Jumat, 26 Juli 2013

[After Edited ]My Boyfriend is a Vampire Chapter 6

Cast : Song Ji Gwa, Lee Hyukjae, Song Sungmin, Jung Hana, Cho Kyuhyun, Kim Kibum, Lee Donghae, other cast.

Genre : Fantasy (tentukan sendiri)

Author : Devi Amalia a.k.a ^DeHyuk_

Posted by @Hyukiwife_08 


 

NB : Kritik dan saran sangat di perlukan, mianhae kalo cerita nya gx nyambung dsb. cerita ini murni hasil imajinasi author, gx ada pem-plagiatan tanpa seizin author. Barang siapa tidak komen tidak akan di tag untuk part selanjut nya.
Warning : typo bertebaran, hati-hati.

HAPPY READING ^^
.
.
.
.
.

KREEKK !!
"ANDWAE HYUNG !!" Pekik Kyuhyun keras.
 Kyuhyun melihat PSP itu hancur di depan mata nya.

"Ini." Hyuk mengulurkan PSP yang remuk di tangan nya.
 Kyuhyun melihat PSP itu hancur dan melihat wajah Hyuk. Ingin sekali dia menghajar nya.

"Hyung, kau..." Kyuhyun tak bisa melanjutkan kata-kata nya karena Ia terlalu marah.
"Wae? Kau ingin memukul ku karna aku menghancurkan PSP yang baru ku beli hmm??" Tanya Hyuk santai.
 Kyuhyun seketika menatap Hyuk dengan penuh tanda tanya besar.

"Mwo?? A-apa maksud mu hyung???"
"PSP yang Hyuk hancurkan itu adalah PSP yang baru kami beli tadi sore Kyu, ini PSP mu." Jawab Donghae sambil memperlihatkan PSP Kyuhyun di tangan nya.
 Kyuhyun melongo, ini sungguh membingungkan.


"YAK !! Kalian mengerjaiku eoh?!!" Teriak Kyu yang baru sadar apa yang sebenar nya terjadi.
 Hyuk dan Donghae hanya tersenyum evil.
"Aishh, dasar saudara aneh!!" Umpat Kyuhyun. "Kembalikan PSP ku !!"
"Kau bilang apa? Saudara aneh?? YAA CHO KYUHYUN KU HANCURKAN PSP MU !!" Pekik Donghae.
 Hyuk menghela nafas dan duduk di samping Kibum, Ia tak ingin terlibat perang anak TK.

"Otthoke dengan Hana?" Tanya Hyuk.
"Aku tak yakin dia akan mengubah pendirian nya." Jawab Kibum.
"Hm, jadi maksud mu kita akan punya anggota baru ya.."
"Apa? Anggota baru? Nuguya??" Sela Donghae.
"Yang pasti bukan Songsaenim Kang." Cibir Kyuhyun.
"Ishh, diam kau!! Aku tak tanya pada mu."
"Sudahlah.. kalian anak kecil tak boleh ikut campur urusan orang dewasa." Lerai Kibum.
"KAMI BUKAN ANAK KECIL HYUNG !!" Teriak Donghae dan Kyuhyun bersamaan.
-
-
-
-
-
Langit Seoul begitu indah dengan bulan terang, namun tak membuat hati yeoja bernama Ji menampakkan senyum nya. Ia masih memikir kan apa yang di lihat nya tadi siang. Mata Donghae !!
'Kenapa mata nya bisa semerah itu ne?' Batin nya.

"Apa-apaan kau? Kenapa tangan mu dingin sekali?"

"Jangan melamun di tengah jalan nona."

"Eh, kenapa buru-buru sekali eoh? Makanan dan minuman nya belum di habiskan."

 Flashback demi flashback kembali memutar di memori Ji, Ia kembali mencerna pemikiran nya.
 Saat akan mencoba mengeluarkan suara untuk bicara yang entah pada siapa, sebuah tangan melingkar sempurna di perut Ji.
"Bogoshippo chagi.." Ujar nya sambil menaruh kepala nya di bahu Ji.
 Ji yang masih terkejut mencoba menetralkan nafas nya yang berdebar-debar.

"Aishh, Oppa kau mengagetkan ku saja.."
"Mianhae." Hanya itu yang di ucapkan Sungmin.
"Hm, oppa.. bukankah kau bilang akan pulang besok siang?" Tanya Ji seraya membalikkan badan nya dan menatap Sungmin.
 Sungmin memang baru pulang dari Jeju, ia mengubah rencana nya untuk ke Jeju terlebih dahulu baru melakukan pertunangan.

"Oppa sudah bilang, oppa rindu pada mu." Jawab nya.
"Lalu mana eonni Shin?"
"Sebenar nya oppa sudah sampai dari sore dan mengantar nya pulang, lalu oppa mengobrol sebentar dengan Jung Soo hyung mengenai pertunangan kami esok lusa." Jelas Sungmin sambil tersenyum.
"Ouh, em oppa? Apa setelah menikah oppa akan pindah ke rumah baru?"
"Emm, oppa tak tau chagi, memang nya kenapa?"

"Gwenchana.."

 Sungmin dan Ji masih menikmati hembusan angin dengan menatap bulan yang bersinar terang.

"Chagi.."
"Ne oppa?"
"Apa kau tak punya namjachingu?"

DEG !

"Mwo?? Apa maksud oppa?"
"Yaa.. oppa pikir dengan kelakuan mu yang seperti namja, mungkin tak ada yang ingin jadi kekasih mu." Ledek Sungmin.
"Yakk oppa jangan menggoda ku !!"
"Haha, mianhae chagi.. tapi oppa rasa, 4 namja kemarin lumayan menarik." Ucap Sungmin serius.
"Nuguya? Maksud oppa 4 namja aneh itu?"
"Hmm.."
"Memang nya aku yeoja macam apa memacari 4 namja." Dengus Ji.
"Ishh, maksud oppa apa salah satu di antara mereka tak ada yang menarik perhatian mu?"
 Ji diam, Ia termenung dengan pertanyaan Sungmin. 'Memang ada namja yang kusukai.' Batin Ji.

"Hey Song Ji Gwa, jangan selalu mengabaikan oppa jika oppa sedang berbicara pada mu." Keluh Sungmin kesal.
"Hahh?? N-ne oppa waeyo??" Tanya Ji gelagapan.
"Oppa tau kau dengar." Kata Sungmin ketus.
"Yaa oppa jangan marah.." Ucap Ji, "Oppa aku masih 18 tahun, aku masih ingin menikmati masa-masa bersama oppa, melihat oppa dan eonni Shin menikah, mempunyai keponakan, menikmati kesendirian.." Lanjut nya.

"Hmm, apa oppa harus mengundur pernikahan oppa dengan Shin Yeon, supaya oppa punya sedikit waktu bersama yadongsaeng oppa??" Goda Sungmin.
"Emm, mungkin iya. Hahaha."

 Sungmin dan Ji sedang tertawa ketika ponsel Sungmin berbunyi. 'Shin Yeon'
"Yeobseo chagi-ah?"
"KU BUNUH JIKA SAMPAI KAU MENGUNDUR PERNIKAHAN KITA !!" Teriak Shin Yeon dari sebrang telfon.
 Sungmin menjauhkan ponsel nya yang membuat Ji melongo karena itu.
"Aishh darimana dia tau? Padahal kan aku hanya bercanda." Umpat Sungmin pelan agar Shin Yeon tak mendengar nya.
 Sungmin mengecup kening Ji sebelum Ia pergi ke kamar nya untuk menjalan kan tugas baru yakni menjelaskan pada Shin Yeon bahwa Ia hanya bergurau.
 Ji masih melongo. Jelas saja! Ia mendengar teriakan eonni nya yang sudah seperti berteriak di depan mereka berdua. Akhir nya Ji tertawa terbahak-bahak sendiri di balkon meskipun Ia sangat terlambat menyadari nya.

***

At Inha University..


 Keadaan tak bertambah baik saat Ji dan Hana bertemu dengan Kibum cs.
 Suasana hati mereka masing-masing berbeda. Hana dan kibum tak berbicara sama sekali, Ji masih memperhatikan Donghae yang sedang mengobrol dengan Hyukjae, Ia masih teringat kejadian kemarin. Sedangkan Kyuhyun masih asyik memainkan PSP nya dan berjalan terus tanpa melihat di depan nya ada...

"KYUHYUN !!" Pekik Ji, Hana, Hyuk, Donghae dan Kibum serempak.

 BUGHHH !!
"Aduh !!" Jerit Kyuhyun.

 Belum sempat Author melanjutkan cerita, Kyuhyun menabrak sebuah pohon di depan nya.
 Ji dan Hana menutup mulut nya, Kibum, Donghae dan Hyuk menghampiri Kyuhyun yang terduduk meringis.
"Gwenchana Kyu?" Tanya Donghae, Ia berusaha khawatir meskipun sebenar nya ia sedang menahan tawa.
"Ini sungguh sakit hyung.." Ringis Kyu.
"Ehm," Kibum berusaha mencoba menetralkan tawa nya.
"Dasar bodoh." Gumam Kibum tersenyum evil.
"YAKK HYUNG.."
"Dimana mata mu? Pohon maple sebesar itu kau tak lihat. Apa kau sengaja ingin merubuhkan pohon ini dan memberikan nya pada Songsaenim Kang?" Ejek Hyuk.
"Hhhh, kenapa nasib ku selalu sial.." Gerutu Kyuhyun.
"itu takdir Tuhan." Jawab Donghae.
"Ishh, bukan nya menolong ku tapi kalian malah menertawakan ku."
"Kau bisa bangun sendiri, untuk apa kami tolong?" Sambung Kibum.
 Kyuhyun hanya mendelik kesal.
 Sementara itu Ji dan Hana hanya melihat dari kejauhan.
"Hana-ah, ayo kita kesana." Ajak Ji.
"Aniyo.."
"Wae??"
"Gwenchana, kajja kita masuk kelas saja." Hana terlebih dulu menyeret Ji ke kelas, Ji hanya mengikuti dengan bingung.

**

 Selama pelajaran berlangsung, Kibum dan Hana saling berpandangan satu sama lain.
 Tak ada dialog pembicaraan, hanya tatapan mata yang mengisyaratkan mereka harus bicara. Dan pada saat pelajaran usai, mereka bicara.
 Ji, Hyuk, Donghae dan Kyuhyun sudah terlebih dulu pulang ke rumah mereka.

"Kibum-ssi.." Hana memulai pembicaraan.
 Kibum melihat Hana, saat ini Kibum sedang bersandar di tembok belakang gedung.
"Aku takkan mengubah pendirian ku." Ucap Hana. "Aku sudah memikirkan nya, dan aku ingin menjadi seperti mu." Lanjut nya.

"Kau sudah memikirkan nya?"
"Sudah."
"Kau yakin? Itu akan membuat mu kehilangan keluarga..."
"Aku tak punya keluarga." Potong Hana Ketus. Kibum hanya menatap Hana dengan datar.
"Orang tua ku bercerai, dan sejak saat itu aku tinggal di apartemen." Jelas Hana.
 Kibum diam, Ia melirik hana sekilas dan akhir nya berbicara.
"Ayo pergi." Ucap Kibum.
"Kemana?"
"Ke rumah baru mu." Jawab nya singkat.

~ SKIP ~

Kibum membawa Hana ke rumah nya. Terlihat Donghae sedang bermain komputer, Hyuk membaca buku dan Kyuhyun bermain dengan PSP nya.
"Kau sudah pulang." Sapa Hyuk melirik sekilas dan kembali membaca buku nya.
"Ya." Jawab Kibum singkat.
"Hana-ah, sedang apa kau disini??" Tanya Kyuhyun yang baru menyadari bahwa Kibum tak sendirian.
"Emm.." Hana gugup.
"Dia akan menjadi anggota baru kita hyung?" Tanya Donghae yang melongok dari balik komputer nya.
"Ayo." Kibum mengajak Hana ke taman belakang tanpa menjawab pertanyaan Donghae dan Kyuhyun.

"Apa yang kalian lakukan sehari-hari? apa kalian tidak tidur?" Tanya Hana.
"Tidak, kami tidak tidur. Biasa nya kami menghabiskan waktu dengan berkumpul seperti yang kau lihat tadi." Jelas Kibum.
"Berkumpul tapi melakukan kesibukan masing-masing?" Tanya Hana heran.
"Kami memang seperti itu, hanya berbicara seperlu nya saja."
"Apa kalian bersaudara?"
"Tidak, hanya Hyukjae dan Donghae. Donghae adalah adik Hyukjae, tapi yang terlebih dulu menjadi Vampir adalah Donghae."
"Kenapa bisa begitu? Apa dia di bunuh dulu?"
"Tidak, Donghae di rubah oleh yeojachingu nya yang ternyata adalah Vampir. Tapi yeojachingu nya di bunuh oleh Vampir lain." Jawab Kibum.
"Lalu bagaimana dengan mu?" Tanya Hana.
"Aku takkan menceritakan nya." Ucap nya datar.
"Jika aku memaksa?"
"Tetap tidak."
"Baiklah.."

Tiba-tiba beberapa bayangan lewat dan..

"Hallo Hana-ah :)" Sapa Donghae tepat di depan wajah Hana, dan membuat Hana terkejut.
"Jaga sikap mu Hae." Tegur Hyuk yang entah kapan duduk di ayunan panjang.
"Iya.." Jawab Donghae dan ikut duduk di samping Hyuk.
"S-sejak kapan kau ada di situ Hyuk-ssi??" Tanya Hana setengah berteriak.
"Hey, jadi yeoja galak sekali." Sela Kyuhyun yang membuat Hana kembali terkejut.
"Aku disini baru saja." Hyuk menjawab pertanyaan Hana yang sempat di sela.
"Apa kalian seperti ini setiap saat ha?!!"
"Tidak, biasa nya kami bermain di hutan." Donghae tersenyum dan mengeluarkan sebuah PSP.

"Hyaaaa hyung !! Kembalikan PSP ku, pamor ku bisa turun jika kau mainkan.. kembalikan!!" Teriak Kyu histeris dan mencoba merebut PSP itu dari tangan Donghae.
"Apa-apaan kau? Ini PSP ku, Hyukjae yang membelikan nya." Teriak Donghae tak kalah keras.
"M-mwo???"
"Ya, aku yang membelikan nya untuk Donghae." Lerai Hyuk.
"T-tapi bukankah sudah kau hancurkan kemarin??"
"Hyuk membeli 1 dus (10 PSP)." Sahut Donghae cuek.
"Apa??!!"
"Memang nya kenapa Kyu? Biarkan saja.." Ujar Kibum di sambut senyuman Hana.
"Ishh, aku juga mau hyung.." Dengus Kyuhyun.
"Ya beli saja."

"Hyung, aku minta satu ne.." Kyuhyun mengatupkan kedua tangan nya dan memohon pada HYukjae.
"Mintalah pada Donghae."
"Hyung.." Kyuhyun Menoleh pada Donghae.
"Aku tidak mau memberikan nya." Jawab Donghae. Sementara itu Hana sedang menahan tawa sekarang.
"Wae hyung?" Tanya Kyuhyun.
"Ini pemberian Hyukjae, dan aku takkan membagi nya pada siapa pun!!" Tegas Donghae.
"Itu terlalu berlebihan hyung.. -__-"

"Aku sengaja membelikan nya 1 dus Kyu, karna Donghae takkan awet jika hanya dengan satu PSP." Jelas Hyuk.
"Sudahlah Kyu, punya mu masih bagus untuk apa kau meminta lagi?" Ujar Kibum.
 Kyuhyun hanya bisa diam mematuhi perintah hyungnya, Hana tertawa melihat Kyuhyun sedangkan Kibum dan Hyukjae hanya tersenyum.

"Jika kau tinggal disini, biasakan lah dengan sikap mereka berdua."
"Maksud mu Kyuhyun dan Donghae?"
"Ya." Kibum mengangguk.

"Emm, Kibum-ssi?" Panggil Hana. Kibum menoleh.

"Apa kau mencintai ku?"





To Be Continue..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar