Minggu, 28 Juli 2013

[ After Edited FF ] ~My Boyfriend is A Vampire~ Cerita 2 Chapter 4

A Super Junior Fanfiction
~My Boyfriend Is A Vampire~
Author: Thania Lee 
Pair : Haehyuk and Other Couple
Warning : Genderswitch, Typo, Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
.
Posted by @Hyukiwife_08
NB : FF INI min ambil dari fanfiction.net. seluruh cast, author, jalur cerita tidak di ganti sama sekali. jadi NO BASH .  I JUST POSTED
.
Previous Chapter.
Siwon membukakan pintu mobil Bugatti Veyron Hitamnya untuk Eunhyuk. Setelah itu dia berjalan kearah kemudi dan menyalakan mobilnya menuju ELF University dengan kecepatan sedang.
Dari seberang semak-semak yang tumbuh didepan rumah tersebut. Seseorang memperhatikan mobil Siwon yang bergerak menjauh. "dia hanya milikku, tidak boleh ada yang memilikinya selain aku." Ucapnya penuh akan amarah, bahkan bolamatanya yang tadinya berwarna kecoklatan kini berubah menjadi warna merah darah.
.
.
Donghae berjalan dengan langkah cepat dilorong kampus menuju kelasnya. Tidak diperdulikannya orang-orang yang mengumpatnya karena ditabrak olehnya.
Brak…
Semua orang yang berada dikelas seni itu menoleh ke sumber suara. Tidak terkecuali Eunhyuk dan Siwon yang sedang berbincang didalam sana. Mata Donghae berkilat penuh kemarahan saat melihat tangan Siwon yang dengan indahnya bertengger dibahu Eunhyuk.
Donghae menyentak lengan Siwon saat dirinya sudah berada didekat mereka dan menarik lengan kurus Eunhyuk untuk berdiri lalu membawanya keluar dari kelas.
Namja vampire itu menarik lengan Eunhyuk dikoridor kampus, tanpa mengindahkan teriakan Sungmin dan saudaranya yang lain memanggil namanya.
"Hae, sakit." Rintih Eunhyuk.
Jelas lah, tenaga sekecil apapun yang dikeluarkan Donghae pasti beda banget sama tenaga manusia.
Donghae tidak mengindahkan ucapan Eunhyuk, dia terus menarik lengan Eunhyuk berjalan kearah belakang kampus. Taman yang terhubung langsung ke hutan pinus belakang kampus.
Setelah dirasa jauh dari khalayak ramai (?), Donghae melepaskan cengkraman tangannya pada pergelangan tangan Eunhyuk dan membuat yeoja itu mengelus tangan kanannya yang memerah. "apa pembelaanmu?" Eunhyuk mendongak setelah mendengar ucapan tersebut.
Dia bisa melihat mata tajam Donghae yang menatapnya, tapi dia juga tatapan kecewa didalamnya. "Hae, maaf aku—
"katakan kalau kau bosan denganku, sebelum aku terlalu jatuh dalam pesonamu." Ucapnya memotong perkataan Eunhyuk.
Eunhyuk melebarkan matanya setelah mendengar ucapan Donghae barusan. "tidak, aku tidak bosan denganmu Hae, hanya saja tadi… aku merasa…" Ucapnya tidak jelas sambil menundukan wajahnya.
Donghae berjalan mendekat dan mengelus pipi Eunhyuk dengan lembut. "kau merasa apa?" Tanyanya.
Eunhyuk mendongak kembali dan langsung menatap mata milik Donghae. "aku menunggumu tadi, lalu Siwon sudah berada didepan rumahku dan setelah itu, aku tidak tau apa yang terjadi dan aku baru tersadar saat kami sudah sampai di kampus." Jelasnya.
Donghae memandangi mata Eunhyuk. Berusaha mencari kebohongan di mata bening tersebut. Namun, yang ditemukan hanyalah pandangan kejujuran yang didapatnya.
"aku percaya padamu," Ucap Donghae akhirnya membuat Eunhyuk tersenyum lega. Dia segera memeluk Donghae dengan erat. "gomawo, kau mau percaya padaku." Ucap Eunhyuk.
Donghae tersenyum dan mengusap punggung belakang Eunhyuk dengan lembut. "aku selalu percaya padamu. Jangan ulangi lagi, ne?" Donghae bisa merasakan Eunhyuk menganggukan kepalanya.
Donghae yang pertama kali melepaskan pelukan lalu memandang Eunhyuk yang sedang tersenyum kearahnya. "ayo kita kembali," Eunhyuk kembali menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah Donghae yang menariknya kembali masuk kedalam area kampus.
Eunhyuk ikutan menghentikan langkahnya saat Donghae berhenti melangkah. Dia mengikuti arah pandangan Donghae yang mengarah pada suatu objek. Lebih tepatnya kepada seorang yeoja yang sedang berjalan kearah mereka.
"Hae? Ada apa?" Tanya Eunhyuk sambil mengguncangkan lengan Donghae yang menggenggam tangannya.
Eunhyuk menoleh kedepan, kearah yeoja (yang sedang diperhatikan Donghae) berjalan dan berhenti tepat didepan mereka. Eunhyuk bisa merasakan genggaman tangan Donghae padanya menguat.
"lama tak bertemu, Lee Donghae!" Ucap yeoja itu sambil tersenyum.
Cantik. Eunhyuk mengakui bahwa yeoja yang ada dihadapannya itu memang cantik. Namun, senyumnya itu. Entahlah, Eunhyuk merasakan banyak makna dibaliknya.
"apa yang kau lakukan disini, Kim Kibum?" Donghae bertanya sambil mendesis.
Kibum tertawa pelan mendengar desisan dan juga sikap protektif Donghae yang mengeratkan genggaman tangannya pada Eunhyuk. "hanya untuk menyingkirkan orang-orang yang menganggu pangeranku," Ucapnya tajam.
"cih, urusi saja pangeranmu yang selalu mengganggu hubungan orang lain. Aku kasian padamu, kau yang selalu ada disampingnya tapi dia tidak melirikmu sama sekali."
Kibum mengepalkan tangannya dan memandang Donghae dengan tatapan tajam mendengar ucapan yang keluar dari mulut namja itu.
"kau!" Desisnya.
"Kibummie? Kau kah itu?" Sebuah suara yang sangat Kibum kenali membuatnya mengalihkan pandangan kesumber suara. Begitu juga dengan Eunhyuk dan Donghae.
Siwon. Ya, yang menganggil Kibum itu Siwon. Namja itu berjalan kearah mereka bertiga dan berhenti disamping Kibum, namun sebelumnya tersenyum kearah Eunhyuk.
Siwon memandang Kibum. "apa yang kau lakukan disini, Bummie?" Tanyanya lagi.
"tidak, aku hanya merasa bosan disana. Makanya aku menyusulmu kemari, sepertinya disini menyenangkan." Jawabnya.
Donghae menarik Eunhyuk untuk menjauh dari Sibum yang masih berbincang. Dia kembali melangkahkan kakinya ke bagian belakang sekolah yang berhubungan dengan hutan pinus.
"Hae, kita mau kemana? Bukannya kau mengajakku kembali ke kelas?" Donghae menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Eunhyuk.
"tidak. Aku sudah tidak bersemangat untuk belajar lagi setelah melihat mereka berdua." Ucapnya.
Eunhyuk menyerengitkan dahinya mendengar ucapan Donghae. "memangnya ada apa dengan mereka? Kau mengenal yeoja yang bersama Siwon tadi?" Tanyanya.
Donghae tidak menjawab pertanyaan Eunhyuk, dia melingkarkan lengannya di pinggang Eunhyuk. "kalungkan lenganmu." Perintahnya.
Dengan bingung dan dahi berkerut, Eunhyuk pun mengalungkan lengannya keleher Donghae. Sedetik kemudian dia terpekik kaget saat tiba-tiba Donghae menggendongnya dengan bridal style.
Tepukan keras dipundaknya didapat Donghae dari Eunhyuk. "jangan mengangetkanku seperti itu." Ucapnya.
Donghae hanya terkekeh mendapatkan respon seperti itu dari Eunhyuk. "pegangan yang kuat. Aku akan membawamu kesuatu tempat."
"memangnya mau ke—AAAAA!" Ucapan Eunhyuk terpotong saat Donghae berlari dengan cepat melewati pohon pinus tinggi dengan lihai.
Saking cepatnya Donghae berlari, Eunhyuk hanya bisa melihat bayangan dari balik leher Donghae.
Tak lama kemudian, Donghae berhenti tepat diatas bukit. Dia segera menurunkan Eunhyuk dari gendongannya.
Baru saja Eunhyuk ingin mengomel pada Donghae, tapi semua omelannya kembali tertelan tenggorokannya saat melihat pemandangan indah dihadapannya.
Dihadapannya, padang rumput dan hamparan bunga tersusun dengan apik. Juga bagian taman belakang kampus dan sedikit bangunan Elf University terlihat dari sana.
"woaaah! Ini sangat indah Hae," Decaknya kagum.
Donghae tersenyum tipis mendengar ucapan Eunhyuk. Dia memilih mendudukan tubuhnya diatas rumput kemudian merebahkan dirinya disana. "Hyukie," Panggilnya.
"hm?"
"berjanjilah padaku untuk menjaga jarak dengan Siwon."
Eunhyuk menengok kearah Donghae dan mendudukan dirinya disamping namjachingu-nya itu. "memangnya ada apa? dia cukup baik, apa kau pernah bertemu dengan dia sebelumnya?" Tanya Eunhyuk.
Donghae membuka matanya yang sedari tadi terpejam dan langsung menatap mata bening milik Eunhyuk. "tidak ada apa-apa, aku hanya ingin yang terbaik untukmu." Ucapnya.
"dan yeoja yang bersama Siwon tadi?"
Donghae memutar kedua bola matanya. "sudah jangan bahas mereka lagi. Disini hanya ada kita berdua Hyukie, dan aku ingin bermesraan denganmu." Ucap Donghae sambil menarik Eunhyuk agar ikut berbaring disampingnya.
"kau ini kenapa sih, Hae?"
Donghae memiringkan tubuhnya dan menaruh lengan kanannya dipinggang Eunhyuk(karena tangan kirinya menjadi bantal untuk Eunhyuk) lalu mengecup pipinya sekilas. "tidak ada, aku hanya ingin melindungimu." Ucapnya.
"melindungiku? Memangnya aku kenapa?"
Donghae menatap kembali mata Eunhyuk yang memandangnya ingin tau. "karena aku mencintaimu Hyukie," Ucapnya lembut.
Eunhyuk menahan nafasnya saat mendengar suara lembut milik Donghae yang masuk kedalam indra pendengarannya. Walaupun bukan pertama kalinya dia mendengar Donghae mengucapkan kata cinta padanya, tetap saja reaksinya sama seperti sekarang ini.
"aku juga, aku mencintaimu." Balasnya.
Donghae tersenyum lembut dan mendekatkan wajahnya kearah Eunhyuk. Seakan mengerti apa yang akan dilakukan namjachingu-nya itu, Eunhyuk pun menutup matanya.
Sedetik kemudian dua bibir itupun bertemu. Eunhyuk bisa merasakan sensasi dingin dan lembut dari bibir Donghae.
Mereka saling mengecup dan melumat bibir lawannya. Entah karena terlalu larut dalam ciuman maut(?) Donghae, Eunhyuk tidak menyadari bahwa namja itu sudah berada diatasnya.
Donghae melepaskan tautan bibir mereka saat dirasa nafas Eunhyuk mulai tersedat. Dia menumpu pada kedua sikunya disisi kepala Eunhyuk.
"Hae."
"hm?"
"menjauh sedikit," Pintanya sambil mendorong dada bidang Donghae. Bermaksud untuk menyuruhnya menjauh, namun Donghae tidak bergerak sedikitpun malahan kembali mempertipis jarak diantara keduanya.
CHU
Kembali bibir Donghae mendarat dibibir kissable milik Eunhyuk yang hanya pasrah dan menerima. Melumat, menghisap dan mengigit kecil bibir bawahnya.
Eunhyuk menepuk pundak Donghae, menyuruh agar namja itu menjauh dan dia sudah hampir kehabisan nafas.
Dengan enggan, Donghae melepaskan tautan bibir mereka. Bukannya menjauh, dia malah kembali mendekatkan wajahnya keceruk leher Eunhyuk yang tersaji dihadapannya. Menghirup aroma strawberry yang menguar dari sana.
"Hae~" Desahnya tertahan.
"aku suka wangimu Hyukie," Ucapnya dan sesekali mengecup leher jenjang itu.
Donghae membuka matanya yang sedari tadi terpejam dan menjauhkan badannya dari Eunhyuk, lalu memposisikan dirinya duduk disebelahnya. Dia tersenyum melihat wajah Eunhyuk yang memerah.
Eunhyuk bangun dari acara berbaringnya(?) kemudian langsung meninju lengan Donghae. "ish, kau selalu saja seperti itu." Decaknya.
"tapi kau suka kan?" Wajah Eunhyuk semakin memerah mendengar godaan yang dilontarkan oleh Donghae.
Donghae terkekeh pelan melihat wajah Eunhyuk. "kau manis sekali Hyukie," Gumamnya.

Donghae bersandar pada sebuah pohon besar yang ada diatas bukit tadi. Dia menaruh kepalanya diatas kepala Eunhyuk sudah tertidur dengan merebahkan kepalanya ke bahu Donghae, tak lupa kedua lengannya yang mengapit lengan kanan Donghae.
Sejak memutuskan tidak mengikuti kelas hari ini. Mereka—lebih tepatnya Donghae yang memaksa—agar mereka tetap disini hingga kelas selesai.
Donghae membuka kedua matanya yang sedari tadi terpejam. Matanya berkilat tajam saat melihat sosok Siwon berjalan kearahnya dan berhenti tepat berada dihadapannya. "ada urusan apa kau kesini?" Tanyanya tajam.
Siwon menyeringai tipis mendengar ucapan Donghae. "aku tidak ada urusan denganmu, tapi dengannya." Ucap Siwon sambil menunjuk Eunhyuk.
Donghae mengepalkan kedua lengannya dan menatap Siwon dengan matanya yang sudah berubah warna menjadi semerah darah. Siwon tertawa pelan melihat sikap Donghae barusan. "hei hei, calm down boy." Ujarnya.
"menjauh darinya."
"apa hakmu menyuruhku menjauhinya? Heh?" Tantang Siwon.
"dia yeojachingu-ku. Choi Siwon!" Desisnya.
"hei, seharusnya kau memanggilku Pangeran Siwon! Dimana hormatmu pada calon raja di negeri Vladcula." Ucap Siwon.
Donghae mendecih mendengar ucapan Siwon. "disini dunia manusia, bukan dinegeri vampire perlu kau tau." Ujarnya. Dia menoleh kearah Eunhyuk yang sepertinya terganggu dengan percakapannya dengan Siwon.
Eunhyuk mengerjapkan matanya beberapa kali dan menganggkat kepalanya dari bahu Donghae. "Hae? Kau sedang berbicara dengan siapa?" Tanyanya sambil melihat kedepan. Namun, dia tidak menemukan siapapun disana.
Donghae mengelus rambut Eunhyuk sambil tersenyum. "tidak, aku tidak berbicara pada siapapun. Ini sudah sore, ayo pulang." Eunhyuk mengangguk dan berdiri setelah ditarik oleh Donghae.
Kali ini mereka kembali ke kampus dengan berjalan santai. Tidak menggunakan kekuatan Donghae. Biar kelihatan romantic. Kata Donghae.
.

Mobil Lamborghini Gallardo berwarna putih milik Donghae berhenti tepat didepan rumah Eunhyuk. Dia mengedarkan pandangannya kearah rumah Eunhyuk yang sepertinya sepi penghuni.
"orangtuamu kemana Hyukie?" Tanyanya.
Eunhyuk ikut melongokkan kepalanya kearah rumahnya. Kemudian dia menaikan kedua bahunya tanda tidak tahu. "mungkin pergi." Jawab Eunhyuk.
Donghae mengangguk dan turun dari mobil dan berjalan kearah penumpang(tepat Eunhyuk duduk) lalu membukakan pintu tersebut dan mempersilahkan Eunhyuk turun layaknya tuan putri.
"so sweet." Cibir Eunhyuk walaupun tidak menampik dia juga merasa tersanjung atas tindakan Donghae itu.
Donghae menggenggam kedua telapak tangan Eunhyuk dengan erat lalu mendekatkan wajahnya kearah Eunhyuk untuk mengecup dahinya. Sedangkan Eunhyuk memejamkan matanya.
"aku mencintaimu," Ucap Donghae.
Eunhyuk membuka matanya dan tersenyum manis. "aku juga mencintaimu." Balasnya.
Donghae baru akan mencium Eunhyuk lagi, tapi suara klakson mobil dari ujung jalan menghalangkan niatnya. Dia bisa melihat sebuah mobil Jazz hitam berhenti tepat dibelakang mobilnya.
Kangin dan Teukie keluar dari dalam mobil tersebut. "Hyukie! masuk kedalam!" Perintah Kangin.
"tapi Appa
"masuk Kim Eunhyuk!" Perintahnya kali ini lebih keras.
Donghae tersenyum pengertian kearah Eunhyuk, bermaksud untuk menyuruhnya masuk kedalam.
Dengan berat hati, dia mengangguk dan berjalan masuk kedalam, diikuti Teukie dari belakangnya. Meninggalkan Kangin dan Donghae yang masih berdiri didekat mobil mereka masing-masing.
"jauhi Eunhyuk." Donghae menoleh kearah Kangin setelah namja yang berstatus ayah kekasihnya itu berujar demikian.
"maksud Adjusshi?"
"kubilang jauhi Eunhyuk. Jangan sekali lagi kau muncul dihadapanku. Eunhyuk sudah milik Siwon. Kau dengar?" Kangin berjalan masuk kedalam rumahnya tanpa melihat Donghae yang mengepalkan kedua lengannya, begitu juga mata coklat lembutnya berubah menjadi merah.

"kau mau kemana Hae?" Tanya Hankyung yang sedang duduk diruang tamu keluarganya saat melihat anak bungsunya bersiap keluar rumah.
Donghae berhenti berjalan dan menoleh. "aku mau kerumah Hyukie, Appa." Jawabnya.
Hankyung menganggukan kepalanya. "yasudah, hati-hati."
Disinilah Donghae sekarang. Dia masih memandang rumah Eunhyuk dari kejauhan. Dia bisa melihat sebuah siluet seseorang yang berdiri di bawah balkon kamar Eunhyuk.
"sedang apa kau disini, Kim Kibum?" Seseorang yang ternyata Kibum itu membalikan badannya setelah mendengar ucapan Donghae.
Kibum tetap dengan wajah dinginnya memandang kearah Donghae lalu menjawab. "bukan urusanmu." Jawabnya.
"apapun yang berhubungan dengan Hyukie sudah pasti juga berurusan denganku." Ucap Donghae.
Kibum tersenyum sinis mendengar ucapan Donghae barusan. "kau akan terkejut setelah melihatnya." Ucapnya sambil berlalu.
Donghae menyerengitkan dahinya saat mendengarkan ucapan Kibum barusan. Dia segera memanjam pohon yang berada tepat disamping kamar Eunhyuk. Gerakannya membuka jendela kamar Eunhyuk terhenti saat dia melihat lebih tepatnya seseorang yang sudah memeluk Eunhyuk terlebih dahulu.
"selamat datang Lee Donghae! sepertinya kau terlambat untuk hari ini." Ucap orang tersebut.
"brengsek kau Choi Siwon! apa maumu hah?" Donghae semakin mengepalkan lengannya saat dengan santainya Siwon(namja yang sudah memeluk Eunhyuk) membelai da mengelus rambut Eunhyuk.
"aku hanya ingin Eunhyuk menjadi permaisuriku."
"dia manusia kau tau!"
Siwon mengangguk pelan dengan masih mengelus rambut Eunhyuk perlahan. "cukup mengalirkan darahku ke tubuhnya dia akan berubah menjadi ras kita dan aku akan menjadikannya permaisuriku." Ucapnya.
"kau!" Desisnya.
Eunhyuk bergumam pelan dan semakin mengeratkan pelukannya kepada pinggang Siwon(yang baginya adalah Donghae).
"kau lihat? Dia memilihku." Ucap Siwon.
Donghae memilih diam daripada berdebat dengan pangeran vampire itu. Dia tetap berada disana sampai pagi menjelang.

Hari ini Eunhyuk berangkat sekolah diantar oleh Kangin. Mungkin karena kejadian kemarin sore Kangin begitu protektif pada Eunhyuk.
Honda Jazz hitam Kangin berhenti diseberang gerbang kampus Eunhyuk.
Eunhyuk membuka sitbeltnya lalu membuka pintu, tapi gerakannya terhenti saat Kangin berujar. "jangan sekali-kali dekat dengan namja itu lagi, Hyukie."
"memangnya kenapa Appa? Donghae orang yang baik." Ucap Eunhyuk.
Kangin memandang Eunhyuk dengan tajam. "turuti ucapanku." Eunhyuk menghela nafas dan menganggukan kepalanya dengan terpaksa.
"aku berangkat appa." Pamitnya sambil keluar dari dalam mobil tersebut.
Eunhyuk melambaikan tangannya ketika mobil Kangin mulai berjalan dan meninggalkan nya. Baru saja dia akan menyebrang, tiba-tiba sebuah mobil Hyundai Equus hitam melaju cepat kearahnya.
Eunhyuk mematung ditempat. Dia tidak bisa menggerakan kakinya sama sekali.
"HYUKIE!"
BRAK!
.To Be Continue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar