Minggu, 28 Juli 2013

[ After Edited FF ] ~My Boyfriend is A Vampire~ Cerita 2 Chapter 2

A Super Junior Fanfiction
~My Boyfriend Is A Vampire~
Author: Thania Lee
Pair : Haehyuk or Sihyuk?/ Kyumin and Other Couple
Warning : Genderswitch, Typo, Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. All Uke as yeojya.
Posted by @Hyukiwife_08

NB : FF Ini min Ambil dari Fanfiction.net. semua isi cerita tidak di ganti. jadi NO BASH . I just posted.. ^_^
.
.
.
a/n : ff ini memang terinspirasi dari film Twilight. Dan ff ini memang sedikit banyak mengambil dari adegan film itu. Tapi aku jamin untuk konflik dan akhir cerita, fict ini akan berbeda dengan film tersebut.
Previous Chapter.
Eunhyuk membungkam mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat sosok Donghae yang berbeda. Sekarang yang ada dihadapannya itu sedang memandangnya dengan bola mata yang berwarna merah dan daerah sekitar bibir yang penuh dengan warna merah darah. Dan jangan lupa dua taring yang mencuat dari sisi mulutnya.
This Chapter.
Eunhyuk langsung tak sadarkan diri saat seseorang menekan urat vital di lehernya. Dengan segera namja tadi yang membuat Eunhyuk pingsan langsung menopang tubuh tersebut agar tidak jatuh ke tanah.
"kau ceroboh sekali Hae," Gumam namja berkepala besar itu.
Donghae memandang namja itu. "mianhae Yesung hyung." Sesalnya.
"sudah, bersihkan bibirmu dan kita harus membawa yeojya ini ke kampus." Namja yang bernama Yesung itu menggendong Eunhyuk dengan bridal style dan berjalan keluar dari hutan pinus itu.
Sedangkan Donghae, dia mengeluarkan sebuah sapu tangan dari kantung celananya dan membersihkan darah yang berada disekitar bibirnya. "kenapa aku tidak merasakan kehadirannya tadi?" Gumamnya sambil berjalan dibelakang Yesung.
"Eunhyuk!" Key dan Taemin terpekik kaget saat melihat Yesung membawa tubuh Eunhyuk yang sudah pingsan keluar dari hutan pinus itu.
"kenapa dia? Bagaimana ini bisa terjadi Yesung-sshi?" Tanya Key.
Kyumin dan Ryeowook menghampiri Yesung bersama dengan orang-orang yang masih berada di area tersebut. "dia kenapa hyung?" Tanya Kyuhyun.
"dia mungkin ketakutan karena melihat ular didalam sana." Jelas Donghae dari arah belakang Yesung.
Mereka semua memusatkan pandangan mereka kearah Donghae. Memandang namja tersebut dengan pandangan kurang yakin.
"ngh…" Sebuah lenguhan pelan terdengar dari bibir Eunhyuk. Yesung menundukan kepalanya untuk melihat keadaan yeojya itu.
Eunhyuk mengerjapkan matanya berkali-kali saat retina matanya menangkap sesosok namja yang asing baginya. Yesung segera menurunkan Eunhyuk dari gendongannya.
Eunhyuk mengedarkan pandangannya kearah sekelilingnya. Kenapa ramai sekali. Batinnya. Dia baru saja akan menengok kebelakang, tapi dia langsung memegang bagian tengkuknya yang terasa sangat nyeri. "akh."
"Eunhyuk, gwenchana?" Tanya Key sambil memegang bahu Eunhyuk sambil menatapnya dengan pandangan khawatir.
"gwenchana." Jawabnya.
Kerumunan itu berangsur-angsur mengurang saat Eunhyuk sudah sadar dan berdiri tegak. Disana tinggalah Key, Taemin, dan Donghae berserta dengan kelompoknya.
"yaudah, sekarang kamu lebih baik istirahat dirumah Eunhyuk-ah, ayo aku antar." Ucap Key. Eunhyuk menganggukan kepalanya.
Key dan Taemin membimbing Eunhyuk untuk berjalan kearah parkiran dimana mobil Key berada dan meninggalkan 5 orang manusia (aku tidak seyakin itu) disana.
Ryeowook berjalan menghampiri Yesung dan menatapnya penuh khawatir. "dia tahu? Berarti dia tau jika kita semua vampire?" Tanyanya.
Yesung menggelengkan kepalanya. "dia hanya melihat Donghae yang sedang memangsa rusa hutan."
Sungmin berjalan menghampiri Donghae dan berhenti dihadapannya. "kita bisa dalam bahaya jika dia menyebarkan hal ini kepada orang lain kau tau?" Ucapnya sambil memandang Donghae dengan tatapan yang serius.
Donghae menundukan kepalanya saat Sungmin (yang merupakan kakak perempuannya) berujar demikian. "iya, maaf, aku sungguh-sungguh tidak melacak keberadaan apapun disekitarku, termasuk yeojya itu." Sesalnya.
Kyuhyun menghampiri Sungmin dan merangkul bahu yeojyachingunya itu. "sudahlah, yang terpenting dia tidak mengatakan hal yang tidak-tidak saat banyak orang tadi kan." Ucapnya.
"benar." Ryeowook membuka suara. "kenapa dia tidak berbicara tentang apa yang dilihatnya tadi saat Donghae dihutan?" Tanya Ryeowook.
Mereka disana menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan yang dikatakan Ryeowook.
"ah, sudahlah. Nanti kita fikirkan lagi masalah ini." Ucap Yesung. Dia merangkul Ryeowook dan berjalan kearah parkiran dimana mobilnya diparkirkan. Mengikuti dibelakangnya Kyumin dan Donghae.
Eunhyuk Side.
Eunhyuk sekarang sudah berada didalam mobil Key yang akan mengantarkannya pulang kerumah. Dia duduk dibagian belakang mobil tersebut. Dia sedikit penasaran dengan apa yang dilihatnya tadi.
"Key-ah!" Panggilnya.
"hm?"
Eunhyuk mengigit bibir bawahnya—ragu. "apakah kau pernah mendengar istilah tentang makhluk, hmm… peminum darah?" Tanyanya.
Taemin menoleh kearah Eunhyuk dengan pandangan bingung. Sedangkan Key melirik kebelakang dari kaca spion yang ada didalam mobil. "vampire maksudmu?" Tanyanya.
Eunhyuk menganggukan kepalanya. "yah, yang seperti itu. Apa kau percaya kalau mereka benar-benar nyata?" Tanya Eunhyuk.
Taemin memandang Eunhyuk dan Key dengan pandangan ingin tahu. Jujur, dia belum mengerti arah pembicaraan keduanya ini.
"aku pernah mendengar tentang mereka dari.Haraeboji,dia bilang beberapa tahun lalu mereka memang ada disekitar kota ini. Tapi kami tidak pernah mengetahui pasti dimana keberadaaan mereka." Penjelasan Key membuat Eunhyuk terdiam.
"ada apa memangnya Eunhyuk-ah?" Tanya Key.
Eunhyuk menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Mobil Key berhenti tepat didepan rumah Eunhyuk yang bercat putih. Eunhyuk segera turun dan mengucapkan terima kasih pada mereka yang sudah berbaik hati mengantarkannya.
Setelah mobil Key menghilang diujung jalan, Eunhyuk berjalan masuk kedalam rumahnya sambil memegangi lehernya yang masih berdenyut nyeri. "kenapa bisa begini." Gumamnya.
Dia bergegas masuk kedalam kamarnya dan berjalan kearah sudut kamarnya yang terdapat laptop berwarna putih dalam keadaan terbuka.
Dia menyalakan laptop tersebut dan menyambungkannya dengan koneksi internet. Setelah tersambung, dia mengetik sebuah situs searching dan mengetik beberapa kata yang berhubungan dengan vampire.
Entah kenapa dia begitu penasaran dengan makhluk sejenis mereka. Dia begitu serius membaca satu persatu artikel disana.
0o0o0o0o0o0o0
Eunhyuk berjalan menghampiri meja Donghae saat bel tanda pelajaran sudah berbunyi. Donghae sedikit kaget saat yeojya itu menghampirinya. Sedangkan Sungmin yang berada didepan Donghae hanya tersenyum, kemudian berjalan keluar kelas bersama yang lain.
"bisa aku berbicara denganmu?" Tanya Eunhyuk.
Donghae mendongak untuk melihat mata yeojya itu, tak lama kemudian dia menganggukan kepalanya.
Eunhyuk berjalan terlebih dahulu dengan Donghae yang mengikutinya dari belakang. Donghae menyerengitkan dahinya saat Eunhyuk melangkahkan kakinya menuju hutan pinus yang berada dibelakang kampus mereka.
"kenapa kau membawaku kemari?" Tanya Donghae.
Eunhyuk berhenti melangkah dan menoleh kebelakang. Dia memperhatikan Donghae dari ujung kepala hingga ujung kaki. "kau vampire bukan?" Tanyanya langsung.
Donghae berjingkat kaget mendengar pertanyaan Eunhyuk. "kau sudah tau?"
Eunhyuk memutar kedua bola matanya. Jelas-jelas dia kemarin melihat namjaitu memangsaburuannya dengan berutal. "aku melihatmu kemarin yang sedang memangsa rusa hutan dengan ganasnya." Jawab Eunhyuk.
Donghae berjalan kearah Eunhyuk dan membuat Eunhyuk berjalan mundur. Dia menyudutkan Eunhyuk disebuah pohon besar dengan kedua tangannya seperti memenjarakan Eunhyuk. "kenapa kau tidak takut denganku? Bisa saja aku memakanmu saat ini juga." Donghae memperlihatkan taringnya kepada Eunhyuk.
Anehnya, Eunhyuk sama sekali tidak merasa takut ataupun terancam. Dia malah mengangkat tangannya untuk menyentuh taring Donghae yang membuat yang empunya taring sedikit kaget.
"apa yang kau lakukan?" Tanya Donghae setelah tangan Eunhyuk menjauh dari mulutnya.
Eunhyuk tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaan Donghae. "kenapa kau bisa berada dibawah sinar matahari?" Tanya Eunhyuk.
Donghae tersenyum dan mendekatkan wajahnya kearah Eunhyuk. "kau fikir kami sama dengan cerita dongeng vampire yang takut dengan matahari? Itu konyol." Jelasnya.
"kami? Maksudmu, Sungmin dan temanmu yang lainnya?" Tanya Eunhyuk.
Donghae menganggukan kepalanya.
Eunhyuk menyingkirkan kedua lengan Donghae yang mengukungnya. "terima kasih karena sudah meluangkan waktumu untuk berbicara denganku, selamat sore Donghae." Setelah berucap demikian, Eunhyuk berjalan meninggalkan Donghae yang masih tetap pada posisinya.
Setelah Eunhyuk sedikit menjauh darinya. Entah apa yang difikirkan oleh Donghae, dia berlari kearah Eunhyuk dan mencengkram lengan Eunhyuk lalu membalikan badan yeojya itu kehadapannya.
Eunhyuk sedikit terkejut saat sebuah tangan dingin mencengkram lengannya dan membalikan badannya dalam satu gerakan cepat. Namun dia semakin terkejut saat bibir namja vampire itu mendarat tepat diatas dibibirnya.
Donghae memeluk pinggang Eunhyuk dengan tangan kirinya dan menekan tengkuk belakang leher Eunhyuk dengan tangan kanannya.
Dia semakin memperdalam ciumannya itu saat dirasakan yeojya dihadapannya ini tidak melakukan penolakan apapun. Menggigit bibir bawah Eunhyuk dengan lembut dan menyesapnya dalam, seperti tidak ada hari-hari berikutnya.
Sedangkan Eunhyuk, dia hanya pasrah dan menerimanya. Dia ingin menolak perlakuan Donghae ini, namun didalam hatinya, dia menikmati ciuman yang diberikan namja vampire ini terhadapnya. Jelas, ini adalah first kissnya.
Eunhyuk mendesah pelan saat lidah namja vampire itu masuk kedalam mulutnya, menjelajahi seluruh isi mulutnya. Dia mencengkram erat kemeja bagian depan Donghae saat namja semakin mengeksplorasi mulutnya.
Dari kejauhan, Kyumin dan Yewook memperhatikan mereka sambil tersenyum. Sungmin memeluk pinggang Kyuhyun. "akhirnya Hae mendapatkan soulmatenya." Ucapnya.
"tapi, dia berbeda dengan kita. Dia manusia Minnie," Ucap Ryeowook.
Ryewook merasakan lengan kekar seseorang memeluknya dari belakang. "Donghae tau apa yang harus dia perbuat chagiya." Ucap Yesung.
"baiklah, sepertinya kita harus kembali, sebelum si ikan itu merasakan aura kita disekitarnya." Ucap Kyuhyun sambil merangkul pundak Sungmin dan berjalan menjauh dari sana dengan Yewook yang mengikutinya dari belakang.
Donghae melepaskan ciumannya terhadap Eunhyuk saat dirasa nafas yeojya itu mulai terengah-engah, berbeda dengannya yang tahan hingga berjam-jam mungkin hanya untuk menahan nafas.
"hn…" Eunhyuk menghirup nafas banyak-banyak saat Donghae melepaskan ciuman itu.
"you're mine, Hyukie!" Ucap Donghae tepat ditelinga Eunhyuk.
.
.
Eunhyuk membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan Donghae untuk masuk lalu mengiringnya ke ruang tamu. "silahkan duduk, kau mau minum sesuatu? Tapi disini tidak ada darah." Ucapan Eunhyuk membuat Donghae tertawa pelan.
"aku ini manusia loh Hyukie." Ucap Donghae.
Eunhyuk memutar kedua bola matanya. "iya, kau manusia penghisap darah!" Ucapnya sambil berlalu kearah dapur.
Donghae bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Eunhyuk yang sedang menuangkan dua buah susu strawberry untuk mereka berdua. Dia memeluk pinggang Eunhyuk dari belakang dan menaruh kepalanya dibahu kanan Eunhyuk.
"ngapain disini? Udah tunggu aja disana!" Perintah Eunhyuk. Donghae menggelengkan kepalanya dan mulai menciumi bahu Eunhyuk yang memang terekspos karena dia memakai baju yang berkerah lebar.
"kamu wangi Hyukie." Ucap Donghae.
Eunhyuk mulai berontak dari pelukan Donghae. Dia mencoba menjauhkan wajah Donghae dari bahunya. Setelah dia berhasil melepaskan pelukan Donghae, dia berbalik dan menatap namja vampire dihadapannya dengan pandangan tajam.
"kau tidak ingin memangsaku bukan? Jangan membuatku takut denganmu Lee Donghae!" Pekik Eunhyuk.
"haha, tidak begitu Hyukie sayang." Ucap Donghae sambil menarik badan Eunhyuk untuk mendekat kembali kearahnya. Namun Eunhyuk menggelengkan kepalanya dan mengangkat dua buah gelas susu strawberry dan berjalan keruang tamu.
Tuk…
Eunhyuk menaruh satu gelas untuk Donghae dan satunya lagi sudah ditenggak olehnya. Donghae memposisikan dirinya untuk duduk disamping Eunhyuk dan merangkul bahu yeojya itu.
"aku kan hanya bilang aku suka pada wangi tubuhmu, bukan dengan darahmu." Ucap Donghae.
Donghae mengedarkan pandangannya ke penjuru rumah Eunhyuk, atau bisa dibilang yeojyachingunya ?
"dimana kedua orangtuamu Hyukie?" Tanya Donghae.
"mereka sedang pergi ke Seoul dan kemungkinan akan berkunjung juga kerumah kakek dan nenek di Incheon." Jawabnya.
Donghae menganggukan kepalanya, lalu dia tersenyum ah menyeringai mungkin kearah Eunhyuk. "bagaimana kalau aku menemanimu?" Tawar Donghae sambil mengedipkan matanya.
"jangan bercanda! Apa kata tetangga jika aku membawa seorang namja untuk menginap disini? Bisa digantung sama Appa!" Ucap Eunhyuk setengah berteriak.
"kan aku bisa mengendap-endap seperti tadi malam, jadi—
Donghae berhenti berbicara saat dia kelepasan berucap demikian. Dia merutuki kebodohannya sambil nyengir kearah Eunhyuk. Sedangkan Eunhyuk mencubit lengan dingin Donghae yang membuat namja vampire itu mengaduh kesakitan.
"jadi kamu yang aku liat pas aku bangun tidur dirumah tv dan keluar lewat jendela? Dan kamu juga yang memelukku diatas ranjang saat aku tidur?" Ucap Eunhyuk tidak percaya.
Donghae menganggukan kepalanya.
"untuk apa kau lakukan itu Lee Donghae?" Tanyanya.
Donghae menangkup wajah Eunhyuk dengan kedua lengan kekarnya. Dia memandang yeojya dihadapannya dengan pandangan teduh miliknya. "aku ingin selalu menjagamu dan melindungimu. Aku tidak tau kenapa aku bisa berbuat demikian, tapi yakinlah aku benar-benar mencintaimu." Ucapnya.
Eunhyuk hampir lupa bagaimana cara bernafas saat namja vampire itu memandangnya dengan mata yang teduh, mata yang mengisyratkan kejujuran dan ketulusan.
Donghae mendekatkan wajahnya kearah Eunhyuk dan mencium bibirnya. Eunhyuk hanya bisa memejamkan matanya dan menikmati(?) ciuman yang diberikan namja vampire itu.
Eunhyuk merasakan badannya seperti diangkat oleh Donghae dan mendudukan dirinya dipangkuan namja vampire itu tanpa melepaskan ciuman mereka.
"hmm…" Eunhyuk sedikit mendesah saat Donghae melepaskan bibirnya. Dia terengah-engah sambil menatap Donghae yang sedang membersihkan sisa saliva yang ada dibibirnya mengunakan tangannya.
"kamu cantik, Hyukie." Ucap Donghae, wajah Eunhyuk yang dari tadi sudah merona semakin memerah karena mendengar pujian yang dilontarkan oleh Donghae.
"gombal!" Ucap Eunhyuk sambil memukul pelan pipi Donghae.
Mereka menghabiskan waktu berdua dengan membersihkan rumah Eunhyuk dengan menggunakan kekuatan Donghae, mengerjakan tugas bersama, memasak makan malam untuk mereka berdua bersama-sama.
Eunhyuk sekarang sedang mengelus rambut Donghae yang sedang tiduran di pangkuannya. Mereka berdua memutuskan untuk menonton televisi hingga malam.
"Hae, kamu gak pulang?" Tanya Eunhyuk sambil terus mengelus rambut Donghae.
Donghae melirik kearah Eunhyuk yang sedang menunduk untuk melihatnya. Dia menganggukan kepalanya dan bangkit lalu duduk disebelah Eunhyuk. "aku pulang dulu, nanti aku akan kembali lagi. Jangan mengunci jendela kamarmu, mengerti?" Eunhyuk menganggukan kepalanya saat mendengar ucapan Donghae.
Setelah berkata seperti itu, Donghae bangkit dari duduknya. Begitu juga dengan Eunhyuk. Mereka berjalan kearah pintu keluar dengan Donghae yang merangkul bahu Eunhyuk.
"aku pulang dulu, hati-hatilah sebelum aku kembali kesini." Ucap Donghae.
Eunhyuk menganggukan kepalanya. Donghae mendekatkan wajahnya kearah Eunhyuk dan mencium bibirnya.
Entah mengapa Donghae begitu menyukai bibir Eunhyuk. Baginya, bibir Eunhyuk merupakan candu baginya. Begitu juga dengan Eunhyuk, dia tidak bisa menolak perlakuan Donghae saat ini.
Mereka terlalu larut dalam ciuman penuh kasih sayang tersebut tanpa menghiraukan sesosok namja bertubuh atletis dengan jubah berwarna merah yang memperhatikan mereka dari semak-semak yang berada didepan rumah Eunhyuk.
.
.
"dimana adikmu Min?" Tanya seorang yeojya dewasa pada Sungmin yang sedang duduk santai di ruang tamu sambil bercengkrama dengan Kyuhyun.
Sungmin baru saja akan menjawab pertanyaan tersebut. Tapi langsung disela oleh Yesung yang duduk tidak terlalu jauh darinya.
"mungkin dirumah yeojyachingunya. Heechul Adjumma." Jawabnya.
Heechul—sosok yeojya dewasa itu menganggukan kepalanya mendengar jawaban dari keponakannya itu. "benarkah? Apa dia salah satu bagian dari kita?" Tanyanya.
"dia dari kaum manusia Adjumma." Jawab Ryeowook yang baru bergabung dengan mereka.
"aku pulang." Teriakan tersebut membuat semua orang yang berada diruang tamu tersebut menoleh keasal suara. Disana ada seorang namja dewasa yang berbadan tegap sedang berjalan kearah mereka.
Dia mencium dahi Heechul dengan lembut lalu menatap semuanya yang berada diruangan itu. "apa yang sedang kalian diskusikan?" Tanyanya.
"ini tentang yeojyachingunya Donghae, Hangeng-ah." Jawab Heechul.
Hangeng menganggukan kepalanya. "lalu? Apa masalahnya disini?" Tanyanya.
"dia dari kaum manusia, Ahjussi." Jelas Ryeowook lagi.
Hangeng tersenyum kearah Ryeowook. Dia mengerti bahwa keponakannya itu pasti mencemaskan perihal kenyataan mereka yang sebenarnya adalah sekelompok vampire. Takut kalau yeojyachingu Donghae itu memberitahu masyarakat tentang keberadaan mereka.
"tenang saja, Donghae pasti akan bisa mengatasi itu semua." Ucapnya bijak.
Tak lama berselang, dari arah depan terdengar deruan mesin mobil yang terhenti. Detik berikutnya, sosok Donghae muncul dari pintu depan dan berjalan kearah dimana keluarganya berkumpul.
"ada apa kalian berkumpul seperti ini?" Tanyanya.
Heechul tersenyum kearah Donghae. "tidak, kami hanya berkumpul seperti biasa. Bagaimana dengan harimu kali ini?" Tanyanya.
Donghae menyerengitkan dahinya saat mendengar pertanyaan ibunya itu. Dia tahu maksud dari pertanyaan tersebut. "umma ingin bertanya tentang Eunhyuk?" Tanya Donghae.
"jadi nama yeojyachingu-mu itu Eunhyuk?" Tanya Hangeng.
Donghae menganggukan kepalanya dan menoleh kearah Hangeng. "kalian tidak mempermasalahkan dia bukan? Walaupun dia dari golongan manusia?" Tanya Donghae pada Hangeng.
"tidak, asalkan dia tidak memberitahu hal tentang keberadaan kita yang sesungguhnya kepada masyarakat luas. Kau tau bukan konsekuensi yang akan diterimanya jika hal itu benar-benar terjadi?" Donghae menganggukan kepalanya mendengar ucapan Hangeng.
"aku ingin bertemu dengannya, apakah kau bisa membawanya kemari Hae-ah?" Heechul berharap.
Donghae tersentak saat mendengar permintaan yang dilontarkan Heechul. "Umma, aku tidak ingin secepat itu mengikatnya. Dia masih punya orangtua." Jawab Donghae.
"Umma hanya ingin mengenalnya Donghae, bukan untuk memintanya menjadi soulmate-mu." Donghae menganggukan kepalanya saat mendengar ucapan Heechul.
"baiklah, aku akan membawanya besok kemari. Nah, aku masuk ke kamar dulu oke? Aku akan kembali lagi kerumah Hyukie," Ucapnya sambil berdiri dan melenggang pergi kearah dimana kamarnya berada.
.
.
Eunhyuk menggeliat pelan dalam tidurnya saat tangan dingin seseorang mengelus pipinya. Dia mengerjapkan matanya berkali-kali, dahinya menyerengit saat tidak menemukan sosok kekasihnya yang tidak ada dihadapannya.
Dia mendudukan tubuhnya diatas ranjang. Dia sedikit berfikir, apa Donghae mengerjainya.
"Hyukie," Eunhyuk menoleh kearah jendela besar yang berada disebelah kanannya. Disana sosok Donghae barusaja masuk melalui jendela tersebut dan berjalan kearahnya.
"kau belum tidur?" Tanya Donghae.
Eunhyuk menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Donghae duduk diranjang Eunhyuk dan ikut masuk kedalam bedcover yang digunakan Eunhyuk. Dia merebahkan tubuhnya sambil menarik Eunhyuk untuk ikut bersamanya. Dia menyandarkan kepala Eunhyuk kedadanya dan mengelus rambut Eunhyuk dengan perlahan.
"kau memikirkan sesuatu?" Tanya Donghae.
Eunhyuk menggelengkan kepalanya dalam dekapan Donghae. Dia memilih memeluk pinggang Donghae dan semakin menenggelamkan wajahnya ke dada bidang kekasihnya itu lalu memejamkan matanya.
Setelah merasa Eunhyuk sudah mulai terlelap. Donghae menghentikan gerakan tangannya untuk mengelus rambut Eunhyuk. Dia memandang tajam kearah jendela kamar yang tadi dilewatinya. "kau tidak akan pernah memilikinya, Eunhyuk adalah milikku." Gumamnya.
Di tempat yang berbeda, seorang namja tersenyum menyeringai kearah jendela dimana letak kamar Eunhyuk berada. "welcome to my game, Lee Donghae." Gumamnya.

TBC ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar