Jumat, 26 Juli 2013

[After Edited ]My Boyfriend is a Vampire Chapter 9

Cast : Song Ji Gwa, Lee Hyukjae, Jung Hana, Kim Kibum, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Lee Je Gun, other cast.

Genre : Fantasy (tentukan sendiri)

Posted by @Hyukiwife_08




Part sebelum nya :
"Apa yang kau ketahui tentang kami?'"
"Kau Vampir."

"Dasar Bodoh !! Resleting celana mu terbuka !!"
"MWO?!!"

** Part 9 **

 Hyukjae melihat Je duduk sendirian di bangku taman, melamunkan sesuatu.
"Ada apa?" Je tau jika Hyuk ada di belakang nya.
"Apa yang kau fikirkan?"
"Tidak ada."

"Kau sudah bosan dengan Kyuhyun?" Goda Hyukjae, Je hanya tersenyum sinis.
"Anak setan seperti nya langka hyung." Jawab Je sekena nya.
"Lalu?"
"Katakan saja apa yang kau inginkan dari ku." Je menoleh pada Hyukjae dengan mata darah nya, Hyukjae hanya menatap Je santai.

"Aku mencintai nya." Ujar Hyukjae.
"Nama nya saja sama dengan nama ku, selera mu jelek sekali." Ejek Je.
"Hanya berbeda 3 huruf." Jawab Hyuk.

"Akan ku pertimbangkan jika aku merasa cocok dengan nya." Ucap Je, Hyukjae beranjak pergi.

"Cobalah beradaptasi dengan Hana, bagaimana pun dia anggota kita sekarang."
"Sudah ku bilang aku tak sudi, bagaimana bisa Kibum hyung mencintai nya." Je berkata sinis, sedangkan Hyuk memutar bola mata nya malas.
"Sesuka mu saja." Hyukjae pergi meninggalkan Je sendirian.

** 3 minggu kemudian **

"Terima kasih Agashi, silahkan datang lagi lain waktu.." Ujar pelayan toko itu tersenyum manis.
"Ne." Ji membalas senyuman itu.
 Ji keluar dari toko dan berjalan pulang.  Ia sedang sibuk mencari ponsel nya sampai Ia bertabrakan dengan seseorang.

BRUKK

 Barang-barang dan ponsel Ji berjatuhan, begitu pun dengan ponsel orang itu.
"Mi-mianhae.." Ucap Ji sedikit membungkuk.
"Gwenchana." Jawab orang itu yang ternyata adalah Je Gun.
 Je membantu Ji membereskan barang-barang nya.
"Ini." Je mengulurkan barang-barang itu pada Ji.
"Ghamsanida Agashi.,." Ji membungkukkan badan nya, namun Je telah berlalu pergi.
 Ji sampai di rumah dan langsung merebahkan badan nya di sofa. Mengambil ponsel nya hendak menelfon Sungmin. Namun saat menyalakan ponsel nya ia terkejut karena Wallpaper yang muncul adalah foto Kyuhyun dengan yeoja itu.
"Omona !! Ponsel ku tertukar dengan yeoja tadi !!

** Sementara itu di Rumah Vampir **

"Hyung, belikan aku ponsel baru." Ujar Je pada Hyukjae.
"Memang kenapa dengan ponsel mu yang lama.." Tanya Hyukjae yang sedang membaca buku.
"Aku bertabrakan dengan yeoja tadi, dan ponsel ku terjatuh." Jawab Je santai sambil mengulurkan ponsel nya, Hyuk hanya mengangguk mengerti.
 Hyuk memeriksa ponsel Je, namun Ia heran karena Wallpaper ponsel Je adalah foto Ji Gwa.
"Kau bertabrakan dengan siapa tadi?" Tanya Hyuk tajam.
"Aku tidak terlalu memperhatikan nya." Jawab Je.
"Memang ada apa Saudara ku?" Tanya Donghae
"Ini ponsel Song Ji Gwa."
"Mwo?!!" Kyuhyun terkejut, sementara Je dan Donghae menoleh tajam.
"Maksud mu ponselku tertukar?"
"Ya."

"Yasudah kalau begitu kau tinggal menukar nya kan?"
"Aku tidak mau."
"Hahhh baiklah aku yang akan menukar nya."

"Hana dan Kibum hyung mana?" Tanya Donghae.
"Molla." Jawab Kyuhyun.
"Mana aku peduli." Timpal Je sinis.
"Chagi, kau tak boleh begitu pada Hana.." Kyuhyun mencoba mengingatkan Je.
"Jangan mencoba membela seorang yeoja di depan ku." Sahut Je.
"Kau cemburu eoh?" Goda Kyu.

BUGHHHH !!

"Akhh !!" Kyuhyun tersungkur 4 meter dari tempat nya semula.
"Ya, aku cemburu." Je tersenyum licik dan pergi meninggalkan Kyuhyun, "Aku pergi dulu." Pamit Je, Hyuk hanya mengangguk.
"YAKK CHAGI !! KAU TEGA SEKALI !!" Teriak Kyuhyun.
"DAN AKU TAKKAN TIDUR DENGAN MU MALAM INI." Je berteriak tak kalah keras dan berlalu pergi.
"MWO?!! YAK CHAGI KAU TAK BISA MELAKUKAN INI PADA KU !!!" Pekik Kyuhyun.
"Tskk, berisik sekali kau !!" Bentak Donghae kesal.
"Hyung, otthoke otthoke??" Kyuhyun panik, dan Donghae hanya memandang kosong kebodohan Kyuhyun.

"Wae?" Kibum datang bersama Hana, dan mendapati Kyuhyun merusak meja.
"Je memukul nya." Hyukjae berkata datar.
"Memukul nya? Kenapa?" Tanya Hana.
 Hyukjae hanya mengangkat bahu dan kembali membaca buku nya.
"Darimana kau hyung?" Selidik Donghae.
"Hutan." Kata Kibum singkat.
"Mengajari ku berburu." Sambung Hana tersenyum manis, Donghae hanya membalas dengan senyuman kecil.

"Hana.." Kyuhyun berusaha bangkit dan menatap Hana dengan mata Vampir nya.
"Ada apa Kyu?"
"Walaupun aku tak suka Je membenci mu, tapi kurasa Je ada benar nya." Kyuhyun tersenyum sinis.
"Apa maksud mu?" Tanya Kibum tajam.
"Jaga sikap keingintahuan mu Hana, sebagai Vampir kami punya tata krama." Ujar Kyuhyun datar.
"CHO KYUHYUN !!" Kibum ingin memukul Kyuhyun, namun dengan sigap Hyukjae berlari dan menahan Kibum. Aura Vampir mereka telah keluar satu persatu.

"Sebagai ketua kau harus nya lebih bijak Kibum-ssi." Bisik Hyukjae.
"Kenapa kau melakukan nya Hana?" Tanya Donghae dingin.
"A-apa maksud kalian?? A-aku tidak mengerti." Ujar Hana gugup.
"Kau menyelinap masuk ke kamar Je dan Kyuhyun, lalu mengambil 2 kantung darah yang ku stok untuk adik ku." Donghae berkata dingin.
 Kibum langsung menoleh ke arah Hana.

"JANGAN MENUDUH SEMBARANGAN DONGHAE-SSI !!" Pekik Hana keras.
"Jika kau merasa tak melakukan nya, kenapa kau harus gugup." Ujar Hyukjae santai.
 Hana diam tak berkutik, Ia terpojok sekarang.

"Jujur saja." Ujar Kyuhyun.
"Apa itu benar?" Kibum bertanya dengan nada menyelidik.
 Hana diam mematung, Ia bingung bagaimana harus menjelaskan pada 4 namja di depan nya.

"Jawab aku Jung Hana !!" Kibum sedikit membentak.
"Y-ya,, a-aku yang mengambil kantung darah itu.." Hana menjawab dengan tergagap.
"Aku memaklumi nya Nona Jung, karena kau terhitung masih baru untuk menjadi Vampir. Tapi aku amat sangat tidak terima kau memasuki kamar ku, apalagi kau memasuki ruangan pribadi ku dan Je." Ujar Kyuhyun datar, namun masih dengan mata Vampir nya.
"Mi-mianhae Kyu,, dan Aku juga minta maaf pada kalian semua.." Hana tertunduk malu akan sikap nya sendiri.
 4 namja itu diam, tak satu pun dari mereka yang angkat bicara. Selama beberapa menit di landa kebisuan akhir nya Kyuhyun buka suara.

"Lupakan saja kejadian ini." Ucap Kyuhyun pelan, Ia berbalik menuju kamar nya.
 Hyukjae dan Donghae diam, begitu pun Kibum.

"Aku harus membelikan Je ponsel baru, Hae kau tunggu Je pulang." Ujar Hyukjae.
"Arraseo." Jawab Donghae. Hyuk pergi dan Donghae duduk di sofa memainkan PSP nya.
 Kibum dan Hana masih diam berhadap-hadapan.

"Kibum-ssi.." Hana memanggil dengan hati-hati.
"Aku hanya mengajarkan mu berburu dan mengendalikan diri mu. Tak pernah mengajari mu hal lain." Ucap Kibum dingin.
"A-aku minta maaf.." Hana tertunduk diam, Kibum hanya menatap Hana dalam kebisuan. Tanpa berkata apapun Ia pergi meninggalkan Hana.

******

"Apa aku terlambat?" Je menyapa seorang yeoja yang sedang duduk di taman.
"Ah tidak, aku juga baru sampai." Ujar yeoja itu tersenyum manis.
"Kau Song Ji Gwa?" Tanya Je.
"Nde, darimana kau tau nama ku?" Ji balik bertanya dengan heran. Je hanya tersenyum kecil.
 Je duduk di samping Ji, "Lee Je Gun." Ucap nya.
 Ji hanya mengangguk, lama mereka terdiam.

"Ini ponsel mu." Je mengulurkan sebuah ponsel yang merk dan warna nya sama dengan ponsel milik nya.
 Ji menyambut uluran tangan itu, otomatis tangan Ji bersentuhan dengan tangan Je yang seperti Es.
 Ji sedikit terkejut, namun dengan cepat Ia menghilangkan rasa keterkejutan nya itu.

"Emm, Gomawo.." Ujar Ji pelan, "Dan ini ponsel mu." Lanjut nya.
 Lama mereka terdiam dalam kebisuan, sampai Ji bertanya.
"Ke-kenapa Wallpaper mu bersama Kyuhyun?" Tanya Ji hati-hati.
"Dia namjachingu ku."
"Na-namjachingu mu??" Ji menatap tak percaya.
"Ya, ada apa?"
"Ti-tidak, tidak ada apa-apa."
'Jika Je Gun adalah yeojachingu Kyuhyun, itu berarti dia..'
"Vampir." Ucap Je, Ji menoleh menatap Je dengan penuh tanda tanya besar.
"K-kau membaca fikiran ku??" Tanya Ji heran.
"Tidak, tapi aku merasakan nya." Jawab Je.

"Jadi kau memang Vampir?"
"Ya."
 Ji terdiam, Ia tak berani bertanya lebih jauh lagi.

"Ji Gwa-ssi." Kali ini Je yang memulai pembicaraan.
"Ne?"
"Apa kau mencintai hyung ku?"
"H-hyung??" Ulang Ji bingung.
"Ah ya, Aku adik bungsu Lee Hyukjae dan Lee Donghae. Kami 3 bersaudara." Jelas Je.
"Tapi kenapa kau memanggil mereka 'hyung' ??"
"Karena aku tak suka memanggil mereka dengan sebutan oppa atau semacam nya."
"Wae?"
"Itu menjijikkan." Jawab Je. Ji hanya terdiam mengangguk mengerti.

"Kau belum menjawab pertanyaan ku Ji Gwa-ssi."
"Ah ya, itu...." Ji tertunduk malu dan bingung harus menjawab apa.
"Kau mencintai Hyukjae hyung?" Ulang Je.
"A-apa??? Ti-tidak.." Wajah Ji bersemu merah dengan pertanyaan Je.
"Kau yakin?"
 Ji diam, Ia sendiri pun tak yakin dengan ucapan nya menjawab 'tidak'.

"Jawablah pertanyaan ku dengan hati mu Ji Gwa-ssi." Ujar Je. Ia menoleh dan tersenyum. Senyum yang manis menurut pendapat Ji.
"A-aku tidak tahu.." Jawab Ji pelan.
"Apa karena kami bangsa Vampir jadi kau takut mengungkapkan isi hati mu?"
"A-apa??"
"Aku tau.." Je tersenyum kecil dan bangkit dari tempat duduk nya.
"Mak-maksud ku bukan begitu.. aku minta maaf.. aku tidak bermaksud menyinggung perasaan mu.." Ujar Ji sedikit bergetar. Entah perasaan takut atau semacam nya.

"Ikut lah ke rumah ku." Kata Je.
"A-apa??"
 Je menoleh, "Apa perlu ku eja?" Je balik bertanya.
"A-aku takut.." Jawab Ji nyaris tak terdengar. Je kembali menoleh dengan mengangkat satu alis nya.
"Takut?" Ulang Je. Ji hanya mengangguk pelan.
"Takut karena kami bangsa Vampir?"
"Aku tidak tau.."
 Je kembali duduk dan menghela nafas nya.

"Mungkin menurut mu kami bangsa Vampir itu menyeramkan dan sebagai nya. Tapi yang perlu kau tau, hanya aku yang meminum darah manusia, bahkan si yeoja bawel itu pun di isolasi oleh Kibum hyung." Jelas Je panjang lebar.
"Siapa yang kau maksud 'yeoja bawel' ?" Tanya Ji.
"Jung Hana." Jawab Je singkat.
"Jadi benar Hana sudah berubah??" Ji menutup mulut nya tak percaya. Je hanya menatap Ji dengan heran.
"Kau mengenal nya?"
"Di-dia teman ku.." Ucap Ji lesu.

******

"Ini nomor telepon ku, hubungi aku jika kau sudah siap membicarakan isi hati mu."
 Ji kembali mengingat kata-kata Je tadi.
"Sifat nya sama dengan sifat Hyukjae. Bahkan terlalu dingin untuk ukuran seorang yeoja.." Ji tersenyum membayangkan pertemuan nya dengan Lee Je Gun.
"Dia Vampir yang baik." Gumam Ji, "Dan seperti namja."

"Chagi, sedang apa?" Sungmin membuka pintu kamar Ji dan melonggokan kepala nya ke dalam.
"Sedang melihat oppa bertanya pada ku." Jawab Ji sekena nya.
 Sungmin hanya melongo mendengar jawaban adik nya.
"Ya sudah, oppa hanya rindu pada mu. Mau makan Kimchi?" Tanya Sungmin yang di sambut anggukan Ji.
"15 menit lagi turun lah ke bawah." Sungmin mengedipkan sebelah mata nya dan pergi keluar dari kamar Ji. Ji hanya tersenyum melihat tingkah oppa nya.

"Aku tak suka memanggil oppa atau semacam nya." Ji terkikik geli mengingat kembali pertemuan nya dengan adik Hyukjae.
"Kau mencintai Hyukjae hyung?"
"Apa aku memang mencintai nya?" Ji bertanya entah pada siapa.
"Jawablah pertanyaan ku dengan hati mu Ji Gwa-ssi."
"Aishhh Lee Je Gun, bisakah kau diam dulu di fikiran ku?!!" Ujar Ji sedikit berteriak. (dasar pea -_-)
"Aku sudah diam dari tadi.." Ji menoleh dan terkejut melihat seseorang telah duduk manis di kursi belajar nya.




To Be Continue..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar