aku sudah berpikiran yang aneh aneh. apa ini efek dari kebanyakan nonton film yadong ya, hehehe. Tapi sejauh ini aku merasa hebat karna bisa mengendalikan diriku dengan baik. Dan dia juga…..cukup tahu diri untuk tidak membuatku berpikir macam-macam. Ck kalau saja bukan karna perjanjian itu, sudah kupastikan aku akan menaklukkannya sejak malam pertama kami. ngomong-ngomong, sepertinya aku sudah mulai menyukai istriku itu. Menyukai wajahnya, cara tersenyumnya, bahkan cara marah-marahnya. Aku paling suka kalau dia sudah bersikap galak padaku. Entahlah, seperti ada yang kurang kalau dia tidak memarahiku atau sekedar memelototiku. Ck….aku pasti sudah gila kan?
Aku masih memelototi TV saat tiba tiba aku merasa ada yang aneh dari dalam perutku, aish…apa-apaan ini?
Kutahan sebentar, karna kamar mandinya masih dipakai ahra.
Aku diam. Mencoba menahan rasa melilit diperutku.
Aku.
Aku.
Aku tak tahu seperti apa wajahku sekarang ini,
Tapi yang jelas, aku langsung menghambur ke kamar mandi.
Cklek.
Sial. Dikunci. tentu saja.
“TOK….TOK…AHRA-YA!!!CEPAT KELUAR!!!” kataku setengah menjerit sambil memegangi perutku. Dan bagian belakangku. Berharap ‘dia’ tidak keluar sebelum waktunya
“WAEYO??” jeritnya dari dalam.
“AAARGHH…PERUTKU SAKIT. CEPAT…LAH…..KELUAR…JEBAL” kataku masih dengan sekuat tenaga menahan ‘ itu’. * ada yang bisa bayangin muka kunyuk lagi kebelet?*
“ah, chamkanman….” Katanya lagi.
Tak sampai 1 menit dia keluar hanya dengan lilitan handuk ditubuhnya. Glek, aku sedikit menelan ludahku, tapi tidak, oh, ada perasaan lain bahkan pikiran lain mengalahkan segala pikiran kotorku dan mendorongku untuk segera masuk ke dalam kamar mandi dan mengeluarkan semuanya.
HHHAAAHH…Lega!!!
Aku keluar kamar mandi sambil mengelus elus perutku. Ck..tidak biasanya aku buang air besar malam malam. Kulihat ahra sudah meringkuk di kasur. Mungkin kelelahan.
Tunggu dulu. Otakku tiba tiba beralih lagi ke hal yang lain. Mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Semua itu terekam jelas di otak mesumku. Ahra yang keluar kamar mandi hanya dengan lilitan handuk dan rambut yang basah. Hal yang sama sekali tak pernah aku lihat sebelumnya. Ya tuhaaan…kenapa aku melihatnya justru dalam keadaaan ‘mendesak’ seperti itu? Setidaknya biarkan aku dalam keadaan normal.
Aku memandangnya lagi. tiba tiba timbul keinginan untuk melakukannya sekarang juga. Kalau perlu aku memaksanya.
Aku menggeleng keras, berusaha menepis pikiran kotor bin anehku itu. Kalau aku melakukannya sekarang. Apa nanti yang dia pikirkan? Memangnya aku lelaki tampan apaan?. Dan yang lebih parah lagi, bagaimana kalau dia meninggalkanku. Ah andweeeeee
Akhirnya aku memilih menghabiskan malamku untuk menonton TV, dan tertidur di sofa. Daripada aku berpikiran atau malah melakukan hal yang ‘iya iya’?
***
ahra POV
seperti dugaanku, bibi jo memang tetangga yang menyenangkan, dia baik, baik sekali. dia seperti eomma bagiku. selama tinggal di apartemen ini aku cukup dekat dengannya.
“eh, nyuk. kau tahu, ternyata bibi jo itu punya anak kembar!” ceritaku suatu pagi pada eunhyuk saat kami sedang sarapan bersama. entahlah, aku memang suka cerita tentang hal apapun kepadanya, begitupun dia. eunhyuk sekarang seperti teman baikku, kami berbagi dalam berbagai hal, meskipun tak jarang kami bertengkar karna hal hal kecil. tapi aku menikmati setiap moment bersamanya
“benarkah?” tanyanya datar masih menikmati sarapannya
“eo, bibi yang cerita kemarin”
“tapi aku tak pernah melihatnya”
“hm..aku juga belum pernah melihatnya,”
aku berhenti mengunyah makananku ketika menyadari mata eunhyuk tak lepas memandangiku,
“wae?” tanyaku, memperhatikan penampilanku sendiri, mungkin ada yang salah.
“kau, mau memakai baju itu ke kantor?” tanyanya lagi.
aku memandangi baju ku sendiri. sebuah kemeja cantik rancangan yuri yang diberikan padaku beberapa hari lalu. aku sengaja memakainya hari ini karna yuri yang memintaku, kami memang sering saling menukar desain baju untuk uji coba sebelum dilepas ke pasaran nantinya.
“ada yang salah?”
kalau aku tak salah lihat, wajah eunhyuk mulai memerah,
“itu, eh, terlalu menerawang, aku bisa melihat bra mu….” katanya pelan.
hah?! dengan sigap aku menutupi bagian yang dimaksud dengan blazerku. kurasakan pipiku memanas sekarang. apa iya? kelihatannya saat aku bercermin tadi tidak terlalu menerawang kok?
“ini fashion!” sangkalku. tak sesuai dugaanku, dia melanjutkan lagi acara makannya, kupikir dia akan menggodaku, tapi ternyata tidak. entah hanya perasaanku atau tidak, yang aku tahu, beberapa hari ini aku seperti tak menemukan eunhyuk yang dulu. eunhyuk yang selalu menggodaku dan berusaha mendekatiku.
baik, dia memang masih mengantarkanku ke kantor, masih mengirimkan pesan pesan gombalnya, atau makan siang bersama saat kami masih di kantor. hanya saja, sikapnya seidkit berubah kalau dirumah, sudah beberapa hari ini malah, dia memilih tidur di sofa. aneh.
***
“eiy, kemeja ini memang manis, segera kita perbanyak saja! dan, eh asal kau tahu, kemeja ini bukan untuk setelan blazer, nyonya…” cerocos yuri begitu aku sampai di kantor. aku bukannya tak tahu kemeja model ini memang tak seharusnya ditutupi dengan blazer, hanya saja aku merasa risih sendiri setelah mendengar komentar eunhyuk tadi pagi.
aku melewati yuri begitu saja. dia mengikutiku sampai aku duduk di kursi kerjaku.
“ck, haruskah kau mengganti bahannya, atau memasangkannya dengan singlet di dalam?” kataku lagi, sebenarnya aku juga tak yakin dengan solusi yang kuberikan.
“eh?” yuri tampak bingung.
aku berdiri lagi, melepas blazer ku kemudian berjalan mendekati cermin dan memperhatikan kemeja yang kukenakan sekali lagi.
“apa terlalu menerawang?” tanyaku lagi, masih memandang cermin, karna menurutku kemeja ini tak terlalu tipis untuk bisa tembus pandang seperti yang dikatakan eunhyuk.
yuri mengernyitkan keningnya.
“kau tahu bahan seperti ini…..” yuri menggantungkan kalimatnya
“…ada yang mengatakan sesuatu tentang kemeja ini?” lanjutnya, mungkin menyadari sesuatu dibalik perkataanku.
“ada yang bilang ini terlalu menerawang, dia bahkan bisa melihat bra ku,” kataku dan entah kenapa aku benar benar merasa pipiku memerah sekarang.
“hahaha! omona nyonya lee, hanya karna itu?” kata yuri setelah tawanya mereda. sial, dia selalu saja menggodaku dengan panggilan nyonya lee.
kali ini yuri mendekatiku, “dengar…..aku tidak tahu kau lupa atau apa, tapi ahra….bahan ini memang tidak tipis dan menerawang, yah kecuali kalau sang penglihat melihatnya dengan sangat detail dan dekat, baru kelihatan bagian dalamnya.”
benar! kenapa aku bisa lupa, bukankah kami sudah membahasnya sebelum membuat desain ini?
“…lagipula siapa yang mengatakannya? apa dia seorang lelaki?” lanjutnya nya
aku hanya mengangguk
“hahaha, lelaki mesum mana yang sepolos itu mengatakannya padamu. itu sama artinya dia mengaku kalau dia sedang memperhatikan dadamu!”
APA?!aish, jadi eunhyuk?!
“lelaki mesum itu eunhyuk!” kataku dengan nada datar. kulihat yuri mulai salah tingkah, mungkin merasa bersalah menyebut kata lelaki mesum didepan istrinya langsung.
“eh?” komentarnya sambil menggaruk garuk kepalanya. aku melenggang cuek
“…kalau begitu pantas! mungkin pelayanan yang kau berikan semalam kurang, atau dengan kata lain, mungkin dia ‘menginginkannya’ lagi jadi yang dia perhatikan bagian dadamu, hahahaha” ledeknya kemudian.
aku melotot kearahnya, sebelum cubitan kasar mendarat di pinggangnya.
mwo?! pelayanan?! aish…dasar otak yadong, otaknya memang sebelas duabelas dengan eunhyuk, sama sama yadong! tapi eh?! eunhyuk memperhatikan dadaku? aish….sebenarnya apa yang dipikirkan pria itu?! dasar mesum!
***
eunhyuk POV
Sudah satu minggu, aku sedikit menghindari ahra. Bukannya apa apa, aku hanya takut tak kuat iman(?) kalau dekat-dekat dengannya.  Bahkan seminggu ini aku tidur di sofa depan TV yang membuat badanku sukses remuk.
week end ini orangtuaku mengundang kami makan malam dirumah. oh iya, aku hampir lupa, bahkan setelah menikah, kami memang belum sempat mengunjungi orangtuaku. seminggu setelah menikah, kami tinggal di rumah orangtua ahra, lalu pindah ke apartement kami sampai sekarang.
sekarang kami tengah makan malam bersama, dengan orangtuaku, orangtua ahra, juga adiknya yang berwajah tua itu, cho kyuhyun yang dari tadi tak pernah lepas memandangi kami.
“kalian tidak berencana untuk berbulan madu?” tanya eommaku disela sela makan malam kami.
aku sedikit melirik ke ahra, dia yang pertama kali menentang acara honeymoon kami dulu, katanya sedang sibuk.
“kami masih sibuk, eomma….” jawabku. ahra tak bereaksi
“sibuk apa? sibuk membuatkan kami cucu? kalau ada honeymoon mungkin akan lebih cepat!” sahut ibu mertuaku
“eomma, kalian bukannya tak tahu kami menikah karna apa, kan? jadi kurasa kalian juga tahu kalau masalah cucu, kami tidak yakin bisa memberikannya dalam waktu cepat, seperti yang kalian inginkan!” celetuk ahra. ya tuhan, demi tuhan. gadis ini?! terlalu terus terang!
kulihat ibu dan ayah mertuaku melotot ke arah ahra, sedangkan eomma dan appaku terlihat sangat syok dengan jawaban ahra. sementara kyuhyun, kurasa dia sama tidak pedulinya dengan ahra.
“ahahaha, tapi eomma yakin tak butuh waktu lama untuk kalian saling mencintai, kan? kalian pasangan yang manis….” sahut eomma ku lagi
“ne, kalian juga terlihat akur. ahra-ah, apa kau berhasil menggoda hyukjae? hyukjae-ah, aku yakin kau pasti bisa menaklukkan ahra, eo?” sahut ibu mertuaku. ya tuhan, ya tuhan. keluarga ini memang benar benar terlalu terus terang. aku tersenyum kikuk. kepalaku sakit. oh tuhan seandainya saja ahra mau berpura pura manis didepan mereka, mungkin kepalaku tak akan sesakit ini.
“kami tahu mungkin kalian setengah hati menjalani pernikahan ini. setidaknya kalian sudah dewasa. appa yakin kalian bisa bertanggungjawab dengan apa yang kalian pilih. kalian sudah memilih pernikahan ini, jadi cobalah untuk lebih mengenal dan memahami satu sama lain. itu hakikat pernikahan. jangan coba coba bermain dengan ikatan pernikahan, hm?” kali ini ayah mertuaku menyikapi dengan sangat bijaksana
“ne, meskipun kalian menikah bukan karna cinta. tapi setidaknya kalian harus bertanggungjawab dengan komitmen yang kalian buat, setidaknya belajarlah saling mencintai” sahut appaku kali ini.
aku dan ahra hanya tertunduk mendengar ceramah mereka.
“ne, eomma setuju! eomma yakin kalian pasti bisa, hm?! dan berusahalah untuk membuat anak, itu akan membuat rumah tangga kalian lebih berwarna dan bertambah kuat!” sahut eommaku, omo! membuat anak?! apa yang harus dibuat?! memang membuat patung? kenapa pilihan bahasanya jelek sekali.
“ne, untuk itu kalian harus sering-sering melakukan hubungan suami istri!” sahut ibu mertuaku dan sukses membuatku terbatuk batuk, juga membuat kami semua menatap ke arah ibu mertuaku itu. apa harus membahas masalah itu diruang makan?
“eomma, melakukan hubungan suami istri sering sering itu tidak menjamin akan cepat punya anak!” kali ini aku baru mendengar suara kyuhyun, aigoo…kenapa dia harus masuk dalam pembicaraan ini?
“benarkah?”
“tentu saja, justru dengan sering melakukannya, malah membuat kualitas sperma menurun. jadi tidak ada gunanya, aish…eomma, harusnya kau lebih tahu itu” kata kyuhyun lagi.
omo
omo
haruskah membicarakan ini di meja makan, eh?
“begitu, ya?” sahut ibu mertuaku manggut manggut.
“hyung, apa kau sudah melakukannya dengan noona?” kali ini pertanyaan kyuhyun ditujukan padaku,
“eh?” lontarku begitu saja
“kami tidak harus membahasnya denganmu!” tandas ahra
kulihat senyuman iblis bertengger di mulut bocah itu “ dari jawabannya sepertinya kalian belum pernah melakukannya, wae? hyung? kau tak bisa menaklukkan noona? ….atau…eh kurasa noona memang tidak ada menarik menariknya sebagai yeoja! “tanyanya, membuatku untuk kesekian kalinya sukses melongo, keluarga ini sama. sama sama suka berterus terang, dan keterus terangan mereka membuatku pusing.
***
ahra POV
“….atau…eh kurasa noona memang tidak ada menarik menariknya sebagai yeoja!”
MWO? ya tuhan! aku pusing, mungkin kalau ada sekolahan untuk mulut, adikku ini pasti langsung didepak jauh sebelum masuk ke dalam gerbangnya.
aku menarik nafas beratku “ cho kyuhyun, aku rasa kau tak mau mellihat bentuk PSPmu yang baru kau beli satu minggu yang lalu berubah, kan?” kataku dengan nada ancaman. aku paling tahu dia tidak bisa hidup tanpa PSPnya, dan dia sudah paling takut kalau ancaman sudah tepat sasaran di PSPnya. sampai saat ini terhitung sudah 5 PSP yang aku hancurkan saat sedang kesal dengan kelakuannya yang rada ajaib itu.
“jangan noona, demi tuhan! itu limited edition!” sergahnya langsung.
“bagus! kalau begitu, jangan banyak bicara lagi!”
ku lirik eunhyuk yang masih syok dengan percakapan kami. ayah dan ibu mertuaku tadi juga sempat syok, tapi kurasa mereka langsung bisa menerima takdir bahwa keluargaku memang seperti ini. lagipula bukankah mereka sudah saling mengenal dengan orangtuaku, jadi seharusnya mereka sudah tahu. hanya saja mungkin mereka tidak habis pikir dengan kelakuanku.
***
setelah makan malam dan sedikit mengobrol, orangtuaku dan juga kyu pulang. sementara aku dan eunhyuk berencana menginap disini malam ini.
ngomong ngomong ini pertama kalinya aku memasuki kamar eunhyuk. ternyata kamarnya sangat rapi, dengan kamar yang dominan berwarna biru laut membuat suasananya begitu tenang, aku suka dengan dekorasi kamarnya yang terkesan simple dan rapi.
aku memang lebih dhaulu masuk kekamarnya, sementara dia masih mnegobrol dengan ayah mertuaku.
aku tertarik pada TV  yang berada tepat didepan ranjang.
setelah beberapa menit melihat acara TV yang cukup membosankan, aku berniat membongkar bongkar isi lemari kecil di sebelah TV yang berisi dengan kaset DVD. kulihat ada beberapa koleksi DVD games, kartun, dan film action, bahkan ada komedi romantis. tapi aku lebih tertarik dengan cover CD yang tidak bergambar. video apa?  sepertinya bukan film, mungkin rekaman-rekamannya waktu kecil, atau pasti sesuatu yang menarik.
“kau sedang apa?”
aku menoleh, ternyata eunhyuk sudah berdiri dibelakangku, mencoba melihat kaset yang kupegang
“ini. kaset apa ini, nyuk?” tanyaku mengacungkan kaset itu didepannya.
***
eunhyuk POV
“ini. kaset apa ini, nyuk?” tanyanya mengacungkan kaset itu didepanku.
omo! itu kan kaset yadong ku?! kenapa masih ada disitu?
“itu, bukan apa apa!” jawabku cepat, berusaha mengambil kaset itu. tapi dengan cepat ahra melayangkan kaset itu jauh dari jangkauanku.
“hm…mencurigakan, apa ini rekaman videomu yang memalukan?” tanyanya lagi
“aniya…bukan! itu bukan apa-apa?!”
dia makin menyipitkan matanya
“benarkah?! kalau begitu, ayo tonton bersama saja!”
“MWO?! ANDWEYO!”
“wae?”
“aish…sudahlah, tidak usah ditonton kalau kau mau selamat malam ini, kaset itu berbahaya!”akuku, yah kaset itu memang berbahaya, apalagi kalau aku menontonnya bersama dengan ahra, aku tak jamin aku bisa menepati janjiku padanya.
“MWO? apa maksudmu?” tanyanya bingung. aku menghembuskan nafasku berat,
dan aku memanfaatkan kelengahannya untuk segera merebut kaset itu dari tangannya.
“nonton, film yang lain saja, eo?” kataku padanya yang masih terlihat kesal.sementara tanganku menggenggam erat CD itu agar tak mudah direbut lagi olehnya.
“aish, jangan memasang wajah seperti itu, kau itu kau semakin manis kalau sedang marah. apalagi setelah pembicaraan kita di ruang makan tadi, aku jadi—ish, sudahlah kau tidur saja. atau menonton film lainnya, hm?” aku meracau sendiri, ia hanya memandangku heran tanpa komentar.
aku bergegas keluar kamar, menjauhkan kaset itu dari jangkauan ahra. sejauh-jauhnya.
***
ahra POV
“selamat pagi nyonya lee ahra, apa week endmu menyenangkan?” sapa yuri begitu memasuki ruanganku, ia membawa beberapa berkas, mungkin desainnya yang akan didiskusikannya denganku pagi ini.
“ah, ne. kau sendiri?” aku masih duduk di kursiku, yuri berdiri disampingku, ia meletakkan beberapa desain di atas mejaku
“menyenangkan. kau tahu, mungkin…sebentar lagi aku akan menyusulmu” katanya dengan senyum mengembang.
aku menautkan kedua alisku “ eh?” tanyaku bingung.
“OMO! kau mau menikah, yuri?” tanyaku kemudian menyadari maksud perkataannya.
dia mengerling sambil menunjukkan cincin berlian yang melingkar di jari manisnya. aku memeluknya, ah sahabatku ini, sebentar lagi akan menikah. aku turut bahagia. dia sudah berpacaran 1 tahun dengan jongwoon oppa, dan sekarang jongwoon oppa telah melamarnya, ah…manis sekali.
“chukkae!”
“mmm..gumawo!” katanya lagi.
“eiy, ceritakan padaku caranya melamarmu, pasti manis sekali kan?” cercaku. maklumlah, begini begini aku juga suka cerita romantic. dilamar oleh pacar dengan cara romantic adalah salah satu impianku, meskipun akhirnya aku tak bisa mewujudkannya karna acara perjodohan itu.
“ck, kau kan tahu oppa tak bisa romantis!” kata yuri. aku terkekeh geli, benar pacarnya itu memang tidak romantis, cenderung datar, lucu, dan kadang konyol.
“lalu, bagaimana ia melamarmu?”
yuri menghempaskan tubuhnya ke sofa, aku mengikuti duduk disebelahnya
“kemarin pagi, dia tiba tiba datang ke apartemenku. begitu membuka pintu, tiba tiba dia melamarku. tidak ada kata-kata romantis. dan kau tau apa yang paling menyebalkan?”
“apa?” sudah ku duga, kadang pacar yuri memang menyebalkan juga
“dia melamarku, karna dia mau wamil!”
aku terkekeh, alasannya memang cukup menyebalkan. kalau aku, mungkin sudah ku tendang, hahaha
“aish, orang itu kadang memang tidak bisa melakukan segala sesuatu dengan baik!” gerutu yuri lagi
“hahahaha” aku tertawa lagi, entahlah, aku hanya merasa senang kalau yuri sudah dikerjai oleh pacarnya yang agak ajaib itu.
“aish, sudahlah! ngomong-ngomong, mana desainmu?”
“desain?!”
“ish, desain untuk SPAO! bukankah kau yang membuatnya?!”
aku mencoba mengingat ingat, benar, kau sudah membuatnya. dan aku juga sudah membawanya…..
“OMO! kurasa, ketinggalan di mobil eunhyuk!”seruku sambil menepuk jidatku sendiri. tadi pagi aku berangkat kerja bersamanya, dan berkas itu kuletakkan di jok belakang. aish, kenapa aku bisa lupa?
“ish, kau itu, ceroboh sekali nyonya lee….”
ck…
“sebentar, aku telepon eunhyuk dulu”
tuuuut…
tuuut..
tak diangkat, kenapa bocah ini?
2 kali aku menghubungi nomor ponselnya, tak diangkat. tak kehabisan akal aku menelepon sekertarisnya.
“yoboseyo hye jin ssi, ne, aku ahra. mm..maaf tapi apa lee hyukjae ada dikantor? ne? kuhubungi ponselnya tapi tak bisa, ah….apa masih lama? ah tidak perlu, nanti biar aku kesana sendiri saja, ne…khamsahabnida,”
klik. ternyata eunhyuk sedang rapat. aish, lebih baik aku mengambilnya sendiri. lagipula, aku belum pernah kekantornya sebelumnya.
aku segera menyambar tas ku,
“kau mau kemana?”
“mengambil desainku ke kantor eunhyuk. oh, iya apa kau bawa mobil?”
yuri menggeleng “ aku naik bis tadi, ah lebih baik kau naik bis saja, lebih mudah dan cepat!”
ish, naik bis? terakhir aku naik bis saat aku sedang marah dengan namjachinguku saat masih kuliah, setelah itu aku tak pernah mau repot repot naik bis lagi. tapi ya sudahlah, sekalian. lagipula sudah lama aku tak pernah naik bis.
“baiklah,kalau begitu aku pergi dulu, anneyong!”
“ne, hati hati!”
aku berjalan menuju halte bis yang tak jauh dari kantorku. tak perlu menunggu waktu lama, bis yang akan kutumpangi itu datang. dan bodohnya, aku asal masuk saja. ternyata, bis lumayan sesak. aku bahkan harus berdiri. aish…menyebalkan.
untuk beberapa saat aku masih menikmati perjalananku sambil menikmati pemandangan di luar jendela. sampai tiba tiba aku merasa ada seseorang yang lebih tinggi berdiri dibelakangku, dan yang paling membuatku tak habis pikir adalah?KENAPA MAKHLUK INI MEMEGANG BOKONGKU, HEH?!
***
hyukjae POV
Aku baru saja menyelesaikan rapatku, dan kembali ke ruanganku. ku dapati 3 panggilan tak terjawab dari ahra. kau baru akan meneleponnya ketika tiba tiba hye jin mendekat
“sajangnim, tadi istri anda menelepon,” kata hye jin. jadi ahra menelepon hye jin juga. ada apa sebenarnya, aku mulai khwatir dna berpikir yang tidak tidak, jangan jangan terjadi sesuatu pada ahra.
“benarkah? apa terjadi sesuatu dengannya?” tanyaku khawatir
“tidak ada, hanya saja dia bilang akan kemari”
“benarkah? jam berapa dia menelepon?”
“sekitar setengah jam yang lalu”
“ baiklah, terima kasih hye jin”
hye jin hanya membungkuk kemudian kembali ke ruangannya. setengah jam yang lalu? seharusnya dia sudah sampai disini, kan? tapi kenapa belum sampai juga.
aku memencet nomornya,
tuuuut….
“YA!!!LEE HYUKJAE!!!” teriaknya dari seberang sana sampai harus membuatku harus menjauhkan sedikit telingaku agar tak rusak seketika itu juga karna teriakannya
“ahra ya kenapa……MWO?! tunggu, aku kesana sekarang juga!”
tanpa babibu lagi aku langsung menyambar kunci mobilku dan segera menuju ke kantor polisi yang dikatakan ahra tadi. dia baru menjadi korban pelecehan seksual di dalam bis dalam perjalanan menuju kantorku. aish, SIAPA MAKHLUK YANG BERANI MENDAHULUIKU MENYENTUH AHRA?benar benar membuatku emosi jiwa.
“SIAPA?! SIAPA?! YANG BERANI MENYENTUH BOKONG ISTRIKUUUUU?!” teriakku murka begitu aku sampai di kantor polisi, tak kupedulikan ajaran tentang tata kramaku selama ini, tak kupedulikan tatapan aneh dari para penghuni kantor polisi itu, juga tatapan membunuh dari ahra. yang aku pedulikan saat ini adalah..
AKU INGIN MEMBUNUH MAKHLUK KURANG AJAR ITU?!
***
ahra POV
aku, memang telah berhasil melumpuhkan si maniak pelaku pelecehan seksual dalam bis tadi. dengan senang hati aku menganiaya makhluk kurus tinggi itu sebelum ku bawa ke kantor polisi. sial, enak saja! dia pikir aku wanita lemah yang bisa ditindas? tapi yang lebih menyebalkan lagi adalah teriakan bodoh dari eunhyuk saat di kantor polisi tadi. aku menyesal memberitahunya.
sekarang kami berada di mobil, menuju kantorku. aku masih melirik kesal ke arahnya yang sedang menyetir mobil. aku merasakan aura tak enak juga saat ini.
“aish, kenapa kau naik bis segala?” katanya dengan nada ketus
“tentu saja aku mau ke kantormu, bodoh! yuri tak bawa mobil, jadi aku terpaksa naik bis!”
“kenapa tak pakai taksi?”
“mencari taksi di daerah situ sulit, lebih dekat ke halte!”
“kau kan bisa meneleponku, aku akan mengantarkannya atau mungkin menyuruh orang untuk mengantarkannya”
“aish, kau tak menjawab teleponmu, dan kau pikir sekertarismu akan mengerti kalau ku jelaskan? lagipula kunci mobil kau yang bawa kan? itu sama saja! akan lebih cepat kalau aku mengambilnya sendiri!”
“aish, aku benar benar gila!” pekiknya gusar sambil mengacak acak rambutnya dengan satu tangannya.
“bagaimana…bagaimana…makhluk itu bisa menyentuhmu,aish…aku bahkan sama sekali belum menyentuhmu?! BAGAIMANA BISA MAKHLUK ITU MENDAHULUIKU?!”
mwo? aku melotot ke arahnya
“MWO?! YA! APA MAKSUDMU, LEE HYUKJAE? KALAU KAU BERANI MENYENTUHKU, KUPASTIKAN NASIBMU LEBIH TRAGIS DARI MAKHLUK TADI!” teriakku tak kalah kesal. enak saja! baru saja aku dilecehkan, sekarang bisa bisanya dia mengatakan itu.
“AAAARGGHHH” dia mengerang frustasi sambil menatapku kesal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar