Sabtu, 23 Februari 2013

Morning Romace Versi 3


Author : Ma Li Ka

twitter blogger @Hyukiwife_08 // twitter.com/Hyukiwife_08

Morning Romance

Bias adalah suamimu sejak 5 tahun yang lalu.. kalian sudah dikaruniai 1 orang anak laki-laki..  singkatnya.. Bias adalah seorang dosen ekonomi muda yang sangat pandai.. dia juga bekerja sebagai penasehat bank, di salah satu bank terkenal di korea..
____
Minggu pagi.. bias sedang membersihkan rumput ditaman depan rumah kalian.. sedangkan kamu, sedang memasak di dapur..
Setelah memasak, kamupun mengahampiri bias, di taman depan..
“Oppa.. kau mau minum?” sahutmu tiba-tiba dari balik pintu.
“Bawakan aku, air es saja.. chagi..” kata bias, sambil terus sibuk, memotong rumput-rumput taman yang mulai panjang.
“Baiklah..” jawabmu, lalu kembali lagi ke dalam rumah untuk mengambilkan bias, air es.
“Eomma..” sahut seorang anak, dari balik pintu salah satu kamar dirumah itu.
“Ohh.. Yong dae-ah.. kau sudah bangun.. sayang?” tanyamu, sambil menghampiri anakmu.
“Ne..” jawan Yong Dae.
“Emmm.. anak eomma tampan ini.. cepat mandi yaa sayang..” katamu, lembut.
“Chagi.. aku haus..mana minumnya???” teriak bias dari luar rumah.
“Ne.. sebentar oppa..” teriakmu.
Kamupun segera berlari sambil membawa air es untuk bias.. dan tanpa kamu sadari, Yong Dae mengikutimu dibelakang..
“Ini, tuan..” katamu mengejek, sambil  memberi segelas air es.
Biaspun segera meminumnya dan setelah itu..
“Kau sudah bangun, yong dae-ah?” Tanya bias.
“Mwo? yong dae, jadi dari tadi kau mengikuti eomma..?” tanyamu, terkejut..
“Ne..” jawab yong dae.
“Bukankah eomma menyuruhmu mandi?” Tanya mu.
“Tapi, aku ingin mandi bersama eomma..” kata yong dae dengan wajah tidak berdosa.
“MWO?” Sahutmu dan Bias bebarengan.



“MWO?” kata bias, terkejut.
“Wae?” Tanya yong dae bingung,
“Kau kan bisa mandi sendiri, yong dae-ah.. kau sudah besar..” kata bias.
“Tapi, aku benar-benar ingin mandi bersama eomma..” sahut yong dae, manja.
“Hemm.. baiklah-baiklah.. kajja kita mandi bersama, yong dae-ah..” katamu.
“Mwo? chagi…” kata bias, tidak terima.
“Ada apa, oppa?” tanyamu.
“Kau mandi bersama yong dae?” Tanya bias.
“Ne, wae?” tanyamu.
“ahhh tidak apa-apa.. ya sudah sana, cepat mandi..” kata bias, dengan wajah yang serasa tidak bisa menerima.
Kamu dan yong dae pun berlalu meninggalkan bias, dan masuk ke dalam rumah..
“Yakk ! sebenarnya aku itu tidak suka mempunyai anak laki-laki.. heehhh..” kata bias, mengomel sendiri.
Setelah kamu dan yong dae mandi bersama, dan tentunya sudah berganti pakaian.. kamupun menghampiri bias diluar, yang masih sibuk memotong rumput-rumput di taman.
“Oppa.. kajja kita sarapan..” ajakmu.
“Nanti saja..” kata bias, sok cuek.
“Nanti, makanannya jadi dngin, oppa..” katamu lagi.
“Sudah nanti saja, aku sedang sibuk., sebaiknya kalian makan duluan..” kata bias, sambil terus sibuk dengan kegiatannya.
“Kau marah? Oppa..” tanyamu, mendekati bias.
“Tidak..” jawab bias.
“Hemmm.. lalu kenapa kau bersikap seperti ini? Apa kau marah karena aku mandi bersama dengan yong dae?” tanyamu.
“Tidak..” jawab bias.
“Lalu ? kenapa, oppa?” tanyamu.



“Sudahlah chagi.. tidak apa-apa..” kata bias, mulai kesal.. sambil terus sibuk dengan memotong rumputnya.
“Oppa..”panggilmu.
“Hmmm..”
“Kau tampan sekali..” rayumu.
“Hmmm..”
“Ahh ya sudah oppa, kalau kau seperti ini..” katamu, lalu hendak berdiri.
Ketika kamu hendak berdiri,dan hendak meninggalkan bias.. tiba-tiba bias berdiri dan tangan bias menahanmu..
Chu~~~~.. bias menciummu lembut.
Kamu segera mendorong tubuh bias, sebelum tetangga tetangga sebelah rumah melihatnya.
“Yakk ! bagaimana kalau tetagga melihatnya, oppa?” katamu, kesal.
“Biarkan saja..” kata bias, enteng.
“Chagi.. aku tadi tidak rela kau mandi bersama yong dae..” kata bias, lagi.
“Mwo? yong dae kan anak kita sendiri, oppa..” katamu.
“Meskipun begitu, tapi aku ingin , hanya aku yang bisa melihat tubuhmu..” kata bias,dengan tatapan mesumnya.
“Kau jangan memulai , oppa… ini masih pagi..” katamu.
“Kajja kita sarapan chagi.. setelah itu, kau harus memandikanku..”  kata bias, sambil menuntunmu masuk ke dalam rumah,
“Mwo? memandikanmu? Memang kau tidak bisa mandi sendiri?” tanyamu.
“Ahh ya sudah.. kalau begitu jangan berharap kau bisa mendapatkan tanda tangan Lee Seung Gi.. kau tahu Lee Seung Gi ternyata adalah partner kerjaku,, chagi” kata bias, mengancam.
“Mwo?benarkah??” katamu, terkejut.
“Ne.. kau mau tidak? Memandikanku?” Tanya bias.
“Apa tidak ada pilihan lain, oppa?” tanyamu.
“Sayangnya, tidak ada chagi..” kata bias.
“Ayolahh.. oppa..” rengekmu manja, sambil memeluk lengan bias.
“Tidak..”


Sesampainya didalam rumah..
“Eomma.. Appa.. kajja kita sarapan..” kata Yong dae yang sedari tadi menunggu kalian di meja makan.
“Ne, kajja..” kata bias,
Kamu dan biaspun segera duduk dikursi makan..
“Eomma.. aku ingin eomma menyuapiku...” rengek yong dae , manja.
“Mwo? kau ini sudah besar.. tadi kau sudah minta mandi bersama, sekarang kau meminta disuapi?” kata bias,mulai kesal.
“Wae, appa..?” Tanya yong dae.
“Laki-laki itu tidak boleh manja…” kata bias.
“Sudahlah, oppa..biarkan saja..” sahutmu.
Kamupun menyuapi yong dae.. sedangkan bias kembali melanjutkan makannya..
Setelah makan.. kamu membersihkan meja makan , sedangkan bias dan yong dae duduk disofa sambil menonton TV.
“Yong dae-ah.. bukankah kau harus latihan taekwondo?” Tanya bias.
“Iya.. sebentar lagi, appa..” jawab yong dae.
“Kau harus cepat berngkat yong dae-ah.. tidak boleh terlambat..” kata bias.
“Ne.. sebentar lagi..” kata yong dae.
“Sudahlah.. cepat berangkat.. anak appa, tidak boleh terlambat..” kata bias, ngotot.
“Kalau begitu,Appa.. antarkan aku..” kata Yong Dae.
“Mwo? tidak bisa, appa ada urusan..” kata bias.
“Kalau begitu, aku minta antarkan eomma saja..” kata Yong dae.
“Mwo? eomma dan appa tidak bisa..” kata bias.
“Sebaiknya, kau berangkat sendiri, laki-laki itu harus mandiri…” nasihat bias.
“Ne.. appa..” kata yong dae, lalu menunggalkan bias menuju kamarnya.



Tak berapa lama, Yong Dae keluar dari kamar dengan menggunakan baju taekwondonya..
“Yong Dae? Kau mau eomma antarkan?” tanyamu, mengahmpiri yong dae.
“Kata appa, eomma dan appa ada urusan..” kata yong dae.
“Mwo? urusan apa?” tanyamu bingung.
“Memang kita ada urusan, sebaiknya kau segera berangkat, yong dae-ah..” sahut bias, tiba-tiba dibelakangmu.
“Mwo? memangnya kita ada urusan apa, oppa?” tanyamu, bingung.
“Emmm.. nanti saja , aku jelaskan..” kata bias,
“Emm.. yong dae berangkat dulu, eomma.. appa..” kata yong dae berpamitan.
“Hati-hati sayang..” katamu.
Setelah Yong Dae berangkat, tiba-tiba bias menuju pintu dan menguncinya..
“Kenapa dikunci, oppa?” tanyamu, bingung.
“Supaya tidak ada yang mengganggu urusan kita, chagi..” kata bias.
“Sebenarnya, kita ada urusan apa, oppa?” tanyamu.
“Bukankah kau berjanji, memandikanku, chagi?” kata bias, dengan wajah tak berdosa.
“Mwo? jadi urusan itu? Ahh.. Shireo..!” katamu, emosi.
“Wae? Kau tidak mau?” Tanya bias.
“Ne..” jawabmu, singkat.
“Kalau begitu, jangan berharap tanda tangan dan foto bersama Lee Seung Gi..” kata bias.
“Mwo??” kamu terkejut.
“Baiklah-baiklah.. kajja kita ke kamar mandi, nak.. biar eomma memandikanmu..” katamu, mengejek.. menuju ke kamar mandi..
Bias hanya tersenyum penuh kemenangan.. dan mengikutimu menuju ke kamar mandi..
Dan untuk kejadian di kamar mandi, biarlah mereka dan tuhan yang tahu..



_Skip yadongnya_
Setelah melakukan peryadongan , kamu dan bias menyusul yong dae, ke tempat latihan taekwondo..
“Yong da..”panggil bias,
“Appa..”
“Kajja, kita masuk ke mobil, eomma sudah menunggu..”
“Ne..”
_didalam mobil_
“Yong dae, kita akan mengajakmu ke kebun binatang..” katamu kepada yongdae.
“Jeongmal? Yeee..” kata yong dae, kegirangan..
“Hemmm.. kau senang?” Tanya bias, sambil terus berkonsentrasi didalam mobil.
“Ne.. tentu saja..” jawab yong dae.
“Appaa.. eomma…” panggil yong dae, lagi.
“Wae?” tanyamu.
“Yong dae ingin mempunyai adik, seperti teman-teman yong dae..” kata yong dae.
“Mwo?” katamu dan bias terkejut.
“Teman-teman yong dae, semuanya mempunyai adik.. aku juga ingin mempunyai adik seperti mereka..” kata yong dae, jujur.
“Emmm.. tenang saja, appa dan eomma sedang berusaha membuatnya..” kata bias.
“Benarkah? Memangnya bagaimana membuatnya?” Tanya yong dae, polos.
“Mwo..? ahh lupakan yong dae-ah.. emmm.. bagaimana sekolahmu? Apa ada wanita yang kau sukai..” kata bias, mengalihkan pembicaraan.
“Emmmm.. tentu saja, ada..” kata yong dae.
“Siapa?” Tanya bias, penasaran.
“Namanya Soora..” jawab yong dae.
“Hemmm… kau harus menjalankan apa, yang kemarin appa ajarkan kepadamu..” kata bias.
“Memangnya kau mengajarkan apa, kepada yong dae, oppa?” tanyamu, penasaran.
“Ahhh.. rahasia.. hanya laki-laki yang boleh tahu..” kata bias, sombong.
“Ne, ini urusan laki-laki.. eomma tidak boleh ikut campur..” sambung yong dae.
“Aisshhh.. anak sama appa, sama saja..” cibirmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar