Sabtu, 23 Februari 2013

Morning Romance Versi 2


Author : Ma Li Ka

Twitter blogger @Hyukiwife_08 // twitter.com/Hyukiwife_08

Morning Romance

Bias sedang bermain PS di ruang tengah, sedangkan kamu sedang memasak di dapur..
“Chagiii..” panggil bias.
“Wae??” teriakmu dari dapur.
“Bawakan aku makanan dan minuman..”
“Ne,, sebentar..”
Kamupun membawakan beberapa roti dan coklat panas untuk bias.. tiba-tiba saat kamu hampir dekat dengan bias, kakimu tersandung karpet, sehingga coklat panas yang kamu bawa mengenai bias..
“Ommo.. panass sekalii chagii..” kata bias, panik.
“Mian..he..oppa..biar ..ku..bawa..kan..salep..pendingin..(?)”
“Cepat chagii..”
Kaupun segera mengambil salep pendingin (?) , lalu membuka baju bias sambil mengoleskannya di dada bias..
“Sakit??” tanyamu.
“Sudah tidak,, karena kau yang menyentuhnya..” kata bias, sok narsis.
“Gombal” (wajah merah)
“Chagi.. gara-gara kau, aku kalahh..” kata bias
“Mwo? Disaat keadaan seperti ini kau masih memikirkan game.mu itu?” katamu, kesal.
“Karena game lebih penting daripada apapun..hehehe” kata bias, lalu nyengir kuda.
“Mwo? Kalau aku dengan game, penting mana??” tanyamu.
“Game..” jawab bias tanpa dosa.
“Mwo? Baiklah..” katamu, kesal.
Kau segera berbalik menuju dapur dan kembali memasak, tiba-tiba bias memelukmu dari belakang dengan kepala bersandar di bahumu..
“Chagi, kau ini benar-benar pabbo..” kata bias.
“Terserah kau saja, oppa..” katamu, kesal.
“Hehehe.. aku hanya bercanda, chagi.. kau itu seharusnya sudah tahu, tanpa bertanya lagi padaku..” kata bias.
“Maksud oppa??” tanyamu, bingung
“Meskipun kamu tidak bertanya pada oppa, kamu seharusnya sudah tahu, kalau kau itu lebih penting dari apapun..” kata bias.
“Buktikan..” katamu, menantang.
“Mwo?? Buktikan bagaimana..” kata bias, bingung.
“Buktikan kalau aku lebih penting dari game.. jadi,, PS , PSP , LAPTOP, semua benda yang berbau GAME, akan kusembunyikan..” katamu.
“Mwo?? Jangan chagi..”

Morning Romance 2

“Ya sudah, berarti game lebih penting dari pada aku..” Katamu, kesal.
“Baiklah- baiklah.. terserah kau saja..” kata bias, menyerah.
“Emmmm,Aku belum mendapatkan morning kiss darimu, chagi..” kata bias, lagi.
“Tidak ada Morning kiss..” jawabmu, cuek.
“Mwo.. ehmmm, tapi kau tahu, kalau keinginanku tidak terwujud maka aku akannn..”
Tiba-tiba bias membalikkan badanmu, memiringkan wajahnya , lalu menciummu, kamu hanya diam,tidak membalas ciuman bias sama sekali.. sehingga bias terpaksa menggigit bibir bawahmu agar kamu membuka mulutmu..
“Appoo..” katamu, disela ciuman bias.
“Mianhe..” kata bias,setelah melepas ciumannya.
“Sudah oppa, aku ingin memasak..” katamu.
“Hari ini kau tidak usah memasak chagi.. kita beli makanan dari luar saja..” kata bias, manja.
“Jangan boros !” katamu, galak.
“Hemmm.. baiklah aku akan bermain PS saja..” kata bias. “Mwo?? Jangan bermain game..!” katamu, dengan wajah digalak-galakkan..
Kau galak sekali chagi.. emmm, ya sudah.. aku mau keluar dulu.. mencari udara segar..” kata bias
“Hemmm..”
Biaspun pergi keluar, berjalan-jalan mengelilingi komplek.. tiba-tiba bias mendengar suara bayi..
‘Owek’ ‘owek’
Bias segera mencari sumber suara bayi tersebut, ternyata….

Morning Romance 3.

Ternyata suara itu adalah suara bayi yang sedang sendirian dipinggir tong sampah..
“Ommo.. kasihan sekali dia.. pasti dia sengaja dibuang oleh orang tuannya..”
Biaspun membawa bayi itu kerumah.. sesampainya dirumah..
“Chagii…” teriak bias.
“Wae oppa?.. kajja kita sarapan makanan sudah siap..” katamu, tak menyadari bahwa bias menggendong seorang bayi.
“Aku menemukan seorang bayi..” kata bias.
“Mwo..?” kaupun segera berlari ke arah bias..
“Bayi siapa ini oppa.. biar aku yang menggendongnya..” katamu.
“Molla.. aku menemukannya di tong sampah..” kata bias, lalu memberikan bayi itu kepadamu.
“Mwo?? Tega sekali orang tuannya membuang bayi seimut ini..” katamu, sambil memegang pipi bayi itu.
‘Owek Owek Owek’
“Dia menangis lagi, chagi.. cepat berikan susu..” kata bias, panik.
“Cepat, kau beli susu di supermarket depan komplek oppa..” katamu, menyuruh bias.
“Mwo?? Kenapa harus beli.. kan kau sudah punya chagi..” kata bias, mesumnya kumat.
“Yakk ! kau jangan bercanda oppa.. eemm, cepat belikan perlengkapan bayi di supermarket” suruhmu.
“Hehehehe.. awas kau bayi nakal, jangan pernah bermimpi  menyentuh ini, karena ini hanya untukku..” kata bias sambil memegang ‘kedua bukitmu’
“Dasar mesum.. cepat oppa..!” katamu..

Morning Romance 4.

Bias kembali dari supermarket membawa segudang (?) peralatan bayi..
“Chagi..bantu aku..” teriak bias dari depan rumah.
Kaupun segera meletakkan bayi itu di tempat tidur dan berlari kedepn rumah membantu bias membawa peralatan bayi yang dibelinya disupermarket tadi..
“Kau jangan teriak-teriak seperti itu, nanti bayi itu takut melihatmu,oppa..” katamu sedikit menggoda bias.
“Memangnya aku monster.?” Katamu, kesal.
“Mungkin.. Oh ya , semua alat yang berbau game, sudah kusembunyikan.. jadi kau siap-siap gigit jari saja,oppa..” katamu, mengejek.
“Mwo..??” kata bias, terkejut.
“Letakkan barang-barang ini di meja ,oppa..” suruhmu.
“Ne… ehmmm..Chagii.. apa kau setega itu denganku??” kata bias, memelas.
“Wae?? Kau harus membuktikan kalau aku dan game,lebih penting aku..” katamu, galak.
“Terserah kau sajalah... mana bayi itu?” Tanya bias. “Di kamar..kau jaga dia oppa.. aku akan membuatkannya susu untuknya..”
“Oh..ne..”
Bias pun menuju kamar,lalu menggendongnya sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya..
“Ohh.. anak yang malang,, kenapa orang tua mu begitu tega membuangmu..”  “Emm, kau boleh memanggilku appa, dan memanggil wanita crewet tadi itu, eommamu..” kata bias kepada bayi itu.
“Siapa wanita crewet??” sahutmu tiba-tiba..

Morning Romance 5.

 “Siapa wanita crewet??” sahutmu tiba-tiba
“Ohh itu tetangga depan,crewet sekali chagi..” kata bias, ngeles.
“Ohh bwgitu.... sini biar kugendong oppa..”
“Ne..” Biaspun memberikan bayi itu ke kamu.
“Kau harus minum susu dulu..sayangg..” katamu, lembut.
“Mwo? Sayang?” kata bias, terkejut.
“Wae?”
“Sayangmu kan Cuma aku,chagi… kenapa bayi ituu….” Bias menggantung kata-katanya..
“Dia kasihan oppa.. dia tidak punya kedua orang tua.. apa salah aku memanggilnya sayang..” (wajah memelas)
“Ehmm.. baiklah.. kita beri nama siapa bayi ini??”
“Cho Jong Min.. bagaimana?” katamu.
“Mwo?? Itu kan margaku, chagi..” kata bias, terkejut.
“Apa tidak boleh??” tanyamu.
“Terserah kau saja..”
“Gomawo, yeobo.. sini biar kucium..”
Kamu mencium sekilas bibir bias..
“Chagi, dimana PSPku??” Tanya bias.
“Mana kutahu..”
“Kau jahat sekali,, sini biar aku saja yang menggendong bayi itu..”
“Jangan, kau sarapan saja dulu,oppa..”
“Ohh.. ne.. aku sangat lapar chagi.. apa menu pagi ini??”
“Nasi goreng campur tanah..”
“Mwo? Memang ada..”
“Kau banyak bicara oppa, sudah sana cepat makan..”

Morning Romance 7.

Setelah bias selesai makan, bias pergi kekamar .. bias melihatmu sedang tidur bersama bayi itu..
“Chagi..apa dia tidur?”
“Tidak,dia sedang bermain..”
“Bagaimana kalau kita ajak jalan-jalan ke kebun binatang??”
“Hemmm ide bagus..”
“Kau mandi saja dulu, aku akan menjaga bayi ini..”
Kamupun segera mandi,sedangkan bias tidur-tiduran bersama bayi itu..
“Hey,kau bayi kecil, jangan coba rebut istriku dariku, arraseo?? Nanti kalau kau besar,kau harus bertanding PS denganku..”
“Jangan bicara macam-macam oppa.” Sahutmu saat keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang dililitkan.
“Wahh,kau sexy chagi..” bias segera bangun dari tempat tidur dan memelukmu, mencium lehermu..
“Oppa.. apa kau lupa.. sekarang ada Cho Jong Min, kau tidak boleh menunjukkan adegan-adegan yang belum pantas dilihatnya..”
“Ahh bayi ituuu lagiii..” kata bias, kesal.
“Mwo??” katamu, galak.
“Tidak.. kau segera siapkan barang-barang untuk bayi ini, dan aku akan mandi lalu menyiapkan mobil..”
“Ne..”

Morning Romance 8.

_Di kebun binatang_
Bias menggendong bayi itu sambil menunjukkan hewan-hewan yang ada disana.. bias dan kamu Nampak bahagia.. Tiba-tiba kau merasa ingin muntah..
“Oppa,aku ketoilet dulu..”
“Ne, hati-hati chagi..”
Di kamar mandi, kau sangat mual  dan ingin muntah, tetapi ketika kau memuntahkannya, yang ada hanya ludah saja.. Kaupun segera kembali..
“Oppa,aku tidak enak badan.. aku muntah-muntah..”  katamu,, lemas.
“Mwo?? Ayo kita pergi kedokter..” kata bias, panic.
“Tidak usah, mungkin hanya masuk angin..”
“Hemm.. kajja kita pulang,, gendong bayinya chagiii !  masa oppa mau nyetir sambil gendong bayi..” kata bias, bercanda.
“Ne, sudah oppa, aku sedang tidak mood bercanda.. aku benar-benar mual..” katamu kesal.
Sesampainya dirumah kamu segera pergi kekamar mandi, karena mual.mu kambuh lagi.. bias segera meletakkan bayi itu di kamar, dan segera menyusulmu kekamar mandi..
“Kau kenapa chagi..” Tanya bias.
“Akk..ku..ti..dak..ena.kk..ba..dan…”
“Ayo kita kerumah sakit saja..” Ajak bias.
“Tidak usah,, emmm oppa, sepertinya aku hamil..” katamu, ragu.
“Mwo??” kata bias, terkejut.
“cepat belikan alat tes kehamilan..” suruhmu.
“Baik-baik chagi.. kau hamil.. anakku kan??” Tanya bias.
“Mwo?? Bukan, ini anak kucing..” “Hehehehe…oh yaa.. bayi itu ada dikamar, jaga dia , chagi..”
“Hemmm..”
Biaspun membelikan alat pengetes kehamilan.. Sedangkan kamu,pergi kekamar untuk melihat bayi itu, ternyata bayi itu sedang tidur,, Kaupun ikut tidur disampingnya, sambil mengelus lembut kepalanya..
“Chagii.. ini alatnyaa.. !” teriak bias.
Kaupun segera keluar dari kamar dan menutupnya pelan. Agar bayi itu tidak terbangun.
“Kau jangan berisik oppa, nanti bayi itu bangun..” katamu.
“Hemmm.. baiklah….cepat kau periksa chagi..aku akan menunggu di depan pintu..”
“Di depan pintu?? Aku tidak perlu satpam,oppa…”
“Mwo?? Apa wajahku, wajah-wajah satpam??” Tanya bias.
“Ahh sudahlah..”
Kaupun masuk ke kamar mandi,
“Chagi,apa hasilnya sudah keluar??” Tanya bias.
“Belum.”
“Hemmmm.. semoga saja positif..”

Morning Romance 9.

“Oppaaaaaaaaaaaaa !!!” teriakmu..
Bias segera membuka pintu kamar mandi..
“Wae chagii?? Positiff??”
“Positiffffffff..yeyeeyeye..”
Kamu dan bias saling berpelukan (kaya teletabis) bias mencium keningmu ..
“Gomawo chagi..” kata bias.
“Untuk Apa??”
“Kau telah memberiku Little Cho..”
“Hemmm.. cheonma..”
‘Owek Owek Owek’
Tiba-tiba terdengar suara bayi itu menangis, bias segera berlari menuju kamar, lalu menggendongnya..
“Yaaa.. sebentar lagi kau akan mempunyai adik..” kata bias.
“Hemmm.. oppa,apa kita akan mengangkat bayi ini menjadi anak kita??”
“Tentu saja..”
“Kau memang suamiku paling baikk ,oppa..” katamu, manja.
“Hahahaha.. kalau begitu kembalikan PSP ku chagi..”
“Mwo?? Kau masih memikirkan itu??”
“Ayolah chagi, kembalikan PSP ku..” rengek bias sambil menggendong bayi itu.
“Akan kuberikan dengan syarat..”
“Apa syaratnya..??” Tanya bias.
“Aku ingin menonton film yadong bersamamu,oppa??” katamu, tanpa dosa.
“Mwo?? Yadong?? Kau panas chagi??” sambil memegang dahimu.
“Hemm,, tidak tahu kenapa,aku ingin sekali menontonnya sekarangg..” katamu, manja.
“Tapiii,,aku tidak punya video atau film yadong..” kata bias.
“Kau tidak usah berbohong,oppa.. aku tahu di laptopmu banyak sekali video yadong..”
“Mwo?? Bagaimana kau tahu??”
“Aku kan peramal,,” katamu, sombong.
“Hemm.. baiklah,, tapi bagaimana dengan bayi ini??” Tanya bias.
“Biar kubuatkan susu, kau ajak bermain saja..”
Setelah kamu membuatkan susu untuk bayi itu, Bayi itupun tertidur ,
“Kajja,ke ruang kerjaku..” ajak bias.
“Hmmm..”

Morning Romance 10.

“Kajja keruang kerjaku..” ajak bias.
“Ne..”
Kaupun mengikuti bias menuju ruang kerjanya.. bias duduk di kursi kerjanya.. sedangkan kamu duduk di pangkuan bias.. bias mulai meng klik-klik folder video yadongnya.. setelah ketemu, bias mem-play video itu..
“Chagi, sebelum kita melihat video ini,kita berdo’a dulu..” kata bias.
“Yakkk ! berdo’a untuk apa??” tanyamu, kesal.
“Hehehehe..”
Kalian pun menonton video itu dengan seksama.. kamu terlihat ‘>>,
“Mianhe, chagi.. kau tonton sendiri saja, aku mau ke kamar mandi dulu..” kata bias.
“Yaahh.. aku ingin menontonnya bersama oppa…” katamu, manja.
“Aduhhh.. mianhe..aku sudah tidak kuat, chagi..”
Bias segera memberdirikan kamu, dan berlari menuju kamar mandi..
“Yakkk ! kalau bergitu jangan berharap, PSP mu kembali, oppa…!!!!” teriakmu.
5 menit berlalu, bias keluar dari kamar mandi..
“Kenapa lama sekali di kamar mandi?” tanyamu.
“Rahasia laki-laki,perempuan tidak boleh tahu..” kata bias, sombong.
“Hemmm,, kajja kita lanjutkan menontonnya,oppaa..” katamu, manja.
“Istriku yang cantik, sebaiknya kapan-kapan saja kita menontonnya,,” kata bias, lembut.
“Wae??”
“Tidak apa-apa.. kau sebaiknya tidur, kau tidak boleh terlalu capek, jaga dia..” sambil mengelus perutmu.
“Hemmm.. tapi aku ingin menonton video itu..”

Morning Romance 11.

“Hemmm.. tapi aku ingin menonton video itu..” katamu
“Sudah,, nanti malam saja..”
“Jeongmal??”
“Ne, kau tidur siang saja, chagi.. oppa mau ke warnet dulu,.”
“Mwo? Kewarnet..??
“Ne.., aku mau main game dulu..” kata bias, memelas.
“Aisshh ya sudah ambil saja PSP mu di kolong kulkas..”
“Hah? Kau taruh di kolong kulkas..Ommo..” kata bias, panik sendiri.
Bias segera berlari mengambil PSP itu dikolong kulkas..
“Yakk ! kalau rusak bagaimana??” Tanya bias, sambil berusaha mengambil psp.nya
“Tidak tahu… Eummm oppaaa.. aku ingin tidur.. kau juga harus ikut tidur.. kalau tidak, PSP mu akan ku sembunyikan lagi..”
“Hemmm baiklah..”
Kamu dan bias menuju ke kamar, lalu tertidur.. namun bias tidak tidur, dia hanya pura-pura tidur.. lalu mengambil PSP nya.. dan memainkannya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar