Rabu, 22 Januari 2014

FanFiction Love Or Die Part 4

Super Junior Fanfiction
Posted by @Hyukiwife_08

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Han Ji Ra,
The Terorism Cast:
HAN JI RA
- CHO KYUHYUN
- LEE HYUKJAE
- HAN GENG
- KIM YESUNG
- KIM KANGIN
- KIM KIBUM

The Police cast
- LEETEUK
- LEE SUNGMIN
- LEE DONGHAE
- ZHOUMI LAU
- SHINDONG
- HENRY LAU
- RYEOWOOK
- SIWON
DLL


Genre : Fantasy

Author : Devi Amalia Rodivan a.k.a DeHyuk_


HAPPY READING ^^

Jira, Hangeng, Yesung, Hyukjae, Kangin, dan Henry sedang bersantai di ruang tamu, mereka bercakap-cakap ringan sambil bercanda tawa. Sementara Jira hanya diam memandang kosong ke depan.
"Jira.." Yesung memanggil Jira yang termenung. Namun Jira tak mendengar nya.
"Jira !!" Yesung kembali memanggil Jira dengan sedikit menyentak, membuat Jira tersadar dan terkejut.
"Ah, Ada apa??" Tanya nya.
"Beberapa hari belakangan ini aku lihat kau terus melamun, dan aku perhatikan, Kyuhyun jarang pulang ke rumah, Kibum juga lebih suka mengurung diri dikamarnya. Apa kalian mempunyai masalah?"
"Ah ne, tempo hari wajah Kibum memar, apa itu ada hubungan nya?" Sambung Hangeng.
"Itu permasalahan pribadi."
"Kita semua selalu terbuka satu sama lain. Kenapa tiba-tiba kau menjadi tertutup seperti ini?" Hangeng menaikkan salah satu alisnya dan menatap tajam Jira.
"Aku rasa aku tau permasalahannya hyung." Sela Hyukjae.
Hangeng, Yesung, Henry, dan Kangin menoleh pada Hyukjae yang menatap Jira dalam-dalam.
"Kibum mencintaimu, kan?"
~DEG~
"Apa kau bilang Hyuk??"
"Aku hanya menebak saja hyung. Dan aku hanya mencoba menduga dari balik sorot mata Kibum saat menatap Jira." Jelas Hyukjae. "Hanya saja Kibum tak pernah mengatakan nya atau berbicara pada siapapun karena Ia takut hal semacam ini akan terjadi."
Jira hanya terdiam menanggapi komentar Hyukjae.
"Kau mau selesaikan ini sendiri atau kami yang menyelesaikan nya?" Tawar Hangeng.
"Biar aku yang selesaikan ini, ini urusan ku." Tukas Jira dingin, mendelik ke arah 5 namja itu seraya membatin, 'Selalu mencampuri urusan pribadiku.' dan pergi berlalu ke kamar nya.
Setelah kepergian Jira, Kibum masuk dengan membawa snack ditangan nya dan menyalakan TV. Hangeng, Yesung, Kangin, Hyukjae dan Henry menatap Kibum dengan ekspesi yang tak bisa diartikan, membuat Kibum tersadar bahwa dirinya sedang diperhatikan.
"Ada apa kalian menatap ku sperti itu?" Tanya Kibum yang sedikit resah dengan tatapan mereka. 5 namja itu saling bertatapan satu sama lain dan mengacuhkan Kibum. Namun Hyukjae menggelengkan kepala nya sedikit, memberi isyarat bahwa tidak ada yang perlu dibicarakan.
"Waeyo?" Tanya Kibum lagi setelah 5 namja itu menatapnya lagi.
"Aniya." Jawab mereka serempak, membuat Kibum menaikkan salah satu alis tebalnya dan memandang heran.
CEKLEK...
Suara pintu dan langkah kaki membuat 6 namja tampan itu menoleh ke arah pintu. Kyuhyun masuk dengan pakaian yang sedikit lusuh dan wajah kusut.
"Darimana kau Kyu?!" Tanya Kangin tajam. Kyuhyun tak menjawab dan hanya menunjukkan evil smile nya, memandang dengan pandangan mencibir terutama pada Kibum, lalu pergi begitu saja ke kamarnya.
"Anak tak tau sopan santun." Gumam Yesung.
-
-
-
-
-
Langit senja menyebar luas di antara awan dan matahari petang. Sungmin, namja tampan berwajah baby face itu sedang melihat pemandangan yang berada diluar jendela sambil memegangi secangkir cappucino ditangan nya.
"Hyung?" Sungjin, adik kandung Sungmin yang memang ikut tinggal bersama Sungmin dan sedang menuntut ilmu di Dongguk University memanggilnya.
Orang tua Sungmin dan Sungjin memang sibuk dengan urusan perusahaan mereka, sehingga mereka berdua terbiasa hidup mandiri.
"Ya,?" Sungmin menoleh dan menemukan adiknya yang sedang bersandar di daun pintu yang terbuka. " Ada apa?"
"Sedang sibuk? Bisa ku ganggu sebentar?" Tanyanya ramah.
"Ah, aniya.. masuklah." Balasnya tak kalah hangat, Sungjin masuk ke dalam kamar Sungmin yang berada dilantai 2 dan duduk dikursi lengan panjang.
"Em, begini hyung.. aku dan tim drama musikal ku mendapat undangan untuk bermain drama musikal di Jepang." Tuturnya sopan. "Jika kau mengizinkan ku ikut, aku akan berada disana sekitar 3 minggu."
Sungmin menatap wajah adiknya seraya berfikir.
"Jika kau pergi ke Jepang, bagaimana dengan kuliah mu?"
"Aku sudah berkonsultasi dengan pihak universitas ku, dan mereka mengizinkan ku ikut dalam pagelaran disana, aku hanya tinggal mengantungi izin darimu hyung."
"Aku mengizinkan mu, kau sudah dewasa. Tapi jangan lupa beritahukan ini pada eomma dan appa, agar mereka tidak khawatir." Saran Sungmin, Sungjin tersenyum.
"Ne hyung, gomawo.. kalau begitu aku permisi dulu hyung." Sungjin tersenyum lebar dan membungkuk, begitu Sungmin mengangguk Sungjin pergi meninggalkan kamar Sungmin menuju kamarnya sendiri.
****
Sebulan telah berlalu saat dimana Kibum menyatakan perasaan nya pada Jira, dan sampai saat ini pula baik Kyuhyun, Jira maupun Kibum belum ada tanda-tanda 'membaik'. Kyuhyun terlihat berada diatap rumah memandang langit malam bertabur bintang dengan kedua tangan berada di saku celananya.
Kembali teringat dimemorinya disaat Kibum mencium seorang yeoja yang sangat Ia cintai.
Tangan Kyuhyun mengepal marah. Disaat Ia mempercayai Kibum sebagai penjaga Jira, Kibum malah lebih memilih mengkhianati nya.
*FLASHBACK*
"Aku selalu menghormati mu sebagai hyung ku, tapi kenapa kau lakukan ini pada ku hyung ?!" Kyuhyun datang menemui Kibum dikamar nya setelah meninggalkan Jira, meminta penjelasan pada namja didepannya.
"Aku berhak menyukai siapapun, dan tak ada larangan tentang itu." Jawab Kibum tenang. Kyuhyun mengepalkan tangan nya menahan marah.
"Jadi inikah alasan mu hyung ? Kau selalu menolong Jira, berusaha melakukan apa pun untuk nya ? INIKAH ALASAN MU HYUNG !!" Suara Kyuhyun yang semula bergetar berubah menjadi ledakan marah.
Saat ini betapa muak dan bencinya Ia pada namja didepannya, yang hanya bersikap tenang seperti tak terjadi apa-apa.
"Aku benci pada mu hyung."
*FLASHBACK END*
Kyuhyun kembali pada kejadian sebulan yang lalu, selama sebulan terakhir, Ia tak pernah menegur Jira. Bahkan Ia menganggap para mafia itu tak ada. Itu sebabnya Kyuhyun sering kali keluar malam, mengacuhkan pertanyaan-pertanyaan hyung nya dan mengabaikan tatapan mata Jira.
Namun bukan berarti Ia tak memantau keadaan Jira. Jauh dilubuk hati Kyuhyun, Ia sangat mencintai Jira. Jauh didasar hatinya, Jira sangat berarti baginya.

Kyuhyun kembali kedalam rumah karena udara malam yang semakin dingin. Kyuhyun masuk kedalam kamar Jira, menutu pintu dan menguncinya. Menatap Jira yang sedang terlelap dalam tidurnya.
Dengan perlahan Kyuhyun menarik kursi kecil dan persis duduk di depan tempat tidur Jira. Kyuhyun menatap Jira dengan lebih intens, memperhatikan lebih dalam setiap lekuk wajah cantik yeoja didepannya.
*KYUHYUN POV*
Entah kenapa langkah kaki ini membawa ku ke dalam kamar Jira. Bukan ke kamar ku sendiri. Aku bersandar dipintu dan mengunci nya, aku tak ingin ada seorang pun yang masuk kedalam kamar ini. Perlahan-lahan aku mendekati yeoja yang sudah sejak dulu mengisi relung hati ku ini.
Han Ji Ra, yeoja ku yang sangat manis dan cantik ini sedang tertidur lelap, wajahnya terlihat damai dan tentram.
"Aku merindukan mu chagi.." Ucapku berbisik tepat di depan wajah nya dan mencium kening nya dengan cukup lama.
Ingin sekali aku memeluk nya, namun aku takut Ia terbangun nanti, maka aku hanya bisa melihat nya tertidur lelap tanpa menyadari kehadiran ku disini.
Aku baru menyadari jika Jiea memegang sesuatu, sebuah benda dipeluknya dengan erat, aku penasaran dengan apa yang sedang dipeluk nya dalam tidur. Dengan hati-hati dan perlahan-lahan aku berusaha mengambilnya.
"Yes !! dapat !!"
Aku tersenyum saat mengetahui bahwa benda yang di pegang oleh Jira adalah sebuah bingkai foto. namun senyumku memudar saat mengetahui foto yang ada didalam nya adalah foto diriku yang sedang merengkuh yeoja cantik dan tersenyum manis, Jira.
*AUTHOR Pov*
Kyuhyun termenung menatap foto itu. Hatinya sedikit terusik dengan kenangan ini.
Ia menatap wajah manis Jira yang masih tertidur. Waktu menunjukkan pukul 01.00 KST, Jira pasti telah lebih dalam masuk ke dalam alam bawah sadarnya.
"Ternyata kau pun juga merindukanku chagi.." Senyum Kyuhyun kembali mengukir di wajah tampan nya, dan menatap Jira terus menerus.
"Eeuuuggghhhh..." Tiba-tiba Jira sedikit menggeliat dan membuat Kyuhyun gelagapan dan terkejut dibuatnya.
Kyuhyun bangkit dan berusaha keluar dari kamar Jira, namun...
"K-kyu...?"

to be continue..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar