Minggu, 30 Desember 2012

Fan Fiction Escape From The Undead Land [Part VII] END

Title                : Escape from the Undead Land [ Part 7 ] END
Author             : Jung Yeonmin

Posted by Lee Hyemi


Cast                 :
Main cast:
-          Lee Hyukjae
-          Lee Donghae
-          Jo Twins
Hermina’s family:
-          Park Jungsoo
-          All of SHINee member
-          Cho Kyuhyun
Other cast:
-          Kim Youngwoon
-          Lee Sungmin
-          Kwon Boa
-          Kim Ki Bum
Genre              : Horror, Thriller, Friendship, Family, Fantasy
Rating              : G
Summary             :

“lalu.. bagaimana kita bisa keluar dari sini?” Tanya youngmin pada kyu.
Iapun tidak menjawab dengan air matanya iapun menatap layar yang menampilkan pemandangan para aphr yang mulai menerobos rumah pohon tersebut.
“kita…”
“hey, kau bilang kita akan selamat kalau disini bukan??”
“kubilang seharusnya
“jadi maksudmu???”
“angeloth itu mati… kita tidak akan pernah bisa keluar dari sini..” jawab namja itu dengan tatapannya yang sendu.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Hyukjae’s POV
“m-maksudmu??? Heey jangan bodoh!! Aku tidak mau mati menyedihkan disini!” bentak youngmin iapun menarik baju kyuhyun dan kemudian menghempaskannya.
Akupun memandang kesekeliling. Berbagai jenis aphr yang mengerikan masuk dan menembus pertahanan para hermina. Tak jarang dari mereka yang mengunyah dan mengoyak tanpa belas kasihan tubuh para hermina yang sudah tidak berdaya. Mereka mencoba menjerit dan mecoba kabur dari gigitan para aphr yang ganas itu namun nihil, mereka terlalu kuat walau terlihat rentan. Tiba-tiba sebuah makhluk aneh yang begitu besar mengepakan sayapnya tepat diatas kami bertiga. Aku mendongakan kepalaku, sebuah wujud yang sangat mengerikan. Makhluk tersebut membentur-benturkan tubuhnya seolah berusaha merusak pertahanan sejenis selubung yang telah dibuat. Perlahan, aku dapat melihat retakan-retakan yang kian membesar. Hingga akhirnya selubung itupun seperti pecah dan sukses dirusak oleh makhluk besar itu. Makhluk itupun terbang menuju arah kami dan mendarat dengan kaki-kakinya yang raksasa tepat didepan kami sehingga cukup menyebabkan guncangan yang cukup besar di rumah pohon ini.
Sesosok namja, jubah hitam legam yang panjang menyelimuti seluruh tubuhnya. Aku tidak dapat melihat jelas wajahnya. Sekejap akupun merasakan hawa yang sangat tidak menyenangkan. Tiba-tiba aku mendapati wajah youngmin yang dilanda ketakutan yang begitu hebat. Matanya membelak, keringat dingin kian mengucur dari sekujur tubuhnya. Tubuhnya bergetar hebat dan ia terlihat sangat tidak berdaya. Iapun mencengkram erat lenganku dan bersembunyi dibalik tubuku.
“dia…” kata-kata youngmin terputus seolah ia tak mampu untuk berbicara lagi
“dia raja hactrex” kyuhyun melanjutkan. Getar hebat kian melanda tubuh youngmin, iapun semakin mencengkram erat lenganku. Kurasa, dia benar-benar nyaris mati ketakutan.
“gwenchana yo, aku dan kyuhyun akan melindungimu..”
Tiba-tiba aku merasakan lantai tempatku berpijak berderak seolah ada sesuatu yang memaksa untuk muncul ke permukaan. Retakan-retakan kudapati sekitar beberapa meter dari tempatku memijakan kaki dan tepat saat itu juga lantai itu hancur dan munculah sesosok aphr. Aphr yang sangat mengerikan. Wajahnya yang hancur separuh hingga aku dapat melihat jelas daging dan tulang tengkorak yang telah digerogoti laba-laba kecil. Perutnya yang bolong dan ususnya yang keluar-keluar hingga aku dapat melihat jelas bagian tubuh lainnya. Kulit sekujur tubuhnya yang perlahan terlepas dan memperlihatkan daging yang membusuk serta tulang yang berwarna kehitaman. Sesosok aphr yang begitu mengerikan, namun aku mengenalinya.
“donghae ya..”
“kita sudah terkepung, kita tidak akan pernah bisa keluar dari sini” sanggah kyuhyun dengan santai seolah ia sudah pasrah jika harus mati disana.
 “aku tahu!”
“mwo?”
“HEY BODOH! YA KAU YANG MEMAKAI JUBAH HITAM KETINGGALAN JAMAN!! SINI KEMARILAH” tantangku tanpa rasa takut sedikitpun.
“YA PABO!!” sebuah deplakan cukup keras tepat mendarat dikepalaku. Dengan matanya yang membelak youngmin menatapku dengan penuh kebencian. Yaa kurasa perasaannya sekarang campur aduk, antara takut dan kesal dengan kelakuanku,
“tenang sajalah youngmin ia tidak lebih dari sesosok pendek yang sudah ketinggalan jaman! Sama sekali tidak mempunyai fashion huh orang culun seperti dia sih tidak lebih dari—“
Kata-kataku terputus seketika itu juga aku merasakan hawa yang sangat mengerikan kian mendekat. Sesorang berjubah itu kian berjalan mendekatiku dan youngmin yang masih bersembunyi dibelakangku. Akupun memegang erat pedangku dengan awas. Sosok itu berjalan dengan tenang ke arah kami berjalan semakin mendekat dan mendekat. Hingga akhirnya, dia tepat hanya berjarakan beberapa centi dari depan mukaku. Akupun menelan ludah, hawanya begitu keras dan sangat menusuk. Kudapati dari celah jubahnya ia tersenyum jahat. Youngmin kian mencengkramku erat, ia menyembunyikan wajahnya dibalik punggungku. Kemudian, sang rajapun perlahan menggapai jubah yang menutupi wajahnya dan perlahan ia membuka tudungnya. Kini aku dapat melihat jelas seluruh lekuk wajahnya, mataku membelak nyaris tidak percaya.
“y-y-youngmin????” kataku tercengang melihat sosok yang berdiri didepanku. Dia benar-benar mirip ah tidak, dia persis dengan youngmin! Mungkinkah ini sisi lain dari youngmin??
“kwangmin, aku jo kwangmin” katanya dan menampilkan senyumnya yang beringas. Ia menyodorkan tangannya yang kurus pucat ke arahku.
Akupun memegang erat ujung pedangku dan berniat untuk mengacungkan kepadanya namun tepat pada saat itu juga tangannya yang kurus pucat berhasil menggapai pipi youngmin dan mencakarnya. Seketika itu juga aku mengacungkan pedangku ke arahnya. Ia muncul dan menghilang tanpa arah aku tidak dapat menentukan dimanakah ia berada. Sebuah tangan yang dingin, kuku-kuku yang kehitaman dan panjang menggenggam erat bahu kananku dan saat itu juga kudapati orang yang mengaku mempunyai nama kwangmin itu tepat dibelakangku dengan senyumnya yang sangat mengerikan.
Aku berusaha mengelak namun nihil aku sama sekali tidak bisa bergerak. Youngmin berlari menjauh dari kami berdua tidak ada yang bisa dilakukannya. Kuku-kukunya yang panjang kian menusuk dan menancap di bahu kananku. Darah segar menetes perlahan dan sakit yang teramat sangat. Akupun menjatuhkan pedangku, aku benar-benar sudah tidak sanggup untuk mengelak. Dayanya begitu kuat dan nyaris tidak bisa dilawan. Tepat saat itu juga aku merasa sang raja melepas cengkramannya secara paksa. Seperti sesuatu telah menghantamnya. Akupun memutar badanku sembari memegangi bahuku yang bersimpah darah segar. Ternyata itu donghae! Dengan wujudnya yang begitu mengerikan saat ini dia berusaha untuk menyerang kwangmin. Entahlah, mungkinkah sedikit hatinya sebagai donghae yang baik ingin menyelamatkanku atau.. dua makhluk ini sedang berebut mangsa.
Kalau memang begitu, aku benar-benar dalam masalah besar.
“PABO HYUK! Tunggu apalagi??!!” sebuah suara yang lantang seolah menantang, akupun melemparkan pandanganku ke segala arah. Bagus, kini aku mendapati si tolol kyu itu dengan sok berani berusaha menunggangi makhluk aneh yang kini mulai mengamuk.
“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN??”
“JANGAN BANYAK BERTANYA CEPAT NAIK!”
“KAU INGIN MEMBUNUHKU HAH??” tepat saat itu juga dengan paksa youngmin menarik tanganku. Dengan sigap aku mengambil pedangku yang tadi terjatuh.
“hey youngmin tung—“
Kata-kataku terputus, ia benar-benar tidak mau mendengar sepatah katapun dariku. Ia menariku dengan paksa dan menyeretku kedekat makhluk aneh itu yang kian mengamuk hebat.
“CEPAT NAIK!” bentaknya padaku.
“MANA MUNGKIN AKU NA—“ sial, dasar bocah kurang ajar. Ia menendang bokongku sehingga aku menabrak tubuh makhluk aneh itu yang sukses membuat makhluk itu mengamuk membabi buta.
“Dasar Manja!” dengan cekatan youngmin memanjat tanpa kesulitan sedikitpun. Ya.. tapi BAGAIMANA DENGAN AKU?? Lengan kananku bahkan sudah tidak berkoordinasi lagi dengan otakku!
Sayap serupa naga, perlahan dikepakan oleh makhluk aneh itu. Merekapun perlahan mulai tidak menapak lagi.
“hey teman kalian.. kalian mau..” sial!! Belum sempat aku meneruskan kata-kataku makhluk itu melesat terbang begitu tinggi dan jauh hingga dalam sekejap aku tidak melihat sosoknya kembali. Aku.. benar-benar tidak menyangka mereka akan setega itu.
BRUAAKK
Liur dan taring-taring dan wajah yang terlukis jelas bahwa ia sangat kelaparan. Kuku-kukunya yang tajam berhasil menggapai bahu kiriku. Tidak.. tidak lagi..
“larilah.. haahh. Hahh..”
“do-do-donghae ya???!!”
“LARILAH HYUKJAEEEEEEE!!!!!!”
JLEEEBB
Tongkat yang sama, tongkat yang menusuk angeloth yang tadi. Perlahan donghae menutupkan kedua matanya. Tangannya melemas dan terlepas dari bahu kiriku. Perlahan ia terjatuh tak berdaya. Tepat ketika wajahnya nyaris menyentuh tanah, aku melihat senyumnya, senyum donghae yang lembut yang selalu menyambutku setiap aku melihatnya.
“ANIYAAAAAAAAAAAA DONGHAEEEEEEE!!!” kuharap ini mimpi dan tidak nyata. Donghae ya, bukankah kita akan keluar dari sini bersama-sama? Bukankah kau berkata begitu? Bukankah kita berdua akan selamat? Usahamu sejak dulu, impianmu untuk hidup tenang. Bukankah begitu donghae ya? Iya kan? Aku bermimpi kan?? Ia kan?? Saat aku bangun nanti kau akan menyambutku dengan senyumu yang lembut itu kan?? Iya kan iya?? Donghae iya kan??
SREEEEETTT
Belum sempat aku memeluk mayat yang sudah tidak membukakan matanya itu, aku merasakan tubuhku seperti melayang dan mendarat disesuatu yang sangat keras. Masih shock dan sangat tidak percaya.
“hey kau baik-baik saja?” Tanya youngmin dengan hati-hati.
“KEMBALI!! KEMBALI KE TEMPAT TADI!! KITA HARUS MEMBAWA DONGHAE BERSAMA KITA!”
“pabo, donghae sudah tidak ada dimana-mana. Tidak di dunia ini, ataupun dunia manusia percuma.” Kata kyuhyun dengan santai sembari memegang kemudi.
“donghae adalah arwah, dia dulunya manusia dan sudah mati. Menurutmu, arwah yang sudah mati dan ketika mati lagi dia akan menjadi apa?”
Aku terdiam dan mengerutkan dahiku.
“hyukjae ya, kau harus menerima kenyataan. Donghae sudah tidak ada dimanapun dan tidak akan pernah kau jumpai lagi dalam wujud apapun”
Hanya diam dan keheningan yang menyelimutiku.
Kenapa..? ini semua harus terjadi kepadaku.
Istana Kerajaan Hactex
“lalu.. apa?” aku bertanya dengan tatapanku yang kosong, entah kenapa semuanya terasa hampa.
“kau tahu? Si tua itu.. dialah satu-satunya keluargaku entah di dunia manusia atau didunia ini, sekarang aku benar-benar sebatang kara”
Akupun meliriknya ia menundukan kepalanya, tidak lama kemudian ia menatapku. Dengan sorotan matanya yang sendu ia tersenyum.
“maka aku akan hidup, dan percaya bahwa didunia manusia nanti aku bisa mendapati orang-orang untuk bersandar.. bukankah manusiapun tidak semuanya berprilaku seperti setan?” lanjutnya lagi dengan air mukanya yang tegar.
Aku benar-benar malu. Cho kyuhyun, bocah itu bahkan lebih muda dariku. Kukira dia bocah bodoh yang menyebalkan namun dibalik sorot matanya tersimpan ratusan rahasia dan membuatnya kokoh dan tabah. Dia benar, aku akan keluar dari sini bersamanya dan juga bersama youngmin! Kita semua akan hidup dengan tenang di dunia manusia. Walaupun donghae tidak ada dimana-mana, namun ia tetap hidup. Ya ia tetap hidup di dalam benakku. Orang yang sangat berjasa sepertinya tidak akan pernah mati didalam hatiku.
“kita harus menemukan krystal ciara. Krystal ciara adalah jantung bagi seluruh tempat di sini. Kalau kita bisa menghancurkannya dunia ini akan lenyap..” sahut youngmin.
“lalu bagaimana kita kembali ke dunia manusia?”
“itu dia yang aku tidak tahu”
“hyukjae, apa kau mendengarku?” suara wanita itu lagi.
“ya?? Apa kau bisa membantuku??”
“temukan crystal ciara itu sebelum bulan purnama muncul dengan sempurna. Ketika kau mendapatkannya, bawalah krystal itu ketempat tertinggi di istana ini tepat saat bulan purnama muncul dengan sempurna pecahkan krystal itu dan aku akan membawamu kembali”
“hanya aku??”
“kau dan temanmu jika ingin, mereka harus menyentuhmu agar kalian bisa sama-sama kembali namun, jika kau terlambat sedikit saja kau akan lenyap bersama daratan aphr itu atau kau tidak akan pernah kembali ke dunia manusia lagi arraseo?”
“baik aku mengerti! Youngmin ayo, segera kita cari krystal ciara!”
Kamipun segera menyusuri jalan-jalan diistana yang berlantaikan batu yang begitu dingin. Istana yang begitu sepi bagai tak berpenghuni. Sepertinya para aphr itu sedang menyerang habis-habisan tempat para hermina itu. Dengan cekatan youngmin memilih jalan yang mengatarkan kita kesebuah tempat. Tempat yang sangat tertutup. Dengan berbagai rahasia dan trik mampu diselesaikan olehnya.
“kau kembarannya ya?” Tanya kyuhyun
“dari kita semua mempunyai cerita yang menyedihkan bukan?”
Aku tertegun.
Kami sampai pada jalan buntu, dengan tenang youngmin menapakan kedua tangannya pada dinding batu. Sekejap itu juga batu tersebut seolah meleleh dan perlahan menghilang. Akupun mendapati sorot cahaya yang begitu memukau. Cahaya yang nyaris membuat mataku tidak sanggup untuk membuka. Perlahan akupun menyesuaikan keadaan. Kudapati sebuah krystal yang begitu indah mengambang ditengah sebuah ruangan yang hampa. Akupun mendekat dan berusaha menggapainya.
“hanya aku yang bisa mengambilnya atau..”
“AKU!” seketika itu juga sebuah suara yang menantang dan sebuah tangan yang tepat menggapai krystal ciara itu.
“kwangmin ya.. berikan itu padaku” pinta youngmin dengan tenang.
“kau mau ini.. hyung?” katanya setengah mengejek.
“kita akan pulang”
“pulang kemana?? Disinilah satu-satunya tempatku dan kau untuk pulang!”
SREET
“wow! Hati-hati bermain dengan pedangmu hyung” lagi-lagi kalimatnya yang begitu menjengkelkan dan setengah mengejek, dengan mudah ia mengelak dari tebasan youngmin.
“keparat!” iapun menerjang kwangmin dan dengan sukses membuatnya terjatuh. Krystal ciarapun terlepas darinya.
“CEPAT HYUKJAE BAWA ITU BERSAMAMU!”
“KAU HARUS IKUT BERSAMA KAMI!”
“aku.. aku akan menyusul kalian..”
Dengan cepat kyuhyun menarik lenagnku dan mengajakku berlari.
“kau bodoh??? Dalam hitungan menit bulan purnama akan menampakan sinarnya!”
Kamipun menitih anak tangga demi anak tangga dengan setengah berlari. Dikejauhan aku mendengar suara-suara menjerit. Tidak.. kurasa para aphr itu menuju istana ini dan bermaksud megepung kami. Gawat kalau aku kehilangan bulan purnama aku bisa mati disini.
Kami sampai pada puncak tertinggi dari istana ini. Aku melihat kesekeliling. Dikejauhan para aphr mulai berdatangan begitupun dengan makhluk-makhluk yang mereka tunggangi. Jumlahnya sangat amat banyak dan seolah akan menghabisi kami.
“sebentar lagi..” kata kyuhyun sembari menatap langit dengan cemas. Bulan yang mulai menampakan sinarnya malu-malu dicelah awan yang keabu-abuan.
“dimana youngmin??”
Cahaya yang begitu terang menyirami sekujur tubuhku.
“sudah datang! Hyukjae ya cepat!”
“TIDAK! Aku tidak akan memecahkannya sebelum aku bertemu youngmin!!”
“tapi.. sebentar lagi bulan purnamanya akan habis..”
“APA YANG KAU LAKUKAN?? CEPAT PECAHKAN KRYSTAL CIARA LALU SEMUA INI AKAN SELESAI!” bentak wanita yang bahkan tidak dapat kulihat sosoknya.
“YOUNGMIINNN KAU DIMANA??? KAU DIMANA YOUNGMINN????”
Sebuah sosok dengan susah payah meniti anak tangga dengan nafas terengah-engah ia berdiri didepanku. Aku tersenyum.
“CEPAT KEMARI!!!!”
Ia hanya mematung dan menampilkan senyumnya, tepat saat itu juga kembarannya kwangmin menerjangnya.
“JATUHKAN ITU SEKARANG JUGA HYUKJAE!!”
“AKU TIDAK AKAN PERGI TANPAMU!”
Tepat saat itu kyuhyun menepis tanganku hingga berhasil menjatuhkan krystal ciara yang kemudian pecah.
“KAAU—“
“aku lahir ke dunia ini bersamanya, dan akupun akan mati bersamanya” kata terakhir yang kudengar. Begitu lemah dan akupun melihat senyumnya yang pasrah namun ia terlihat bahagia. Kemudian semuanya berubah menjadi putih.
.
.
.
.
.
.
Author POV
Langit berduka, kelam hitam abu-abu. Meneteskan hujan, evaporasi dari setiap orang yang berdiri dengan balutan serba hitam. Payung-payung hitam dikembangkan, tak jarang isak tangis yang terdengar. Semua mata yang sendu, menghitam sedih dan kelam. Namun satu tangisan yang begitu dalam dan melukiskan penyesalan yang teramat sangat.
“eomma… mianhae.. eommaa bangunlah mianhae eomma mianhae yooo jeongmal mianhae”
“EOMMAA AKU BERMIMPI KAN?? Ketika aku terbangun kau akan menyediakan segelas susu strawberry kesukaanku? Iya kan?”
“eomma katakan, bangunlah kumohon eomma aku akan melakukan apa saja.. apa saja apapun itu..”
“hyukjae ya..” sebuah tangan mengusap lembut punggung seorang namja dengan balutan serba hitam dan bahu kanannya yang di gips dan berbagai luka disekujur tubuhnya.
“hyuk..”
“eommanya meninggal akibat terlalu stress dan gila akhirnya ia bunuh diri..” sahut seorang pria yang berdiri dengan matanya yang sendu disebelah kyuhyun.
Namja itu hanya bisa menatapnya dengan penuh kasihan.
“aku sungmin, pamannya”
“ne..”
Namja bernama kyuhyunpun berjalan dengan berhati-hati mendekati hyukjae yang tengah menangis memeluki nisan kuburan eommanya bersama ayahnya yang berjongkok dan mengusap lembut punggung anak semata wayangnya.
“hyukkie…” hyukjae berhenti menangis dan menatap seorang namja yang kini berada didepannya dan menampilkan senyumnya yang iba.
“kau tahu.. apa yang sudah terjadi tidak ada gunanya disesali… aku bahkan sudah tidak ingat bagaimana rasanya mempunyai seorang ibu.. atau ayah..” kata-katanya yang begitu lembut dan hati-hati.
“sudahlah.. eommamu akan sedih jika melihatmu terus begini..” appanya mengajaknya untuk berdiri. Ia masih terdiam beribu bahasa.
“bukan menyesali, kita akan memperbaiki” kyuhyun menepuk lembut pundak orang yang kini menjadi saudara tirinya.
“kau tidak akan pergi meninggalkanku kan?”
“ya ayo kita perbaiki sama-sama dan menata hidup yang lebih baik”
Kanginpun mengacak-ngacak rambut kedua namja yang kini menjadi bagian dari keluarga kecil mereka.
Hujan berhenti. Payung-payung hitam mulai disimpan. Satu persatu orang-orang mulai meninggalkan tempat mereka berdiri. Tersisa kangin, hyukjae dan keluarga mereka yang baru.


“eomma, donghae, youngmin.. kalian adalah orang yang paling kusayang yang telah pergi… walaupun kalian tidak ada disini, kalian akan tetap hidup dalama hatiku. Dan aku bersumpah tidak akan membiarkan orang-orang yang kusayangi ini pergi lagi..”


Mereka bertigapun berjalan dan mulai menjauhi kuburan dan menyongsong matahari terbit untuk menata hidup mereka lebih baik dari hari kemarin.
***
“madam, kau melakukannya dengan baik tapi..”
“biarlah, walaupun harus kehilangan seluruh kekuatanku aku turut senang melihatnya..”
“madam..”
“kebahagiaan adalah hal yang tidak dapat kau beli, jagalah kebahagiaan yang kau punya saat ini”
Pria itu hanya menunduk
“ayolah ki bum tunggu apalagi? Kita harus segera menuju café banyak hal yang mesti kita lakukan!”
“baiklah madam”
.
.
.
.
END
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
AKHIRNYAAAAAAAA SELESEI JUGA~!!!! Wohoooo!! Ini adalah FF pertama yang berhasil author selesaikan *Sembah sujud* mianhae chingudeul, dalam pembuatan fanfic ini banyak tersendat dan terhalau oleh waktu. Setelah ini mungkin author akan hiatus untuk waktu yang saaaangaatt lama karena author udah kelas 12-_- mianhaeee jeongmal mianhae kalo ff author abal >< gomawo buat semua readers setia author! :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar