Rabu, 22 Januari 2014

FanFiction Love Or Die Part 2

Super Junior Fanfiction
Posted by @Hyukiwife_08

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Han Ji Ra,
The Terorism Cast:
HAN JI RA
- CHO KYUHYUN
- LEE HYUKJAE
- HAN GENG
- KIM YESUNG
- KIM KANGIN
- KIM KIBUM

The Police cast
- LEETEUK
- LEE SUNGMIN
- LEE DONGHAE
- ZHOUMI LAU
- SHINDONG
- HENRY LAU
- RYEOWOOK
- SIWON
DLL


Genre : Fantasy

Author : Devi Amalia Rodivan a.k.a DeHyuk_


HAPPY READING ^^


BRAK !!

 Suara pintu yang begitu kencang membuat 6 namja itu menoleh.

"JIRA?? HENRY??"

"Apa yang terjadi dengan kalian??" Tanya Yesung.

"Hyukjae-ssi, bisa tolong obati Henry dulu? Lengan nya terluka." Ujar Jira buru-buru.
 Sontak 6 namja itu terkejut dengan pernyataan Jira.

"Siapa yang membuat kalian seperti ini?? Beritahu kami!!" Ucap Kangin geram.
 Kibum dengan sigap membantu memapah Jira berjalan ke sofa. Dan Hyukjae langsung memapah Henry untuk di obati.


"Saat aku dan Henry keluar dari pusat perbelanjaan, ternyata ada 2 polisi yang sudah mengincar kami." Jawab Jira tersengal-sengal. "Salah satu polisi itu berusaha melumpuhkan kami dengan melepas peluru mereka, dan peluru itu mengenai lengan kiri Henry." Lanjut nya.

"Kau tak melihat papan nama di pakaian nya?"

"Tidak, aku terlalu panik saat melihat Henry, tapi aku melihat wajah nya."

"Seperti apa wajah nya??" Tanya Kyuhyun tak sabar.

"Satu diantara mereka yang telah menangkap ku kemarin." Jawab Jira.

"Baiklah, kita bicarakan ini nanti.. beristirahatlah Jira, kita tunggu sampai Henry selesai di obati." Ujar Hangeng.

"Kibum-ah, bisa tolong kau isi ulang semua senjata ku?"

"Baiklah Nuna.."

"Ayo ku antar ke kamar chagi.." Kyuhyun membantu Jira bangun dan merangkul nya ke kamar.


"Han, apa menurut mu kita lakukan saja?" Tanya Yesung setelah Jira dan Kyuhyun masuk ke kamar.

"Belum saat nya, tunggu sampai Jira memutuskan. Aku tak mau gegabah dan terburu-buru.. bagaimana pun Jira masih memegang gelar sebagai ketua."

"Henry terluka Han, dan polisi itu membuat magnae kita cedera!!" Kangin berucap dengan berapi-api.

"Bersabarlah Kangin-ah, kita tak bisa menyerang mereka sekarang. Terlalu berbahaya, Henry terluka, Jira juga baru keluar dari penjara."

"Han.. Jira, Kibum, Kyuhyun, Hyukjae serta Henry mudah di kenali. Dan yang kutau, salah satu polisi itu bernama Zhoumi Lau, Ia satu marga dengan Henry." Kata Yesung.

"Itu sesuatu yang lazim Yesung-ssi, lihatlah nama daftar yang di berikan Kibum kemarin, ada polisi yang bermarga Lee. Bahkan kau, Kangin dan Kibum satu marga. Namun nyata nya kalian berbeda darah." Kata Hangeng menjelaskan.

"Mungkin saja Henry dan polisi itu bersaudara Han."

"Sudahlah, aku tak ingin membahasnya. Beristirahat lah." Hangeng menyudahi pembicaraan mereka dan pergi ke kamar nya.


*****


"Kau sudah pulang, Hyung?" Sapa Sungjin saat melihat Sungmin mau membuka pintu kamarnya.

"Ne, aku ingin beristirahat." Sungmin masuk ke dalam kamar nya dan merebahkan tubuhnya ke kasur big size miliknya itu.
 Dimeja kecil disamping tempat tidurnya terdapat sebuah frame bergambar seorang yeoja yang sedang berpose dengan senyum manis.
 Sungmin mengambil foto itu dan membelainya.
"Apa kabarmu chagi?"
 Sungmin bertanya pada yeoja di dalam foto itu, yang sudah 5 tahun meninggalkannya dalam kecelakaan pesawat di Jepang.

"Chagi, entah kenapa saat pertama kali aku melihat Han Ji Ra, fikiran ku langsung tertuju pada mu." Jelas Sungmin.

"Entah apa yang membuatnya mirip dengan mu, atau mungkin aku hanya  merindukan mu saja Im Gain.." Sungmin mengecup bingkai kaca foto itu lalu kembali menaruhnya di tempat semula. Kemudian pergi tidur.


*****



 Langit malam dihiasi bulan terang dengan cuaca dingin membuat seorang yeoja betah menatapnya dari balik jendela meskipun melawan rasa dingin yang menusuk.

"Sampai kapan kau akan terus berada disana, chagi?" Suara Kyuhyun yang dalam membuyarkan lamunan Jira dan berbalik menolehnya.

"Aku hanya menikmati udaranya.." Jawab Jira.

"Udara malam tak baik untukmu." Kata Kyuhyun kalem, Ia menghampiri Jira dan memapahnya ke tempat tidur.

"Tidurlah, ku temani disini." Kyuhyun tersenyum dan menarik sebuah kursi di samping tempat tidur Jira.

"Tidak usah, kembali lah ke kamar mu."

"Aku ingin disini, lagi pula Henry butuh istirahat bukan?" Kyuhyun mencoba mencari alasan.


"Kyu.." Jira menatap Kyuhyun yang sedang sibuk menarik selimut untuk nya.

"Ya?"

"Aku bosan, bisakah kita tinggalkan dunia ini sejenak dan menjadi manusia normal?"

"Tidak bisa manis.. kau sudah terjebak didalam nya dan sulit untuk mengeluarkan mu." Goda Kyuhyun.

"Tidak bisakah kau serius sedikit?!" Tanya Jira jengah.

"Baiklah baik.. aku tak tau. Hidup kita mungkin memang di takdirkan seperti ini." Kyuhyun mengangkat bahu. "Sudah lah kau harus tidur. Ku temani." Kyuhyun membereskan selimut Jira dan membelai kepala gadis itu. Dan tak lama pun Jira terlelap.


------



"Hey Wookie, kau lihat dimana Zhoumi?"

"Aniyo Hyung."

"Hari ini Zhoumi tidak bertugas, kau lupa?" Heechul menjawab pertanyaan Leeteuk.

"Ah ya, aku lupa."

"Memang nya ada urusan apa kau dengan Zhoumi, Hyung?" Tanya Shindong heran.

"Tidak, tidak ada apa-apa." Jawab Leeteuk.

"Kau aneh sekali Hyung." Celetuk Ryeowook.

"Sudahlah, lupakan saja." Leeteuk mengibas-ngibaskan tangan nya dan berbalik pergi.

"Aku heran kenapa tiba-tiba hyung menanyakan Zhoumi hyung." Ryeowook berbisik dan menoleh pada Shindong dan Heechul saat Leeteuk pergi.

"Kau terlalu banyak ingin tau, sana basuh wajah mu," Usir Heechul.

"Aish.."
-
-
-
-
-

"Henry?" Jira melongok ke dalam kamar Henry.

"Oh,nuna. Masuklah."

"Kau baik-baik saja?"

"Ya, aku baik-baik saja." Jawab Henry. Keheningan menyusul di ruangan itu. Henry memainkan tangan nya dengan resah.

"Ada yang ingin kau katakan padaku?" Jira menerka melihat gelagat Henry dan membuat Henry terkejut.

"Ah, apa?! Em, ya nuna.. ada yang ingin ku bi..."


TOK TOK TOK


"Chagi, kau di dalam? Hangeng hyung memanggilmu."
 Pembicaraan Henry terputus oleh suara ketukan pintu dan teriakan Kyuhyun. Keduanya saling bertatapan.

"Aku akan turun sebentar lagi." Jawab Jira.

"Baiklah chagi.."

"Apa yang ingin kau bicarakan?"

"Ti-tidak ada nuna, lupakan saja." Henry tersenyum kecil dan berjalan melewati Jira yang termenung.

"Dasar anak aneh." Gumamnya.




"Ada apa kau memanggilku?" Tanya Jira setelah mereka semua berkumpul di ruang pertemuan.


"Sampai kapan kita akan terus berdiam diri seperti ini Jira?!" Sela Kangin tak sabar, yang langsung menbekap mulutnya begitu Yesung dan Hangeng mendelik pada nya
 Jira menatap mereka semua bergantian, kemudian menghela nafas.

"Untuk sementara ini tak ada yang bisa kita lakukan. Henry masih terluka, dan aku juga masih memikirkan cara untuk menghindar dari polisi itu."

"Bagaimana jika kau dekati saja polisi itu." Celetuk Kibum.

"Mendekatinya?" Ulang Hyukjae.

"Ya. Nuna bisa menyamar dengan sangat baik. Berubahlah menjadi wanita ulzzang dan dekati daftar nama polisi yang kuberikan kemarin. Lalu bunuh mereka satu persatu." Jelas Kibum

 Hening saat Kibum menjelaskan maksud perkataan nya. Baik Jira maupun yang lainnya sama-sama berfikir tentang ide Kibum.

"Aku rasa tak ada salahnya jika kau mencoba nya Jira.." Gumam Yesung Lambat-lambat.

"Ya, tak ada salah nya jika kau mencoba nya nuna.." Tambah Henry.

"Lalu bagaimana dengan kita semua? Apa kita akan berdiam diri saja sementara Jira melakukan semua nya sendiri?" Protes Kyuhyun.

"Kyuhyun benar." Ujar Hangeng.

"Dan bagaimana jika penyamaran Jira terbongkar dan dia kembali tertangkap? Dia mungkin akan langsung di vonis hukuman mati." Imbuh Kangin.

"Aku sudah memikirkan semua nya. Jika kau mau, aku sudah menyiapkan semua skenario nya. Ini tergantung kau nuna.." Jawab Kibum.

"Aku ikut dengan keputusan mu Jira.." Kata Hyukjae.

"Aku tak setuju." Kyuhyun berkomentar.

"Aku yang akan memantau nya dari jauh hyung." Sela Kibum.

"Aku tetap tak setuju !!"

"Sudahlah." Jira menengahi. "Aku tak bisa memutuskan nya sekarang Kibum-ah, aku masih memikirkan konsekuensi dan tingkat berbahaya nya. Jadi berhenti lah berdebat dan masuk ke kamar kalian. Henry, aku ingin bicara." Jira bangkit dan masuk ke kamar nya. Sementara itu, satu persatu dari mereka mulai meninggalkan ruangan.


****


"Ada apa nuna?" Henry bersandar pada pintu yang tertutup dan menatap punggung Jira.

"Aku penasaran dengan apa yang ingin kau katakan pada ku." Tutur Jira to the point sambil terus menatap keluar jendela.

"Ah itu.. lupakan saja nuna. Aku tak ingin membahas nya." Jawab Henry, Ia berbalik dan memutar handle pintu, namun Jira menahan nya.

"Aku takkan biarkan kau pergi sampai kau beritahu aku." Ujar nya dingin.

"Nuna.." Henry menatap Jira dengan pandangan memohon. "Aku akan bicara dengan mu jika aku sudah siap. Aku janji." Ujar Henry. Ia mendekati Jira dan memeluk nya.

"Aku menyayangi mu nuna.." Bisik nya. Dan kemudian Ia pergi meninggalkan Jira sendirian.
-
-
-
-

 Langit petang dengan matahari yang bulat membuat namja tampan bertubuh tinggi bernama ZhouMi melamun di depan jendela.


~Flashback~

"Kenapa eomma dan appa selalu membela mu !!" Namja kecil berumur 13 tahun berteriak pada namja di depan nya.

"Henry, kau salah.. mereka hanya ingin kau..."

"Menjadi seperti mu !!" Sela Henry keras. "Masuk ke dalam sekolah militer, belajar apa yang tidak ku sukai!!" Jerit nya.

"Dengarkan aku, Henry.."

"Aku tidak mau mendengar apa pun dari mu !!" Tukas bocah kecil itu, "Aku muak dengan semua ini. Akan ku buktikan aku bisa mencari kebahagiaan ku sendiri !!" Henry menghapus air mata nya dengan kasar dan memandang sengit ke arah hyung nya, ZhouMi.


~Flashback end~


"Henry.. Dimana kau sekarang..?" Gumam ZhouMi.


Drrt Drrt Drrt
 ZhouMi terkejut dengan getaran ponsel di saku nya.

"Yeobseo?"

"....."

"Ah, hyung. Kau ingin bertemu dengan ku? Baiklah 1 jam lagi aku kesana." Tutup ZhouMi.
 Klik.
 ZhouMi segera mengganti baju nya dan menyambar kunci mobil nya untuk menemui Leeteuk.




To Be Continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar