Senin, 29 Juli 2013

[ After Edited FF ] ~My Boyfriend is A Vampire~ Cerita 2 Chapter 5

A Super Junior Fanfiction
~My Boyfriend Is A Vampire~
Author: Thania Lee
Cast : Haehyuk|Kyumin|Kangteuk| and all Super Junior official pair.
Warn : its Genderswitch, Typo, Gaje, Bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Posted by @Hyukiwife_08

NB : FF ini min ambil dari fanfiction.net. seluruh isi cerita, author maupun cast tidak berubah sama sekali. jadi NO BASH . I JUST POSTED
.
.
Previous Chapter
Eunhyuk melambaikan tangannya ketika mobil Kangin mulai berjalan dan meninggalkan nya. Baru saja dia akan menyebrang, tiba-tiba sebuah mobil Hyundai Equus hitam melaju cepat kearahnya.
Eunhyuk mematung ditempat. Dia tidak bisa menggerakan kakinya sama sekali.
"HYUKIE!"
BRAK!
~CHAPTER 5~
Eunhyuk menutup matanya rapat-rapat, dia pasrah saja jika nantinya dia akan tertabrak mobil tersebut. Tapi beberapa saat kemudian, dia tidak merasakan sesuatu menabraknya, melainkan sebuah lengan kekar yang memeluknya erat.
"Gwaenchana?" Nada suara yang terdengar khawatir tersebut membuat Eunhyuk membuka kedua matanya dan langsung bertatapan dengan mata teduh itu.
"Gwaenchana Hae." Jawabnya.
Eunhyuk mengintip kebalik bahu Donghae. dia bisa melihat bagian depan Jaguar XJ220 silver itu sedikit pengok(?). Baru saja dia berniat melihat siapa orang yang berada dibalik kemudi tersebut, sebuah lengan menenggelamkan kepalanya ke dadanya.
Donghae—si penolong Eunhyuk memeluk yeoja itu dengan erat. Menenggelamkan kepala Eunhyuk di dada bidangnya.
Brum…
Mobil Jaguar XJ220 silver tersebut mundur dan langsung tancap gas dengan kencang dari tempat tersebut.
Keadaan disekitar tempat tersebut memang sepi, karena memang bel berdentang masih 1 jam lagi. Hingga tidak ada yang melihat kejadian tersebut.
"Hae,"
Donghae mengecup pucuk kepala Eunhyuk dengan lembut. "jangan takut, ada aku disini Hyukie." Ucapnya.
"tapi tadi, siapa yang ingin menabrakku Hae?" Ujarnya lirih. Sepertinya dia masih ketakutan dengan peristiwa tadi.
"sudah jangan difikirkan. Yang terpenting kau sudah aman bersamaku." Ucap Donghae sambil mengelus punggung Eunhyuk dengan lembut.
Eunhyuk mengangguk pelan dalam pelukan Donghae. Dia tidak menyadari bahwa tatapan Donghae yang begitu tajam dengan warna bolamata yang berubah menjadi semerah darah.
o0o0o0o—
Kibum menghentikan langkah cepatnya saat matanya menangkap sosok namja gagah pengisi hatinya itu berjalan kearahnya. Ya, namja itu adalah Siwon.
Siwon yang sudah melihat Kibum dari kejauhan melambaikan tangannya dan tersenyum seraya memperlihatkan kedua lesung pipinya. "hai Kibummie, sepertinya kau terburu-buru sekali? Ada masalah?" Tanya Siwon.
Kibum menggelengkan kepalanya. "tidak, hanya sedang terburu-buru saja."
"kau berbohong padaku?" Terka Siwon. Matanya terus menatap Kibum yang berusaha mengalihkan pandangan darinya. Dia tau kapan yeoja dihadapannya itu berbohong atau tidak.
"tidak," Kibum masih tetap tidak memandang Siwon. "ah aku duluan Wonnie, aku ada tugas yang harus dikumpulkan." Kibum berjalan meninggalkan Siwon yang masih memandanginya dengan dahi berkerut.
"ada apa dengannya?" Gumamnya. Siwon memilih cuek dengan sikap Kibum yang memang seperti itu sejak dulu.
.
.
Donghae dan Eunhyuk kini sedang ada ditaman yang tidak jauh dari kampus. Setelah insiden itu, Donghae tidak membiarkan Eunhyuk masuk kedalam kampus karena yeoja itu masih ketakutan hingga kini.
"sudahlah, jangan terlalu difikirkan." Ucap Donghae entah sudah kesekian kalinya.
Eunhyuk yang masih bersandar didada Donghae mencengkram kaus putih yang dipakai namjachingunya itu. "aku takut Hae-ah." Ucapnya pelan.
Donghae mengelus rambut Eunhyuk dengan lembut lalu menciumnya. "tidak perlu takut, aku akan selalu ada bersamamu."
"orang tadi berniat menabrakku Hae."
Donghae memeluk Eunhyuk dengan erat. "dengar chagi, aku Lee Donghae tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku berjanji akan selalu melindungimu." Ucap Donghae sungguh-sungguh.
Eunhyuk mengangguk dalam dekapan Donghae. Dia selalu percaya kata-kata Donghae. Walaupun rasa takut itu masih menghantuinya.
.
.
"kau ceroboh Kim Kibum," Ucapan tersebut membuat langkah Kibum terhenti. Dia menoleh kearah lorong gelap yang berujung pada gudang kampus. Disana, dia bisa melihat dua orang(namja dan yeoja) sedang bersender pada dinding yang mulai memudar.
"lama tak bertemu, Kibummie." Sapa si namja tinggi berambut merah menyala. Namja itu berjalan keluar dari lorong dan diikuti oleh yeoja berpipi chubby dibelakangnya.
"kenapa kalian ada disini?"
"tidakah kau berbasa-basi dulu pada kami Kibum-ah? Menanyakan kabar kami sebelumnya?"
Kibum tersenyum miring. "aku tidak suka berbasa-basi seperti kalian. Ada apa kalian disini?" Tanyanya lagi.
Zhoumi. Namja tinggi dengan rambut merah itu merangkul yeoja berpipi chubby yang ada disampingnya itu. "hanya mengikuti perintah yang Mulia Pangeran untuk menyingkirkan serangga-serangga yang menghalangi jalannya."
"kalian berniat menyingkirkan Lee Donghae? sigh, yang benar saja. Apa kalian lupa apa yang terakhir mereka perbuat pada kekasih kecilmu saat Siwon mencoba merebut Sungmin dari Kyuhyun?"
Ucapan Kibum membuat Zhoumi mengepalkan tangannya. Dia ingat kejadian itu. Dimana dia hampir saja kehilangan wanita yang berada disampingnya kini karena berhadapan dengan Lee's family.
"tenang saja onnie, kami tidak akan gegabah seperti dulu. Kami akan melakukannya dengan cara halus yang terencana dengan baik disini." Ucap Henry sambil menunjuk kepalanya. "bukan sepertimu yang ceroboh itu."
"kau!"
"sedikit kau menyentuh Henry, rencana gagalmu barusan akan sampai ditelinga Pangeran Siwon, Kim Kibum." Gertakan Zhoumi membuat Kibum diam.
Zhoumi tersenyum puas. Dia tau titik kelemahan Kibum. Yakni terlihat buruk dihadapan Siwon. "aku merasa kasian kepadamu Kim Kibum. Sudah beratus-ratus tahun kau berada disampingnya tapi kau sama sekali tidak pernah diliriknya?"
"diam kau!"
"haha, baiklah-baiklah. Ayo Henry -ah kita pergi dari sini." Zhoumi berjalan sambil tetap merangkul Henry dan menghilang dikegelapan gudang.
Tangan Kibum terkepal erat. "lihat saja nanti." Desisnya.
.
.
Sungmin mengedarkan pandangannya ke sekeliling kelas saat dia baru menginjakan kakinya. Alisnya naik sebelah saat tidak menemukan sosok Donghae maupun Eunhyuk didalam kelas. Padahal setaunya tadi Donghae berangkat lebih dulu dibanding dirinya dan yang lainnya. Tapi kenapa dia belum sampai juga?
"mencari seseorang Sungmin-ah?"
Sungmin menoleh dan melihat sosok Siwon tersenyum kearahnya. "bukan urusanmu." Jawabnya singkat. Setelah itu dia langsung melangkahkan kakinya masuk keruang kelas dan duduk dikursi belakang.
"kau semakin cantik saja Sungmin, tetapi aku lebih tertarik pada Eunhyuk sekarang." Gumam Siwon.
10 menit berlalu dan dosenpun sudah hadir. Akan tetapi pasangan sejoli itu tidak muncul-muncul juga. Sungmin memejamkan matanya agar berhubungan dengan adiknya itu.
Siwon menoleh kearah Sungmin. bibirnya menyunggingkan seringai tipis. Pasti telepati. Gumamnya dalam hati. Dia sebenarnya ingin tahu apa yang dibicarakan Sungmin dengan 'entah siapa yang dihubunginya itu'.
Siwon memejamkan matanya guna mendengar seluruh percakapan Sungmin dengan seseorang disana. Akan tetapi matanya kembali terbuka, dia tidak bisa mendengarnya ataupun masuk kedalamnya. Hubungan darah. Dia pasti sedang bertelepati dengan Donghae ataupun orangtuanya.
Di negerinya, para Pangeran dengan kemampuan khusus dapat membaca percakapan berupa telepati ataupun fikiran orang lain. Akan tetapi tidak berlaku jika membaca percakapan telepati orang yang saudara sekandung.
Setelah 5 menit, Sungmin membuka matanya. Dia sudah tahu apa dan sebab kedua orang itu tidak masuk kelas. "siapa yang berniat mencelakainya?" Gumam Sungmin pada dirinya sendiri.
Setelah berkutat dengan mata kuliah Bisnis dan Managementnya, Sungmin langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruang kelas dan menuju taman belakang kampus setelah terlebih dahulu memberitahu saudara-saudara lainnya.
Dari kejauhan Sungmin bisa melihat dua sejoli itu duduk bersandar dibawah pohon maple yang lumayan rimbun. "Hae,"
Donghae menaruh telunjuknya didepan bibir guna menyuruh Sungmin untuk diam sebentar. Pasalnya Eunhyuk sedang tidur dalam dekapannya, dia tidak ingin gadis itu terbangun dan kembali ketakutan seperti tadi.
Sungmin mengangguk mengerti dan duduk dihadapan mereka berdua. "apa Hyuk terluka? Siapa yang berniat mencelakainya Hae?" Tanya Sungmin tidak sabaran.
"Kim Kibum,"
"apa?"
"ya, dia yang berniat menabrak Eunhyuk. Aku yang menyelamatkannya yang hampir tertabrak olehnya tadi." Ucap Donghae seraya mengelus surai kecoklatan Eunhyuk.
"kau harus hati-hati Hae -ah! Kau tau siapa Kibum kan? Terlebih lagi Eunhyuk hanya seorang manusia. Dia berbeda dari kita." Pandangan sendu Sungmin jatuh ke wajah Eunhyuk yang tampak damai dalam tidurnya.
"dia soulmateku, sudah seharusnya aku melindunginya. Dari apapun itu."
Dari kejauhan nampak Yewook dan Kyuhyun berjalan menghampiri mereka. "kalian tidak ikut kelas?" Tanya Yesung.
"nanti biarku ceritakan. Hae, sekarang kau bawa saja Eunhyuk pulang. Sepertinya kondisinya tidak cukup baik hari ini." Saran Sungmin.
Donghae mengangguk mengerti.
"sepertinya kita tidak bisa berlama-lama disini, kelas berikutnya akan dimulai 5 menit lagi. Tidak apa kan kami meninggalkan kalian disini?" Tanya Ryeowook pada Donghae.
"ya, kalian kembali saja. Aku akan mengantar Eunhyuk setelah ini."
Kyumin dan Yewook menganggu. Sungmin berdiri dari duduknya dan menyambut lengan Kyuhyun yang terulur kearahnya. "kami pergi dulu hyung," Ucap Kyuhyun.
.
.
Lamborghini Gallardo putih milik Donghae berhenti tepat didepan rumah Eunhyuk. Dia melirik sebentar kearah rumah kekasihnya itu. Sepertinya sepi, hanya ada mobil milik yeoja-nya yang terparkir digarasi.
Sebenarnya dia tidak tega membangunkan kekasih cantiknya itu. Akan tetapi akan lebih beresiko jika dia turun menggendong yeoja itu dan membawanya masuk.
"Hyuk-ah." Dia membelai pipi Eunhyuk dengan lembut, hingga yeoja itu sedikit menggeliat dan akhirnya mata indahnya terbuka.
"Hae?"
Donghae tersenyum tipis. Menyadari kekasihnya itu masih dilanda kebingungan. "aku tidak tega membangunkanmu sejak kau tertidur ditaman belakang kampus, jadi aku menggendongmu dan membawamu pulang." Jelasnya.
Eunhyuk mengangguk mengerti lalu tersenyum kearah Donghae. "gomawo."
Donghae mendekat kearah Eunhyuk dan mengelus pipi kekasihnya itu. "sudah merasa baikan?"
"hm,"
"maaf aku hanya mengantarmu sampai sini, kau tau kan jika orangtuamu melihatku—
Ucapan Donghae terhenti ketika Eunhyuk menaruh telunjuknya didepan bibir Donghae. "seharusnya aku yang meminta maaf, entah karena apa kedua orangtuaku bersikap demikian padamu."
"wajar mereka bersikap begitu, berarti kedua orangtuamu sangat menyayangimu chagi," Ucap Donghae. "sudah, lebih baik kau masuk dan beristirahat yang cukup." Tambahnya.
Eunhyuk mengangguk dan mencium bibir Donghae dengan kilat. "gomawo Hae-ah, saranghae."
"nado saranghae Hyukie, more than you know."
Keduanya sama-sama tersenyum. Donghae yang pertama kali mendekatkan wajahnya kearah Eunhyuk yang mengerti langsung memejamkan matanya. Donghae melumat bibir kekasihnya itu beberapa saat lalu melepaskannya. Jarak mereka berdua tidak terlalu jauh, bahkan Donghae masih bisa merasakan hembusan nafas Eunhyuk yang memburu.
Sekali lagi Donghae mengecup dahi Eunhyuk. "masuklah,"
Eunhyuk mengangguk dan membuka pintu. Dia berjalan mundur sembari melambaikan tangannya kearah mobil Donghae.
Donghae menyalakan mobilnya ketika Eunhyuk sudah masuk kedalam rumahnya dan meninggalkan kawasan perumahan tersebut.
o0o—
Eunhyuk baru turun dari kamarnya ketika jam sudah menunjukan jam makan malam. Di ruang makan yang berhubungan dengan dapur itu sudah ada Kangin yang sedang membaca majalah bisnis dan Leeteuk yang sedang menata makanan diatas meja.
"Hyukie, umma barusaja akan memanggilmu. Ayo cepat kesini." Eunhyuk mengangguk dan bergabung dengan Kangin dan Leeteuk.
"bagaimana dengan kuliahmu?" Kangin memulai percakapan ditengah kegiatan makannya.
"baik."
"pulang kuliah tadi, kau tidak dijemput oleh namja itu kan?" Pertanyaan Kangin barusan membuat Eunhyuk menghentikan tangannya.
"memangnya kenapa jika aku pulang bersama Donghae? wajar bukan? Dia kekasihku."
Brak…
Eunhyuk dan Leeteuk terkejut saat Kangin dengan tiba-tiba mengebrak meja. Eunhyuk memberanikan diri memandang appanya itu. Guratan kemarahan terlihat sangat jelas dimatanya.
"sudah berkali-kali ku peringatkan kau Kim Hyukjae untuk tidak berhubungan lagi dengan namja itu."
"apa masalah appa dengan Donghae sampai appa membencinya seperti sekarang ini?"
"Hyukjae!" Leeteuk berseru memperingati putrinya itu.
"apa alasan kalian membenci Donghae? dia baik dan aku mencintainya."
Plak…
Eunhyuk memegang pipi kanannya yang terasa panas karena tamparan Kangin. Bulir-bulir airmata sudah mengumpul di pelupuk matanya. Dia segera bangkit dan berjalan keluar setelah mengambil kunci mobil yang digantung di dekat ruang keluarga. Tidak diperdulikannya teriakan Leeteuk maupun Kangin yang memanggil namanya.
Dan meninggalkan kedua pasang bayangan yang menyeringai melihat Honda Jazz biru itu menghilang. "it's show time ge."
Dia menggas mobilnya dengan kecepatan yang bisa dibilang tidak pelan keluar dari perumahan tersebut. Eunhyuk mengarahkan kemudinya ke daerah pegunungan—rumah Donghae. Sesekali tengannya mengusap kasar airmata yang turun dipipinya.
Setelah hampir 20 menit menyetir. Mobil Eunhyuk berhenti tepat didepan sebuah mansion besar dengan jejeran mobil mewah didepannya.
.
.
Donghae dan penghuni mansion Keluarga Lee itu sedang berkumpul diruang keluarga. Donghae mengendus kesal melihat pemandangan dihadapannya. Mereka sibuk dengan pasangan masing-masing.
Kedua orangtuanya sedang berbincang mesra seakan hanya mereka diruangan itu. Sedangkan pasangan Yewook, mereka sibuk berautis ria sembari mengelus-ngelus cangkang sebuah kura-kura. Dan pasangan terakhir, ck. Donghae kembali berdecak sebal melihat pasangan mesum satu itu. Mereka sedang beradu lidah dengan Sungmin yang duduk dipangkuan Kyuhyun. kalian mengertikan?
Ryeowook berhenti dari kegiatannya dan memandang Donghae. "sepertinya yang kau harapkan datang oppa."
"huh?"
Tingtong…
Ryeowook tersenyum. "cepat buka sana,"
Donghae seakan mengerti setelah mencium bau khas kekasihnya itu. Senyuman indah terpatri diwajahnya sepanjang dia berjalan menuju pintu depan.
"si manusia itu datang?" Tanya Heechul.
"namanya Eunhyuk, umma!" Ucap Sungmin setelah selesai dengan acara lumat-melumat dengan kekasihnya.
Cklek…
Eunhyuk membalikan tubuhnya saat mendengar deritan pintu terbuka. "Hae-ah." Ucapnya lirih.
Donghae menangkup keduatangannya dipipi Eunhyuk. "ada apa? kenapa menangis chagi?"
"aku bertengkar dengan appa." Donghae langsung memeluk Eunhyuk. Dia bisa merasakan gadis dalam pelukannya itu kembali menangis. Dia berusaha menenangkannya dengan mengelus punggung Eunhyuk dengan perlahan.
"tenanglah, ayo masuk."
Donghae merangkul Eunhyuk masuk kedalam ruang keluarga. Sungmin dan yang lainnya tersenyum kearah Eunhyuk.
"malam Hyuk-ah, ada apa malam-malam kemari? Apa ikan satu itu membuat masalah?" Donghae melempar deathglare kearah Heechul setelah mendengar ucapan ummanya itu.
"umma, appa biarkan Eunhyuk beristirahat dikamarku ne? dia sedang tidak enak badan." Tanpa memperdulikan jawaban kedua orangtuanya, Donghae kembali membimbing Eunhyuk naik kelantai dua dimana kamarnya berada.
"sekarang bisa jelaskan kenapa kau bertengkar dengan appamu?" Tanya Donghae setelah mereka didalam kamar dan duduk berhadapan diatas bed-nya.
"aku menanyakan pada appa mengapa dia begitu tidak menyukaimu. Dan appa marah lalu menamparku." Lirihnya sambil menunduk.
Donghae mengangkat lengan kanannya lalu mengelus pipi kanan Eunhyuk yang memang terlihat memerah. "maaf, ini semua karenaku." Gumamnya.
"tidak Hae-ah, appa yang berlebihan." Bela Eunhyuk, dia tidak ingin Donghae merasa bersalah.
Donghae mengangguk memaklumi. Dia melirik jam digital yang berada dimeja nakasnya. Hampir jam 9 malam.
"tidurlah, sudah banyak kejadian yang kau alami hari ini." Donghae mempersiapkan bantal dan bedcovernya. Lalu membaringkan Eunhyuk diatas ranjang miliknya.
"kau akan menemaniku kan Hae?"
Donghae mengangguk dan membaringkan dirinya disebelah Eunhyuk. Dia membetulkan letak selimut putih yang menutupi tubuh kekasihnya. "tidurlah." Ucapnya sambil mengelus pelan rambut Eunhyuk.
Eunhyuk memeluk pinggang Donghae dan membenamkan wajahnya kedada Donghae. Tak lama, Eunhyuk sudah terlelap kealam mimpi.
Kriet…
Sungmin, Kyuhyun, diikuti yang lainnya masuk kedalam kamar Donghae. "dia sudah tidur?" Tanya Hankyung.
Donghae mengangguk. "dia bertengkar dengan appanya."
Deg…
Mata indah Sungmin melebar. Kyuhyun yang berada disampingnya menyadari gelagat kekasihnya itu. "ada apa?"
Bola mata Sungmin melirik gelisah kearah Eunhyuk lalu kearah Kyuhyun kembali. "aku harus memastikan sesuatu." Setelah berujar demikian, Sungmin berlari keluar diikuti Kyuhyun beserta Yewook dibelakangnya.
"apa yang terjadi?"
"kau tenang saja, hanya masalah kecil." Setelah itu Hanchul keluar dari kamar Donghae.
o0o—
Sesuai pengelihatannya. Kedua manusia paruh baya itu telah tergeletak tanpa nyawa dengan darah yang hampir habis. Sungmin berjalan menghampiri kedua orang tersebut dan berjongkok ditengah-tengah antara si wanita dan pria.
Dua lubang dileher. Vampire. pembunuh kedua orang itu adalah Vampire. Tapi siapa?
"Sungmin-ah?"
Sungmin mendongak kearah Kyuhyun dan Yewook yang barusaja masuk. Ketiganya begitu terkejut melihat siapa yang tergeletak tanpa nyawa tepat disamping kanan dan kiri Sungmin.
"bagaimana memberitahukannya pada Eunhyuk?" Gumam Sungmin.
Ya. Dua orang paruh baya yang tergeletak tanpa nyawa dengan darah yang hampir habis itu adalah Kangin dan Leeteuk. Orangtua Eunhyuk.
o0o—
Eunhyuk terbangun dipagi hari setelah sinar matahari mengenai wajahnya. Dia mendudukan dirinya diatas bed. Kemana Donghae? Tanyanya dalam hati.
Drtt…
Ia mengalihkan pandangannya kearah ponsel miliknya yang bergetar disamping meja nakas. Alisnya menyatu saat melihat contact person Siwon tertera dilayar.
"yeoboseyo?"
Mata indahnya membulat terkejut. Tak lama bulir airmata jatuh menuruni pipi tirusnya. Kabar yang barusaja diterimanya sungguh tidak masuk akal.
Seakan tersadar, Eunhyuk segera turun dari bed dan berlari keluar. Tidak dihiraukannya panggilan Donghae dan yang lainnya. Dia mengendarai Honda Jazznya dengan kecepatan tinggi untuk kembali kerumahnya.
Kakinya terasa lemas saat dia keluar dari dalam mobil. Didepan rumahnya ada beberapa mobil polisi dan ambulance. Dengan langkah pelan dia masuk kedalam rumahnya. Bau anyir darah menyambutnya.
"umma, appa." Lirihnya. Hampir saja dia terjatuh tetapi sebuah lengan kekar memeganginya.
"tabahlah." Bukan. Itu bukan suara Donghae. Eunhyuk sangat hafal suara Donghae. Dia berbalik untuk melihat siapa yang ada dibelakangnya. "Siwon?"
Siwon tersenyum prihatin. "aku menemukan mereka pagi ini sudah dalam keadaan seperti itu." Dia menuntun langkah Eunhyuk mendekat kearah orangtuanya yang sedang dimasukan kedalam kantung.
"anda keluarga dari korban?" Tanya Dokter dengan tinggi menjulang itu.
Eunhyuk menganggukan kepalanya. "aku anaknya."
Dokter tersebut menghela nafas panjang. "saya tidak yakin, kematiannya begitu ganjil bagi saya. Tidak ada luka memar ataupun sayatan. Hanya saja darah korban habis dan lebih mengherankan lagi, hanya ada luka dileher saja." Jelasnya.
Otak Eunhyuk memproses setiap penjelasan Dokter tersebut. "Vampire?" Lirihnya.
"saya tidak begitu yakin." Setelah berujar demikian. Dokter itu berlalu dari hadapan Eunhyuk dan Siwon.
"semalam aku sempat melihat Sungmin dan yang lainnya keluar dari dalam rumahmu." Eunhyuk menatap Siwon dengan pandangan terkejut. Sungmin dan lainnya? Jadi mereka?
"Eunhyuk-ah." Donghae berlari masuk dan berniat menghampiri Eunhyuk sebelum—
"berhenti kalian pembunuh!"
"Hyuk? Apa maksudmu? A… aku—
"berhenti! keluar kalian! Kalian semua pembunuh orangtuaku! Pergi!" Sungmin dan Heechul menarik Donghae mundur sebelum Eunhyuk berbicara banyak pada orang-orang yang ada disana bahwa mereka adalah klan Vampire.
Siwon memeluk Eunhyuk yang menangis histeris. Dia mengelus perlahan kepala Eunhyuk dan menciumnya sekilas. Tak lupa seringai dia perlihatkan pada Lee's family.
.
.
.
To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar